{"id":6622,"date":"2017-06-18T09:30:15","date_gmt":"2017-06-18T02:30:15","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=6622"},"modified":"2017-06-18T13:56:35","modified_gmt":"2017-06-18T06:56:35","slug":"10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/","title":{"rendered":"10 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1)"},"content":{"rendered":"<p>Dunia berubah, itu pasti. Begitu juga dengan sepak bola. Peraturan sepak bola terus berkembang dan olahraga terpopuler ini juga ramah terhadap perkembangan zaman. Dari mulai diberlakukannya sistem adu penalti, hingga saat ini akan dimulai penerapan <em>video replay<\/em> (atau <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/var\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VAR<\/a>), sepak bola selalu siap menghadapi perubahan.<\/p>\n<p>Walau perubahan peraturan bertujuan baik, nyatanya tidak semua aturan baru itu bisa berjalan sukses. Berikut ini beberapa aturan sepak bola yang akhirnya gagal total seperti yang kami sarikan dari <a href=\"https:\/\/www.thesportsman.com\/articles\/adam-hurreys-top-10-aborted-footballing-experiments-part-one\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>thesportsman.com<\/em><\/a>:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/the-manchester-city-defence-wall-show-that-they-are-10-yards-back-picture-id525691250?k=6&amp;m=525691250&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=UhYVHUUoq62gd0bUr39hAjPCNifuFvJw3382UbhkgIk=\" width=\"594\" height=\"392\" \/><\/p>\n<h3><strong>Tendangan 10 <em>yard<\/em> (2000-2005)<\/strong><\/h3>\n<p>Untuk mengatasi lini belakang yang hobi protes, FA memperkenalkan tendangan bebas sejauh 10 <em>yard <\/em>ini sebagai hukuman.<\/p>\n<p>Tujuannya sebenarnya memberikan efek jera. Salah seorang ofisial mengatakan tendangan ini membuat para pemain kocar-kacir layaknya kucing yang diusir dan memberikan tim lawan posisi yang lebih menguntungkan untuk mengambil tendangan bebas. Saat aturan tersebut diterapkan di musim 2000\/2001, awalnya terbilang cukup berhasil. Namun, masalah lain muncul.<\/p>\n<p>Wasit lainnya mengatakan bahwa aturan tersebut akhirnya bisa diakali pemain sebagai alat untuk menguntungkan dirinya. Contohnya, ada salah seorang pemain Sunderland yang sengaja menerobos \u201ddinding pemain\u201d sebelum tendangan bebas diambil, demikian pengakuan wasit Jeff Winter saat mengingat akan memberikan tendangan bebas pada David Beckham.<\/p>\n<p>Dengan tindakan pemain tersebut, maka hal itu akan memaksa wasit memindahkan tendangan bebas ke wilayah yang lebih sempit. Akhirnya, Beckham jadi kesulitan mengambil tendangan bebas dan tidak berhasil mengeksekusi bola lewat\u00a0 skema ini.<\/p>\n<p>Akhirnya, FA merasakan cukup sudah dengan penerapan aturan ini dan menghapusnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/www.thefa.com\/-\/media\/www-thefa-com\/images\/governance\/laws-of-the-game\/laws-refresh\/law-16-the-goal-kick.ashx?as=0&amp;dmc=0&amp;thn=0\" width=\"620\" height=\"349\" \/><\/p>\n<h3><strong>Tendangan ke dalam (1994\/<\/strong><strong>19<\/strong><strong>95)<\/strong><\/h3>\n<p>Bos besar FIFA saat itu, Sepp Blatter, menggantikan lemparan ke dalam dengan tendangan ke dalam. Tujuannya adalah agar pertandingan berlangsung lebih cepat ketimbang biasanya. Sebagai kelinci percobaan, divisi dua Liga Belgia dan Hungaria serta Liga Diadora (kasta ketujuh dan kedelapan Liga Inggris), menerapkan aturan ini. Dan Blatter awalnya cukup yakin penerapan aturan ini akan berlangsung mulus di lapangan.<\/p>\n<p>Tetapi 15 tahun kemudian, pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menyuarakan protes terhadap aturan ini. Memang tendangan ke dalam membuat pertandingan lebih cepat. Tetapi akhirnya pemain jadi adu kekuatan yang sebenarnya tidak perlu ada di sepak bola.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/the-assistant-referee-lineman-uses-an-earpiece-and-microphone-during-picture-id525699062?k=6&amp;m=525699062&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=U7NY0Q8dhBiOdcDNIBtB0451sgQhGjYjZDQilX9w2-I=\" width=\"594\" height=\"454\" \/><\/p>\n<h3><strong>Mikrofon untuk wasit (1989)<\/strong><\/h3>\n<p>Wasit David Elleray menggunakan mikrofon saat laga Millwall melawan Arsenal. Anehnya, tidak ada yang memberi tahu pemain Arsenal mengenai aturan baru ini kala itu. Akibatnya, segala percakapan dan umpatan jadi terdengar.<\/p>\n<p>Entah kenapa aturan ini akhirnya tidak berlangsung lama. Mungkin melindungi privasi para pesepak bola? Entahlah.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/david-trezeguet-shoots-into-the-top-corner-and-scores-the-golden-goal-picture-id520599368?k=6&amp;m=520599368&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=BMpRWElZW_tymZ99ESSHt5czPtBnt0vX9kT5gJnIPZY=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong><em>Golden <\/em><\/strong><strong><em>g<\/em><\/strong><strong><em>oal<\/em><\/strong><strong> (1993-2004)<\/strong><\/h3>\n<p>Nah, kalau yang ini pasti semua pencinta sepak bola sudah tahu, bukan? Sistem ini awalnya diterapkan untuk mengganti \u201dkekejaman\u201d adu penalti. Ya, apa yang dilakukan adu penalti memang jahat! Betapa banyak tim yang bermain cemerlang dan habis-habisan tetapi harus kalah hoki saat adu tos-tosan.<\/p>\n<p>Sistem <em>golden goal<\/em> ini adalah jika saat perpanjangan waktu salah satu tim mencetak gol, maka pertandingan akan langsung diberhentikan. Kita bisa lihat saat Oliver Bierhoff mencetak gol saat final Piala Eropa 1996 lawan Republik Ceska dan gol emas David Trezequet di final Piala Eropa 2000 saat Prancis bertemu Italia.<\/p>\n<p>Namun, sistem ini akhirnya dihapuskan. Karena sadar bahwa <a href=\"http:\/\/panditfootball.com\/klasik\/169325\/mengenang-sistem-golden-goal\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">siapapun yang kebobolan makan akan otomatis kalah<\/a>, akibatnya kedua tim jadi memilih main aman, tidak berani main menyerang. Ujung-ujungnya, tim mengandalkan keajaiban menang adu penalti lagi. Intinya, gol emas itu juga sama kejamnya dengan adu penalti.<\/p>\n<p>Lalu, sempat diterapkan sistem <em>silver goal.<\/em> Sistem ini masih memberikan kesempatan bagi tim yang mencetak gol di babak tambahan 15 menit pertama sampai 15 menit pertama selesai. Tetapi akhirnya sistem 2&#215;15 menitlah yang lebih efektif (dan kembali adu penalti jika tidak ada pemenang di babak tambahan).<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/www.footballmarketingmagazine.com\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Cameroon-2002-sleeveless-football-shirts.jpg\" width=\"629\" height=\"360\" \/><\/p>\n<h3><strong>Seragam tanpa lengan Kamerun (2002-2004)<\/strong><\/h3>\n<p><em>Jersey<\/em> ini dicap sebagai salah satu <em>jersey<\/em> terburuk sepanjang sejarah sepak bola. Timnas Kamerun yang membuat kehebohan dengan menggunakan seragam seperti ini saat gelaran Piala Dunia 2002. FIFA langsung menegur timnas Kamerun agar menggunakan <em>jersey <\/em>yang menutup lengan seperti yang digunakan tim lain. Kamerun akhirnya terpaksa mengikuti perintah FIFA.<\/p>\n<p>Dua tahun kemudian, Kamerun berulah lagi saat kualifikasi Piala Dunia 2006. FIFA bahkan sempat mengurangi enam poin pada Kamerun di babak kualifikasi tersebut, walau akhirnya poin tersebut diberikan lagi setelah Kamerun kembali melunak.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia berubah, itu pasti. Begitu juga dengan sepak bola. Peraturan sepak bola terus berkembang dan olahraga terpopuler ini juga ramah terhadap perkembangan zaman. Dari mulai diberlakukannya sistem adu penalti, hingga saat ini akan dimulai penerapan video replay (atau VAR), sepak bola selalu siap menghadapi perubahan. Walau perubahan peraturan bertujuan baik, nyatanya tidak semua aturan baru itu bisa berjalan sukses. Berikut ini beberapa aturan sepak bola yang akhirnya gagal total seperti yang kami sarikan dari thesportsman.com: Tendangan 10 yard (2000-2005) Untuk mengatasi lini belakang yang hobi protes, FA memperkenalkan tendangan bebas sejauh 10 yard ini sebagai hukuman. Tujuannya sebenarnya memberikan efek jera. Salah seorang ofisial mengatakan tendangan ini membuat para pemain &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;10 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1)&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":6623,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,90],"tags":[129,224,122],"class_list":["post-6622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serba-serbi","category-turun-minum","tag-featured","tag-sepak-bola","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>10 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Peraturan sepak bola terus berkembang dan olahraga terpopuler ini juga ramah terhadap perkembangan zaman. Namun, tidak semuanya berjalan lancar.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Peraturan sepak bola terus berkembang dan olahraga terpopuler ini juga ramah terhadap perkembangan zaman. Namun, tidak semuanya berjalan lancar.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-18T02:30:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-06-18T06:56:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/78966113.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"362\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"10 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1)\",\"datePublished\":\"2017-06-18T02:30:15+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-18T06:56:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\\\/\"},\"wordCount\":650,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/78966113.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Sepak Bola\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Serba-Serbi\",\"Turun Minum\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\\\/\",\"name\":\"10 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/78966113.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-18T02:30:15+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-18T06:56:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Peraturan sepak bola terus berkembang dan olahraga terpopuler ini juga ramah terhadap perkembangan zaman. Namun, tidak semuanya berjalan lancar.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/78966113.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/78966113.jpg\",\"width\":594,\"height\":362,\"caption\":\"Final Euro 2000 antara Prancis menghadapi Italia.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia","description":"Peraturan sepak bola terus berkembang dan olahraga terpopuler ini juga ramah terhadap perkembangan zaman. Namun, tidak semuanya berjalan lancar.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia","og_description":"Peraturan sepak bola terus berkembang dan olahraga terpopuler ini juga ramah terhadap perkembangan zaman. Namun, tidak semuanya berjalan lancar.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-18T02:30:15+00:00","article_modified_time":"2017-06-18T06:56:35+00:00","og_image":[{"width":594,"height":362,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/78966113.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"10 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1)","datePublished":"2017-06-18T02:30:15+00:00","dateModified":"2017-06-18T06:56:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/"},"wordCount":650,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/78966113.jpg","keywords":["Featured","Sepak Bola","Slider"],"articleSection":["Serba-Serbi","Turun Minum"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/","name":"10 Aturan Sepak Bola yang Gagal (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/78966113.jpg","datePublished":"2017-06-18T02:30:15+00:00","dateModified":"2017-06-18T06:56:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Peraturan sepak bola terus berkembang dan olahraga terpopuler ini juga ramah terhadap perkembangan zaman. Namun, tidak semuanya berjalan lancar.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/10-aturan-sepak-bola-yang-gagal-bagian-1\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/78966113.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/78966113.jpg","width":594,"height":362,"caption":"Final Euro 2000 antara Prancis menghadapi Italia."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6622"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6622\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}