{"id":7697,"date":"2017-07-18T09:00:36","date_gmt":"2017-07-18T02:00:36","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=7697"},"modified":"2017-07-18T06:15:58","modified_gmt":"2017-07-17T23:15:58","slug":"kapten-tim-besar-yang-hengkang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/","title":{"rendered":"Sebelas Kapten Tim Besar yang Hengkang di Bursa Transfer"},"content":{"rendered":"<p>Kapten kesebelasan biasanya identik dengan loyalitas. Keharusan untuk memahami tradisi klub dan menjadi teladan bagi rekan-rekannya membuat jabatan ini tidak bisa diberikan ke sembarang pemain. Beberapa kapten di tim-tim besar Eropa rata-rata memang mengabdi dalam kurun waktu yang lama seperti <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/totti-sang-marcus-aurelius-dari-roma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Francesco Totti<\/a> dan Paolo Maldini.<\/p>\n<p>Akan tetapi, tak semua kapten dapat bertahan lama di timnya. Beragam alasan mulai dari kebahagiaan yang mulai sirna, keinginan meraih trofi, hingga niat tulus agar pemain yang lebih muda dapat berkembang membuat sebelas kapten yang kami tempatkan sesuai posisinya ini hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah nostalgia momen kepergian mereka:<\/p>\n<h2><strong>Kiper<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/madrid-spain-farewell-press-conference-of-goalkeeper-iker-casillas-as-picture-id618133242?k=6&amp;m=618133242&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=hSA4_Quu3GIiXDzUT_ZAEu27dA4tQAKSew-QLbc7-nA=\" alt=\"Iker Casillas\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Iker Casillas (Real Madrid ke FC Porto, Juli 2015)<\/strong><\/h3>\n<p>Produk asli akademi Real Madrid, menjadi bagian dari El Real sejak usia sembilan tahun, berwajah tampan, mendapat warisan ban kapten langsung dari Ra\u00fal Gonz\u00e1lez dan diidolai publik Santiago Bernabeu ternyata bukan jaminan bagi Iker Casillas Fern\u00e1ndez untuk awet berkarier bersama Los Blancos.<\/p>\n<p>Pertikaiannya dengan pelatih Madrid kala itu, Jos\u00e9 Mourinho, membuat Santo Iker harus tergusur dari skuat utama El Real dan \u201cterpaksa\u201d mengakhiri masa baktinya yang telah berlangsung selama 16 tahun. Dalam konferensi pers perpisahannya, suami Sara Carbonero ini menitikkan air matanya. Raut kesedihan sekaligus kekecewaan sangat tampak dari wajahnya karena harus meninggalkan klub yang ia bela sejak kecil.<\/p>\n<p>Tak butuh waktu lama bagi Casillas untuk menemukan klub baru. Pada 11 Juli 2015, ia diresmikan sebagai rekrutan anyar FC Porto. Meski kepiawaiannya menghalau tembakan-tembakan lawan tak sehebat dulu, pemilik satu gelar Piala Dunia ini tetap menjadi andalan di bawah mistar publik Est\u00e1dio do Drag\u00e3o. Awal Juli lalu ia menandatangani perpanjangan kontrak semusim bersama Azuis e brancos, julukan Porto.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Bek<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/massimo-oddo-of-ac-milan-chases-the-ball-against-dc-united-at-rfk-on-picture-id101540095?k=6&amp;m=101540095&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=q9G1krWqddCO4c0gPY6bMd-yW7wfP3_0DmMnbNY053w=\" alt=\"Massimo Oddo\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Massimo Oddo (Lazio ke AC Milan, Januari 2007)<\/strong><\/h3>\n<p>Pepatah mengatakan, \u201cKe manapun kita berkelana, nantinya akan kembali ke tempat semula\u201d dan itulah yang terjadi pada bek kanan yang terkenal dengan umpan silangnya ini. Oddo pernah mengenyam pendidikan di akademi Milan pada 1993 hingga 1995, tapi ia kesulitan menembus tim inti dan kemudian dipinjam ke beberapa klub medioker sebelum dibeli permanen oleh Hellas Verona pada musim panas 2000.<\/p>\n<p>Berkat penampilan apiknya, empat tahun kemudian pemain yang dalam beberapa ekspresinya mirip dengan eks vokalis Green Day, Billie Joe Armstrong ini, dipinang oleh Lazio dan menjabat sebagai kapten pada separuh musim 2006\/2007 untuk menggantikan Fabio Liverani yang hengkang ke Fiorentina.<\/p>\n<p>Ya, hanya separuh musim, karena di bursa transfer musim dingin 2007, Oddo menyeberang ke Milan dengan mahar 7,75 juta euro plus Pasquale Foggia. Oddo yang saat itu berusia 31 tahun merupakan salah satu pembelian tersukses Milan di <em>mercato <\/em>tengah musim untuk jangka pendek. Di akhir musim, Rossoneri meraih gelar Liga Champions ketujuhnya dengan pemain bernomor punggung 44 ini di posisi bek kanan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/apr-2002-fabio-cannavaro-the-captain-of-parma-celebrates-after-parmas-picture-id1119426?k=6&amp;m=1119426&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=30rVoaIaKK306hpVUmjt782j76fSOpn_XPzWxWNl3Lc=\" alt=\"Fabio Cannavaro\" width=\"594\" height=\"410\" \/><\/p>\n<h3><strong>Fabio Cannavaro (Parma ke Internazionale Milano, Juli 2002)<\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum dikenal sebagai kapten Italia di Piala Dunia 2006, kakak Paolo Cannavaro ini juga pernah menjadi kapten di Parma sebelum dilego ke Internazionale Milano dan disia-siakan bakatnya oleh La Beneamata di musim keduanya. Ya, Inter memang jagonya untuk urusan yang satu ini.<\/p>\n<p>Juventus kemudian datang menyelamatkan karier Cannavaro. Bersama Gianluigi Buffon dan Lilian Thuram, yang juga pernah berseragam Parma, ketiganya menjadi teman dekat sekaligus tembok kokoh di lini belakang Juventus. Namun ketika kariernya sedang memuncak di Juventus, sangat disayangkan Bianconeri terjerat kasus Calciopoli sehingga membuat Cannavaro harus hengkang dari Stadio delle Alpi, kandang Juventus saat itu.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/nov-2000-alessandro-nesta-of-lazio-in-action-during-the-italian-serie-picture-id950108?k=6&amp;m=950108&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=rZKipe29Mri5ncCNH9Dw4_ATCK1BNDQcays1BIwsUtA=\" alt=\"Alessandro Nesta\" width=\"594\" height=\"435\" \/><\/p>\n<h3><strong>Alessandro Nesta (Lazio ke AC Milan, Juli 2002)<\/strong><\/h3>\n<p>Masih dari Serie A, sebelum Massimo Oddo hengkang pada 2007, Milan sebelumnya juga pernah \u201cmencomot\u201d kapten Lazio yang kelak terkenal sebagai salah satu bek terbaik di dunia, Alessandro Nesta. Di bawah Rio Ferdinand dan Lilian Thuram, Nesta menjadi bek termahal ketiga saat itu dengan nilai transfer 30 juta euro.<\/p>\n<p>Nesta adalah berkah bagi Milan akibat musibah yang menimpa Lazio. Sebelum musim 2002\/2003 dimulai, I Biancocelesti mengalami kesulitan keuangan sehingga harus menjual pemain bintang mereka secara bertahap. Nesta dan Hern\u00e1n Crespo menyusul nama-nama yang telah hengkang di musim sebelumnya seperti Juan Sebasti\u00e1n Ver\u00f3n, Pavel Nedved dan Marcelo Salas.<\/p>\n<p>Di Milan, bek yang mengakhiri kariernya di Liga India ini membentuk kuartet bek tangguh bersama Marcos Cafu, Alessandro Costacurta, Jaap Stam dan Paolo Maldini. Dua gelar juara Serie A, dua titel Liga Champions, serta beragam trofi lainnya ia persembahkan ketika berkarier di San Siro.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/thomas-vermaelen-of-arsenal-during-the-match-between-arsenal-and-in-picture-id480542309?k=6&amp;m=480542309&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=oPJYID3giLGpLDHSl1cllGsTE24XHOitdMJeQBw6m8w=\" alt=\"Thomas Vermaelen\" width=\"594\" height=\"453\" \/><\/p>\n<h3><strong>Thomas Vermaelen (Arsenal ke Barcelona, Agustus 2014)<\/strong><\/h3>\n<p>Bergeser ke ranah Britania, bek yang lebih identik dengan cedera ini pernah menjabat sebagai kapten di dua klub berbeda. Pertama, Vermaelen dipercaya menjadi kapten di Ajax Amsterdam untuk menggantikan Klaas-Jan Huntelaar yang pergi ke Real Madrid pada Januari 2009. Setelah enam bulan menjabat sebagai kapten de Godenzonen, ia hengkang ke London dan bergabung dengan Arsenal.<\/p>\n<p>Bersama The Gunners, pemain yang bisa ditempatkan di bek tengah dan bek kiri ini sempat menjadi pilihan utama sebelum mengalami cedera tendon \u00a0yang membuatnya absen selama empat bulan. Pada Agustus 2012, ia didapuk sebagai kapten baru Arsenal menyusul kepergian kapten sebelumnya, Robin van Persie, ke Manchester United.<\/p>\n<p>Akan tetapi, meski berstatus kapten, Vermaelen lebih sering dicadangkan karena kalah bersaing dengan Per Mertesacker dan Laurent Koscielny. Di tengah performanya yang menurun, Barcelona secara mengejutkan mengajukan proposal pembelian Vermaelen. Tak perlu pikir panjang, Ars\u0450ne Wenger menyetujui kepindahan sang kapten ke Blaugrana dengan nominal 16 juta paun.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Gelandang<\/strong><strong><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/cesc-fabregas-of-chelsea-in-action-during-the-fa-community-shield-picture-id482765272?k=6&amp;m=482765272&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=0YR93eFB4awVrobxF1tVCwpoargdR-dOmdeRQYHh93w=\" alt=\"Cesc F\u00e0bregas\" width=\"594\" height=\"395\" \/><\/strong><\/h2>\n<h3><strong>Cesc F\u00e0bregas (Arsenal ke Barcelona, Agustus 2011)<\/strong><\/h3>\n<p>Menyandang ban kapten sekaligus memakai nomor punggung 4 khas Patrick Vieira, nyatanya tak membuat Francesc F\u00e0bregas Soler sebagai idola sepanjang masa di Emirates Stadium. Puasa gelar yang dialami Arsenal membuat pemain lulusan akademi La Masia ini gerah dan ketika itulah Barcelona menawari F\u00e0bregas untuk kembali ke klub masa kecilnya.<\/p>\n<p>Barcelona yang saat itu masih dinakhodai Pep Guardiola memang sedang menikmati masa kejayaan. Mereka baru saja meraih <em>double winners <\/em>berupa trofi Liga Champions ketiganya dan gelar juara Liga Spanyol. Keinginan F\u00e0bregas untuk pergi demi meraih trofi tak dapat dibendung lagi dan akhirnya Arsenal harus kembali kehilangan kapten mereka.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/spurs-fan-throws-a-carton-of-drinks-at-patrick-vieira-of-arsenal-as-picture-id51737309?k=6&amp;m=51737309&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=51QduN5Agy4Uxnmby880foD5M2Gr0SdWrswFkmHbOdU=\" alt=\"Patrick Vieira\" width=\"594\" height=\"409\" \/><\/p>\n<h3><strong>Patrick Vieira (Arsenal ke Juventus, Juli 2005)<\/strong><\/h3>\n<p>Arsene Wenger menyelamatkan karier Vieira dari kehancuran di Milan, namun karena kebijakannya yang enggan menyimpan pemain berusia di atas 30 tahun, Wenger harus menerima salah satu penyesalan terbesar dalam hidupnya.<\/p>\n<p>Saat diboyong Juventus, usia Vieira saat itu 29 tahun, masih jauh dari kata veteran. Dua hingga tiga musim lagi setidaknya gelandang setinggi 193 sentimeter ini masih dapat bermain di level terbaiknya, tapi Wenger justru menyetujui tawaran Juventus senilai 17,5 juta paun. Sang profesor beralasan bahwa penjualan Vieira dilakukan untuk memberi tempat pada F\u00e0bregas yang disiapkan sebagai gelandang sekaligus kapten masa depan The Gunners.<\/p>\n<p>Wenger memang benar. F\u00e0bregas menjelma sebagai gelandang sekaligus kapten Arsenal, namun itu hanyalah penyesalan yang tertunda karena Arsenal harus kembali kehilangan kaptennya. Hingga detik ini, Arsenal belum mampu lagi menjuarai Liga Primer Inggris sedangkan F\u00e0bregas sudah meraihnya dua kali di Chelsea.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/mark-van-bommel-of-muenchen-looks-on-during-the-bundesliga-match-fc-picture-id108247146?k=6&amp;m=108247146&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=6RJ_TZFZsaQboZV5l0lwcPhAxbZ55wsJe8Mn_3p-QzQ=\" alt=\"Mark van Bommel\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Mark van Bommel (Bayern M\u00fcnchen ke AC Milan, Januari 2011)<\/strong><\/h3>\n<p>Jago merebut bola, tekel presisi, umpan akurat dan tendangan keras menjadi ciri khas gelandang setinggi 187 sentimeter ini di tiap klub yang dibelanya.<\/p>\n<p>Meski sempat kesulitan di awal kedatangannya di Bayern, perlahan tapi pasti, eks pemain PSV Eindhoven ini tampil sebagai andalan di lini tengah FC Hollywood. Setelah Oliver Kahn pensiun, ia dipercaya sebagai kapten die Roten dan membuat dirinya menjadi pemain non-Jerman pertama yang menjadi kapten The Bavarians.<\/p>\n<p>Jika Arsenal hobi melepas kapten mereka, AC Milan justru sebaliknya. Il Diavolo Rosso gemar mendatangkan para kapten dari penjuru Eropa untuk mendongkrak performa timnya sebagai opsi jangka pendek maupun jangka panjang. Mark van Bommel kemudian berlabuh di Milan pada musim dingin 2011 dan menyerahkan ban kapten Bayern pada Philipp Lahm yang awet melingkar di lengannya hingga pensiun musim lalu.<\/p>\n<p>Sama seperti Oddo yang didatangkan untuk solusi jangka pendek, van Bommel langsung menjadi pemain utama dan membantu Milan meraih Scudetto musim 2010\/2011. Pada Juli 2012, van Bommel kembali ke PSV dan pensiun di sana pada akhir musim 2012\/2013.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Penyerang<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/thierry-henry-of-arsenal-celebrates-winning-the-barclays-premier-picture-id138746566?k=6&amp;m=138746566&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=PPD1IkAeioExxeolQgTT9V4-N2ZW4NBY_76NJyeKkOA=\" alt=\"Thierry Henry\" width=\"594\" height=\"391\" \/><\/p>\n<h3><strong>Thierry Henry (Arsenal ke Barcelona, Juli 2007)<\/strong><\/h3>\n<p>\u201cKetika suatu saat nanti aku meninggalkan Arsenal, aku hanya akan bergabung dengan Barcelona\u201d. Kalimat itu pernah diucapkan Henry ketika masa depannya dispekulasikan akibat isu pemecatan Ars\u0450ne Wenger yang tak kunjung membawa prestasi, diikuti dengan mundurnya pimpinan Arsenal, David Dein. Pada musim panas 2007, pernyataan itu menjadi kenyataan. Henry diangkut Barcelona dengan mahar 21 juta paun.<\/p>\n<p>Dalam sebuah wawancara, pemain yang identik dengan nomor punggung 14 ini mengungkapkan bahwa ia sengaja pergi agar pemain muda Arsenal dapat mengembangkan potensinya. \u201cDi lapangan aku sangat sering berteriak meminta bola, karena senioritasku dan karena aku seorang kapten, rekan-rekan seringkali langsung memberikannya padaku walau posisiku tak terlalu bagus. Aku hanya menjadi beban bagi mereka dan akan lebih baik jika aku pergi.\u201d<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/raul-gonzalez-of-real-madrid-reacts-during-the-la-liga-match-between-picture-id93290185?k=6&amp;m=93290185&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=KqZ8_5jY0vUEyuGjEGE1H_PbTQpTTepDqbFS6-YuPKU=\" alt=\"Raul Gonzalez\" width=\"594\" height=\"435\" \/><\/p>\n<h3><strong>Ra\u00fal Gonz\u00e1lez (Real Madrid ke Schalke 04, Juli 2010)<\/strong><\/h3>\n<p>Bursa transfer awal musim 2010\/2011 menjadi salah satu momen berkabung yang dialami Real Madrid. Mereka harus rela melepas salah satu putra terbaik mereka, yang telah mengabdi selama belasan tahun dan membuat <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/27\/raul-gonzalez-nomor-tujuh-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nomor punggung 7<\/a> sangat identik dengannya.<\/p>\n<p>Cedera berkepanjangan membuat El Real terpaksa melepas Ra\u00fal karena tak ada lagi tempat untuknya di tim utama Los Blancos. Penyerang yang memiliki 102 <em>caps <\/em>di timnas Spanyol ini kemudian mendarat di Jerman, memperkuat Schalke 04 karena ia ingin tetap bermain di Liga Champions. Di bursa transfer saat itu, Real juga melepas satu legenda lain, wakil kapten Ra\u00fal, yaitu Guti Hern\u00e1ndez yang merapat ke Be\u015fikta\u015f.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/manchester-uniteds-robin-van-persie-walks-through-arsenals-guard-of-picture-id167716420?k=6&amp;m=167716420&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=4t-lIfSGBNvnEE65bgasms9AhROqeBJCDwSBkBXqYfA=\" alt=\"Robin van Persie\" width=\"594\" height=\"436\" \/><\/p>\n<h3><strong>Robin van Persie (Arsenal ke Manchester United, Agustus 2012)<\/strong><\/h3>\n<p>Mungkin ini merupakan salah satu kepergian kapten yang paling menyakitkan yang dialami para pendukung Arsenal. RvP, sapaan akrabnya, yang baru saja mengalami musim tersuburnya dengan mencetak 30 gol dari 38 pertandingan Liga Primer Inggris, sekaligus meraih predikat top skor musim itu, hengkang ke rival abadi mereka di kota yang selalu mendung itu.<\/p>\n<p>Lagi-lagi alasan klasik yang diutarakan sang kapten dalam saga transfernya, ia ingin meraih trofi Liga Primer Inggris. Hal mana yang langsung didapatnya di musim pertama bersama The Red Devils.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7698 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/1-8-1024x1024.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1024\" \/><\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kapten kesebelasan biasanya identik dengan loyalitas. Keharusan untuk memahami tradisi klub dan menjadi teladan bagi rekan-rekannya membuat jabatan ini tidak bisa diberikan ke sembarang pemain. Beberapa kapten di tim-tim besar Eropa rata-rata memang mengabdi dalam kurun waktu yang lama seperti Francesco Totti dan Paolo Maldini. Akan tetapi, tak semua kapten dapat bertahan lama di timnya. Beragam alasan mulai dari kebahagiaan yang mulai sirna, keinginan meraih trofi, hingga niat tulus agar pemain yang lebih muda dapat berkembang membuat sebelas kapten yang kami tempatkan sesuai posisinya ini hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya. Berikut ini adalah nostalgia momen kepergian mereka: Kiper Iker Casillas (Real Madrid ke FC Porto, Juli 2015) Produk &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Sebelas Kapten Tim Besar yang Hengkang di Bursa Transfer&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7699,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,78],"tags":[129,1415],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sebelas Kapten Tim Besar yang Hengkang di Bursa Transfer | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Beragam alasan telah membuat sebelas kapten yang kami tempatkan sesuai posisinya ini hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sebelas Kapten Tim Besar yang Hengkang di Bursa Transfer | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Beragam alasan telah membuat sebelas kapten yang kami tempatkan sesuai posisinya ini hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-18T02:00:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-17T23:15:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Raul.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"368\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/\",\"name\":\"Sebelas Kapten Tim Besar yang Hengkang di Bursa Transfer | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Raul.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-18T02:00:36+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-17T23:15:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Beragam alasan telah membuat sebelas kapten yang kami tempatkan sesuai posisinya ini hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Raul.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Raul.jpg\",\"width\":594,\"height\":368,\"caption\":\"Kapten\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sebelas Kapten Tim Besar yang Hengkang di Bursa Transfer | Football Tribe Indonesia","description":"Beragam alasan telah membuat sebelas kapten yang kami tempatkan sesuai posisinya ini hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sebelas Kapten Tim Besar yang Hengkang di Bursa Transfer | Football Tribe Indonesia","og_description":"Beragam alasan telah membuat sebelas kapten yang kami tempatkan sesuai posisinya ini hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-18T02:00:36+00:00","article_modified_time":"2017-07-17T23:15:58+00:00","og_image":[{"width":594,"height":368,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Raul.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/","name":"Sebelas Kapten Tim Besar yang Hengkang di Bursa Transfer | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Raul.jpg","datePublished":"2017-07-18T02:00:36+00:00","dateModified":"2017-07-17T23:15:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Beragam alasan telah membuat sebelas kapten yang kami tempatkan sesuai posisinya ini hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/kapten-tim-besar-yang-hengkang\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Raul.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Raul.jpg","width":594,"height":368,"caption":"Kapten"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7697"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7697"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7697\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7699"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}