{"id":6445,"date":"2017-06-14T08:00:51","date_gmt":"2017-06-14T01:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=6445"},"modified":"2017-06-14T21:58:15","modified_gmt":"2017-06-14T14:58:15","slug":"pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/","title":{"rendered":"Pemenang Indonesia Melawan Puerto Riko adalah Masyarakat Sleman"},"content":{"rendered":"<p>Waktu menunjukkan pukul 20.30 WIB, ketika semakin banyak suporter Indonesia yang memasuki Stadion Maguwoharjo. Malam itu terasa lengas, ketika ratusan suporter berdesak-desakan di pintu pemeriksaan tiket. Peluh mengucur deras, hawa gerah coba mereka tepis dengan melantunkan: <em>\u201cSahur\u2026sahuurr&#8230;\u201d<\/em><\/p>\n<p>Beberapa personel keamanan nampak bersiaga di pintu pemeriksaan tiket. Mereka memastikan antrian berjalan dengan lancar. Sayangnya, hanya ada satu petugas yang bertugas memindai tiket. Alhasil, antrian menumpuk, saling pepet, untung tak ada yang tergencet.<\/p>\n<p>Dengan sigap, para petugas keamanan menarik anak-anak dan wanita dari ketatnya antrian. Menyelamatkan mereka dari gencetan pemuda tanggung dengan peluh mengucur deras yang hendak merayakan malam bela negara. Antrian tersebut semakin hangat ketika ada satu orang menyeletuk, \u201c<em>Ndang dibuka, pak, lawange<\/em>! <em>Selak<\/em> Lebaran!\u201d Sontak tawa riang terdengar mengalun.<\/p>\n<p>Meski di tengah hawa panas, para suporter mengantre dengan tertib.<\/p>\n<p>Hari Selasa (13\/06), timnas Indonesia U-22 menjamu Puerto Riko. Setelah mengalahkan Kamboja, skuat asuhan Luis Milla diharapkan tampil lebih baik. Maklum, meski mampu mengalahkan Kamboja, Timnas U-22 belum tampil maksimal. Bermain lebih baik ketika menghadapi Puerto Riko akan menjadi bekal yang berharga untuk menyambut ajang SEA Games pada Agustus nanti.<\/p>\n<p>Untuk menjamu Puerto Riko, Luis Milla memasukkan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/pemanggilan-pemain-senior\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lima pemain senior<\/a> ke dalam tim. Mereka adalah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/stefano-lilipaly\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stefano Lilipaly<\/a>, Fachrudin Aryanto, Kurnia Meiga, Bayu Pradana dan Irfan Bachdim. Kelima pemain tersebut diharapkan mampu mengangkat performa pemain muda seperti Bagas Adi, Gian Zola dan Marinus Wanewar.<\/p>\n<figure style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/scontent-sin6-2.cdninstagram.com\/t51.2885-15\/e35\/19227052_1987745474791533_5730738046593138688_n.jpg\" alt=\"Timnas Indonesia\" width=\"1080\" height=\"842\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Stefano Lilipaly dan Hanif. Kredit: PSSI<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Sajian timnas Garuda<\/strong><\/h3>\n<p>Timnas U-22 tampil dengan skema 4-2-3-1. Di belakang Marinus sebagai ujung tombak tunggal, ada tiga gelandang serang yang diisi Lilipaly, Bachdim, dan Saddil Ramdani. Poros ganda timnas diisi Bayu Pradana dan Hanif Sjahbandi. Empat bek diisi Rezaldi Hehanusa, Fachrudin, Bagas Adi Nugroho, dan Gavin Kwan Adsit.<\/p>\n<p>Sepanjang babak pertama, skuat timnas tak bermain rapi. Dari yang dasar, seperti mengoper bola, banyak kesalahan yang terjadi. Misalnya, bola yang seharusnya berupa umpan datar, menjadi bola setinggi lutut yang tentu sulit dikontrol rekan yang menerima umpan. Kesalahan dasar seperti ini yang akan menyulitkan Luis Milla menerapkan idenya.<\/p>\n<p>Selain itu, banyak umpan diagonal yang tidak dilakukan di tempo yang tepat. Beberapa kali, Indonesia memanfaatkan Bachdim untuk berprogres di sebelah kiri lapangan. Ketika mendapat bola, diharapkan, Bachdim memanfaatkan teknik olah bola untuk <em>cut inside<\/em> dan melewat lawan. Sayang, beberapa kali juga, ia gagal memaksimalkan bola di kakinya.<\/p>\n<p>Selain karena umpan yang tak terukur, Bachdim juga tak mendapatkan bantuan dari bek kiri atau dari Lilipaly sebagai gelandang serang yang berdiri di belakang penyerang.<\/p>\n<p>Akibatnya, jika mendapatkan bola, pilihan Bachdim menjadi terbatas. Satu kali umpan cungkilnya bisa melewati berikade lawan dan diterima dengan baik oleh Marinus. Sayang, tendangan kaki kiri pemain Persipura Jayapura tersebut bisa diblok kiper lawan.<\/p>\n<p>Di sisi sebaliknya, Saddil tak mendapatkan suplai bola yang cukup. Pemain berusia 18 tahun dari Persela Lamongan tersebut lebih banyak \u201cterisolasi\u201d di sisi kanan ketika Indonesia mulai membangun serangan.<\/p>\n<p>Di babak kedua, pergantian pemain dilakukan Luis Milla. Salah satunya ia memasukkan Yabes Roni dan Indonesia mulai lebih banyak melakukan umpan jauh. Tujuannya, untuk meletakkan bola di belakang bek Puerto Riko sehingga Yabes mampu memanfaatkan kecepatannya. Sayang, keakuratan umpan sangat dipertanyakan, sehingga terlihat terlalu boros.<\/p>\n<p>Ada satu umpan jauh dari Fachrudin yang berhasil masuk ke kotak penalti dan dikontrol Yabes. Sayang, lagi-lagi, peluang satu lawan satu dengan kiper terbuang percuma. Namun, bukan itu masalahnya.<\/p>\n<p>Jika pembaca melihat lagi tayangan ulang proses umpan jauh dilakukan, maka ada satu masalah lain yang justru lebih pelik. Masalah yang dimaksud adalah kebiasaan pemain Indonesia untuk mencari solusi ketika ia ditekan pemain lawan.<\/p>\n<p>Sebelum melepas umpan jauh, Fachrudin tak mempunyai opsi sasaran umpan di sekitarnya. Ada satu sasaran umpan, yang seharusnya juga masuk dalam pikirannya, yaitu kiper. Namun, bek milik Madura United tersebut memilih opsi paling mudah, sayangnya kurang bijak, yaitu melepas bola ke depan sejauh mungkin.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/scontent-sin6-2.cdninstagram.com\/t51.2885-15\/e35\/19122318_432653267090445_8677912835235250176_n.jpg\" alt=\"TImnas Indonesia\" width=\"1080\" height=\"760\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Marinus Maryanto Wanewar, bomber asal Persipura. Kredit: PSSI<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Tembok budaya<\/strong><\/h3>\n<p>Inilah masalah dasar bagi Luis Milla. Pelatih asal Spanyol tersebut didatangkan dengan harapan yang tinggi. Salah satunya adalah memperbaiki cara bermain timnas. Namun, memperbaiki cara bermain, bukan hanya mengubah skema atau susunan pemain. Mantan pelatih Spanyol U-21 tersebut harus berbenturan langsung dengan budaya sepak bola Indonesia.<\/p>\n<p>Sepak bola Indonesia adalah sepak bola serampangan. Menggiring bola, melewati tiga pemain dan mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton. Meski aksi tersebut tak ada faedahnya terhadap pertandingan.<\/p>\n<p>Sama seperti ketika Febri Haryadi bermain di babak kedua. Pemain muda Persib Bandung tersebut punya teknik menggiring yang begitu baik. Namun ia terlalu boros menggocek bola dan tak bisa menemukan <em>timing<\/em> yang tepat untuk mengumpan.<\/p>\n<p>Kreativitas sangat penting dalam sepak bola. Namun, berkah dari Tuhan tersebut hendaknya dibingkai dalam sebuah kerangka sistem yang dipahami betul-betul. Analis sepak bola boleh menyebutnya <em>positional play<\/em>.<\/p>\n<p>Atau kita sederhana begini saja: Lionel Messi baru akan menggocek bola, melewati lawan ketika sudah berada di sepertiga akhir lapangan. Dan ia melakukannya bukan semata-mata \u201cmelewati\u201d. Namun, Messi banyak menggiring bola untuk menarik lawan, sehingga kawan bisa bebas. Intinya adalah semua aksi dalam sepak bola punya tujuan.<\/p>\n<p>Dan untuk sampai pada tahap itu, Luis Milla dan Indonesia harus melewati masa-masa yang tak sebentar. Jangka panjang memang sudah keharusan. Namun apakah PSSI punya kesabaran membangun pondasi masa depan sepak bola kita?<\/p>\n<h3><strong>Malamnya Sleman<\/strong><\/h3>\n<p>Pertandingan uji tanding berakhir dengan skor 0-0. Indonesia tak menunjukkan penampilan yang memuaskan. Meski mengaku kecewa karena gagal menang, Luis Milla menyempatkan memuji timnya yang mampu menghasilkan banyak peluang.<\/p>\n<p>Jika Milla kecewa, nampaknya masyarakat Sleman dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya, tak memandang pertandingan tersebut dengan kekecewaan.<\/p>\n<p>Sepanjang pertandingan, nyanyian penyemangat nyaris selalu terdengar. Bergemuruh, para suporter membaur dalam warna merah seragam Indonesia. Tak lagi mengkotak-kotakkan diri dalam sekat Hijau, Biru dan Merah. Maguwoharjo menjadi arena bela negara, menyatukan perbedaan dan menyingkirkan permusuhan.<\/p>\n<p>Alangkah indahnya jika kehangatan malam itu selalu digemakan demi menyingkirkan rasa benci dari asyiknya menyaksikan sepak bola secara langsung.<\/p>\n<p>Selepas pertandingan, ketika para pemain sudah hendak masuk ke lorong, para suporter masih terus bernyanyi. Seorang laki-laki di tribun sebelah kiri saya bernyanyi dengan suara yang bulat, lagi lantang.<\/p>\n<p>Ia mendendangkan <em>\u201cI can\u2019t help falling in love with you\u201d<\/em> dari Elvis Presley, bersama-sama ribuan suporter lainnya.<\/p>\n<p>Di dalam stadion, di tengah nuansa lengas, kita jatuh cinta, berkali-kali, dengan sepak bola. Malam itu, masyarakat Sleman unggul satu gol. Indonesia dan Puerto Riko, nol.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Waktu menunjukkan pukul 20.30 WIB, ketika semakin banyak suporter Indonesia yang memasuki Stadion Maguwoharjo. Malam itu terasa lengas, ketika ratusan suporter berdesak-desakan di pintu pemeriksaan tiket. Peluh mengucur deras, hawa gerah coba mereka tepis dengan melantunkan: \u201cSahur\u2026sahuurr&#8230;\u201d Beberapa personel keamanan nampak bersiaga di pintu pemeriksaan tiket. Mereka memastikan antrian berjalan dengan lancar. Sayangnya, hanya ada satu petugas yang bertugas memindai tiket. Alhasil, antrian menumpuk, saling pepet, untung tak ada yang tergencet. Dengan sigap, para petugas keamanan menarik anak-anak dan wanita dari ketatnya antrian. Menyelamatkan mereka dari gencetan pemuda tanggung dengan peluh mengucur deras yang hendak merayakan malam bela negara. Antrian tersebut semakin hangat ketika ada satu orang menyeletuk, \u201cNdang dibuka, &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Pemenang Indonesia Melawan Puerto Riko adalah Masyarakat Sleman&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":6446,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[129,423,1204,122,299],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pemenang Indonesia Melawan Puerto Riko adalah Masyarakat Sleman | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jika Milla kecewa, nampaknya masyarakat Sleman dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya, tak memandang pertandingan tersebut dengan kekecewaan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemenang Indonesia Melawan Puerto Riko adalah Masyarakat Sleman | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika Milla kecewa, nampaknya masyarakat Sleman dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya, tak memandang pertandingan tersebut dengan kekecewaan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-14T01:00:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-06-14T14:58:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/DCOvC13UIAAdl1P.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/\",\"name\":\"Pemenang Indonesia Melawan Puerto Riko adalah Masyarakat Sleman | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/DCOvC13UIAAdl1P.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-14T01:00:51+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-14T14:58:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Jika Milla kecewa, nampaknya masyarakat Sleman dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya, tak memandang pertandingan tersebut dengan kekecewaan.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/DCOvC13UIAAdl1P.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/DCOvC13UIAAdl1P.jpg\",\"width\":1200,\"height\":675,\"caption\":\"Suasana pertandingan timnas Indonesia menghadapi Puerto Rico. Kredit: Twitter Sleman South District\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemenang Indonesia Melawan Puerto Riko adalah Masyarakat Sleman | Football Tribe Indonesia","description":"Jika Milla kecewa, nampaknya masyarakat Sleman dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya, tak memandang pertandingan tersebut dengan kekecewaan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pemenang Indonesia Melawan Puerto Riko adalah Masyarakat Sleman | Football Tribe Indonesia","og_description":"Jika Milla kecewa, nampaknya masyarakat Sleman dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya, tak memandang pertandingan tersebut dengan kekecewaan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-14T01:00:51+00:00","article_modified_time":"2017-06-14T14:58:15+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/DCOvC13UIAAdl1P.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/","name":"Pemenang Indonesia Melawan Puerto Riko adalah Masyarakat Sleman | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/DCOvC13UIAAdl1P.jpg","datePublished":"2017-06-14T01:00:51+00:00","dateModified":"2017-06-14T14:58:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Jika Milla kecewa, nampaknya masyarakat Sleman dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya, tak memandang pertandingan tersebut dengan kekecewaan.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/pemenangnya-adalah-masyarakat-sleman\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/DCOvC13UIAAdl1P.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/DCOvC13UIAAdl1P.jpg","width":1200,"height":675,"caption":"Suasana pertandingan timnas Indonesia menghadapi Puerto Rico. Kredit: Twitter Sleman South District"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6445"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6445"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6445\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6446"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}