{"id":7727,"date":"2017-07-18T14:45:48","date_gmt":"2017-07-18T07:45:48","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=7727"},"modified":"2017-07-18T14:43:18","modified_gmt":"2017-07-18T07:43:18","slug":"nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/","title":{"rendered":"Ketika Nilai Klub Sepak Bola Semakin Turun di Dunia Olahraga"},"content":{"rendered":"<p>Untuk kali kedelapan, majalah kenamaan dunia, <em>Forbes<\/em>, kembali merilis daftar tim-tim olahraga dengan nilai tertinggi di dunia. Dalam <em>The World\u2019s 50 Most Valuable Sports Teams<\/em> <em>2017<\/em> yang tahun ini berisi 51 tim itu, ironisnya, klub sepak bola harus kembali mengakui kekalahan dari American football lewat National Football League (NFL). Klub olahraga yang diklaim paling populer sejagat itu malah kini dilewati tim bisbol Major League Baseball (MLB).<\/p>\n<p>Pada daftar yang disusun berdasarkan <em>enterprise value<\/em> atau nilai andai klub tersebut diakuisisi, tim NFL, Dallas Cowboys mempertahankan posisinya sebagai tim olahraga paling berharga di dunia. Disusul kemudian adalah New York Yankees yang tampil di MLB. \u2018Wakil\u2019 sepak bola baru terlihat di posisi ketiga yang kini ditempati Manchester United.<\/p>\n<p>Peringkat satu selama tiga tahun beruntun pada periode 2013-2015 sekaligus <em>runner-up<\/em> edisi sebelumnya, Real Madrid, terperosok ke peringkat kelima, satu tingkat di bawah Barcelona. Padahal jika menilik pada prestasi dalam dua musim terakhir, Madrid malah mengalami peningkatan dengan sukses mempertahankan gelar Liga Champions Eropa dan meraih trofi La Liga 2016\/2017. Lewat asumsi tersebut, mestinya nilai jual juga terdongkrak.<\/p>\n<p>Lantas, mengapa demikian? Apa yang membuat Madrid malah jatuh cukup jauh? Padahal jika membandingkan eksistensi, nama klub asal ibu kota Spanyol itu jauh lebih mentereng ketimbang Cowboys yang tak banyak dikenal seantero dunia olahraga. Nama-nama semisal Cristiano Ronaldo hingga Gareth Bale juga dipastikan jauh lebih dikenal masyarakat luas daripada Jeff Heath sampai legenda seperti Tony Romo sekalipun. Jauh.<\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/manchester-united-fans-wait-in-the-stand-ahead-of-the-preseason-picture-id816889790?k=6&amp;m=816889790&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=sT_-_dCnA-xPP9yvtQkYJXtylZ4H1acS4MQ0-NgRLL4=\" width=\"594\" height=\"328\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Manchester United masih menjadi klub sepak bola terkaya dunia, versi Forbes.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Penurunan drastis klub sepak bola<\/strong><\/h3>\n<p>Membedah daftar 50 tim olahraga paling bernilai di dunia versi <em>Forbes<\/em> ini, tak hanya Madrid dan Barcelona yang terus mengalami penurunan. Ini juga terjadi untuk klub sepak bola lain di benua biru. Selain United (peringkat 3), Barcelona (4), dan Madrid (5), terdapat Bayern M\u00fcnchen (15), Manchester City (35), Arsenal (43), serta terakhir Chelsea (46).<\/p>\n<p>Terlepas dari kenaikan posisi Red Devils pada rilis terbaru, semua klub yang ada di daftar tahun lalu dipastikan mengalami penurunan. Peringkat ke-23 tahun lalu, Arsenal, malah tercatat sebagai tim yang paling jauh turun, yakni 20 anak tangga. Liverpool lebih ironis lagi karena tak masuk dalam 50 besar. Jumlah klubnya pun berkurang dari tahun lalu sebanyak delapan, kini cuma tujuh. Indikator penurunan juga terlihat ketika kedua kalinya secara beruntun, Madrid gagal merebut kekuasaan dan malah terperosok lebih jauh.<\/p>\n<p>Jika dilihat nilainya, apakah memang mengalami penurunan? Jawabannya tidak semua. Hanya Los Blancos dan Arsenal yang mengalami pengurangan nilai masing-masing dua dan empat persen, selebihnya naik, terbesar United dan Chelsea sebanyak 11 persen. Menanjaknya The Blues tak lepas dari sponsor baru yakni Nike, yang menggantikan <em>apparel<\/em> lama, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/24\/maaf-nike-tapi-musim-ini-milik-adidas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">adidas<\/a>.<\/p>\n<p>Kurt Badenhausen dari <em>Forbes<\/em> menyatakan banyak faktor yang memengaruhi, salah satunya kondisi ekonomi suatu negara. Penurunan drastis Arsenal misalnya, disinyalir akibat fluktuatifnya nilai paun imbas dari proses keputusan Britania Raya keluar dari Uni Eropa atau populer dengan sebutan <em>Brexit<\/em>. Namun penyebab dari kegagalan klub sepak bola merangsek naik salah satunya adalah semakin mapannya tim-tim NFL dan MLB dalam meraup keuntungan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/fans-hold-up-banners-in-support-of-dallas-cowboys-linebacker-sean-lee-picture-id625000024?k=6&amp;m=625000024&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=VDRmANRzLvBXkqWjwLHTkNRIH_KETr-Qcr3v60PhBw0=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Pertandingan NFL antara Baltimore Ravens dengan Dallas Cowboys.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Olahraga + hiburan: uang<\/strong><\/h3>\n<p>Konsep olahraga hiburan yang diterapkan pada beberapa cabang olahraga di Amerika Serikat, akhirnya mendatangkan imbas positif untuk nilai masing-masing timnya. Dari total 32 tim NFL, hanya tiga yang tidak masuk hitungan 50 besar karena belum mencapai nilai 1,75 miliar dolar AS atau <em>cut-off<\/em> naik 18 persen di mana yang paling tinggi yakni Cowboys dengan 4,2 miliar dolar AS. Nilai tim asal Texas itu naik lima persen dan mencatatkan rekor pemasukan terbesar dalam sejarah NFL dengan lebih dari 700 juta dolar AS.<\/p>\n<p>Banyak hal yang membuat tim-tim NFL begitu digdaya dalam urusan finansial, meski musim yang dijalani relatif lebih pendek dari satu putaran liga sepak bola di Eropa. Satu yang terbesar adalah sponsor hak siar televisi. Awal tahun lalu, stasiun televisi CBS dan NBC setuju untuk membayar 900 juta dolar AS hanya untuk masing-masing 10 kali penayangan. Itu pun tidak bersifat eksklusif karena turut disiarkan dengan metode <em>tri-cast<\/em>, lewat <em>streaming<\/em> NFL Network bahkan dari platform Twitter sekalipun.<\/p>\n<p>Selain itu, sponsor stadion yang menariknya diinisiasi Jerry Jones, pemilik Cowboys, turut memberikan sumbangsih besar. Berbicara soal stadion, relokasi yang dilakukan <em>franchise <\/em>Rams, Chargers, dan Raiders, membantu melonjaknya harga tim-tim NFL. Khusus bagi Cowboys, perbedaan pemasukan juga didapat dari penjualan <em>merchandise<\/em>, yang punya hak sendiri untuk tak masuk dalam skema NFL.<\/p>\n<p>Selain itu, di AS penjualan tiket juga bukan hal yang main-main. Lagi-lagi Cowboys misalnya, selain dari tiket pertandingan di AT&amp;T Stadium, kuota keanggotaan resmi selalu membludak dan bahkan menawarkan sebuah paket dengan biaya fantastis hanya untuk menyaksikan tim berlatih di fasilitas terbarunya. Berbicara tiket pertandingan, peringkat kedua yakni Yankees, mendapat lonjakan posisi di daftar <em>Forbes<\/em>, utamanya dari kursi premium yang mencapai 130 juta dolar AS, belum ditambah sponsor dan <em>income<\/em> lain.<\/p>\n<h3><strong>Mampukah sepak bola kembali berjaya?<\/strong><\/h3>\n<p>Perbedaan cukup jauh antara 4,2 miliar dolar AS milik Cowboys dengan 3,69 miliar dolar AS sebagai nilai Manchester United memang membuat pertanyaan di atas cukup retoris, tapi bukan berarti tidak mungkin. Sejatinya kedua tim punya trek rekor serupa. Dalam dua dekade terakhir, tim berjuluk The Star itu belum lagi mencicipi tampil di Super Bowl atau panggung tertinggi klub NFL yang mempertandingkan juara dari dua wilayah. Demikian halnya dengan Red Devils yang belum kunjung kembali jadi jawara Liga Primer Inggris hingga Liga Champions.<\/p>\n<p>Satu yang perlu dicari klub-klub sepak bola adalah model baru upaya menggaet pemasukan, baik dari sponsor, hak siar televisi, pemasukan tiket pertandingan, <em>merchandise<\/em> dan lainnya. Belajar dari Cowboys, jangan pernah takut memulai sesuatu yang dirasa bakal cukup potensial mendulang uang dan tetap berada di bawah aturan, meski dinilai sinis tim lain hingga berujung gugatan, kendati akhirnya menang.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk kali kedelapan, majalah kenamaan dunia, Forbes, kembali merilis daftar tim-tim olahraga dengan nilai tertinggi di dunia. Dalam The World\u2019s 50 Most Valuable Sports Teams 2017 yang tahun ini berisi 51 tim itu, ironisnya, klub sepak bola harus kembali mengakui kekalahan dari American football lewat National Football League (NFL). Klub olahraga yang diklaim paling populer sejagat itu malah kini dilewati tim bisbol Major League Baseball (MLB). Pada daftar yang disusun berdasarkan enterprise value atau nilai andai klub tersebut diakuisisi, tim NFL, Dallas Cowboys mempertahankan posisinya sebagai tim olahraga paling berharga di dunia. Disusul kemudian adalah New York Yankees yang tampil di MLB. \u2018Wakil\u2019 sepak bola baru terlihat di posisi ketiga &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Ketika Nilai Klub Sepak Bola Semakin Turun di Dunia Olahraga&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7728,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[79,95],"tags":[129,260,224,122],"class_list":["post-7727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia","category-lainnya","tag-featured","tag-nfl","tag-sepak-bola","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Nilai Klub Sepak Bola Semakin Turun di Dunia Olahraga | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Klub sepak bola harus kembali mengakui kekalahan dari American football lewat National Football League (NFL), dalam hal nilai aset.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Nilai Klub Sepak Bola Semakin Turun di Dunia Olahraga | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Klub sepak bola harus kembali mengakui kekalahan dari American football lewat National Football League (NFL), dalam hal nilai aset.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-18T07:45:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/816960750.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Ketika Nilai Klub Sepak Bola Semakin Turun di Dunia Olahraga\",\"datePublished\":\"2017-07-18T07:45:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\\\/\"},\"wordCount\":929,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/816960750.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"NFL\",\"Sepak Bola\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Dunia\",\"Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\\\/\",\"name\":\"Ketika Nilai Klub Sepak Bola Semakin Turun di Dunia Olahraga | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/816960750.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-18T07:45:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Klub sepak bola harus kembali mengakui kekalahan dari American football lewat National Football League (NFL), dalam hal nilai aset.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/816960750.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/816960750.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Penonton yang memenuhi laga pramusim Manchester United menghadapi Real Salt Lake di Amerika Serikat (17\\\/7).\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Nilai Klub Sepak Bola Semakin Turun di Dunia Olahraga | Football Tribe Indonesia","description":"Klub sepak bola harus kembali mengakui kekalahan dari American football lewat National Football League (NFL), dalam hal nilai aset.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Nilai Klub Sepak Bola Semakin Turun di Dunia Olahraga | Football Tribe Indonesia","og_description":"Klub sepak bola harus kembali mengakui kekalahan dari American football lewat National Football League (NFL), dalam hal nilai aset.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-18T07:45:48+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/816960750.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Ketika Nilai Klub Sepak Bola Semakin Turun di Dunia Olahraga","datePublished":"2017-07-18T07:45:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/"},"wordCount":929,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/816960750.jpg","keywords":["Featured","NFL","Sepak Bola","Slider"],"articleSection":["Dunia","Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/","name":"Ketika Nilai Klub Sepak Bola Semakin Turun di Dunia Olahraga | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/816960750.jpg","datePublished":"2017-07-18T07:45:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Klub sepak bola harus kembali mengakui kekalahan dari American football lewat National Football League (NFL), dalam hal nilai aset.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/nilai-klub-sepak-bola-semakin-turun\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/816960750.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/816960750.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Penonton yang memenuhi laga pramusim Manchester United menghadapi Real Salt Lake di Amerika Serikat (17\/7)."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7727"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7727\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}