{"id":6408,"date":"2017-06-13T10:00:07","date_gmt":"2017-06-13T03:00:07","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=6408"},"modified":"2017-06-13T06:15:10","modified_gmt":"2017-06-12T23:15:10","slug":"5-golden-ball-piala-dunia-u-20","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/","title":{"rendered":"5 Peraih Golden Ball Piala Dunia U-20 yang Bernasib Buruk"},"content":{"rendered":"<p>Skuat muda Three Lions baru saja membuat negerinya bangga, dengan menjadi juara <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/u-20-world-cup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Piala Dunia U-20<\/a> 2017 di Korea Selatan. Berkat pencapaian ini, bolehlah para pendukungnya menyanyikan <em>anthem <\/em>\u201cFootball\u2019s Coming Home\u201d yang dulu dipopulerkan grup <em>b<\/em><em>ritpop<\/em>, The Lightning Seeds.<\/p>\n<p>Selain menggenggam trofi, Inggris juga mendominasi turnamen dengan dua trofi individu yang diraih pemainnya. Gelar pertama adalah kiper terbaik atau Golden Glove, yang jatuh ke tangan kiper Newcastle United, Freddie Woodman.<\/p>\n<p>Gelar kedua, dan ini yang paling utama, adalah trofi Golden Ball yang diraih sang bintang, Dominic Solanke. Ini adalah penghargaan yang dulu juga pernah jatuh ke tangan bintang-bintang sepak bola seperti Lionel Messi, Sergio Aguero, juga Paul Pogba.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/BVOxO63lbrK\/\">https:\/\/www.instagram.com\/p\/BVOxO63lbrK\/<\/a><\/p>\n<p>Pemain yang pada 1 Juli 2017 nanti akan berseragam Liverpool ini bisa saja menyabet trofi Golden Boot atau top skor. Tetapi gol-gol yang ia ceploskan dapat diungguli penyerang Italia, Riccardo Orsolini. Selisihnya pun hanya satu gol saja. Bisa dipastikan nama Solanke akan terus dipantau para penggemar sepak bola beberapa tahun ke depan.<\/p>\n<p>Prestasi Solanke kemarin melengkapi apa yang telah ia raih tiga tahun sebelumnya. Pada 2014, ia membawa timnas Inggris belia memenangi Piala Eropa U-17. Ia juga menjadi top skor di turnamen tersebut, dengan sumbangan empat golnya.<\/p>\n<p>Tetapi karier sepak bola sama misteriusnya dengan kehidupan itu sendiri. Di samping nama-nama mentereng peraih Golden Ball di atas, ada pula pemain-pemain yang kemudian tak mampu meneruskan asa. Berikut kelima pemain tersebut:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/dominic-adiyiah-of-ghana-receives-the-adidas-golden-ball-award-after-picture-id91959596?k=6&amp;m=91959596&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=MuYLu-_WJ_HlCszDApRzLwLnWsBoGTd4YRsFCFAm-Zg=\" alt=\"Dominic Adiyiah\" width=\"594\" height=\"431\" \/><\/p>\n<h3><strong>Dominic Adiyiah (Ghana)<\/strong><\/h3>\n<p>Segalanya tampak sempurna bagi pemain yang telah berusia 27 tahun ini. Mengawali debut di Liga Primer Ghana pada 2007\/2008, namanya langsung dinobatkan menjadi pemain paling menarik seantero liga oleh Ghana Football Blog.<\/p>\n<p>Setelah berpetualang ke Norwegia bersama klub Fredrikstad, panggung besar Adiyiah pun terpampang, yakni Piala Dunia U-20 tahun 2009 di Mesir. Di perhelatan ini ia bersaing dengan nama-nama seperti Ander Herrera dan Douglas Costa.<\/p>\n<p>Yang lebih spektakuler, ia juga membawa pulang trofi Golden Boot berkat 8 gol yang ia ciptakan untuk Ghana. Jumlah tersebut 3 gol lebih banyak ketimbang torehan Vladimir Koman (Hungaria).<\/p>\n<p>Tentu saja namanya membuat klub-klub papan atas Eropa kesengsem, hingga akhirnya AC Milan merekrutnya pada bursa transfer Januari 2009\/2010.<\/p>\n<p>Sayang, bila Klaas-Jan Huntelaar saja disingkirkan Leonardo demi Marco Borriello, apalagi seorang bocah ingusan sepertinya. Tidak seperti dulu, kini klub-klub top tak lagi meliriknya. Akhirnya Adiyiah menjatuhkan pilihan pada Arsenal.<\/p>\n<p>Klub Ukraina Arsenal Kyiv, lebih tepatnya.<\/p>\n<p>Sejak itu ia berpetualang dari satu klub gurem ke klub gurem lain dan kini terdampar di Liga Thailand bersama Nakhon Ratchasima FC. Tandemnya di Piala Dunia U-20, Andr\u00e9 Ayew, justru menjalani karier yang cukup oke.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/henrique-almeida-of-gremio-celebrates-their-third-goal-during-the-v-picture-id513410964?k=6&amp;m=513410964&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=MsQTjkXMw5vp6ubnqFzLWniw8AoScg61xvv71ct-gbs=\" alt=\"Henrique Almeida\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Henrique Almeida (Brasil)<\/strong><\/h3>\n<p>Sama seperti Adiyiah, Almeida juga mencatatkan diri sebagai peraih Golden Ball dan Golden Boot<em>. <\/em>Ia meraihnya pada Piala Dunia U-20 tahun 2011 di Kolombia.<\/p>\n<p>Tim Samba yang ia bela waktu itu dihuni nama-nama yang kemudian melanjutkan karier dengan gemilang. Sebut saja bek kanan Real Madrid Danilo, Philippe Coutinho dan Oscar.<\/p>\n<p>Selepas Piala Dunia U-20, datang pinangan dari klub Liga Primer Inggris, Quenns Park Ranger (QPR). Berkat sedikit kesalahpahaman, QPR tak bisa membelinya dari Sao Paulo karena masalah izin kerja. Akhirnya Sau Paulo hanya bisa melepasnya ke Granada dengan status pinjaman.<\/p>\n<p>Di klub Spanyol tersebut, Almeida hanya bermain sebanyak enam kali. Kini nasibnya terombang-ambing bak kapal yang hampir karam di laut lepas. Ia berkelana seantero Brasil, tak kunjung mendapat kepercayaan dari tim manapun.<\/p>\n<p>Sejak mencuat di Kolombia, ia telah berpetualan ke 8 klub, dan cuma bisa mencetak 24 gol selama 8 tahun karier profesionalnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/2.bp.blogspot.com\/-J7STnPyNk8k\/V5gs9dNhu2I\/AAAAAAAAI3A\/9sSGm6js-s8j0yaktTlzJNfYeoSBMIzBACLcB\/s1600\/crd.jpg\" alt=\"caio\" width=\"917\" height=\"750\" \/><\/p>\n<h3><strong>Caio (Brasil)<\/strong><\/h3>\n<p>Pria bernama lengkap Caio Ribeiro Decoussau ini meraih Golden Ball pada Piala Dunia U-20 tahun 1995 di Qatar. Skuat Brasil saat itu juga dihuni nama-nama seperti Denilson, yang pernah memecahkan rekor transfer dunia, serta Z\u00e9 Elias. Selain dianugerahi gelar pemain terbaik, sumbangsih lima gol menempatkannya sebagai <em>runner-up <\/em>top skor turnamen.<\/p>\n<p>Bakat Caio membuat Internazionale Milano terkesima dan tergopoh-gopoh meminangnya dari Sao Paulo dengan tebusan 6,6 juta paun pada 1995\/1996. Sebuah angka fantastis bagi seorang bocah berusia 19 tahun.<\/p>\n<p>Inter memiliki kebiasaan menyia-nyiakan bakat seorang pemain dan Caio menjadi bagian dari daftar \u2018kehormatan\u2019 tersebut. Ia hanya diturunkan sebanyak enam kali. Namun, tidak seperti Andrea Pirlo, Roberto Carlos, atau Leonardo Bonucci, setelah meninggalkan Inter, nasib Caio tak kunjung membaik.<\/p>\n<p>Mengawali kiprah sejak muda, karier Caio hanya bertahan selama 10 musim. Jumlah golnya pun tak sampai 50. Kini ia lebih dikenal sebagai pembawa acara olahraga di stasiun televisi Brasil.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/pbs.twimg.com\/media\/CGCvKiaWEAInIse.jpg\" alt=\"Nicol\u00e1s Olivera\" width=\"600\" height=\"439\" \/><\/p>\n<h3><strong>Nicol\u00e1s Olivera (Uruguay)<\/strong><\/h3>\n<p>Piala Dunia U-20 1997 digelar di Malaysia, dan menjadi perhelatan yang ke-11 sepanjang sejarah turnamen ini. Publik Malaysia begitu beruntung karena di edisi kali ini, mereka dapat menyaksikan nama-nama seperti Thierry Henry, David Trezeguet, Michael Owen, Esteban Cambiasso hingga sang genius, Juan Roman Riquelme. Mereka di kemudian hari menjadi aktor utama panggung sepak bola dunia.<\/p>\n<p>Seorang pemain berpostur sedang mencuri perhatian pengamat, lalu dinobatkan sebagai peraih Golden Ball. Olivera hanya mencetak dua gol, Uruguay pun hanya mampu menjadi <em>runner-up <\/em>setelah dikandaskan Argentina.<\/p>\n<p>Tapi itu cukup untuk membuat Olivera langsung dipercaya memperkuat timnas senior di ajang Piala Konfederasi di tahun yang sama. Usianya baru 19 tahun, ini merupakan lonjakan karier yang begitu tiba-tiba.<\/p>\n<p>Ia sempat bepetualang di La Liga, bersama Valencia, Sevilla, tetapi catatannya tak mentereng. Di Valencia ia bahkan cuma dimainkan sebanyak enam kali.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"http:\/\/thumbs.web.sapo.io\/?W=800&amp;H=533&amp;Q=65&amp;pic=https%3A%2F%2Fmb.web.sapo.io%2Ff8fdba0fcf5e7d3045381cab2631c05bb6fdc941.jpg&amp;hash=66a4df15303a55a1df32d65fcd8901a3&amp;errorpic=http%3A%2F%2Fassets.web.sapo.io%2Fdesporto%2Fimgs%2Fno-photo.jpg\" alt=\"Em\u00edlio Peixe\" width=\"587\" height=\"391\" \/><\/p>\n<h3><strong>Em\u00edlio Peixe (Portugal)<\/strong><\/h3>\n<p>Membicarakan Piala Dunia U-20, belum lengkap rasanya jika tak mengulas generasi emas Portugal, yang menyabet trofi sebanyak dua kali berturut-turut (1989 dan 1991).<\/p>\n<p>Skuat tim yang identik dengan warna merah-hijau ini pasti membuat mata terbelalak. Rui Costa, Luis Figo, Vitor Baia, Fernando Couto, Sergio Conceicao, sampai Paulo Sousa, adalah nama-nama yang kelak merias blantika sepak bola dunia.<\/p>\n<p>Peixe adalah salah satu pemain di skuat mentereng tersebut. Tidak seperti empat nama sebelumnya, ia berposisi sebagai gelandang. Kariernya di timnas mentok di fase remaja. Ia tidak menyertai Luis Figo dan lain-lain berkompetisi di fase senior.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Fajar Martha (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/fjrmrt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">fjrmrt<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Esais dan narablog Arsenal FC di <a href=\"https:\/\/indocannon.wordpress.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">indocannon.wordpress.com<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Skuat muda Three Lions baru saja membuat negerinya bangga, dengan menjadi juara Piala Dunia U-20 2017 di Korea Selatan. Berkat pencapaian ini, bolehlah para pendukungnya menyanyikan anthem \u201cFootball\u2019s Coming Home\u201d yang dulu dipopulerkan grup britpop, The Lightning Seeds. Selain menggenggam trofi, Inggris juga mendominasi turnamen dengan dua trofi individu yang diraih pemainnya. Gelar pertama adalah kiper terbaik atau Golden Glove, yang jatuh ke tangan kiper Newcastle United, Freddie Woodman. Gelar kedua, dan ini yang paling utama, adalah trofi Golden Ball yang diraih sang bintang, Dominic Solanke. Ini adalah penghargaan yang dulu juga pernah jatuh ke tangan bintang-bintang sepak bola seperti Lionel Messi, Sergio Aguero, juga Paul Pogba. Pemain yang pada &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;5 Peraih Golden Ball Piala Dunia U-20 yang Bernasib Buruk&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":6409,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[79,95],"tags":[129,183,1200,1055],"class_list":["post-6408","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia","category-lainnya","tag-featured","tag-fifa","tag-golden-ball","tag-u-20-world-cup"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>5 Peraih Golden Ball Piala Dunia U-20 yang Bernasib Buruk | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di samping nama-nama mentereng peraih Golden Ball pada ajang Piala Dunia U-20, ada pula pemain-pemain yang kemudian tak mampu meneruskan asa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Peraih Golden Ball Piala Dunia U-20 yang Bernasib Buruk | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di samping nama-nama mentereng peraih Golden Ball pada ajang Piala Dunia U-20, ada pula pemain-pemain yang kemudian tak mampu meneruskan asa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-13T03:00:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Dominic-Adiyiah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"431\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"5 Peraih Golden Ball Piala Dunia U-20 yang Bernasib Buruk\",\"datePublished\":\"2017-06-13T03:00:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\\\/\"},\"wordCount\":951,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Dominic-Adiyiah.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"FIFA\",\"Golden Ball\",\"U-20 World Cup\"],\"articleSection\":[\"Dunia\",\"Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\\\/\",\"name\":\"5 Peraih Golden Ball Piala Dunia U-20 yang Bernasib Buruk | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Dominic-Adiyiah.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-13T03:00:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Di samping nama-nama mentereng peraih Golden Ball pada ajang Piala Dunia U-20, ada pula pemain-pemain yang kemudian tak mampu meneruskan asa.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Dominic-Adiyiah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/Dominic-Adiyiah.jpg\",\"width\":594,\"height\":431,\"caption\":\"Dominic Adiyiah (Ghana), saat meraih gelar Golden Ball pada tahun 2009 lalu.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Peraih Golden Ball Piala Dunia U-20 yang Bernasib Buruk | Football Tribe Indonesia","description":"Di samping nama-nama mentereng peraih Golden Ball pada ajang Piala Dunia U-20, ada pula pemain-pemain yang kemudian tak mampu meneruskan asa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Peraih Golden Ball Piala Dunia U-20 yang Bernasib Buruk | Football Tribe Indonesia","og_description":"Di samping nama-nama mentereng peraih Golden Ball pada ajang Piala Dunia U-20, ada pula pemain-pemain yang kemudian tak mampu meneruskan asa.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-13T03:00:07+00:00","og_image":[{"width":594,"height":431,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Dominic-Adiyiah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"5 Peraih Golden Ball Piala Dunia U-20 yang Bernasib Buruk","datePublished":"2017-06-13T03:00:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/"},"wordCount":951,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Dominic-Adiyiah.jpg","keywords":["Featured","FIFA","Golden Ball","U-20 World Cup"],"articleSection":["Dunia","Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/","name":"5 Peraih Golden Ball Piala Dunia U-20 yang Bernasib Buruk | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Dominic-Adiyiah.jpg","datePublished":"2017-06-13T03:00:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Di samping nama-nama mentereng peraih Golden Ball pada ajang Piala Dunia U-20, ada pula pemain-pemain yang kemudian tak mampu meneruskan asa.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/5-golden-ball-piala-dunia-u-20\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Dominic-Adiyiah.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/Dominic-Adiyiah.jpg","width":594,"height":431,"caption":"Dominic Adiyiah (Ghana), saat meraih gelar Golden Ball pada tahun 2009 lalu."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6408"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6408\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}