{"id":7677,"date":"2017-07-18T12:00:16","date_gmt":"2017-07-18T05:00:16","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=7677"},"modified":"2017-07-18T13:57:30","modified_gmt":"2017-07-18T06:57:30","slug":"romantisme-ac-milan-dan-lazio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/","title":{"rendered":"Romantisme AC Milan dan Lazio: Dari Alessandro Nesta hingga Lucas Biglia"},"content":{"rendered":"<p>AC Milan bekerja cepat dan cukup frontal di jendela transfer musim panas kali ini. Sudah 10 pemain yang diboyong ke San Siro, termasuk dua terbaru yakni kakak Gianlugi Donnarumma, Antonio, dan bek tengah Juventus, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/leonardo-bonucci-dan-jarak-144-kilometer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Leonardo Bonucci<\/a>. Dan tak lupa, Milan juga memboyong satu pemain baru musim ini dari tempat favoritnya: SS Lazio.<\/p>\n<p>Dua klub ini, Milan dan Lazio sejatinya adalah rival. Terkadang, pertandingan mereka berjalan cukup panas. Namun, di atas meja perundingan jual-beli pemain, keduanya cukup harmonis. Friksi tentu terjadi dan itu hal yang biasa dalam proses negosiasi sepelik transfer di sepak bola. Dan pada akhirnya, kedua klub berjabat tangan dan mengakhiri hari dengan sama-sama bahagia.<\/p>\n<p>Ada satu hal lagi yang cukup menarik dari hubungan mesra Milan dan Lazio di bursa transfer. Sudah sejak tahun 2002, Milan hampir selalu memboyong pemain yang tengah menjabat sebagai kapten Lazio. Sebuah catatan yang sungguh unik, dan hebatnya, yang diboyong membawa kebaikan dan berujung kepada prestasi.<\/p>\n<p>Siapa saja mereka? Mari kita simak bersama:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/alessandro-nesta-of-ac-milan-salutes-the-fans-after-his-last-game-for-picture-id144306042?k=6&amp;m=144306042&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=Mc8WRIqYWVCHl3oeRZxDhjsEzthKZLtwCG7ag3gxJZk=\" alt=\"Nesta\" width=\"594\" height=\"470\" \/><\/p>\n<h3><strong>Alessandro Nesta<\/strong><\/h3>\n<p>Sudah tak perlu penjelasan panjang dan lebar perihal kualitas bek tangguh satu ini. Bersama Fabio Cannavaro dan Paolo Maldini, Nesta menjadi produk terbaik bek tengah asal Italia setelah zaman Franco Baresi. Ketiganya hampir memiliki ciri individu yang sama, yaitu bek yang cerdas dan bisa memimpin rekan-rekannya.<\/p>\n<p>Nesta diboyong Milan pada tahun 2002 dengan mahar 30 juta euro. Saat itu, banderol tersebut menjadikan Nesta sebagai salah satu bek termahal di dunia. Jika diletakkan dengan konteks jendela transfer musim panas kali ini, mungkin banderol Nesta bisa melonjak hingga 60 atau 70 juta euro, nilai yang sama yang Southampton patok untuk Virgil van Dijk.<\/p>\n<p>Nesta adalah sosok yang karismatik. Ia masih berusia 21 tahun ketika menjabat sebagai kapten Lazio. Padahal saat itu, skuat Lazio diisi pemain-pemain kelas dunia, semacam Roberto Mancini, Juan Sebastian Veron, Pavel Nedved, Dejan Stankovic, Marco Di Vaio, Christian Vieri, hingga Hernan Crespo.<\/p>\n<p>Tahun 1998, Lazio memenangi Copa Italia dengan mengalahkan Milan di final dan Nesta mencetak gol kemenangan. Namun ironisnya, tepatnya tahun 2002, keuangan Lazio semakin memburuk. Beberapa nama tenar dijual dan tentu saja, Nesta termasuk di dalamnya. Sungguh disayangkan memang, tetapi keuangan klub yang menjadi taruhannya.<\/p>\n<p>Nesta sendiri tak ingin meninggalkan klub masa kecilnya. Namun demi tujuan yang lebih besar, yaitu masa depan klub kecintaannya, Nesta ikhlas untuk dijual. Sebuah gambaran kedewasaan dan tingkat profesional yang tinggi. Sayang, meski sudah berkorban, Nesta mendapat cap pengkhianat dari banyak suporter Lazio.<\/p>\n<p>Nesta tak menggubris pandangan jahat tersebut. Ia berikan segala kemampuannya untuk Milan. Catatan piala menjadi bukti bakti Nesta untuk Milan: dua Scudetto, dua Liga Champions, dua Piala Super Eropa, satu Piala Dunia Antarklub dan dua Piala Super Copa Italia. Dan satu lagi: performa istimewa ketika membuat Lionel Messi tak berkutik.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/massimo-oddo-of-ac-milan-location-madrid-spain-picture-id525766200?k=6&amp;m=525766200&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=0qU6invATcpHfU9dxmwTPouxJFlOISpOKzIeitTNWO0=\" alt=\"Massimo Oddo\" width=\"594\" height=\"382\" \/><\/p>\n<h3><strong>Massimo Oddo<\/strong><\/h3>\n<p>Musim 2006\/2007, Fabio Liverani memutuskan hengkang dari Lazio. Ban kapten yang sebelumnya melingkar di lengan Liverani menjadi tak punya tuan. Massimo Oddo, yang sudah lima tahun berseragam Biru Langit, diangkat menjadi kapten.<\/p>\n<p>Oddo dikenal sebagai salah satu bek sayap terbaik di Italia. Disokong stamina yang luar biasa, Oddo sangat gemar bermain di wilayah lawan untuk membantu timnya ketia menyerang. Senjata andalannya adalah kemampuan umpan silang dengan laju yang cukup deras. Namun, meski melaju deras, umpan silang itu sangat akurat. Selain umpan silang, Oddo juga yang bertanggung jawab sebagai eksekutor tendangan bebas dan penalti.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Massimo Oddo - 29 goals in Serie A (Verona, Lazio, Milan, Lecce 2000-2012)\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/nT9IWWvfeBY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Di pertengahan musim yang sama, tepatnya 23 Januari 2007, Oddo menerima tawaran Milan. Proses negosiasi antara Milan dan Lazio untuk Oddo berjalan cukup ketat. Lazio tak ingin kehilangan pemain pentingnya di pertengahan musim. Apalagi, di awal musim, Oddo diberi mandat sebagai kapten tim.<\/p>\n<p>Namun pada akhirnya Lazio menyerah juga. Nilai 10 juta euro disepakati. Milan menyertakan Pasquale Foggia dalam paket transfer tersebut. Menariknya, Oddo adalah produk akademi Milan (1993-1999). Jadi, potensi kepulangan ke San Siro ia sambut dengan tangan terbuka.<\/p>\n<p>Oddo menjadi salah satu elemen penting dalam usaha Milan membalas dendam kepada Liverpool terkait Malam di Istanbul. Tahun 2007, final Liga Champions, Oddo bermain sejak menit awal dan mengawal sisi kanan pertahanan Milan dengan sangat baik. Milan berhasil menuntaskan dendam dan menang dengan skor klasik, 2-1.<\/p>\n<p>Selain satu gelar Liga Champions, Oddo juga mempersebahkan satu Scudetto, Satu Piala Super Eropa dan satu Piala Dunia Antarklub. Catatan yang lumayan untuk seorang pemain yang sempat dipinjamkan ke Bayern M\u00fcnchen.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/DE3mTZFW0AIYYyf.jpg\" width=\"1200\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kredit: AC Milan<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Lucas Biglia<\/strong><\/h3>\n<p>Revolusi Milan di musim panas kali ini juga ikut (kembali) menyeret Lazio. Kali ini, kapten mereka asal Argentina, Lucas Biglia, yang diboyong Milan dengan banderol yang berkisar di angka 17 juta euro. Mantan pemain Independiente berusia 31 tahun tersebut akan menerima gaji 3,5 juta euro dengan durasi kontrak tiga tahun.<\/p>\n<p>Sebelum berseragam Lazio, sosok Biglia tidak terlalu menarik perhatian. Cara bermainnya sangat sederhana. Sebagai gelandang bertahan, ia tak ingin memperumit situasi dengan melakukan umpan-umpan yang terlalu berisiko. Namun, jangan salah, ketika situasi memungkinkan, ia punya senjata umpan terobosan yang akurat.<\/p>\n<p>Sebagai <em>deep-playmaker<\/em> dan distributor bola, Biglia menunjukkan tingkat intelegensi yang cukup tinggi. Dengan stamina yang baik, ia bisa menyeimbangkan pekerjaan melindungi pertahanan, sekaligus menyediakan diri ketika Lazio menyerang. Inti permainannya adalah soal keseimbangan, dan untuk alasan itu, Milan sangat bersemangat mengejarnya.<\/p>\n<p>Biglia akan menghadirkan keseimbangan, sesuatu yang cukup sulit disediakan Riccardo Montolivo. Bersama Frank Kessie dan Hakan Calhanoglu, lini tengah akan berisi keseimbangan bertahan dan kreativitas yang menjanjikan.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Sudah tiga kapten Lazio yang diboyong Milan secara langsung. Masih ada satu nama kapten lagi yang dahulu diboyong Milan, yaitu Giuseppe Favalli. Namun, Favalli sempat berseragam Internazionale Milano dahulu sebelum bergabung dengan Milan.<\/p>\n<p>Namun yang pasti, di balik rivalitas itu, Milan dan Lazio masih setia saling melirik. Bisnis mereka nampaknya sedang bagus.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AC Milan bekerja cepat dan cukup frontal di jendela transfer musim panas kali ini. Sudah 10 pemain yang diboyong ke San Siro, termasuk dua terbaru yakni kakak Gianlugi Donnarumma, Antonio, dan bek tengah Juventus, Leonardo Bonucci. Dan tak lupa, Milan juga memboyong satu pemain baru musim ini dari tempat favoritnya: SS Lazio. Dua klub ini, Milan dan Lazio sejatinya adalah rival. Terkadang, pertandingan mereka berjalan cukup panas. Namun, di atas meja perundingan jual-beli pemain, keduanya cukup harmonis. Friksi tentu terjadi dan itu hal yang biasa dalam proses negosiasi sepelik transfer di sepak bola. Dan pada akhirnya, kedua klub berjabat tangan dan mengakhiri hari dengan sama-sama bahagia. Ada satu hal lagi &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Romantisme AC Milan dan Lazio: Dari Alessandro Nesta hingga Lucas Biglia&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7678,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[99,129,109,149,131,122],"class_list":["post-7677","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-italia","tag-ac-milan","tag-featured","tag-italia","tag-lazio","tag-serie-a","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Romantisme AC Milan dan Lazio: Dari Alessandro Nesta hingga Lucas Biglia | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudah sejak tahun 2002, AC Milan hampir selalu memboyong pemain yang tengah menjabat sebagai kapten Lazio. Sebuah catatan yang sungguh unik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Romantisme AC Milan dan Lazio: Dari Alessandro Nesta hingga Lucas Biglia | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudah sejak tahun 2002, AC Milan hampir selalu memboyong pemain yang tengah menjabat sebagai kapten Lazio. Sebuah catatan yang sungguh unik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-18T05:00:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-18T06:57:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE3mTZFW0AIYYyf.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Romantisme AC Milan dan Lazio: Dari Alessandro Nesta hingga Lucas Biglia\",\"datePublished\":\"2017-07-18T05:00:16+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-18T06:57:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\\\/\"},\"wordCount\":928,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/DE3mTZFW0AIYYyf.jpg\",\"keywords\":[\"AC Milan\",\"Featured\",\"Italia\",\"Lazio\",\"Serie A\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Italia\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\\\/\",\"name\":\"Romantisme AC Milan dan Lazio: Dari Alessandro Nesta hingga Lucas Biglia | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/DE3mTZFW0AIYYyf.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-18T05:00:16+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-18T06:57:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sudah sejak tahun 2002, AC Milan hampir selalu memboyong pemain yang tengah menjabat sebagai kapten Lazio. Sebuah catatan yang sungguh unik.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/18\\\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/DE3mTZFW0AIYYyf.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/DE3mTZFW0AIYYyf.jpg\",\"width\":1200,\"height\":750,\"caption\":\"Kedatangan Lucas Biglia melanjutkan 'romantisme' antara AC Milan dan Lazio perihal transfer pemain. Kredit: AC Milan\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Romantisme AC Milan dan Lazio: Dari Alessandro Nesta hingga Lucas Biglia | Football Tribe Indonesia","description":"Sudah sejak tahun 2002, AC Milan hampir selalu memboyong pemain yang tengah menjabat sebagai kapten Lazio. Sebuah catatan yang sungguh unik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Romantisme AC Milan dan Lazio: Dari Alessandro Nesta hingga Lucas Biglia | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sudah sejak tahun 2002, AC Milan hampir selalu memboyong pemain yang tengah menjabat sebagai kapten Lazio. Sebuah catatan yang sungguh unik.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-18T05:00:16+00:00","article_modified_time":"2017-07-18T06:57:30+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":750,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE3mTZFW0AIYYyf.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Romantisme AC Milan dan Lazio: Dari Alessandro Nesta hingga Lucas Biglia","datePublished":"2017-07-18T05:00:16+00:00","dateModified":"2017-07-18T06:57:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/"},"wordCount":928,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE3mTZFW0AIYYyf.jpg","keywords":["AC Milan","Featured","Italia","Lazio","Serie A","Slider"],"articleSection":["Eropa","Italia"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/","name":"Romantisme AC Milan dan Lazio: Dari Alessandro Nesta hingga Lucas Biglia | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE3mTZFW0AIYYyf.jpg","datePublished":"2017-07-18T05:00:16+00:00","dateModified":"2017-07-18T06:57:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sudah sejak tahun 2002, AC Milan hampir selalu memboyong pemain yang tengah menjabat sebagai kapten Lazio. Sebuah catatan yang sungguh unik.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/18\/romantisme-ac-milan-dan-lazio\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE3mTZFW0AIYYyf.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/DE3mTZFW0AIYYyf.jpg","width":1200,"height":750,"caption":"Kedatangan Lucas Biglia melanjutkan 'romantisme' antara AC Milan dan Lazio perihal transfer pemain. Kredit: AC Milan"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7677","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7677"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7677\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7678"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7677"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7677"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7677"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}