{"id":6609,"date":"2017-06-18T07:00:44","date_gmt":"2017-06-18T00:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=6609"},"modified":"2017-06-18T04:58:38","modified_gmt":"2017-06-17T21:58:38","slug":"peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/","title":{"rendered":"Uji Coba 4 Peraturan Baru di Piala Konfederasi 2017"},"content":{"rendered":"<p>Piala Konfederasi 2017 yang dihelat di Rusia telah mengawali laga perdananya semalam, Sabtu, 18 Juni 2017. Tuan rumah berhasil mengandaskan Selandia baru dengan skor 2-0.<\/p>\n<p>Sebagai ajang persiapan untuk Piala Dunia, meski berskala kecil, turnamen ini tetap menyita perhatian. Pemimpin Rusia, Vladimir Putin, juga menyempatkan diri untuk hadir menonton jalannya laga. Dua gol dari Denis Glushakov dan Fedor Smolov berhasil membuat Putin tersenyum.<\/p>\n<p>Percobaan terkait regulasi-regulasi baru diterapkan FIFA di ajang empat tahunan ini. Berikut empat regulasi baru tersebut:<\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/dennis-glushakov-of-russia-celebrates-scoring-his-sides-first-goal-picture-id696929274?k=6&amp;m=696929274&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=GUawW78FaWBwr843tfPKhjhirulNyaogkOu--ZKam0M=\" alt=\"Piala Konfederasi 2017\" width=\"594\" height=\"334\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Para pemain Rusia merayakan gol ke gawang Selandia Baru yang dicetak oleh Dennis Glushakov.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Kompensasi penambahan waktu untuk selebrasi gol<\/strong><\/h3>\n<p>Selebrasi gol adalah salah satu bagian menarik dalam pertandingan sepak bola. Gol-gol dahsyat atau penentu kemenangan sudah pasti menyita banyak waktu. Selain bersama kawan-kawan setim, para pemain pasti ingin merayakan gol bersama para pendukung yang hadir di stadion.<\/p>\n<p>Berapa menit waktu tambahan yang diberikan? Satu menit untuk babak pertama, tiga menit di babak kedua.<\/p>\n<p>&#8220;Waktu tambahan itu sebagian besar satu menit pada babak pertama dan tiga menit pada babak kedua. Dalam pertandingan di mana terjadi banyak gol, perayaan gol seringkali menghabiskan banyak waktu. Jadi perlu ada tambahan waktu,&#8221; kata Kepala Teknik FIFA, Marco van Basten, seperti dilansir <em>Kompas <\/em>(16\/6).<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/stefan-marinovic-of-new-zealand-during-the-group-a-fifa-cup-russia-picture-id696973042?k=6&amp;m=696973042&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=xM4scxbSeM3zgESDGEtqhScKDxhS8nLnepStTQLnLXc=\" alt=\"Piala Konfederasi 2017\" width=\"594\" height=\"396\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Stefan Marinovic, kiper asal Selandia Baru.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Batas waktu 6 detik bagi kiper dalam memegang bola<\/strong><\/h3>\n<p>Kiper memegang peranan dalam mengulur waktu. Ketika kiper memegang bola, otomatis pemain lain tak bisa merebut bola tersebut dari genggamannya. Di banyak pertandingan, kita sering melihat kiper berpura-pura memberi instruksi, menerawang ke kejauhan atau pura-pura berpikir demi mengulur waktu.<\/p>\n<p>Aksi tersebut juga ampuh untuk mengaduk emosi tim lawan yang sedang mengejar ketertinggalan. Menurut FIFA <em>Laws of the Game,<\/em> perbuatan ini bahkan dianggap tindakan tidak sportif dan aksi terburuk dalam pertandingan:<\/p>\n<blockquote><p><em>\u201cTime-wasting is one of the worst forms of unsporting behaviour, because it attempts to deny opponents a fair chance of using the full allotted time to use their skills to win the game.\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Kebiasaan mengulur waktu atau <em>time-wasting <\/em>ini akhirnya menyulut FIFA untuk membuat regulasi <em>back-pass<\/em>. Ketika kiper mendapat operan bola dari teman setim, ia tidak boleh langsung memegang, tapi harus menerimanya dengan kaki. Di Piala Konfederasi, peraturan dibuat semakin ketat. Kali ini kiper hanya diperkenankan memegang bola selama enam detik.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/igor-akinfeev-of-russia-chris-wood-of-new-zealand-and-referees-line-picture-id696911532?k=6&amp;m=696911532&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=O6cWPmwUWOsW_dUINN0il7avi8blp8rTEfvw3bTn7og=\" width=\"594\" height=\"384\" \/><\/p>\n<h3><strong>Teknologi <em>Video Assistant Referee<\/em> (VAR) atau teknologi video asisten<\/strong><\/h3>\n<p>Gol tangan tuhan Diego Maradona, gol kontroversial Geoff Hurst di final Piala Dunia 1966 atau tendangan Frank Lampard yang telah melewati garis tapi tidak disahkan di Piala Dunia 2010, adalah bukti sahih bahwa wasit membutuhkan bantuan teknologi.<\/p>\n<p>Setahun setelah gol Lampard dianulir, asosiasi sepak bola Inggris mengusulkan penggunaan teknologi Hawk-Eye, yang bisa menentukan apakah bola telah melewati garis atau tidak. Setelah berbagai percobaan, FIFA akhirnya mengizinkan penggunaan teknologi ini dan mulai digunakan di Liga Primer Inggris 2013\/2014.<\/p>\n<p>VAR bekerja lebih kompleks dan komplet ketimbang Hawk-Eye. Dengan VAR, wasit tidak hanya dibantu dalam memutuskan gol yang meragukan, tetapi juga bentuk pelanggaran yang tidak ia lihat, serta pemberian penalti.<\/p>\n<p>Football Tribe Indonesia telah mengulas teknologi ini. Artikel-artikel tersebut tercantum di bawah ini:<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/01\/suka-duka-var\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suka Duka VAR<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/10\/penggunaan-var-di-piala-dunia-u-20\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penggunaan VAR di Piala Dunia U-20 dan Segala Kontroversinya<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/penalti-dianulir-dan-urgensi-var\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penalti yang dianulir dan Urgensi Penerapan VAR\u00a0<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/referee-wilmar-roldan-looks-on-during-the-fifa-confederations-cup-picture-id696952244?k=6&amp;m=696952244&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=5_IP2R7KgPdWwuCmvdKsDV_6LRpF1EG1gkM2_yUrER8=\" alt=\"Piala Konfederasi 2017\" width=\"594\" height=\"437\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Wilmar Roldan, wasit yang memimpin laga Rusia menghadapi Selandia Baru.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Wasit memiliki wewenang untuk menindak rasisme dan pelecehan lain<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu komentar miring terhadap Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia adalah kenyataan bahwa rasisme adalah suatu masalah yang mengakar di sepak bola negeri tersebut.<\/p>\n<p>Di pertandingan Liga Champions yang mempertemukan CSKA Moskow dan Manchester City, gelandang City, Yaya Toure, dirisak oleh suporter tuan rumah berkat warna kulitnya. Mereka menirukan suara monyet untuk menindas Toure.<\/p>\n<p>Hulk, penyerang Brasil yang pernah bermain di Zenit St. Petersburg, bersaksi bahwa ia mendapatkan hinaan bernada rasis hampir di tiap laga yang ia jalani di Rusia.<\/p>\n<p>\u201cHarus saya katakan bahwa hampir di tiap laga peristiwa [pelecehan] ini terjadi. Biasanya saya murka, tapi kini saya mengerti bahwa itu percuma, maka saya hanya memberikan kecupan kepada para suporter dan mencoba untuk menahan amarah,\u201d kata Hulk seperti saya kutip dari <em>Abc.net.au<\/em>(14\/6).<\/p>\n<p>Regulasi FIFA ini dinamakan regulasi anti-diskriminasi tiga tahap atau \u201c<em>a three-step anti-discrimination regulations<\/em>&#8220;. Tiga tahap yang bisa dilakukan wasit adalah menghentikan sementara, menangguhkan, serta meniadakan suatu pertandingan jika terdapat tindakan bernada degil yang dilontarkan di stadion.<\/p>\n<p>Selain senang merisak pemain-pemain berkulit hitam, suporter di Rusia juga homofobik. Padahal, FIFA telah lama mengampanyekan inklusivitas sepak bola. Semua orang berhak menikmati dan memainkan sepak bola.<\/p>\n<p>Sebuah <em>monitoring group <\/em>bernama FARE melaporkan bahwa musim lalu terdapat 89 insiden berbau rasis atau sayap kanan. <em>Chant-chant <\/em><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/03\/aura-negatif-kebangkitan-politik-sayap-kanan-bagi-sepak-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sayap kanan<\/a>, yang mendukung superioritas suatu bangsa, juga menjadi salah satu masalah dalam sepak bola. Sayap kanan adalah paham chauvinistik yang condong ke fasisme.<\/p>\n<p>Semoga empat peraturan baru ini bisa semakin memudahkan wasit dalam memimpin pertandingan, serta menghilangkan kebencian yang marak menguar di sepak bola.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Fajar Martha (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/fjrmrt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">fjrmrt<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Esais dan narablog Arsenal FC di <a href=\"https:\/\/indocannon.wordpress.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">indocannon.wordpress.com<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Piala Konfederasi 2017 yang dihelat di Rusia telah mengawali laga perdananya semalam, Sabtu, 18 Juni 2017. Tuan rumah berhasil mengandaskan Selandia baru dengan skor 2-0. Sebagai ajang persiapan untuk Piala Dunia, meski berskala kecil, turnamen ini tetap menyita perhatian. Pemimpin Rusia, Vladimir Putin, juga menyempatkan diri untuk hadir menonton jalannya laga. Dua gol dari Denis Glushakov dan Fedor Smolov berhasil membuat Putin tersenyum. Percobaan terkait regulasi-regulasi baru diterapkan FIFA di ajang empat tahunan ini. Berikut empat regulasi baru tersebut: Kompensasi penambahan waktu untuk selebrasi gol Selebrasi gol adalah salah satu bagian menarik dalam pertandingan sepak bola. Gol-gol dahsyat atau penentu kemenangan sudah pasti menyita banyak waktu. Selain bersama kawan-kawan setim, &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Uji Coba 4 Peraturan Baru di Piala Konfederasi 2017&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":6610,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[79,95],"tags":[129,1056,122],"class_list":["post-6609","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia","category-lainnya","tag-featured","tag-piala-konfederasi-2017","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Uji Coba 4 Peraturan Baru di Piala Konfederasi 2017 | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebagai ajang persiapan untuk Piala Dunia, meski berskala kecil,Piala Konfederasi 2017 tetap menyita perhatian publik dunia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Uji Coba 4 Peraturan Baru di Piala Konfederasi 2017 | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai ajang persiapan untuk Piala Dunia, meski berskala kecil,Piala Konfederasi 2017 tetap menyita perhatian publik dunia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-18T00:00:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/696922488.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"369\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Uji Coba 4 Peraturan Baru di Piala Konfederasi 2017\",\"datePublished\":\"2017-06-18T00:00:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\\\/\"},\"wordCount\":811,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/696922488.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Piala Konfederasi 2017\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Dunia\",\"Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\\\/\",\"name\":\"Uji Coba 4 Peraturan Baru di Piala Konfederasi 2017 | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/696922488.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-18T00:00:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sebagai ajang persiapan untuk Piala Dunia, meski berskala kecil,Piala Konfederasi 2017 tetap menyita perhatian publik dunia.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/18\\\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/696922488.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/696922488.jpg\",\"width\":594,\"height\":369,\"caption\":\"Pembukaan Piala Konfederasi 2017 yang mempertemukan tuan rumah Rusia menghadapi Selandia Baru.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Uji Coba 4 Peraturan Baru di Piala Konfederasi 2017 | Football Tribe Indonesia","description":"Sebagai ajang persiapan untuk Piala Dunia, meski berskala kecil,Piala Konfederasi 2017 tetap menyita perhatian publik dunia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Uji Coba 4 Peraturan Baru di Piala Konfederasi 2017 | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sebagai ajang persiapan untuk Piala Dunia, meski berskala kecil,Piala Konfederasi 2017 tetap menyita perhatian publik dunia.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-18T00:00:44+00:00","og_image":[{"width":594,"height":369,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/696922488.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Uji Coba 4 Peraturan Baru di Piala Konfederasi 2017","datePublished":"2017-06-18T00:00:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/"},"wordCount":811,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/696922488.jpg","keywords":["Featured","Piala Konfederasi 2017","Slider"],"articleSection":["Dunia","Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/","name":"Uji Coba 4 Peraturan Baru di Piala Konfederasi 2017 | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/696922488.jpg","datePublished":"2017-06-18T00:00:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sebagai ajang persiapan untuk Piala Dunia, meski berskala kecil,Piala Konfederasi 2017 tetap menyita perhatian publik dunia.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/18\/peraturan-baru-di-piala-konfederasi-2017\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/696922488.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/696922488.jpg","width":594,"height":369,"caption":"Pembukaan Piala Konfederasi 2017 yang mempertemukan tuan rumah Rusia menghadapi Selandia Baru."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6609","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6609"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6609\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6610"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}