{"id":6555,"date":"2017-06-16T16:00:50","date_gmt":"2017-06-16T09:00:50","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=6555"},"modified":"2017-06-16T15:49:24","modified_gmt":"2017-06-16T08:49:24","slug":"kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/","title":{"rendered":"Pemecatan Stielike, Bukti Kejamnya Sepak Bola Asia untuk Pelatih"},"content":{"rendered":"<p>Tatapan kosong terpancar dari wajah Uli Stielike saat wasit Hettikamkanamge Dilan Perera asal Srilanka meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan Pra-Piala Dunia 2018 zona Asia antara Qatar kontra Korea Selatan di Jassim Bin Hamad Stadium, Selasa (13\/6). Pria asal Jerman itu seakan tahu, momen penghakiman dirinya tinggal menunggu waktu.<\/p>\n<p>Tim berjuluk Ksatria Taeguk yang memang tak tampil bagus pada laga kedelapan di fase kualifikasi, sebenarnya sempat dua kali menyamakan kedudukan. Namun, gol Hasan Al Haydos pada pertengahan babak kedua memastikan nasib buruk Stielike di timnas Korea Selatan. Hanya berselang dua hari dari kekalahan mengejutkan tersebut, peraih trofi Piala Eropa 1980 bersama Jerman Barat itu resmi dipecat.<\/p>\n<p>Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) memilih ambil jalan yang bisa dibilang solusi dari kepanikan setelah tim kini hanya terpaut satu poin dari pesaing utama tiket langsung ke Rusia 2018, Uzbekistan. Sisa dua laga, termasuk partai penentuan saat bertandang ke Uzbekistan, membuat Korea Selatan tak punya banyak pilihan selain terus menang.<\/p>\n<p>Stielike akhirnya jadi korban teranyar kekejaman sepak bola Asia terhadap pelatih, mayoritas terjadi pada juru taktik asing. Meski membawa Korea Selatan meraih prestasi tertinggi di Asia sejak tiga dekade silam, tak lantas membuat posisinya aman. Stielike yang menangani Ksatria Taeguk sejak September 2014 dan mempersembahkan trofi Piala Asia Timur 2015 serta finalis Piala Asia 2015, resmi dilengserkan dari posisinya.<\/p>\n<h3><strong>Sudah jadi tradisi<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Sikap tegas tim-tim asal Asia terhadap pelatih ternyata bukan hal baru. Fenomena semacam ini telah terjadi sejak beberapa dekade silam. Rata-rata pelatih tim nasional top di benua kuning hanya bertahan tak lebih dari dua tahun. Bahkan trofi bukan sebuah jaminan seorang pelatih bisa bertahan lama. Sebagai patokan, raihan di Piala Asia dan Piala Dunia yang berlangsung masing-masing empat tahun sekali, kecuali edisi 2007, sangat memengaruhi nasib sang juru taktik.<\/p>\n<p>Diambil contoh dari Piala Asia 1984 yang berlangsung di Singapura, Arab Saudi secara mengejutkan tampil sebagai juara meski baru saja mengganti pelatih kaliber Mario Zagallo dengan Khalil Ibrahim Al-Zayani. Tim berjuluk Elang Hijau menang 2-0 atas Cina di final dan Al-Zayani jadi pelatih pertama yang bisa membawa tim meraih titel Piala Asia.<\/p>\n<p>Al-Zayani yang juga tercatat sebagai orang lokal pertama sebagai pelatih Arab Saudi, ternyata hanya bertahan dua tahun sebelum kembali diisi juru racik asing, Carlos Jose Castilho. Empat tahun berselang, siklus kembali terjadi.<\/p>\n<p>Sebelum bawa Brasil juara Piala Dunia 2002, Carlos Alberto Parreira sempat mempersembahkan trofi Piala Asia 1988 untuk Arab Saudi. Eks pelatih kebugaran ini akhirnya hanya singgah sampai 1990, sebelum digantikan Metin T\u00fcrel asal Turki yang bertahan tidak lebih dari satu tahun. Nasib lebih sial dialami pelatih yang kini menangani timnas Malaysia, Nelo Vingada.<\/p>\n<p>Usai sukses mengantarkan Arab Saudi juara Piala Asia 1996, Vingada harus menerima fakta dipecat dari posisinya jelang pagelaran Piala Dunia 1998. Sejak saat itu atau sekitar dua dekade terakhir, tim Elang Hijau sudah melakukan 24 pergantian pelatih!<\/p>\n<p>Bagaimana dengan tim asal Asia lainnya? Jawabannya sama saja. Sepanjang sejarah timnas Korea Selatan, mereka sudah dua kali meraih trofi Piala Asia. Namun, dua nama pelatih yang membawa Ksatria Taeguk juara, Lee Yoo-hyung tahun 1956 dan Wi Hye-duk pada edisi 1960, bertahan tak lebih dari dua tahun.<\/p>\n<p>Bahkan Han Hong-ki yang mempersembahkan empat trofi saja cuma jadi pelatih timnas selama satu tahun delapan bulan. Pelatih asing pertama Korea Selatan, Anatoliy Byshovets saja hanya bisa bertahan pada kurun Juli 1994 sampai Februari 1995 atau cuma diberi kesempatan dalam 13 pertandingan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/jun-2001-australian-coach-frank-farina-and-korean-coach-gus-hiddink-picture-id1113629?k=6&amp;m=1113629&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=atOU-neuXHC5kRvKdNDvBX_cSY3pTHU3mqz38OUtXnk=\" alt=\"Gsus Hiddink (kanan) saat melatih timnas Korea Selatan (2001).\" width=\"594\" height=\"420\" \/><\/p>\n<h3><strong>Tak semua dipecat<\/strong><\/h3>\n<p>Peruntungan berubah saat Guus Hiddink menangani Negeri Ginseng sejak awal tahun baru 2001. Diberi tugas berat, pelatih asal Belanda itu sukses memenuhinya. Sayangnya, singkatnya durasi masa kepelatihan di tim Asia juga terkadang ditentukan oleh kemauan sang juru taktik itu sendiri.<\/p>\n<p>Pada Piala Dunia 2002 yang digelar di negara sendiri, Korea Selatan sukses lolos ke semifinal atau prestasi terbesar sepanjang sejarah sepak bola di sana. Keberhasilan ini membuat Hiddink dipuja seantero negeri dari tiket gratis seumur hidup ke Korea sampai diabadikan jadi nama stadion. Kendati demikian hal itu tak jaminan untuk tetap bertahan. Usai turnamen, Hiddink memilih keluar.<\/p>\n<p>Kembali ke Timur Tengah, Irak yang sukses jadi juara Piala Asia 2007 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia, termasuk yang harus rela ditinggal pelatih saat sedang masa kejayaannya. Pelatih asal Brasil, Jorvan Vieira, memilih angkat koper dari Irak setelah merasa tak nyaman dengan sistem di federasi.<\/p>\n<p>Pengecualian terjadi di Jepang, di mana pelatih punya waktu lebih lama ketimbang negara lainnya. Philippe Troussier jadi pelatih selama empat tahun setelah bawa Samurai Biru juara Piala Asia 2000. Dia lengser setelah Piala Dunia 2002 di negara tersebut. Nasib serupa dialami Zico yang melatih pada periode 2002-2006.<\/p>\n<p>Jepang sempat mengalami sindrom pemecatan pelatih pada durasi singkat, lewat Ivica Osim dan Javier Aguirre. Kini Vahid Halilhodzic yang melatih sejak 2015 diharapkan bisa bertahan setidaknya seperti Alberto Zaccheroni, Troussier, atau Zico, yakni selama empat tahun. Namun, ketiganya juga dihadapkan pada nasib sama: Angkat koper setelah menangani Samurai Biru di tiga edisi beruntun Piala Dunia.<\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/netherlands-head-coach-manager-dick-advocaat-looks-on-during-the-fifa-picture-id694452556?k=6&amp;m=694452556&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=1YAZLxHQliftbLzRF2iCEQPW2hTOidiO-BdgEZHjdk0=\" alt=\"Dick Advocaat\" width=\"594\" height=\"396\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Dick Advocaat, pelatih tim nasional Belanda.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Momok Piala Dunia<\/strong><\/h3>\n<p>Sejak Piala Dunia 1998 di Prancis, Asia selalu diwakilkan oleh empat tim. Ironisnya dalam lima edisi beruntun hingga Brasil 2014, hanya tiga pelatih yang mampu bertahan usai turnamen dihelat. Bahkan pada tahun 1998, dua tim melakukan penggantian pelatih saat turnamen berlangsung, Parreira di Arab Saudi dan Cha Bum-kun pada Korea Selatan.<\/p>\n<p>Berdasarkan statistik tersebut, itu artinya ada 17 pelatih tim Asia yang antara lain dipecat atau meninggalkan posnya, setelah berlangsungnya Piala Dunia. Dari deretan nama tersebut, banyak sosok besar. Selain Hiddink, Troussier dan Zico, ada Bora Milutinovic, Pim Verbeek, hingga pelatih timnas Belanda saat ini, Dick Advocaat.<\/p>\n<p>Tiga pelatih yang sukses bertahan adalah Marcos Paqueta, Ange Postecoglu, dan Carlos Queiroz. Dua nama terakhir tercatat masih mengisi posnya masing-masing sebagai pelatih Australia dan Iran. Sementara Paqueta hanya bertahan setahun setelah gelaran Piala Dunia 2006 di Jerman.<\/p>\n<p>Tak hanya di negara-negara top Asia saja, Indonesia juga termasuk yang sering melakukan gonta-ganti pelatih, yang diiringi drama. Sejak dua dekade silam, hanya Peter Withe yang mampu bertahan kurang lebih tiga tahun. Sindrom usai turnamen juga acap terjadi, di mana Alfred Riedl sudah tiga kali meletakkan jabatannya setelah menangani skuat Garuda di Piala AFF 2010, 2014 dan 2016.<\/p>\n<p>Mengutip artikel John Deurden di <em>ESPN<\/em>, tim nasional sepak bola di Asia mesti memberikan lebih banyak waktu untuk pelatih agar bisa membangun tim dan meraih kesuksesan. Selain itu mentalitas juga mesti dipupuk, jangan targetnya hanya asal tidak kalah setiap tampil pada ajang sebesar Piala Dunia. Jika bisa mengelolanya dengan baik, Asia bisa jadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di jagat sepak bola.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tatapan kosong terpancar dari wajah Uli Stielike saat wasit Hettikamkanamge Dilan Perera asal Srilanka meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan Pra-Piala Dunia 2018 zona Asia antara Qatar kontra Korea Selatan di Jassim Bin Hamad Stadium, Selasa (13\/6). Pria asal Jerman itu seakan tahu, momen penghakiman dirinya tinggal menunggu waktu. Tim berjuluk Ksatria Taeguk yang memang tak tampil bagus pada laga kedelapan di fase kualifikasi, sebenarnya sempat dua kali menyamakan kedudukan. Namun, gol Hasan Al Haydos pada pertengahan babak kedua memastikan nasib buruk Stielike di timnas Korea Selatan. Hanya berselang dua hari dari kekalahan mengejutkan tersebut, peraih trofi Piala Eropa 1980 bersama Jerman Barat itu resmi dipecat. Asosiasi Sepak Bola Korea &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Pemecatan Stielike, Bukti Kejamnya Sepak Bola Asia untuk Pelatih&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":6556,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82,79],"tags":[668,731,1232],"class_list":["post-6555","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-asia","category-dunia","tag-korea-selatan","tag-piala-dunia-2018","tag-uli-stielike"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pemecatan Stielike, Bukti Kejamnya Sepak Bola Asia untuk Pelatih | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Uli Stielike akhirnya jadi korban teranyar kekejaman sepak bola Asia terhadap pelatih, mayoritas terjadi pada juru taktik asing.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemecatan Stielike, Bukti Kejamnya Sepak Bola Asia untuk Pelatih | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Uli Stielike akhirnya jadi korban teranyar kekejaman sepak bola Asia terhadap pelatih, mayoritas terjadi pada juru taktik asing.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-16T09:00:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Uli-Stielike.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/16\\\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/16\\\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Pemecatan Stielike, Bukti Kejamnya Sepak Bola Asia untuk Pelatih\",\"datePublished\":\"2017-06-16T09:00:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/16\\\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\\\/\"},\"wordCount\":1056,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/16\\\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Uli-Stielike.jpg\",\"keywords\":[\"Korea Selatan\",\"Piala Dunia 2018\",\"Uli Stielike\"],\"articleSection\":[\"Asia\",\"Dunia\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/16\\\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/16\\\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\\\/\",\"name\":\"Pemecatan Stielike, Bukti Kejamnya Sepak Bola Asia untuk Pelatih | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/16\\\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/16\\\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Uli-Stielike.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-16T09:00:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Uli Stielike akhirnya jadi korban teranyar kekejaman sepak bola Asia terhadap pelatih, mayoritas terjadi pada juru taktik asing.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/16\\\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/16\\\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Uli-Stielike.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Uli-Stielike.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Uli Stielike\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemecatan Stielike, Bukti Kejamnya Sepak Bola Asia untuk Pelatih | Football Tribe Indonesia","description":"Uli Stielike akhirnya jadi korban teranyar kekejaman sepak bola Asia terhadap pelatih, mayoritas terjadi pada juru taktik asing.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pemecatan Stielike, Bukti Kejamnya Sepak Bola Asia untuk Pelatih | Football Tribe Indonesia","og_description":"Uli Stielike akhirnya jadi korban teranyar kekejaman sepak bola Asia terhadap pelatih, mayoritas terjadi pada juru taktik asing.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-16T09:00:50+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Uli-Stielike.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Pemecatan Stielike, Bukti Kejamnya Sepak Bola Asia untuk Pelatih","datePublished":"2017-06-16T09:00:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/"},"wordCount":1056,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Uli-Stielike.jpg","keywords":["Korea Selatan","Piala Dunia 2018","Uli Stielike"],"articleSection":["Asia","Dunia"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/","name":"Pemecatan Stielike, Bukti Kejamnya Sepak Bola Asia untuk Pelatih | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Uli-Stielike.jpg","datePublished":"2017-06-16T09:00:50+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Uli Stielike akhirnya jadi korban teranyar kekejaman sepak bola Asia terhadap pelatih, mayoritas terjadi pada juru taktik asing.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/16\/kejamnya-sepak-bola-asia-untuk-pelatih\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Uli-Stielike.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Uli-Stielike.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Uli Stielike"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6555"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6555\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}