{"id":6651,"date":"2017-06-19T09:00:23","date_gmt":"2017-06-19T02:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=6651"},"modified":"2017-06-19T05:53:20","modified_gmt":"2017-06-18T22:53:20","slug":"peraturan-sepak-bola-yang-gagal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/","title":{"rendered":"10 Peraturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 2)"},"content":{"rendered":"<p>Berikut ini adalah lanjutan dari artikel mengenai aturan-aturan sepak bola yang tidak berlangsung lama. Dan sama seperti bagian pertama kemarin, artikel ini juga kami sarikan dari <a href=\"https:\/\/www.thesportsman.com\/articles\/adam-hurreys-top-10-aborted-footballing-experiments-part-two\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>thesportsman<\/em><em>:<\/em><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a010 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1)<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/assistant-referee-darren-cann-with-the-goalline-technology-watch-on-picture-id626691074?k=6&amp;m=626691074&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=yRZZj8j_exTUv6sNQHy327dbzkRaOR1J3fbXC3k6wIs=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Garis <\/strong><strong><em>o<\/em><\/strong><strong><em>ffside<\/em><\/strong><strong> (1973-1975)<\/strong><\/h3>\n<p>Liga Skotlandia di era 1970-an termasuk liga yang cukup menarik. Nah, aturan garis <em>offside<\/em> 18 <em>yard<\/em> ini diterapkan di Liga Skotlandia di era 1970-an saat Piala Liga.<\/p>\n<p>Di luar garis ini, pemain dianggap <em>offside<\/em> dan aturan ini dibuat untuk membuat celah serta sedikit \u2018memaksa\u2019 agar permainan di lapangan tengah menjadi lebih menyerang. Walau begitu, tim bereaksi dengan mencari bola panjang ke penyerang yang posisinya jauh di depan, memotong permainan di lapangan tengah. Eksperimen ini berakhir di masa Sir Stanley Rous menjadi bos FIFA pada 1975.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/robert-pires-of-arsenal-attempts-to-pass-a-penalty-to-teammate-henry-picture-id511254432?k=6&amp;m=511254432&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=Cayq0hJg07jArMnuWH5iZbfRrWtlUf9mbe-cCL87CIA=\" width=\"594\" height=\"408\" \/><\/p>\n<h3><strong>Trik penalti Robert Pires<\/strong><strong> dan Thierry<\/strong><strong> Henry (2005)<\/strong><\/h3>\n<p>Sebenarnya ini bukan hal baru. Johan Cryuff dan Jesper Olsen pernah melakukannya tahun 1982 saat masih bermain di Ajax Amsterdam. Mungkin ini jadi pertanyaan, apakah boleh penendang penalti mengumpan ke pemain lain? Bukankah penalti itu langsung si penendang menendang bola ke gawang?<\/p>\n<p>Kalau dilihat dari aturan FIFA, ini sah-sah saja. Yang tidak boleh adalah si penendang menyentuh bola lebih dari sekali sebelum bola mengarah ke rekan setimnya. Kala itu, Pires terlihat seperti dua kali menyentuh bola, padahal tidak begitu. Tendangan Pires lemah sekali di sini dan justru gagal mengumpan ke Henry.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/sport-football-pic-24th-february-1991-rumbelows-cup-semifinal-ist-leg-picture-id78987221?k=6&amp;m=78987221&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=KD09gDJxU0gZYFDQFoBv0U34HWrAwiepJBw3FfXxbEU=\" width=\"594\" height=\"384\" \/><\/p>\n<h3><strong><em>Rumbelows Sprint Challenges<\/em> (1992)<\/strong><\/h3>\n<p>Nah, aturan apa lagi ini? Tidak banyak yang tahu tentang \u201daturan\u201d(sebenarnya lebih cocok ke unsur promosi pihak sponsor) ajaib ini. Sebenarnya, ini acara seru-seruan belaka yang diadakan sponsor Piala Liga saat itu yaitu Rumbelows untuk mencari pemain Liga Inggris tercepat. Ada-ada saja, ya?<\/p>\n<p>Lalu siapa pemenangnya? John Williams, yang sempat bermain di Swansea City, meraih gelar pemain tercepat dengan hadiah 10 ribu paun. Dia diberi gelar \u201dTukang Pos Terbang\u201d karena pekerjaanya sebelum bermain bola adalah tukang pos.<\/p>\n<p>Saat ini, Williams mengabdikan diri untuk kegiatan komunitas sosial di Birmingham dan masih aktif sebagai agen pemain.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/david-james-of-manchester-city-in-action-during-the-barclays-match-picture-id56429554?k=6&amp;m=56429554&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=xVTzOn0zXomVASylDys2SEjQ4KlnZ2c396WqDTpWVXY=\" alt=\"David James\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kiper berganti posisi (2005)<\/strong><\/h3>\n<p>Ini terjadi saat David James masih menjadi kiper Manchester City. Manajer City saat itu yang juga mantan bek timnas Inggris era 1990-an, Stuart Pearce, dalam kondisi mepet, harus mengalahkan Middlesbrough agar bisa lolos kualifikasi Piala UEFA.<\/p>\n<p>Waktu tinggal dua menit lagi. Akhirnya semua dikerahkan. Kiper Nicky Weaver dan David James diberdayakan di posisi selain kiper!<\/p>\n<p>Agak aneh juga melihat sosok jangkung yang biasa menjaga gawang tiba-tiba ikut bermain sebagai <em>outfield player<\/em>. Akhirnya City menang 1-0 lewat penalti di <em>injury time<\/em>. Tetapi tetap Middlesbrough yang ke Piala UEFA. Pearce, yang sempat menukangi Inggris U-21, akhirnya tidak menggunakan cara konyol ini lagi (sampai pada tahun 2009 saat timnas Inggris U-21 melawan Azerbaijan di laga persahabatan)<\/p>\n<p>Nasib David James kini berbanding terbalik dengan masa jayanya dulu. Termasuk kiper mahal di pertengahan 2000-an, dirinya sempat bangkrut setelah bercerai. Saat ini, dia menjadi komentator untuk sebuah stasiun televisi.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/1tvs492zptzq380hni2k8x8p.wpengine.netdna-cdn.com\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Old-school-MLS-penalty-shoot-out-1024x546.png\" width=\"1024\" height=\"546\" \/><\/p>\n<h3><strong>Tendangan 35-yard khas Amerika (1977-84, 1996-99)<\/strong><\/h3>\n<p>Amerika Serikat (AS) memang bukan negara sepak bola. Tetapi, sebelum Major League Soccer (MLS) dipenuhi bintang sekelas Kaka dan Andrea Pirlo, sepak bola Negeri Paman Sam dari dulu sudah pernah merekrut bintang-bintang bola selevel Pele dan Franz Beckenbauer di era 1970-an.<\/p>\n<p>Nah, tentunya harus ada cara agar sepak bola menjadi lebih menarik untuk ditonton kala itu. Salah satunya dengan inovasi aturan tendangan sejauh 35 <em>yard<\/em> sebagai pengganti adu penalti.<\/p>\n<p>Ajaibnya, aturan ini juga didukung Johan Cryuff yang sempat merumput di AS. Bahkan dia mendesak FIFA agar mengganti adu penalti dengan tendangan seperti ini karena lebih memudahkan penendang menceploskan bola. Jika adu penalti, selalu ada kemungkinan tendangan dapat ditepis karena gerakan kiper sering kali tak terduga.<\/p>\n<p>Tetapi, akhirnya aturan ini tidak berjalan lama dan tetap adu penalti yang dianggap kejam menjadi solusi untuk menentukan pemenang saat tidak ada pemenang di waktu normal dan perpanjangan waktu.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut ini adalah lanjutan dari artikel mengenai aturan-aturan sepak bola yang tidak berlangsung lama. Dan sama seperti bagian pertama kemarin, artikel ini juga kami sarikan dari thesportsman: Baca juga:\u00a010 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1) Garis offside (1973-1975) Liga Skotlandia di era 1970-an termasuk liga yang cukup menarik. Nah, aturan garis offside 18 yard ini diterapkan di Liga Skotlandia di era 1970-an saat Piala Liga. Di luar garis ini, pemain dianggap offside dan aturan ini dibuat untuk membuat celah serta sedikit \u2018memaksa\u2019 agar permainan di lapangan tengah menjadi lebih menyerang. Walau begitu, tim bereaksi dengan mencari bola panjang ke penyerang yang posisinya jauh di depan, memotong permainan di lapangan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;10 Peraturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 2)&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":6652,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,90],"tags":[129,122],"class_list":["post-6651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serba-serbi","category-turun-minum","tag-featured","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>10 Peraturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah lanjutan dari artikel mengenai peraturan sepak bola yang tidak berlangsung lama, lanjutan dari bagian pertama.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Peraturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah lanjutan dari artikel mengenai peraturan sepak bola yang tidak berlangsung lama, lanjutan dari bagian pertama.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-19T02:00:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/511254426.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"393\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/19\\\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/19\\\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"10 Peraturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 2)\",\"datePublished\":\"2017-06-19T02:00:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/19\\\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\\\/\"},\"wordCount\":620,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/19\\\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/511254426.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Serba-Serbi\",\"Turun Minum\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/19\\\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/19\\\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\\\/\",\"name\":\"10 Peraturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/19\\\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/19\\\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/511254426.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-19T02:00:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Berikut ini adalah lanjutan dari artikel mengenai peraturan sepak bola yang tidak berlangsung lama, lanjutan dari bagian pertama.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/19\\\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/19\\\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/511254426.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/511254426.jpg\",\"width\":594,\"height\":393,\"caption\":\"Masih ingat dengan penalti unik dari Pires dan Henry?\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Peraturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia","description":"Berikut ini adalah lanjutan dari artikel mengenai peraturan sepak bola yang tidak berlangsung lama, lanjutan dari bagian pertama.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Peraturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia","og_description":"Berikut ini adalah lanjutan dari artikel mengenai peraturan sepak bola yang tidak berlangsung lama, lanjutan dari bagian pertama.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-19T02:00:23+00:00","og_image":[{"width":594,"height":393,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/511254426.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"10 Peraturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 2)","datePublished":"2017-06-19T02:00:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/"},"wordCount":620,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/511254426.jpg","keywords":["Featured","Slider"],"articleSection":["Serba-Serbi","Turun Minum"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/","name":"10 Peraturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/511254426.jpg","datePublished":"2017-06-19T02:00:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Berikut ini adalah lanjutan dari artikel mengenai peraturan sepak bola yang tidak berlangsung lama, lanjutan dari bagian pertama.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/19\/peraturan-sepak-bola-yang-gagal\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/511254426.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/511254426.jpg","width":594,"height":393,"caption":"Masih ingat dengan penalti unik dari Pires dan Henry?"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6651"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6651\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}