{"id":7414,"date":"2017-07-12T10:00:22","date_gmt":"2017-07-12T03:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=7414"},"modified":"2017-07-12T07:46:08","modified_gmt":"2017-07-12T00:46:08","slug":"jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/","title":{"rendered":"Jalan Runyam Meksiko di Piala Emas"},"content":{"rendered":"<p>Berbicara soal sepak bola di Amerika Utara dan Tengah, tak ada nama yang lebih besar ketimbang tim nasional Meksiko. Amerika Serikat boleh saja maju pesat dengan nama-nama besar yang mengerumuni Major League Soccer (MLS)-nya, atau Kosta Rika memukau dengan kisah Cinderella-nya di Brasil tiga tahun lalu, namun kiblat sepak bola di wilayah ini masihlah negeri asal Cuahtemoc Blanco ini.<\/p>\n<p>Hukum yang sama masih berlaku pada gelaran partai pembuka Piala Emas CONCACAF 2017 awal pekan lalu. Jos\u00e9 de Jes\u00fas Corona dan kawan-kawan tiba di Amerika Serikat dengan status juara bertahan. Dua tahun silam, mereka merengkuh Piala Emas ketujuh sepanjang sejarah Para Pendekar Aztec, sekaligus mengukuhkan posisi mereka di atas rival sewilayah terdekat, para <em>Yankees <\/em>tuan rumah, yang baru mengoleksi lima gelar.<\/p>\n<p>Tapi El Tri tak berangkat dari Mexico City dengan optimisme penuh. Sebelumnya, pasukan elite mereka, dipimpin pengoleksi ratusan penampilan macam Andres Guardado dan adik-beradik dos Santos, pulang dari Piala Konfederasi FIFA di Rusia dengan dibantai tim lapis kedua Jerman di perempat-final. Pelatih kepala, Juan Carlos Osorio, mendapatkan pelarangan enam laga dari FIFA karena mengasari wasit, yang juga berlaku di Piala Emas.<\/p>\n<p>Materi tim yang dibawa di Piala Emas memang bukan yang paling superior. Tiada nama yang familiar bagi penikmat bola dunia seperti halnya penyerang Javier Hernandez atau kiper Guillermo Ochoa. Dari dua puluh tiga pemain yang dibawa, seluruhnya berasal dari Liga MX, kompetisi domestik Meksiko, kecuali penyerang Erick Torres dari Houston Dynamo di MLS. Hanya enam pemain yang telah mencatatkan penampilan dua digit untuk tim nasional.<\/p>\n<p>Hal ini dapat dimaklumi karena bagi publik Meksiko, negara yang telah dua kali menjadi tuan rumah Piala Dunia, tak menganggap Piala Emas cukup besar pamornya. Seperti halnya tetangga mereka Amerika Serikat, Meksiko telah rutin menjadikan kompetisi ini sebagai batu peloncat bagi pemain-pemain muda dan domestik. Tujuh dari 23 pemain tercatat berusia 23 tahun ke bawah.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, masalah mengekor tim ini kemana-mana jelang pagelaran tahun ini. <em>#FueraOsorio<\/em>, tanda pagar yang menyeru pemecatan sang pelatih kepala, bertebaran di media sosial. Tak kurang dari dua mantan pelatih tim nasional, Hugo Sanchez dan Ricardo La Volpe, mendesak federasi untuk menyingkirkan lelaki yang tak pernah terkalahkan di kualifikasi Piala Dunia seumur hidupnya ini.<\/p>\n<p>Osorio, orang Kolombia yang pernah melatih New York Red Bulls dan Sao Paulo ini, terkenal karena senang merotasi skuatnya dan menerapkan taktik yang tak ortodoks: memberinya julukan <em>El Recreacionista, <\/em>sang pembongkar-pasang. Taktik itu bekerja di awal, kala mereka mengalahkan Amerika Serikat di kualifikasi Piala Dunia, namun gagal total di dua turnamen kompetitif sejauh ini, Copa Centenario tahun lalu dan Piala Konfederasi.<\/p>\n<p>\u201cOrang Meksiko senang berpikir bahwa tim nasional mereka lebih baik dari keadaan sebenarnya,\u201d tulis kolumnis Mark Zeigler di <em>San Diego Union-Tribune. <\/em>Sulit untuk menyalahkan mereka, karena sepak bola telah mengalir di urat nadi Negeri Aztec sejak dulu kala. Melihat orang Kolombia berkacamata macam Osorio mengacak-ngacak metode permainan tim nasional tanpa hasil yang jelas membuat banyak pengamat dan suporter tak puas hati.<\/p>\n<p>Tapi setidaknya, kemenangan 3-1 di partai pembuka atas El Salvador dapat membuat sang pelatih kepala untuk bernafas lega, setidaknya buat sejenak. Elias Hernandez, sang pahlawan kemenangan yang kini jadi buah bibir walaupun telah dipinggirkan tim nasional sejak lama, menegaskan solidaritas tim yang kini ditangani asisten Luis Pompilio P\u00e1ez itu. \u201cKami di sini untuk (merebut) piala,\u201d ujar Hernandez pascalaga di San Diego itu.<\/p>\n<p>Sang asisten pelatih sepakat. \u201cKami meninggalkan stadion dengan kepala tegak, namun kami juga harus belajar untuk mengendalikan emosi,\u201d ujar P\u00e1ez. Performa mereka boleh dibilang memuaskan, namun pertahanan yang digalang kapten Hugo Ayala akan jadi pekerjaan rumah besar di sisa turnamen. &#8220;Kami adalah tim yang kebobolan terbanyak di Piala Konfederasi,\u201d aku P\u00e1ez. \u201cItu adalah resiko menjadi pasukan yang ambisius, pasukan yang menciptakan banyak peluang gol.\u201d<\/p>\n<p>Hedgardo Mar\u00edn mencetak gol pembuka buat Meksiko di menit kedelapan, namun dibalas dua menit kemudian oleh pemain El Salvador, Nelson Bonilla. Jual-beli serangan dan adu strategi ofensif tingkat tinggi terjadi sebelum Hernandez mencetak lagi di menit ke-30. Kemenangan mereka dikunci oleh gol Orbelin Pineda sepuluh menit setelah awal babak kedua.<\/p>\n<p>Meksiko akan menghadapi Jamaika dan Curacao di dua pertandingan sisa Grup C pada 13 dan 16 Juli mendatang. Menghadapi Curacao mungkin bukan masalah buat tim berperingkat 16 FIFA ini, namun Jamaika, <em>runner-up <\/em>edisi 2015, dapat merepotkan jalan mereka yang telah runyam untuk mempertahankan trofi, merengkuh gelar kedelapan dan mempertegas posisi mereka sebagai tim terbesar di belahan benua Amerika Utara.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah sekumpulan pemain muda yang belum pernah menghadapi turnamen bersama-sama dan mereka harus tetap belajar,\u201d pungkas P\u00e1ez.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Ramzy Muliawan (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/ramzymuliawan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">ramzymuliawan<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis dan pembaca. Penikmat kopi hitam, punk rock dan Luca Toni.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbicara soal sepak bola di Amerika Utara dan Tengah, tak ada nama yang lebih besar ketimbang tim nasional Meksiko. Amerika Serikat boleh saja maju pesat dengan nama-nama besar yang mengerumuni Major League Soccer (MLS)-nya, atau Kosta Rika memukau dengan kisah Cinderella-nya di Brasil tiga tahun lalu, namun kiblat sepak bola di wilayah ini masihlah negeri asal Cuahtemoc Blanco ini. Hukum yang sama masih berlaku pada gelaran partai pembuka Piala Emas CONCACAF 2017 awal pekan lalu. Jos\u00e9 de Jes\u00fas Corona dan kawan-kawan tiba di Amerika Serikat dengan status juara bertahan. Dua tahun silam, mereka merengkuh Piala Emas ketujuh sepanjang sejarah Para Pendekar Aztec, sekaligus mengukuhkan posisi mereka di atas rival sewilayah &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Jalan Runyam Meksiko di Piala Emas&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7415,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[81,79],"tags":[129,1365,1254,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jalan Runyam Meksiko di Piala Emas | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Seperti halnya Amerika Serikat, Meksiko telah rutin menjadikan kompetisi Piala Emas sebagai batu peloncat bagi pemain-pemain muda dan domestik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jalan Runyam Meksiko di Piala Emas | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seperti halnya Amerika Serikat, Meksiko telah rutin menjadikan kompetisi Piala Emas sebagai batu peloncat bagi pemain-pemain muda dan domestik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-12T03:00:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-12T00:46:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Meksiko.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/\",\"name\":\"Jalan Runyam Meksiko di Piala Emas | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Meksiko.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-12T03:00:22+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-12T00:46:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Seperti halnya Amerika Serikat, Meksiko telah rutin menjadikan kompetisi Piala Emas sebagai batu peloncat bagi pemain-pemain muda dan domestik.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Meksiko.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Meksiko.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Skuat Meksiko saat laga melawan Honduras di Piala Emas 2017.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jalan Runyam Meksiko di Piala Emas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jalan Runyam Meksiko di Piala Emas | Football Tribe Indonesia","description":"Seperti halnya Amerika Serikat, Meksiko telah rutin menjadikan kompetisi Piala Emas sebagai batu peloncat bagi pemain-pemain muda dan domestik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jalan Runyam Meksiko di Piala Emas | Football Tribe Indonesia","og_description":"Seperti halnya Amerika Serikat, Meksiko telah rutin menjadikan kompetisi Piala Emas sebagai batu peloncat bagi pemain-pemain muda dan domestik.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-12T03:00:22+00:00","article_modified_time":"2017-07-12T00:46:08+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Meksiko.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/","name":"Jalan Runyam Meksiko di Piala Emas | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Meksiko.jpg","datePublished":"2017-07-12T03:00:22+00:00","dateModified":"2017-07-12T00:46:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Seperti halnya Amerika Serikat, Meksiko telah rutin menjadikan kompetisi Piala Emas sebagai batu peloncat bagi pemain-pemain muda dan domestik.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Meksiko.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Meksiko.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Skuat Meksiko saat laga melawan Honduras di Piala Emas 2017."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/jalan-runyam-meksiko-di-piala-emas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jalan Runyam Meksiko di Piala Emas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7414"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7414"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7414\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}