{"id":7417,"date":"2017-07-12T10:30:30","date_gmt":"2017-07-12T03:30:30","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=7417"},"modified":"2017-07-12T07:54:17","modified_gmt":"2017-07-12T00:54:17","slug":"mendedah-transfer-roma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/","title":{"rendered":"Mendedah Transfer: Monchi dan Jalan Terang AS Roma"},"content":{"rendered":"<p>Mungkin banyak orang yang mencuatkan alis mata ketika Monchi tak berusaha menghalangi Mohamed Salah hengkang ke Liverpool. Atau banyak juga manusia yang dengan mudahnya menuduh jika AS Roma seperti tanpa arah ketika melepas Antonio R\u00fcdiger ke Chelsea. Memahami Monchi, memahami jalan terang yang tengah dititi I Giallorossi.<\/p>\n<p>Jika berbicara tentang Ram\u00f3n Rodr\u00edguez Verdejo atau kita mengenalnya sebagai Monchi, gambaran pembelian cerdas akan muncul. Tak heran, lantaran Sevilla sangat menikmati tangan dingin pria asal Spanyol tersebut. Ketika harus melepas pemain-pemain terbaik, mereka seperti melakukannya dengan ringan.<\/p>\n<p>Jika melihat ke belakang, terutama sejak pergantian milenium, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/22\/10-transfer-sukses-monchi-untuk-sevilla\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Monchi mulai membangun Sevilla<\/a>. Dari klub yang baru saja terdegradasi, menjadi salah kekuatan yang diperhitungkan di Spanyol,bahkan Eropa. Tujuh belas musim, 16 final dan sembilan piala adalah gambaran kerja Monchi dari balik layar. Tanpa dirinya, Sevilla tak bisa membangun skuat yang potensial dengan dana yang terbatas.<\/p>\n<p>Klub dari Andalusia tersebut jelas sulit menandingi kekuatan duo tim teras Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, bahkan Atletico Madrid. Salah satu caranya adalah membeli pemain muda atau setengah jadi dan mengangkat level kualitas mereka. Ketika tim besar datang, Sevilla tak berusaha menghalangi pemainnya melanjutkan karier.<\/p>\n<p>Kesadaran tak bisa melawan modal besar beberapa tim Eropa membuat Sevilla memang tak bisa berbuat banyak. <em>Toh<\/em>, penjualan pemain menjadi salah satu pemasukan terbesar.<\/p>\n<p>Dari era <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/28\/cinta-sesaat-dani-alves-dan-juventus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dani Alves<\/a>, pemuda tak dikenal dengan bakat luar biasa, Adriano yang serba guna, Ivan Rakitic yang pintar, si hiu Alvaro Negredo, mendiang Antonio Puerta, hingga si anak emas, Jose Antonio Reyes. Dari Unai Emery yang ambisius, hingga Jorge Sampaoli yang brilian. Selalu ada aura Monchi dari setiap kesuksesan personel terbaik Sevilla.<\/p>\n<p>Lantas, bukankah dengan begitu Sevilla menjadi \u201ctoko kelontong\u201d bagi tim kaya Eropa? Monchi menolak anggapan itu. Sebagai direktur olahraga, tugasnya adalah membantu pelatih menyiapkan skuat untuk menjadi juara. Itu bukan omong kosong Monchi. Di tengah dominasi Barcelona dan Madrid di La Liga, Sevilla membidik piala yang berbeda. Dan mereka memang berhasil.<\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/sports-director-of-as-roma-ramon-rodriguez-verdejo-monchi-attends-a-picture-id695930232?k=6&amp;m=695930232&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=CauRORpmltjXwmk9zPgmvBdjKcXfqhKu7Mpej7qpDuM=\" alt=\"Monchi\" width=\"594\" height=\"396\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Monchi.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Sikap keras Monchi<\/strong><\/h3>\n<p>Monchi meninggalkan Sevilla membawa pesta perpisahan yang menyentuh dari para suporter. Laki-laki plontos berusia 48 tahun tersebut sudah dianggap legenda di Sevilla. Ia bukan pelatih, pun seorang pemain berkaliber besar. Namun dengan kestabilan Sevilla saat ini, suporter tahu kepada siapa rasa terima kasih dihaturkan.<\/p>\n<p>Monchi datang ke Roma menyambut misi yang besar. Pensiunnya <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/francesco-totti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Francesco Totti<\/a> dijadikan sebagai tonggak era baru. Sebuah era penuh ketidakpastian, penuh keraguan terkait bisa apa Serigala Merah Tua itu tanpa sang pangeran. Dari kalimat tersebut, terasa pengaruh Totti yang begitu besar.<\/p>\n<p>Selain kepergian Totti dari lapangan, Roma juga tengah dalam proses menyelesaikan stadion baru. Ini situasi yang berat, dan kita bisa melihat Arsenal yang harus mengetatkan anggaran demi menyelesaikan salah satu investasi terbaik sebuah klub: stadion. Tak hanya skuat, Monchi juga akan terlibat dalam proses membangun kekuatan ekonomi Roma masa depan.<\/p>\n<p>Maka, untuk mengikis keraguan dan menguatkan harapan, yang akan dihadirkan Monchi adalah kestabilan. Klub yang stabil, akan lebih mudah bersaing menjadi juara.<\/p>\n<p>Sebuah pemikiran harus kita sepakati terlebih dahulu. Pertama, Roma membutuhkan dana untuk perbaikan skuat, sekaligus menabung untuk stadion. Berhutang untuk aspek tersebut bisa menjadi pilihan, namun bukan satu-satunya. Kedua, seperti ketika bersama Sevilla, Monchi tak pernah menghalagi penjualan pemain. Asal, harga yang pantas disepakati. Sebuah sikap!<\/p>\n<p>Membangun skuat yang ideal bukan soal membeli pemain bintang. Skuat yang baik adalah perpaduan aspek investasi dan memenuhi kebutuhan pelatih. Untuk soal ini, kita bahas belakangan.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan sikap tak menghalangi penjualan pemain? Selain mendapatkan uang, melepas pemain yang sudah berkembang artinya memastikan mereka bisa melanjutkan karier. Ingat, kebanyakan pemain baru Sevilla adalah pemain yang belum terlalu dikenal. Jika mereka bisa menarik perhatian klub besar, artinya Sevilla sudah berjalan di jalur yang benar dalam hal pembinaan.<\/p>\n<p>Tak menghalangi karier pemain akan menjadi alat promosi yang paling tepat kepada calon pemain baru. Si pemain, terutama mereka yang masih muda dan belum dikenal, akan mendapatkan dua jaminan, yaitu potensi berkembang dan kelangsungan karier. Dengan begitu, hampir selalu, Sevilla memenangi perebutan <em>wonderkids<\/em> dari berbagai belahan dunia.<\/p>\n<p>Pemain yang bahagia dan kebutuhan pelatih yang tercukupi. Situasi yang ideal dan stabil tercapai.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, Roma tak menghalangi Liverpool mendekati Salah. Ketika Salah sudah memberi indikasi ingin hengkang, Monchi membuka pintu lebar-lebar. Namun ia akan berdiri di ambang pintu itu sembari menegaskan kepada Liverpool: bayar nilai yang sudah Roma tentukan, atau lupakan Mohamed Salah.<\/p>\n<p>Liverpool tak bisa berbuat banyak selain memenuhi permintaan Monchi. Salah diizinkan hengkang dengan nilai 42 juta euro. Nilai yang lebih tinggi dari <em>market value<\/em> Salah yang sebenarnya berada di kisaran 32 hingga 35 juta euro. Roma membeli Salah hanya dengan 15 juta euro dari Chelsea. Mereka menjualnya ke Liverpool dengan menangguk untung 27 juta euro. Cukup untuk memboyong satu atau dua pemain potensial.<\/p>\n<p>Hal yang juga berlaku untuk transfer R\u00fcdiger. Bek asal Jerman tersebut sudah terlalu kencang diberitakan akan hengkang sejak sebelum Piala Konfederasi digelar. Jika si pemain sudah ingin hengkang, maka Monchi juga siap melepasnya. Chelsea bekerja cepat dan mendapatkan mantan bek Stuttgart tersebut dengan mahar 35 juta euro.<\/p>\n<p>Bagi pemain yang sudah ingin hengkang, masih bisa mendapatkan nilai setinggi itu merupakan kemenangan Roma. Pun jika ditarik ke belakang, R\u00fcdiger cukup lama absen karena cedera. Cedera <em>cruciate ligament rupture<\/em> adalah tipe cedera yang berisiko kambuh. Monchi tak mau berjudi dengan risiko ditinggal absen terlalu lama oleh bek andalannya.<\/p>\n<p>Meski terlihat \u201cdengan mudah\u201d melepas Salah dan R\u00fcdiger, Monchi menunjukkan sikap kerasnya di tengah situasi tak menentu Radja Nainggolan. Pemain asal Belgia tersebut sangat penting untuk skuat Roma. Meski jelas ingin mempertahankannya, Monchi menyematkan nilai 60 juta euro bagi peminat.<\/p>\n<p>Sikap keras Monchi ini sama seperti yang ditunjukkan AS Monaco kepada para klub yang meminati pemainnya. Monaco tak halangi transfer untuk terjadi. Namun, Monaco ingin transfer tersebut terjadi dengan cara mereka. Bayar atau lupakan. Sikap ini harus selalu ditunjukkan direktur olahraga di mana saja. Jangan mau dikontrol oleh pasar.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/romas-new-head-coach-eusebio-di-francesco-attends-a-press-conference-picture-id695930122?k=6&amp;m=695930122&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=Nw4dC3vl9C5yzEupAoPBwIX5i5sQoU269gl2cGsiFBk=\" alt=\"Eusebio Di Francesco\" width=\"594\" height=\"396\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Eusebio Di Francesco.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Faktor Eusebio Di Francesco<\/strong><\/h3>\n<p>Seperti yang saya sebut di atas, Monchi tentu tak melepas pemain tanpa diskusi yang panjang dengan pelatih kepala.<\/p>\n<p>Kesepahaman ide antara Monchi dan pelatih di Sevilla membuat pemain yang dilepas selalu bisa digantikan pemain yang juga punya potensi besar. Atau setidaknya, ketika menjual pemain, skuat tetap seimbang dan kompetitif. Dan yang juga penting: pemain yang didatangkan sesuai dengan kebutuhan dan filosofi bermain sebuah tim.<\/p>\n<p>Untuk memindai pembelian Monchi, kita harus sedikit memahami gaya melatih Di Francesco.<\/p>\n<p>Sistem yang sering digunakan Di Francesco adalah 4-3-3 dengan perubahan menjadi 4-5-1 ketika bertahan. Tim yang dilatih Di Francesco selalu menekankan pentingnya menjaga jarak antar-lini. Kerapatan selalu terjaga, dan lawan akan dipaksa bermain melebar.<\/p>\n<p>Di Francesco juga cukup fleksibel. Tak hanya bertahan cukup dalam, tim yang ia latih juga fasih menekan lawan dengan garis pertahanan yang tinggi. <em>Pressing<\/em> yang dilakukan Sassuolo misalnya, adalah <em>man-oriented<\/em> atau satu pemain memegang satu.<\/p>\n<p>Pelatih asal Italia tersebut konsisten menggunakan 4-3-3. Komposisi tiga gelandang di tengah adalah satu gelandang bertahan dan dua gelandang serang. Di Francesco juga menggunakan dua bek sayap yang agresif, menopang dua pemain di sisi lapangan yang biasanya bermain lebih ke tengah.<\/p>\n<p>Dari sedikit penjelasan di atas, untuk gelandang bertahan, pilihan Monchi dan Di Francesco jatuh kepada Maxime Gonalons. Pemain asal Prancis tersebut handal merebut bola tanpa menjatuhkan diri. Ia pintar menempatkan diri ruang yang ideal untuk melakukan intersep. Istimewanya, Gonalons juga seorang <em>deep-playmaker<\/em>. Dan tentu saja, ia diboyong dari Lyon dengan harga murah. Lima juta euro saja!<\/p>\n<p>Untuk bek sayap yang agresif, Rick Karsdorp sangat sesuai dengan kriteria tersebut. Bek berbanderol 14 juta euro tersebut punya teknik melepas umpan silang yang sangat baik. Ia bisa langsung melepas umpan silang tanpa mengontrol, sembari berlari, dengan keakuratan yang memuaskan.<\/p>\n<p>Bek modern seperti Karsdorp ini biasanya dibanderol sangat tinggi. Kita bisa membandingkannya dengan usaha keras Juventus mencari pengganti Dani Alves. Mulai dari Danilo, Mattia De Sciglio, hingga Joao Cancelo. Keberhasilan mendapatkan Karsdorp di nilai 14 juta euro adalah bisnis yang menarik.<\/p>\n<p>Bisnis yang menarik lantaran faktor usia, Karsdorp baru 22 tahun, membuatnya bisa menjadi investasi di masa depan. Ingat, kebutuhan bek sayap modern akan semakin besar di tahun-tahun yang akan datang. Jika sukses mengembangkan Karsdorp, Roma bisa menjualnya nanti di sekitar nilai 50 juta euro. Itu baru angka minimal.<\/p>\n<p>Untuk posisi sayap, Di Francesco suka pemain yang agresif dan pandai masuk ke tengah untuk melakukan kombinasi dengan gelandang atau pemain depan. Buruan utama adalah Domenico Berardi, dengan opsi lain adalah Gregoire Defrel. Keduanya adalah mantan anak asuh Di Francesco di Sassuolo.<\/p>\n<p>Satu nama lagi yang baru saja diberitakan masuk dalam daftar belanja Roma adalah Anthony Martial. Kesulitan mendapatkan Martial adalah banderolnya yang tinggi. Untuk menyiasatinya, Monchi ingin meminjam terlebih dahulu dengan memasukkan klausul pembelian. Teknik serupa digunakan Juventus untuk memboyong Douglas Costa dari Bayern M\u00fcnchen dan Bayern kala meminjam James Rodriguez dengan cara yang serupa.<\/p>\n<h3><strong>Jalan terang<\/strong><\/h3>\n<p>Dari uraian di atas, baik dari pemain yang dilepas, yang sudah dibeli dan yang diincar, terlihat jalan pikiran Monchi. Ia melepas pemain penting, namun pemain dengan kaliber besar juga sudah masuk dalam rencana pembelian. Monchi tak menjadikan Roma sebagai \u201ctoko kelontong\u201d, tapi terpaksa melepas karena berbagai kepentingan yang sudah diukur dengan baik.<\/p>\n<p>Yang harus dilakukan suporter Roma saat ini adalah menabung kesabaran. Monchi bergabung dengan Sevilla sebagai diretur olahraga di tahun 2000 dan membutuhkan setidaknya lima tahun sebelum memenangi Piala UEFA (kini Liga Europa). Setelah itu, Sevilla menancapkan hegemoninya sebagai penguasa Liga Europa dan salah satu penantang serius di papan atas La Liga.<\/p>\n<p>Jika diberi kesabaran, Monchi akan menggandeng Roma ke jalan yang terang. Lepas dari bayang-bayang Serie A lawas, yang dipenuhi klub tradisional dan tertinggal. Beri Monchi cinta, dia akan memberimu semuanya.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki Arsenal&#8217;s Kitchen<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin banyak orang yang mencuatkan alis mata ketika Monchi tak berusaha menghalangi Mohamed Salah hengkang ke Liverpool. Atau banyak juga manusia yang dengan mudahnya menuduh jika AS Roma seperti tanpa arah ketika melepas Antonio R\u00fcdiger ke Chelsea. Memahami Monchi, memahami jalan terang yang tengah dititi I Giallorossi. Jika berbicara tentang Ram\u00f3n Rodr\u00edguez Verdejo atau kita mengenalnya sebagai Monchi, gambaran pembelian cerdas akan muncul. Tak heran, lantaran Sevilla sangat menikmati tangan dingin pria asal Spanyol tersebut. Ketika harus melepas pemain-pemain terbaik, mereka seperti melakukannya dengan ringan. Jika melihat ke belakang, terutama sejak pergantian milenium, Monchi mulai membangun Sevilla. Dari klub yang baru saja terdegradasi, menjadi salah kekuatan yang diperhitungkan di Spanyol,bahkan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mendedah Transfer: Monchi dan Jalan Terang AS Roma&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7418,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[101,129,131,122,645],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mendedah Transfer: Monchi dan Jalan Terang AS Roma | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Monchi tak menjadikan AS Roma sebagai \u201ctoko kelontong\u201d, tapi terpaksa melepas karena berbagai kepentingan yang sudah diukur dengan baik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mendedah Transfer: Monchi dan Jalan Terang AS Roma | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Monchi tak menjadikan AS Roma sebagai \u201ctoko kelontong\u201d, tapi terpaksa melepas karena berbagai kepentingan yang sudah diukur dengan baik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-12T03:30:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-12T00:54:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/AS-Roma.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/\",\"name\":\"Mendedah Transfer: Monchi dan Jalan Terang AS Roma | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/AS-Roma.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-12T03:30:30+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-12T00:54:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Monchi tak menjadikan AS Roma sebagai \u201ctoko kelontong\u201d, tapi terpaksa melepas karena berbagai kepentingan yang sudah diukur dengan baik.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/AS-Roma.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/AS-Roma.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Bagaimana cara Monchi (kiri) dan Eusebio Di Francesco dalam membangun era Roma yang baru?\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mendedah Transfer: Monchi dan Jalan Terang AS Roma | Football Tribe Indonesia","description":"Monchi tak menjadikan AS Roma sebagai \u201ctoko kelontong\u201d, tapi terpaksa melepas karena berbagai kepentingan yang sudah diukur dengan baik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mendedah Transfer: Monchi dan Jalan Terang AS Roma | Football Tribe Indonesia","og_description":"Monchi tak menjadikan AS Roma sebagai \u201ctoko kelontong\u201d, tapi terpaksa melepas karena berbagai kepentingan yang sudah diukur dengan baik.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-12T03:30:30+00:00","article_modified_time":"2017-07-12T00:54:17+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/AS-Roma.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/","name":"Mendedah Transfer: Monchi dan Jalan Terang AS Roma | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/AS-Roma.jpg","datePublished":"2017-07-12T03:30:30+00:00","dateModified":"2017-07-12T00:54:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Monchi tak menjadikan AS Roma sebagai \u201ctoko kelontong\u201d, tapi terpaksa melepas karena berbagai kepentingan yang sudah diukur dengan baik.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/mendedah-transfer-roma\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/AS-Roma.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/AS-Roma.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Bagaimana cara Monchi (kiri) dan Eusebio Di Francesco dalam membangun era Roma yang baru?"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7417"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7417"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7417\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}