{"id":7512,"date":"2017-07-14T09:30:19","date_gmt":"2017-07-14T02:30:19","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=7512"},"modified":"2017-07-14T08:55:44","modified_gmt":"2017-07-14T01:55:44","slug":"8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/","title":{"rendered":"8 Transfer Terburuk Pelatih Kelas Dunia"},"content":{"rendered":"<p>Apa yang membuat seorang pelatih sepak bola dapat dikatakan \u201ckelas dunia\u201d?<\/p>\n<p>Sebutlah tiga orang pelatih sepak bola yang Anda tahu dan bandingkan. Berapa banyak kemenangan yang telah mereka raih? Berapa banyak trofi di lemari piala mereka? Berapa banyak talenta muda yang mereka orbitkan? Berapa lama mereka bertahan di sebuah klub?<\/p>\n<p>Bila mengukur dari kemenangan, bila menghitung dari jumlah trofi, maka jawabannya akan cukup terang dan jelas. Kumpulkan saja seluruh pelatih sepak bola yang pernah hidup di atas muka bumi, lalu hitung jumlah kemenangan dan trofi mereka seperti halnya FIFA menghitung prestasi sebuah tim nasional untuk peringkat dunia mereka, macam UEFA menentukan <em>seeding <\/em>untuk <em>drawing <\/em>Liga Champions.<\/p>\n<p>Namun cara seperti itu tidak akan dapat dipakai untuk memahami karier seorang pelatih dengan penuh seluruh. Tidak lengkap membicarakan karier seorang pelatih sepak bola apabila hanya melihatnya sebagai seorang lelaki berjas di tepi lapangan yang berteriak-teriak atau mencatat-catat. Menjadi seorang pelatih sepak bola adalah menjadi seorang pemimpin, diplomat, bapak, manajer, sampai juru tengkar dalam satu paket.<\/p>\n<p>Pekerjaan ini menuntut kemampuan untuk mendisiplinkan diri sendiri dan orang lain. Pengalaman tidak terlalu dibutuhkan; <em>toh<\/em> banyak pelatih yang tak berlatar belakang pemain atau hanyalah seorang pemain semenjana ketika aktif. Arrigo Sacchi adalah seorang pedagang sepatu; Andre Villas-Boas adalah seorang pecandu Football Manager.<\/p>\n<p>Lalu, bagaimanakah cara mengukur seorang pelatih kelas dunia?<\/p>\n<p>Salah satu caranya adalah melihat mereka sebagai seorang manusia biasa. Pelatih yang hebat adalah pelatih yang memanusiakan dirinya sendiri di hadapan para pemain, penonton, dan pemilik tim. Arsene Wenger dengan bantingan botol airnya, Sir Alex Ferguson dengan kunyahan permen karetnya, Fatih Terim dengan gaya kaisar Romawinya, Marcelo Lippi dengan hisapan cerutunya. Pelatih juga manusia, mereka bukan robot canggih yang terprogram untuk berteriak kala tertekan dan bersorak kala juara.<\/p>\n<p>Dan salah satu hal yang memanusiakan seseorang adalah kesalahan-kesalahannya. Tak ada pelatih, apalagi manusia, yang punya kesempurnaan setengah dewa. (Orang terakhir yang mendekati status itu, vokalis The Doors, Jim Morrison, yang pernah berkata bahwa \u201csalah satu kesalahan terbesar dalam hidupku adalah potongan-potongan rambutku.\u201d).<\/p>\n<p>Salah meramu taktik, salah mengistirahatkan pemain, salah memainkan pemain, salah omong di konferensi pers, dan salah-salah lainnya, semuanya memanusiakan seorang pelatih dalam jagat permainan yang indah ini.<\/p>\n<p>Pelatih tentunya punya tanggung jawab untuk membentuk dan meramu tim sesuai keinginannya, selaras dengan kemampuan. Merekrut dan membeli pemain adalah salah satu tanggung jawab pelatih. Bahkan di lini ini pun, beberapa pelatih kelas dunia tak dapat menghindari satu-dua kesalahan besar sepanjang karier mereka yang kadang mentereng. Berikut kompilasi manajer besar sepak bola dunia dan pemain-pemain gagal yang pernah mereka rekrut:<\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/sir-alex-ferguson-of-manchester-united-poses-with-bebe-javier-and-picture-id103416363?k=6&amp;m=103416363&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=nMmflv4WbL1hXqqtxASuy1CAWlpmcY97DcKotHs5RSs=\" alt=\"Sir Alex Ferguson Beb\u00e9\" width=\"594\" height=\"401\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Sir Alex Ferguson meresmikan tiga pemain barunya kala itu: Bebe, Chicharito, dan Smalling.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Sir Alex Ferguson: Beb\u00e9<\/strong><\/h3>\n<p>Ferguson terkenal sebagai seorang pelatih yang bermata tajam dengan semburan kemarahan yang berbahaya (bila perlu), namun untuk kasus pemain Portugis ini, <em>hairdryer <\/em>orang asli Glasgow ini tampak macet.<\/p>\n<p>Manchester United merekrutnya dengan harga sembilan juta paun pada Agustus 2010, meskipun Beb\u00e9 baru saja lima pekan bergabung dengan tim medioker Portugal, Vit\u00f3ria de Guimar\u00e3es. Ferguson baru bertemu dengannya sehari sebelum transfer dirampungkan. Setelahnya, pada media, ia mengaku tak pernah langsung menonton permainan sang penyerang bernama asli Tiago Manuel Dias Correia ini sebelum merekrutnya.<\/p>\n<p>Yang terjadi sesudahnya adalah kisah tolol yang akan terus tertulis dalam epos kepelatihan seorang Alex Ferguson: empat tahun yang menelurkan tujuh penampilan dan satu gol untuk tim utama United, dan tiga kali peminjaman ke Besiktas, Rio Ave, dan Pacos de Ferreira. Para pendukung Setan Merah bersorak separuh satir \u201c<em>if Bebe scores, we&#8217;re on the pitch<\/em>\u201d selama kariernya di Old Trafford. Sang pemain sendiri kini berseragam Eibar di La Liga setelah sempat pulang kampung ke Portugal.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/chelsea-manager-jose-mourinho-watches-over-shaun-wright-phillips-picture-id85604523?k=6&amp;m=85604523&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=sqKLtR2UplvJFGj_qJshKbi3RgBCifwcomMAvx3WlwQ=\" alt=\"Jose Mourinho Shaun Wright-Phillips\" width=\"594\" height=\"434\" \/><\/p>\n<h3><strong>Jose Mourinho: Shaun Wright-Phillips<\/strong><\/h3>\n<p>Mourinho mungkin bergelar The Special One<em>, <\/em>namun ia membuat serangkaian keputusan yang separuh konyol pada awal-awal masa kepelatihannya. Merekrut Wright-Phillips, pemain sayap yang dibesarkan oleh akademi Nottingham Forest ini, mungkin adalah salah satu contoh yang terbaik.<\/p>\n<p>21 juta paun (uang Roman Abramovich) digelontorkan oleh Mourinho untuk memboyong eks Manchester City ini ke Stamford Bridge pada Juli 2005. Ia pemain muda yang begitu diminati pada masa itu: <em>Player of the Year <\/em>buat The Citizens dan anggota <em>Team of the Year <\/em>pilihan PFA. Arsene Wenger begitu <em>ngebet <\/em>untuk mendapatkannya, namun tawaran Arsenal kalah jauh oleh rayuan Chelsea, si klub kaya baru.<\/p>\n<p>Anak tiri legenda Arsenal, Ian Wright ini, kemudian menghabiskan tiga tahun yang merana di ruang ganti Chelsea, terpinggirkan oleh sinar Arjen Robben, Damien Duff, dan Joe Cole. 65 dari 125 penampilannya buat sisi biru kota London ini berasal dari bangku cadangan. Tersisih di lapangan dan ditinggalkan Mourinho, ia akhirnya menerima pinangan pulang dari Manchester City. Ia kini mengadu nasib bersama tim United Soccer League, liga sepak bola profesional kasta ketiga di Amerika Serikat, Pheonix Rising FC.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/aleksander-hleb-of-barcelona-smiles-from-the-subs-bench-before-the-la-picture-id85166958?k=6&amp;m=85166958&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=c1tm25-yNAnElvJkFyFE4Mu825pS2VWVPmK49ImueLk=\" alt=\"Aleksander Hleb\" width=\"594\" height=\"446\" \/><\/p>\n<h3><strong>Pep Guardiola: Aleksander Hleb<\/strong><\/h3>\n<p>Lelaki botak beraksen Catalan ini sukses menyihir dunia sepak bola dunia dengan umpan-umpan cepatnya, namun juga berperan mematikan sihir seorang pemain bernama Aleksander Hleb.<\/p>\n<p>Hleb adalah salah satu gelandang serang terbaik pada generasinya; hadirin di Highbury lama bersorak \u201c<em>Alexander Hleb, Alexander Hleb, he&#8217;s good at football, Alexander Hleb<\/em>\u201d kepada tiap orang Belarusia pertama yang bermain di final Liga Champion ini menggiring bola. Julukannya, <em>Zauberlehrling<\/em>, Si Penyihir Magang, yang ia dapat saat bermain di Stuttgart di bawah asuhan Felix Magath.<\/p>\n<p>Sihirnya mati seketika selepas ia tiba di Camp Nou setelah direkrut oleh Guardiola pada Juli 2008 seharga 15 juta euro. Ia hanya bermain lima kali sebagai pemain inti pada musim 2008\/2009 yang menaikkan nama Guardiola sebagai pelatih kelas dunia. \u201cSaya enggan mendengarkannya (Guardiola),\u201d ujar Hleb pada satu wawancara.<\/p>\n<p>Ia menolak anjuran Pep untuk mengambil kelas bahasa Spanyol dan terus melawan sang pelatih, sehingga membuatnya dipinjamkan beberapa kali ke Jerman dan Inggris sebelum dilepas Barca pada 2008. Ia terakhir membela Krylia Sovetov Samara di Liga Rusia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/eljero-elia-of-juventus-fc-competes-with-archimede-morleo-of-bologna-picture-id135303345?k=6&amp;m=135303345&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=jXv0NRfzHw8nos0LfggC0XuOmMgM11JCs6fHWFHaK_0=\" alt=\"Eljero Elia\" width=\"594\" height=\"425\" \/><\/p>\n<h3><strong>Antonio Conte: Eljero Elia<\/strong><\/h3>\n<p>Sudah jatuh tertimpa Ferrari. Demikianlah nasib Eljero Elia bersama Juventus di bawah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/15\/antonio-conte-dan-gairah-kemenangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Antonio Conte<\/a>.<\/p>\n<p>Bagian dari tim nasional Belanda yang mencapai final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Elia terkenal akan kecepatan berlarinya namun juga akan sikap arogannya. Di Hamburg, ia pernah didenda karena menyatakan bahwa gaya bermain tim tak cocok dengan seleranya. Entah pikiran apa yang merasuki Conte untuk meyakinkan keluarga Agnelli buat merogoh kocek sembilan juta euro untuk jebolan ADO Den Haag ini pada Agustus 2011.<\/p>\n<p>Elia hanya bertahan satu musim di bangku cadangan Juventus dengan hanya mengoleksi empat penampilan sepanjang musim 2011\/2012. \u201cConte tak pernah berbicara dengan saya,\u201d ujarnya setelah bergabung dengan Werder Bremen pada Juni 2012. Pedihnya, bahkan untuk pindah ke Bremen pun Juventus memaksanya untuk menyerahkan kembali kunci mobil Ferrari yang ia dapat sebagai bonus kemenangan Scudetto musim itu.<\/p>\n<p>Kariernya tak pernah membaik (kecuali pada saat yang sangat singkat bersama Southampton) dan kini ia membela tim Turki, \u0130stanbul Ba\u015fak\u015fehir. Apakah dia mengganti Ferrari yang disita Juventus, tak ada yang tahu.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/christian-abbiati-paolo-maldini-manager-of-ac-milan-carlo-ancelotti-picture-id81952266?k=6&amp;m=81952266&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=6nrollX6EFggEFaf4EeVCTtFjrDZnTIMSkfRhn-q2w8=\" alt=\"Carlo Ancelotti Mathieu Flamini\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Carlo Ancelotti: Mathieu Flamini<\/strong><\/h3>\n<p>Carletto memiliki karier yang nyaris paripurna di sepak bola, namun ia berperan besar dalam menghambat karier salah satu gelandang paling menarik dalam sepak bola modern , Mathieu Flamini. Jebolan Marseille yang kemudian naik daun bersama Arsenal ini memiliki saat-saat paling buruk dalam kariernya di bawah Ancelotti di San Siro.<\/p>\n<p>Direkrut pada Mei 2008, Flamini segera saja menemukan bahwa dirinya hanyalah pelapis buat bintang-bintang I Rossoneri lain. Cedera beberapa pemain penting sempat menaikkan asanya untuk menembus tim utama, namun performa kapten Massimo Ambrosini sepanjang musim 2009\/2010 membuatnya tergeser. Ancelotti sendiri telah meninggalkan Milan pada titik ini.<\/p>\n<p>Flamini sempat menjadi bagian penting buat skuat Massimiliano Allegri yang merebut Scudetto pada musim 2010\/2011, namun cedera berkepanjangan membuat sinarnya semakin meredup. Kembali ke Arsenal tak membuatnya seperti lima tahun sebelumnya, dan ia akhirnya pensiun pada akhir musim 2016\/2017 setelah dilepas oleh Crystal Palace.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/francis-jeffers-of-arsenal-in-action-during-the-preseason-friendly-picture-id51078054?k=6&amp;m=51078054&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=5LWmLxmImZElsviFAOtzFDNl3uhia2wThpev9btNxgA=\" alt=\"Francis Jeffers\" width=\"594\" height=\"405\" \/><\/p>\n<h3><strong>Arsene Wenger: Francis Jeffers<\/strong><\/h3>\n<p>Jika Anda percaya ilmu hitam, maka kaus nomor 9 Arsenal adalah salah satu kaus paling terkutuk di jagat bola. Jika Anda percaya yang logis-logis saja, maka salah satu pemakainya, Francis Jeffers, hanya kurang beruntung saja.<\/p>\n<p>Jeffers, putra sejati Liverpool dan jebolan akademi Everton, adalah satu dari sekian talenta muda Inggris di awal dekade 2000-an yang kini telah menguap tanpa bekas. Sebelas juta paun yang dihabiskan Arsene Wenger untuk mendatangkannya ke Highbury lama pada Juni 2001, tak dapat mengeluarkan performa terbaik dari penyerang yang dijuluki Si Rubah Kotak Penalti itu.<\/p>\n<p>Sinar terang penyerang lain macam Thierry Henry dan Sylvain Wiltord membuatnya hanya dapat menyaksikan kejayaan-kejayaan Arsenal dari tepi lapang. Saat The Gunners memenangkan Liga Primer 2003\/2004 dengan tak terkalahkan, Jeffers terbuang kembali ke Everton sebagai pemain pinjaman. Ia dilepas Arsenal pada akhir musim dan berpetualang ke tim-tim macam Charlton Athletic, Blackburn Rovers, Sheffield Wednesday dan Motherwell sampai pensiun di tim kasta keempat Accrington Stanley pada 2013.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/manager-louis-van-gaal-and-angel-di-maria-of-manchester-united-after-picture-id467241120?k=6&amp;m=467241120&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=XCqFGuhqHxTLbCJCFMWOofhXRBCVqhQMfLd9PxxFnYQ=\" alt=\"Louis van Gaal Angel di Maria\" width=\"594\" height=\"516\" \/><\/p>\n<h3><strong>Louis van Gaal: Angel di Maria<\/strong><\/h3>\n<p>Bila masa-masanya di Old Trafford dapat dianggap sebuah penghinaan terhadap tradisi dan sejarah panjang tim yang susah payah dibangun oleh Matt Busby dan Alex Ferguson itu, uang yang digelontorkan van Gaal untuk membeli pemain Argentina ini seharusnya sudah cukup untuk membuat para suporter kembali mendirikan FC United of Manchester versi baru.<\/p>\n<p>59,7 juta paun dibayar dari kocek keluarga Glazer untuk mendatangkan gelandang sayap kurus alumnus padepokan yang sama dengan Lionel Messi ini. Yang mereka dapatkan adalah 32 penampilan kompetitif dengan 4 gol dan sederet kejadian memalukan.<\/p>\n<p>Van Gaal sukses membuat para suporter United gemas kala melihat pemain berbanderol selangit itu mengenakan kaus nomor 7 yang legendaris dan kemudian mencengkeram kaus wasit di Piala FA. Serangkaian cedera dan kartu-kartu diakhiri dengan kejadian konyol di mana Di Maria tak ikut serta terbang bersama tim utama United ke Amerika Serikat untuk tur pramusim.<\/p>\n<p>Apa kata Van Gaal? \u201cSaya tidak tahu mengapa.\u201d<\/p>\n<p>Pantas saja keluarga Glazer menendangnya keluar dan menggantikannya dengan Mourinho. Setidaknya Mourinho bisa bersilat lidah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/roma-coach-fabio-capello-talks-with-antonio-cassano-during-the-serie-picture-id3119015?k=6&amp;m=3119015&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=gaBk8L_quR6DrKBk5DDAy_f-lKEzLY8ZHhTkDyGfHcU=\" alt=\"Fabio Capello Antonio Cassano\" width=\"594\" height=\"406\" \/><\/p>\n<h3><strong>Fabio Capello: Antonio Cassano<\/strong><\/h3>\n<p>Bila Anda membeli Antonio Cassano, Anda harus tahu bahwa yang Anda beli adalah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/ti-amo-fantantonio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Antonio Cassano<\/a>. Fabio Capello gagal memahami pelajaran sederhana ini.<\/p>\n<p>\u201cSaya memukulnya,\u201d ujar lelaki yang pernah bermain dan melatih untuk Roma, Juventus, dan AC Milan. Capello juga orang yang mengangkat nama Fantantonio dengan merekrutnya seharga 30 juta euro pada 2001: rekor transfer nasional untuk remaja bengal dari Bari berumur 19 tahun itu.<\/p>\n<p>Hikayat Capello-Cassano berlangsung di Roma dari 2001 hingga 2004 dan di Real Madrid dari 2006 hingga 2007. Sang pemain, purwarupa terakhir dari spesies pesepak bola yang tak kenal dunia tanpa alkohol, wanita, dan obat-obatan, tak pernah cocok dengan sang pelatih yang didaktis, metodis, dan berupa-rupa is-is lainnya. Kelakuan bengalnya membuat berang Capello, <em>gentleman <\/em>asli Italia gaya lama yang begitu menekanan penghormatan terhadap otoritas seorang pelatih.<\/p>\n<p>\u201cAnarkisme selalu berada di sisi Cassano,\u201d Capello pernah berkata. Dia sendiri tak cepat menyadari hal itu saat merekrutnya dan melambungkan namanya ke jagat dunia.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Ramzy Muliawan (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/ramzymuliawan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">ramzymuliawan<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis dan pembaca. Penikmat kopi hitam, punk rock dan Luca Toni.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang membuat seorang pelatih sepak bola dapat dikatakan \u201ckelas dunia\u201d? Sebutlah tiga orang pelatih sepak bola yang Anda tahu dan bandingkan. Berapa banyak kemenangan yang telah mereka raih? Berapa banyak trofi di lemari piala mereka? Berapa banyak talenta muda yang mereka orbitkan? Berapa lama mereka bertahan di sebuah klub? Bila mengukur dari kemenangan, bila menghitung dari jumlah trofi, maka jawabannya akan cukup terang dan jelas. Kumpulkan saja seluruh pelatih sepak bola yang pernah hidup di atas muka bumi, lalu hitung jumlah kemenangan dan trofi mereka seperti halnya FIFA menghitung prestasi sebuah tim nasional untuk peringkat dunia mereka, macam UEFA menentukan seeding untuk drawing Liga Champions. Namun cara seperti itu &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;8 Transfer Terburuk Pelatih Kelas Dunia&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7513,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,90],"tags":[129,122,645],"class_list":["post-7512","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serba-serbi","category-turun-minum","tag-featured","tag-slider","tag-transfer"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>8 Transfer Terburuk Pelatih Kelas Dunia | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut kompilasi manajer besar sepak bola dunia dan pemain-pemain gagal yang pernah mereka rekrut dalam bursa transfer. Siapa saja mereka?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"8 Transfer Terburuk Pelatih Kelas Dunia | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut kompilasi manajer besar sepak bola dunia dan pemain-pemain gagal yang pernah mereka rekrut dalam bursa transfer. Siapa saja mereka?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-14T02:30:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/454288796.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"369\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/14\\\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/14\\\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"8 Transfer Terburuk Pelatih Kelas Dunia\",\"datePublished\":\"2017-07-14T02:30:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/14\\\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\\\/\"},\"wordCount\":1728,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/14\\\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/454288796.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Slider\",\"Transfer\"],\"articleSection\":[\"Serba-Serbi\",\"Turun Minum\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/14\\\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/14\\\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\\\/\",\"name\":\"8 Transfer Terburuk Pelatih Kelas Dunia | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/14\\\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/14\\\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/454288796.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-14T02:30:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Berikut kompilasi manajer besar sepak bola dunia dan pemain-pemain gagal yang pernah mereka rekrut dalam bursa transfer. Siapa saja mereka?\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/14\\\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/14\\\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/454288796.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/454288796.jpg\",\"width\":594,\"height\":369,\"caption\":\"Transfer\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"8 Transfer Terburuk Pelatih Kelas Dunia | Football Tribe Indonesia","description":"Berikut kompilasi manajer besar sepak bola dunia dan pemain-pemain gagal yang pernah mereka rekrut dalam bursa transfer. Siapa saja mereka?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"8 Transfer Terburuk Pelatih Kelas Dunia | Football Tribe Indonesia","og_description":"Berikut kompilasi manajer besar sepak bola dunia dan pemain-pemain gagal yang pernah mereka rekrut dalam bursa transfer. Siapa saja mereka?","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-14T02:30:19+00:00","og_image":[{"width":594,"height":369,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/454288796.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"8 Transfer Terburuk Pelatih Kelas Dunia","datePublished":"2017-07-14T02:30:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/"},"wordCount":1728,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/454288796.jpg","keywords":["Featured","Slider","Transfer"],"articleSection":["Serba-Serbi","Turun Minum"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/","name":"8 Transfer Terburuk Pelatih Kelas Dunia | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/454288796.jpg","datePublished":"2017-07-14T02:30:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Berikut kompilasi manajer besar sepak bola dunia dan pemain-pemain gagal yang pernah mereka rekrut dalam bursa transfer. Siapa saja mereka?","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/14\/8-transfer-terburuk-pelatih-kelas-dunia\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/454288796.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/454288796.jpg","width":594,"height":369,"caption":"Transfer"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7512"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7512\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}