{"id":7405,"date":"2017-07-12T08:30:49","date_gmt":"2017-07-12T01:30:49","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=7405"},"modified":"2017-07-12T11:55:16","modified_gmt":"2017-07-12T04:55:16","slug":"womens-euro-2017-yang-gagal-meriah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/","title":{"rendered":"Women\u2019s Euro 2017 dan Sepak Bola Wanita yang Gagal Meriah di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Ada dua fakta yang tidak dapat kita sangsikan: Pertama, sepak bola adalah olahraga nomor satu yang digandrung di kolong jagad ini. Kedua, Indonesia merupakan negara dengan penduduk keempat terbanyak di dunia, di bawah Cina, Amerika Serikat (AS) dan India.<\/p>\n<p>Lantas apa hubungan sepak bola dan jumlah penduduk? Ya, tentu saja ada karena sepak bola menjadi hiburan utama bagi para penduduk bahkan lebih intim lagi, jika kita kerap mendengar bahwa menonton sepak bola adalah hiburan bagi sebuah keluarga.<\/p>\n<p>Keempat negara di atas sama-sama menggilai sepak bola dengan cara mereka masing-masing. Mungkin kemiripannya bisa kita lihat dari segi bisnis di mana keempat negara sama-sama bersaing mendatangkan pemain bintang ke liga sepak bola laki-laki mereka.<\/p>\n<p>Lihat saja Major League Soccer (MLS) yang memulainya di tahun 2007 sehingga muncul istilah <em>Beckham\u2019s effect<\/em> kala sang bintang asal Inggris merapat ke Los Angeles Galaxy. Lalu klub-klub Chinese Super League yang ramai mendatangkan beberapa bintang Eropa seperti Hulk, Oscar, Axel Witsel dan Graziano Pelle. Juga India dengan Indian Super League dan baru-baru ini Indonesia lewat Liga 1-nya juga tak mau ketinggalan unjuk gigi dengan hadirnya para <em>marquee players<\/em>.<\/p>\n<p>Tak ada juga yang menyangsikan kegilaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola karena saban hari, bocah-bocah di kampung selalu memainkan si kulit bundar hingga azan Maghrib menjelang. Fanatisme menjalar tak hanya di stadion, tapi juga di luar stadion, yang terkadang jadi buta sehingga muncul tindak anarki. Namun ada sedikit noda di balik itu semua. Adakah minat masyarakat Indonesia untuk menggandrungi sepak bola perempuan?<\/p>\n<h3><strong>Sepekan jelang Women\u2019s Euro yang gagal meriah<\/strong><\/h3>\n<p>Setahun lalu di Prancis, turnamen empat tahunan antarnegara di benua Eropa, UEFA European Championship atau lebih dikenal dengan sebutan Euro (Piala Eropa), resmi digelar. Gegap gempitanya terasa hingga bumi Nusantara, banyak kafe-kafe mulai berhias dengan ornamen serba biru yang jadi warna utama kostum tim Prancis yang juga jadi warna utama gelaran yang memperebutkan trofi yang dulunya bernama trofi Henry Delaunay tersebut.<\/p>\n<p>Iklan-iklan di salah satu grup televisi swasta pemegang hak siar pun terus disajikan. Semua surat kabar dan juga portal berita daring (<em>online<\/em>) juga tiada henti memberikan sejumlah info dan prediksi, begitu juga pasar-pasar judi.<\/p>\n<p>Itulah gambaran kegilaan orang Indonesia terhadap sepak bola, apalagi turnamen besar seperti Piala Dunia dan Piala Eropa. Belum lagi jika tim nasional laki-laki bermain di level apapun. Ya, itulah kegilaan yang tidak ditemukan ketika ada even sepak bola perempuan.<\/p>\n<p><em>Eh<\/em>, memangnya ada yang peduli? Mungkin saja, tidak banyak penikmat sepak bola perempuan di Indonesia, pun karena penggiat dan pelaku sepak bola perempuan di Indonesia tidak banyak yang mengenal alias mereka banyak bergerak di level <em>grassroot<\/em> atau \u201cbawah tanah\u201d.<\/p>\n<p>Sepekan jelang Women\u2019s EURO 2017 yang akan digelar di Belanda pada 16 Juli hingga 6 Agustus mendatang, seluruh negara peserta bersiap. Tak hanya itu, para suporter pun ramai-ramai datang ke negara yang pernah menjajah Indonesia ini. Tak hanya wanita, pun banyak pria yang datang meramaikan turnamen yang juga dilaksankan secara empat tahunan ini. Ya, karena ini adalah hiburan.<\/p>\n<p>Namun, hal tersebut tidak terasa sampai ke Indonesia, apakah karena kurangnya minat atau mungkin kurangnya pemberitaan?<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/florentino-perez-is-named-president-of-the-real-madrid-soccer-team-at-picture-id697892866?k=6&amp;m=697892866&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=rAwLPcEGmOOF5mH7fKVj09-l34uVbycVw57U31HXmdk=\" alt=\"Florention Perez\" width=\"594\" height=\"412\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Florentino Perez, Presiden Real Madrid.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Sepak bola perempuan tidak menguntungkan secara bisnis?<\/strong><\/h3>\n<p>Presiden klub Real Madrid, Florentino Perez, dalam sebuah wawancara pernah berujar bahwa sepak bola perempuan sama sekali tidak menguntungkan, ketika ditanya mengapa Real Madrid tidak mendirikan tim wanita, padahal tim wanita Barcelona, sang rival abadi, dapat meraih sukses seperti tim laki-laki mereka.<\/p>\n<p>Memang tak menjadi kewajiban untuk sebuah klub sepak bola mendirikan tim perempuan mereka. Karena nyatanya, ada banyak tim wanita yang berdikari dan tidak berafiliasi dengan klub sepak bola laki-laki. Namun, anggapan bahwa sepak bola perempuan sama sekali tidak menguntungkan nampaknya salah besar.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/29\/tim-raksasa-eropa-dan-sepak-bola-wanita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a0Tim Raksasa Eropa dan Sepak Bola Wanita<\/strong><\/a><\/p>\n<p>FIFA baru-baru ini merilis data bahwa Piala Dunia Putri U-20 tahun 2014 dan Piala Dunia Perempuan tahun 2015 yang dilangsungkan di Kanada lalu, ikut memberi pemasukan sebesar 1,5 miliar dolar dalam aktivitas perekonomian di Kanada.<\/p>\n<p>Bahkan, siaran televisi untuk Piala Dunia Wanita 2015 lalu memecahkan rekor karena ditonton oleh lebih dari 750 juta pasang mata di seluruh dunia. Betapa mengejutkan, bukan? Walau mungkin angka ini masih kalah jauh dari Piala Dunia di Brasil setahun sebelumnya, yang sampai 3,2 miliar pasang mata di seluruh dunia. Tapi sekali lagi, itu catatan yang luar biasa.<\/p>\n<p>Hikayat siaran sepak bola perempuan sendiri diam-diam sudah ada sejak gelaran UEFA Women\u2019s Championship 2009 lalu di salah satu stasiun televisi yang kebetulan juga menyiarkan Piala Eropa 2008 yang dimenangi timnas Spanyol tersebut.<\/p>\n<p>Lama tak terdengar, sempat muncul stasiun televisi pemegang hak siar Piala Dunia Brasil yang menayangkan beberapa partai <em>delay<\/em> Piala Dunia Putri U-17 2014 di Kosta Rika, walau sayang, mereka tak menayangkan Piala Dunia Perempuan 2015 yang jadi lambang supremasi tertinggi sepak bola perempuan.<\/p>\n<p>Boleh jadi, saya menduga bahwa permasalahan klasik perihal <em>rating<\/em> selalu jadi penghalang terkait disiarkannya pertandingan sepak bola perempuan.<\/p>\n<figure style=\"width: 2000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/pssi.org\/assets\/images\/590caab42ad69_ori.jpg\" alt=\"Timnas Wanita Indonesia U-15\" width=\"2000\" height=\"1073\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Timnas Wanita Indonesia U-15. Kredit: PSSI<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Praktik patriarki, akar penghalang sepak bola perempuan di Indonesia<\/strong><\/h3>\n<p>Kembali melihat perbandingan penduduk dan sepak bola di awal artikel. Amerika Serikat dan Cina adalah pionir utama sepak bola perempuan di dunia. Bahkan, keduanya sudah pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia Perempuan dan tidak pernah absen dalam hajatan resmi FIFA yang mulai digelar 1991 silam.<\/p>\n<p>Liga Sepak Bola Perempuan di AS, NWSL dan juga Chinese Women\u2019s Super League, juga sama-sama beradu untuk saling mendatangkan bintang-bintang terbaik. Nasib India mungkin tidak sebaik kedua negara di atas, setidaknya sosok Aditi Chauhan yang bermain untuk West Ham United Ladies masih dikenal di sana.<\/p>\n<p>Ini jelas meninggalkan sedikit noda, maksud saya, dibandingkan tiga negara berpenduduk terbanyak tersebut, kenapa minat Indonesia akan sepak bola perempuan sangat amat rendah?<\/p>\n<p>\u201cMau jadi apa cewek kok main bola?\u201d, ungkapan itu bahkan terdengar di rumah saya ketika saya hendak menemani adik perempuan saya latihan futsal di sekolah. Lantas, adakah yang salah ketika seorang perempuan memilih untuk bermain sepak bola? Patriarki dan inekualitas (ketidaksamarataan) kerap menjadi musuh utama sepak bola perempuan di mana saja, utamanya di Indonesia.<\/p>\n<p>Klub-klub sepak bola perempuan berjuang sendiri mendanai hidup mereka, bahkan untuk membuat kompetisi kecil-kecilan karena PSSI kurang peduli terhadap Galanita (Liga Sepak Bola Wanita) yang praktis selesai pada medio tahun 1970-an.<\/p>\n<p>Bahkan, saya yakin pembaca sekalian tidak tahu nasib Timnas Perempuan Indonesia, bukan? Atau bahkan nasib Timnas Putri U-15 yang baru pulang dari Laos dan mengikuti AFF U-15 Women\u2019s Championship?<\/p>\n<p>Kuat dugaan jika praktik patriarki yang jadi akar masalah ini diteruskan, tidak akan ada lagi pesepak bola perempuan di Indonesia. Nasib lebih baik akan menghampiri bagi mereka yang mencoba beradaptasi menjadi pemain futsal putri. Orang tua kerap mengasosiasikan pekerjaan selain atlet pada putri mereka sejak dini, yang membuat sangat sedikit perempuan yang berani melawan arus dengan menjadi pesepak bola, sesuai <em>passion <\/em>mereka, mungkin.<\/p>\n<p>Stigma aneh juga ikut membayangi para pesepak bola perempuan beberapa tahun ke belakang, meski ada sebagian kecil yang memberi dukungan. Jika bisnis klub sepak bola perempuan tak bisa seramai klub sepak bola laki-laki, apakah itu akan mematikan semangat para srikandi-srikandi sepak bola kita?<\/p>\n<p>Rasa-rasanya, hal yang mungkin untuk menyemangati mereka adalah lewat siaran pertandingan dan berita-berita tentang sepak bola perempuan yang diberi porsi sepadan layaknya sepak bola laki-laik. Menyuguhkan pertandingan-pertandingan sepak bola perempuan di televisi rasanya lebih etis ketimbang disuguhi sinetron remaja saban hari.<\/p>\n<p>Lagipula, siapa tahu saja, dengan cara demikian, membuat motivasi para pesepak bola perempuan di Indonesia akan bertambah. Siapa tahu juga, dengan demikian akan banyak orang tua yang mendukung putri mereka menjadi pesepak bola atau atlet cabang lainnya tanpa perlu membatasi.<\/p>\n<p>Dan dengan demikian, rakyat Indonesia akan perlahan ikut menggilai sepak bola perempuan sehingga nantinya, ketika timnas sepak bola perempuan kita berlaga, tak lagi kita akan melihat segelintir bangku kosong, tapi ratusan bahkan ribuan pasang mata yang mendukung mereka dengan yel-yel yang membahana di seluruh tribun.<\/p>\n<p><em>#TogetherWePlayStrong<\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/26\/balada-kaum-wanita-dan-sepak-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a0Balada Kaum Wanita dan Sepak Bola<\/strong><\/a><\/p>\n<p><strong><em>NB: Tulisan ini secara khusus penulis dedikasikan kepada Retno, Amanda dan teman-teman komunitas Women\u2019s Footie Indonesia. Ayo semangat, perjuangan kita masih panjang! Kita tunjukkan kalau mimpi menjadi juara bukan hanya milik laki-laki saja. Teman-teman yang ingin mengenal kami juga dapat mengikuti kami di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/womensfootie_id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">womensfootie_id<\/b><\/span><\/a> dan akun Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/womensfootie.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@womensfootie.id<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>Author: <em>Steven Danis (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/stevenkurus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">stevenkurus<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada dua fakta yang tidak dapat kita sangsikan: Pertama, sepak bola adalah olahraga nomor satu yang digandrung di kolong jagad ini. Kedua, Indonesia merupakan negara dengan penduduk keempat terbanyak di dunia, di bawah Cina, Amerika Serikat (AS) dan India. Lantas apa hubungan sepak bola dan jumlah penduduk? Ya, tentu saja ada karena sepak bola menjadi hiburan utama bagi para penduduk bahkan lebih intim lagi, jika kita kerap mendengar bahwa menonton sepak bola adalah hiburan bagi sebuah keluarga. Keempat negara di atas sama-sama menggilai sepak bola dengan cara mereka masing-masing. Mungkin kemiripannya bisa kita lihat dari segi bisnis di mana keempat negara sama-sama bersaing mendatangkan pemain bintang ke liga sepak bola &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Women\u2019s Euro 2017 dan Sepak Bola Wanita yang Gagal Meriah di Indonesia&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7406,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[129,1291,122,1364],"class_list":["post-7405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-featured","tag-sepak-bola-wanita","tag-slider","tag-uefa-womens-euro"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Women\u2019s Euro 2017 dan Sepak Bola Wanita yang Gagal Meriah di Indonesia | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jika bisnis klub sepak bola wanita tak bisa seramai klub sepak bola laki-laki, apakah itu akan mematikan semangat para srikandi-srikandi sepak bola kita?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Women\u2019s Euro 2017 dan Sepak Bola Wanita yang Gagal Meriah di Indonesia | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika bisnis klub sepak bola wanita tak bisa seramai klub sepak bola laki-laki, apakah itu akan mematikan semangat para srikandi-srikandi sepak bola kita?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-07-12T01:30:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-07-12T04:55:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_c_6sUXcAAI6ca.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"988\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"556\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/12\\\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/12\\\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Women\u2019s Euro 2017 dan Sepak Bola Wanita yang Gagal Meriah di Indonesia\",\"datePublished\":\"2017-07-12T01:30:49+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-12T04:55:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/12\\\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\\\/\"},\"wordCount\":1343,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/12\\\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/C_c_6sUXcAAI6ca.png\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Sepak Bola Wanita\",\"Slider\",\"UEFA Women's Euro\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/12\\\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/12\\\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\\\/\",\"name\":\"Women\u2019s Euro 2017 dan Sepak Bola Wanita yang Gagal Meriah di Indonesia | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/12\\\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/12\\\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/C_c_6sUXcAAI6ca.png\",\"datePublished\":\"2017-07-12T01:30:49+00:00\",\"dateModified\":\"2017-07-12T04:55:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Jika bisnis klub sepak bola wanita tak bisa seramai klub sepak bola laki-laki, apakah itu akan mematikan semangat para srikandi-srikandi sepak bola kita?\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/12\\\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/07\\\/12\\\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/C_c_6sUXcAAI6ca.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/07\\\/C_c_6sUXcAAI6ca.png\",\"width\":988,\"height\":556,\"caption\":\"Sepekan jelang Women\u2019s Euro 2017. Seberapa penting kompetisi ini bagi kalian? Kredit: UEFA\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Women\u2019s Euro 2017 dan Sepak Bola Wanita yang Gagal Meriah di Indonesia | Football Tribe Indonesia","description":"Jika bisnis klub sepak bola wanita tak bisa seramai klub sepak bola laki-laki, apakah itu akan mematikan semangat para srikandi-srikandi sepak bola kita?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Women\u2019s Euro 2017 dan Sepak Bola Wanita yang Gagal Meriah di Indonesia | Football Tribe Indonesia","og_description":"Jika bisnis klub sepak bola wanita tak bisa seramai klub sepak bola laki-laki, apakah itu akan mematikan semangat para srikandi-srikandi sepak bola kita?","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-07-12T01:30:49+00:00","article_modified_time":"2017-07-12T04:55:16+00:00","og_image":[{"width":988,"height":556,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_c_6sUXcAAI6ca.png","type":"image\/png"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Women\u2019s Euro 2017 dan Sepak Bola Wanita yang Gagal Meriah di Indonesia","datePublished":"2017-07-12T01:30:49+00:00","dateModified":"2017-07-12T04:55:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/"},"wordCount":1343,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_c_6sUXcAAI6ca.png","keywords":["Featured","Sepak Bola Wanita","Slider","UEFA Women's Euro"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/","name":"Women\u2019s Euro 2017 dan Sepak Bola Wanita yang Gagal Meriah di Indonesia | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_c_6sUXcAAI6ca.png","datePublished":"2017-07-12T01:30:49+00:00","dateModified":"2017-07-12T04:55:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Jika bisnis klub sepak bola wanita tak bisa seramai klub sepak bola laki-laki, apakah itu akan mematikan semangat para srikandi-srikandi sepak bola kita?","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/12\/womens-euro-2017-yang-gagal-meriah\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_c_6sUXcAAI6ca.png","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/C_c_6sUXcAAI6ca.png","width":988,"height":556,"caption":"Sepekan jelang Women\u2019s Euro 2017. Seberapa penting kompetisi ini bagi kalian? Kredit: UEFA"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7405"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7405\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}