{"id":7750,"date":"2017-07-19T10:00:55","date_gmt":"2017-07-19T03:00:55","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=7750"},"modified":"2017-07-19T08:07:30","modified_gmt":"2017-07-19T01:07:30","slug":"jack-wilshere-yang-terlihat-murung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/","title":{"rendered":"Jack Wilshere yang Terlihat Murung"},"content":{"rendered":"<p>Ketika mentas dari <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/12\/generasi-emas-colney-bagian-pertama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Colney<\/a>, dirinya disebut sebagai calon gelandang tengah terbaik Inggris. Ia mengingatkan banyak orang akan kualitas Paul Gascoigne. Namun sayang, Jack Wilshere justru tengah menghadapi masa depan yang serba tak menentu.<\/p>\n<p>Wilshere bergabung bersama akademi Arsenal di usia sembilan tahun. Bakatnya begitu besar, hingga staf pelatih Arsenal menaikkan kelas Wilshere dengan cepat. Dan tak butuh waktu lama, pemain kelahiran 1 Januari 1992 tersebut merasakan debutnya di usia 16 tahun dan 256 hari.<\/p>\n<p>Debut Wilshere terjadi ketika Arsenal bertemu Blackburn Rovers di Liga Primer Inggris. Catatan debutnya memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang melakoni debut di kompetisi domestik dan di Liga Champions (16 tahun, 329 hari), ketika melawan Dynamo Kiev bulan November 2008.<\/p>\n<p>Satu musim kemudian, Wilshere bermain di hampir semua laga Arsenal muda dan berhasil menggondol Piala FA junior dengan mengalahkan Liverpool. Wilshere mencetak satu gol di laga puncak tersebut.<\/p>\n<p>Salah satu kelebihan Wilshere adalah kemampuannya bermain sebagai gelandang tengah atau gelandang bertahan. meski bertubuh kecil, Wilshere tak gentar untuk beradu fisik, bahkan hingga hampir baku pukul. Disokong stamina yang cukup bagus, Wilshere juga dibekali olah bola kelas elite. Inggris seperti mendapatkan \u201cXavi Hernandez\u201d mereka sendiri.<\/p>\n<p>Bermain apik di Arsenal, timnas Inggris menghadiahi Wilshere sebuah debut. Ketika itu, ia masih berusia 18 tahun. Tak hanya itu, pada musim 2010\/2011, Wilshere memenangi <em>PFA Young Player of The Year<\/em> dan juga masuk ke dalam daftar <em>PFA Premier League Team of the Year<\/em>. Namun sungguh sayang, catatan manis di atas kini seperti tak punya arti.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/jack-wilshere-of-arsenal-reacts-to-injuring-his-ankle-during-the-picture-id459607842?k=6&amp;m=459607842&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=hsaLUMMHmxX57VuzduI4PxlT4NysESiNy_5OflWMunM=\" alt=\"Jack Wilshere\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Cedera<\/strong><\/h3>\n<p>Performa Wilshere menjadi kabur lantaran rentetan cedera yang menghantui kariernya. Bahkan, musim 2015\/2016, boleh dibilang Wilshere absen di sepanjang tahun karena retakan di fibula. Simak saja tabel di bawah ini seperti yang saya dapatkan dari <em>Transfermarkt<\/em>:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7751 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/1-10.png\" alt=\"\" width=\"681\" height=\"359\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/1-10.png 681w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/1-10-350x185.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/1-10-680x358.png 680w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/1-10-560x295.png 560w\" sizes=\"(max-width: 681px) 100vw, 681px\" \/><\/p>\n<p>Dari tabel di atas, jika ditotal, Wilshere absen selama 994 hari dan absen di 154 pertandingan. Sebuah angka yang cukup memperihatinkan.<\/p>\n<p>Arsene Wenger menjadi pihak yang paling disalahkan lantaran pola latihannya yang terlalu berat. Ditambah manajemen cedera yang sangat buruk, alhasil, bakat besar Wilshere seperti menguap ke udara. Dari seorang pemain kelas dunia, jatuh menjadi pemain semenjana dengan rentetan cedera yang menyebalkan.<\/p>\n<p>Setelah sempat sembuh dari cedera, musim lalu, Wilshere dipinjamkan ke Bournemouth. Peminjaman ini cukup sukses, dengan Wilshere tak banyak absen karena cedera. Cara Bournemouth mengatasi masalah si pemain menuai banyak pujian. Bersama Eddie Howe, Wilshere bisa bermain lebih banyak dan bakatnya kembali mengilap.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/aaron-ramsey-and-granit-xhaka-arsenal-shirts-hanging-in-the-before-picture-id686269504?k=6&amp;m=686269504&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=-jIji_kIs_Yh3OBYen-B31urrsvHE6aE-LMLIu80KYY=\" alt=\"Granit Xhaka Aaron Ramsey\" width=\"594\" height=\"390\" \/><\/p>\n<h3><strong>Padat<\/strong><\/h3>\n<p>Masalah terjadi ketika Wilshere kembali ke Arsenal. Lini tengah tengah Arsenal sudah sangat padat, dengan persaingan yang cukup ketat. Baik ketika masih berman dengan skema empat bek, maupun ketika sudah beralih ke skema 3-4-2-1, Wenger banyak menggunakan duet Granit Xhaka dan Aaron Ramsey. Berjalan beberapa laga dengan skema tiga bek, duet ini semakin menunjukkan sinkroninasi yang apik. Mereka berdua memberikan keseimbangan di lini tengah The Gunners.<\/p>\n<p>Xhaka menjadi pengatur arah serangan Arsenal, sedangkan Ramsey lebih leluasa untuk bergerak ke banyak ruang permainan. Selain Xhaka dan Ramsey, Wenger memercayakan Mohamed Elneny sebagai pelapis. Francis Coquelin digunakan ketika ketika Arsenal bermain dengan pendekatan yang berbeda.<\/p>\n<p>Sebetulnya, Wilshere bisa menggusur salah satu di antara Elneny atau Coquelin. Namun, Wilshere tak mempunyai kelebihan kedua pemain tersebut, yaitu kebugaran.<\/p>\n<p>Untuk mengarungi musim yang panjang, seorang pelatih tentu tak bisa selalu menunggu pemain yang lebih banyak absen karena cedera. Keseimbangan tim harus selalu dijaga. Oleh sebab itu, keputusan pahit harus sudah dipertimbangkan Wenger.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/april-15th-2017-white-hart-lane-tottenham-london-england-epl-premier-picture-id668886128?k=6&amp;m=668886128&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=2uvBD7Q9NMoUgN2jPaWX1jfQOSX-CzHyblacJi-3RYE=\" alt=\"Jack Wilshere\" width=\"594\" height=\"424\" \/><\/p>\n<h3><strong>Ikhlas<\/strong><\/h3>\n<p>Pada intinya, Wenger dan banyak suporter Arsenal harus ikhlas melihat Wilshere berseragam tim lain. Ini demi menit bermain si pemain dan demi keseimbangan skuat Meriam London pada umumnya.<\/p>\n<p>Nah, ada dua keputusan yang bisa diambil, yaitu meminjamkan Wilshere sekali lagi atau melepasnya secara permanen mengingat hampir tak ada peluang bermain di lini tengah. Pun Arsenal masih santer disebut tengah mengincar satu gelandang lagi yaitu Thomas Lemar. Meskipun berposisi asli gelandang serang, ada narasi yang menganalisis bahwa Lemar juga bisa bermain sebagai gelandang tengah.<\/p>\n<p>Di tengah keriuhan transfer, sebuah klub mengajukan proposal untuk Wilshere. Dari Italia, Sampdoria membuka penawaran di angka enam juta paun saja!<\/p>\n<p>Sungguh ironis.<\/p>\n<p>Jika melihat bursa transfer saat ini, pemain dengan spesifikasi seperti Wilshere bisa dibanderol hingga 50 juta paun. Jatuhnya harga pemain bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu kemungkinan bermainnya sangat rendah atau tidak diinginkan lagi di dalam skuat. Untuk Wilshere, ia memenuhi syarat yang pertama,<\/p>\n<p>Dari seorang gelandang yang dikagumi Xavi Hernandez, Wilshere kini tak dianggap secara serius. Nuansa kemurungan sangat terasa ketika saya menulis nama \u201cWilshere\u201d. Sebuah bakat besar yang terancam dilupakan dunia.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika mentas dari Colney, dirinya disebut sebagai calon gelandang tengah terbaik Inggris. Ia mengingatkan banyak orang akan kualitas Paul Gascoigne. Namun sayang, Jack Wilshere justru tengah menghadapi masa depan yang serba tak menentu. Wilshere bergabung bersama akademi Arsenal di usia sembilan tahun. Bakatnya begitu besar, hingga staf pelatih Arsenal menaikkan kelas Wilshere dengan cepat. Dan tak butuh waktu lama, pemain kelahiran 1 Januari 1992 tersebut merasakan debutnya di usia 16 tahun dan 256 hari. Debut Wilshere terjadi ketika Arsenal bertemu Blackburn Rovers di Liga Primer Inggris. Catatan debutnya memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang melakoni debut di kompetisi domestik dan di Liga Champions (16 tahun, 329 hari), ketika melawan Dynamo &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Jack Wilshere yang Terlihat Murung&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7752,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[120,286,129,1425,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jack Wilshere yang Terlihat Murung | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada intinya, Arsene Wenger dan banyak suporter Arsenal harus ikhlas melihat Jack Wilshere berseragam tim lain. Demi dirinya, demi Arsenal.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jack Wilshere yang Terlihat Murung | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada intinya, Arsene Wenger dan banyak suporter Arsenal harus ikhlas melihat Jack Wilshere berseragam tim lain. Demi dirinya, demi Arsenal.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-19T03:00:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-19T01:07:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Jack-Wilshere.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"416\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/\",\"name\":\"Jack Wilshere yang Terlihat Murung | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Jack-Wilshere.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-19T03:00:55+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-19T01:07:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Pada intinya, Arsene Wenger dan banyak suporter Arsenal harus ikhlas melihat Jack Wilshere berseragam tim lain. Demi dirinya, demi Arsenal.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Jack-Wilshere.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Jack-Wilshere.jpg\",\"width\":594,\"height\":416,\"caption\":\"Jack Wilshere\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jack Wilshere yang Terlihat Murung | Football Tribe Indonesia","description":"Pada intinya, Arsene Wenger dan banyak suporter Arsenal harus ikhlas melihat Jack Wilshere berseragam tim lain. Demi dirinya, demi Arsenal.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jack Wilshere yang Terlihat Murung | Football Tribe Indonesia","og_description":"Pada intinya, Arsene Wenger dan banyak suporter Arsenal harus ikhlas melihat Jack Wilshere berseragam tim lain. Demi dirinya, demi Arsenal.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-19T03:00:55+00:00","article_modified_time":"2017-07-19T01:07:30+00:00","og_image":[{"width":594,"height":416,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Jack-Wilshere.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/","name":"Jack Wilshere yang Terlihat Murung | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Jack-Wilshere.jpg","datePublished":"2017-07-19T03:00:55+00:00","dateModified":"2017-07-19T01:07:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Pada intinya, Arsene Wenger dan banyak suporter Arsenal harus ikhlas melihat Jack Wilshere berseragam tim lain. Demi dirinya, demi Arsenal.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/19\/jack-wilshere-yang-terlihat-murung\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Jack-Wilshere.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Jack-Wilshere.jpg","width":594,"height":416,"caption":"Jack Wilshere"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7750"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7750"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7750\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}