{"id":6405,"date":"2017-06-13T09:30:18","date_gmt":"2017-06-13T02:30:18","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=6405"},"modified":"2017-06-13T06:02:50","modified_gmt":"2017-06-12T23:02:50","slug":"3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/","title":{"rendered":"3 Kronik Suram Sepak Bola dan Mafia"},"content":{"rendered":"<p>\u201cDalam sepak bola, segalanya menjadi rumit karena kehadiran tim lawan,\u201d kata Jean-Paul Sartre. Filsuf Prancis itu tidak sedang membual. Sebagai filsuf eksistensialis terdepan, ia mengeksplorasi kehidupan sambil menjalankannya, tidak sekadar melalui diktum-diktum filsafat.<\/p>\n<p>Dunia pun mengenal Sartre yang novelis, Sartre yang penulis naskah teater, atau Sartre yang berkecimpung di dunia sepak bola Prancis. Ia memang pernah menjadi pelatih.<\/p>\n<p>Berkat persinggungannya dengan kapital (baca: modal), bola berakselerasi tak hanya dari gawang A ke gawang B, tetapi juga dari tangan-tangan tak terlihat pemilik modal. Mereka pun memiliki andil untuk turut mengemas sepak bola hingga seperti yang kita kenal sekarang. Kehadiran mereka membuat seragam pemain menjadi semarak dengan logo sponsor. Sekeliling lapangan pun diramaikan <em>billboard <\/em>penuh warna.<\/p>\n<p>Berkat itu jua, sepak bola menciptakan figur seperti Cristiano Ronaldo atau David Beckham. Begitu menjelma menjadi industri, sisi positifnya permainan menjadi semakin atraktif. Ditambah persinggungannya dengan bisnis media, sepak bola menjadi budaya tontonan yang menggelontorkan pundi-pundi dolar atau euro kepada para investor.<\/p>\n<p>Tapi berkat kehadiran bisnis ilegal, sepak bola pun memiliki sisi gelapnya sendiri. Ada beberapa kalangan yang tak terlalu peduli dengan semangat sportivitas, lantas menghalalkan beberapa cara untuk meraih untung. Sartre mungkin tak pernah mengira jika kehadiran para begundal juga bisa menambah pelik sepak bola, bahkan sampai merenggut nyawa.<\/p>\n<p>Pasalnya jelas, begundal atau para mafia ini tidak mematuhi peraturan atau kode etik dalam berbisnis. Banyak kesepakatan mereka ambil di ruang-ruang belakang, sambil disertai juga dengan berbagai muslihat dan ancaman. Perkongsian jahat ini akhirnya sanggup mengatur skor akhir sebuah pertandingan, memonopoli distribusi tiket, atau melicinkan proses negosiasi transfer pemain.<\/p>\n<p>Di bawah ini adalah tiga contoh kedekatan sepak bola dengan mafia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/the-barra-brava-fan-section-of-dc-united-cheer-during-game-against-picture-id98592025?k=6&amp;m=98592025&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=zMZokgZVm5jwwiJUdK0rEgwy8h8FB9icvdhAC8YeMgg=\" alt=\"Barra Brava\" width=\"594\" height=\"374\" \/><\/p>\n<h3><strong><em>Barra Brava<\/em><\/strong><strong> dan sepak bola Argentina<\/strong><\/h3>\n<p>Menjadi pemain seperti Lionel Messi atau Paulo Dybala adalah cita-cita yang luhur bagi anak-anak Argentina. Tetapi ketika kenyataan tak sejalan dengan angan-angan, sepak bola mereka menawarkan cara alternatif untuk menggenggam kejayaan: bergabung dengan mafia.<\/p>\n<p><em>Barra <\/em><em>B<\/em><em>rava<\/em> adalah kelompok mafia berkedok penggemar fanatik. Amos Barshad menyebut mereka sebagai mafia berseragam <em>jersey <\/em>dan bertopi. Ketimpangan sosial membuat kehidupan di Amerika Latin begitu keras bagi anak-anak mudanya. Kriminalitas begitu akrab. Sepak bola adalah mimpi untuk keluar dari neraka dunia ini. Mimpi yang hanya bisa diwujudkan segelintir anak-anak. Silakan tonton film <em>City of God <\/em>(<a href=\"http:\/\/www.imdb.com\/title\/tt0317248\/\">2002<\/a>) untuk mendapatkan penggambaran akan hal ini.<\/p>\n<p>Kekuasaan <em>B<\/em><em>arra <\/em><em>B<\/em><em>rava <\/em>begitu luas, sampai-sampai melibatkan para pemain dan pelatih. Mereka tidak hanya diistimewakan saat berada di dalam stadion (mereka bisa seenaknya <em>nyelonong <\/em>tanpa membayar tiket).<\/p>\n<p><em>Barra <\/em><em>B<\/em><em>rava<\/em> bisa meraup untung dari hasil penjualan tiket dan sewa parkir stadion. Selain itu, mereka bahkan bisa mendapat komisi di angka 30 persen dari penjualan pemain, serta memangkas gaji pemain di angka 20 persen. Begitu semena-mena, bukan?<\/p>\n<p>Tanpa melibatkan mafia, sepak bola Argentina sendiri telah menciptakan kultur suporter yang berlaku bak mafia. Baku tembak yang merenggut nyawa adalah hal biasa. Apalagi, keleluasaan yang ada mereka manfaatkan untuk berjualan narkotika di dalam stadion. Mereka juga disinyalir mengontrol distribusi dan harga tiket, serta melakukan pencucian uang. Komplet.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-nzx-DEsiqu0\/VK6QTYYJ5tI\/AAAAAAAAC94\/cTV5hl_KVGc\/s1600\/pablo-escobar.jpg\" alt=\"Pablo Escobar\" width=\"630\" height=\"350\" \/><\/p>\n<h3><strong>Pablo Escobar dan Kolombia<\/strong><\/h3>\n<p>Sudah menonton serial <em>Narcos <\/em>(<a href=\"http:\/\/www.imdb.com\/title\/tt2707408\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">2015<\/a>)? Dalam drama produksi Netflix tersebut Anda akan dibuat terperangah oleh bagaimana kekuasaan seorang mafia bisa memorakporandakan suatu negara. Bayangkan saja, Escobar dengan santainya berkerja sama dengan gerilyawan komunis, menyokong mereka dengan amunisi, lalu menyerang gedung konstitusi dengan tank dan pasukan bersenjata.<\/p>\n<p>Escobar lahir, besar dan mengendalikan kekuasaannya di Medellin, kota terbesar kedua di Kolombia. Mengawali karier sebagai penyelundup, ia mendulang kesuksesan saat beralih ke bisnis kokain.<\/p>\n<p>Apakah Anda ingat bek yang ditembak mati karena gol bunuh diri di laga Kolombia kontra Amerika Serikat di Piala Dunia 1994, Andres Escobar? Ia ditembak di Medellin setelah menikmati makan siang bersama pacarnya di suatu kafe.<\/p>\n<p>Andres bisa meraih kejayaan lewat uluran tangan Pablo si mafia. Pablo mencintai sepak bola dan ambisinya ia curahkan pula ke Atletico Nacional. Selain memodali klub untuk membeli pemain-pemain top (Andres dan kiper nyentrik Rene Higuita sebagai contoh), ia juga mengancam para wasit yang memimpin laga Copa Libertadores, sehingga memuluskan langkah Atletico Nacional menjuarainya di musim 1988\/1989. Atletico menjadi klub Kolombia pertama yang mampu merengkuh trofi bergengsi itu.<\/p>\n<p>Layaknya mafia lain, Pablo berlaku sebagai patron. Kasih sayangnya bahkan bisa melebihi kasih sayang orang tua sang anak buah. Tetapi jika membuatnya berang, ia bisa sekonyong-konyong menembak kepala orang tersebut sambil mengisap ganja.<\/p>\n<p>Di skuat Kolombia untuk Piala Dunia 1994 pun, ada nama-nama seperti Higuita dan gelandang bertahan Leonel Alvarez yang memiliki kedekatan dengan Pablo \u201c<em>El Patr\u00f3n<\/em>\u201d Escobar. Alvarez bahkan dengan santai mengunjungi Pablo saat sang patron berada di penjara.<\/p>\n<p>Untuk apa Pablo repot-repot berkecimpung di sepak bola? Selain <em>passion<\/em> (namanya juga warga Amerika Latin), ia menggunakan sepak bola sebagai lahan pencucian uang. Kartel narkoba pimpinannya menyuplai 80 persen pasar kokain di Amerika Serikat, sehingga menghasilkan keuntungan sebesar 22 juta dolar per tahun. Ia mesti menghindari pajak dan endusan polisi Amerika. Karena begitu banyaknya, ia menimbun berlembar uang di dalam tanah.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 635px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/s-media-cache-ak0.pinimg.com\/736x\/f8\/bd\/dc\/f8bddc9de1dc6a61192934be7d201417.jpg\" width=\"635\" height=\"508\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Los hombres de la Cosa Nostra.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Mafia dan sepak bola Italia<\/strong><\/h3>\n<p>Membicarakan mafia, tentu kita harus merujuk ke tempat di mana istilah ini bermula: Italia.<\/p>\n<p>Dalam perkembangannya, istilah mafia kemudian disematkan ke kelompok kriminal terorganisir (<em>organized crime<\/em>). Di negeri inilah definisi mafia paling hakiki masih berjalan hingga kini. Para imigran Italia di Amerika juga menjalankan bisnis model mafia, seperti yang kita simak di film-film seperti <em>The Godfather<\/em>, <em>The Good Fellas<\/em>, atau serial televisi, <em>The Sopranos<\/em>. Sistem patron-klien memang manjur dalam mengemudikan bisnis.<\/p>\n<p>Termasyhur, tentu saja Cosa Nostra dari Sisilia. Orang-orang inilah yang kemudian menaklukkan Amerika, lalu menjadi populer. Sejarah mereka bermula sejak dua abad silam, tepatnya sekitar tahun 1812. Ketika jejaring kekuasaan mereka semakin berkembang biak, pemerintah Italia sampai membuat komisi khusus antimafia, yang memiliki mandat untuk memberantas para begundal ini. Sebuah tugas yang tidak mudah.<\/p>\n<p>Tak kalah dengan perusahaan-perusahaan transnasional, tentakel bisnis keluarga mafia juga menjalar ke luar benua, terutama Afrika.<\/p>\n<p>Pada 2015 silam, lembaga-lembaga seperti IRPI (<em>Investigative Reporting Project Italy<\/em>) dan ANCIR (<em>Africa Investigative Centers<\/em>) melakukan penyelidikan bagaimana mafia-mafia seperti Cosa Nostra atau \u2018Ndragheta mengilfitrasi negara-negara di Afrika.<\/p>\n<p>Mereka tidak hanya menguasai tambang permata atau klub hiburan, tetapi juga memengaruhi pemerintah setempat. Organisasi yang kita bicarakan ini adalah kelompok bajingan tengik yang berani membunuh jaksa (Giovanni Falcone dan Paulo Borsellino, pada 1992), Gubernur Sisilia, Piersanti Mattarella, serta pemimpin Partai Komunis Italia, Pio LaTorre.<\/p>\n<p>Sepak bola pun tak ketinggalan mereka susupi. Baru satu dekade lalu dunia dikejutkan dengan skandal Calciopoli yang melibatkan klub-klub seperti Juventus dan AC Milan. Selain Cosa Nostra di Sisilia, ada pula kelompok-kelompok lain seperti <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/23\/juventus-dan-mafia-ndragheta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u2018Ndragheta<\/a>, yang berbasis di Calabria, dan Camorra (Naples).<\/p>\n<p>Sang penyelamat kota Naples, Diego Maradona, kabarnya juga terlibat dengan Camorra, mafia penguasa kota tersebut. Maradona mendapat sokongan kokain dan pelacur-pelacur dari mafia, yang kemudian berkontribusi menghancurkan karier \u2018sang dewa\u2019.<\/p>\n<p>Pemain terkenal lain tentu saja eks Juventus, Vincenzo Iaquinta, yang telah didakwa memiliki hubungan dengan \u2018Ndragheta. Kasus yang terjadi pada 2015 ini juga mengungkap 140 nama-nama tersangka lain. Persekongkolan mereka dengan mafia menambah borok sepak bola Italia seusai geger Calciopoli tahun 2006, karena skandal ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya terjadi juga pada <a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/football\/2011\/jun\/02\/italy-football-corruption-match-fixing\">2011<\/a>.<\/p>\n<p>Selain memonopoli distribusi tiket, serta memasarkannya di pasar gelap, mafia Italia meminati sepak bola karena mereka juga menaruh kaki di bisnis perjudian. Setelah memenangi Scudetto pada 1986\/1987, Napoli dianggap bisa mempertahankannya di musim selanjutnya. Orang-orang pun bertaruh mendukung Napoli kepada bandar judi.<\/p>\n<p>Apa yang terjadi? Mafia dan bandar judi melihat ini sebagai ladang uang, jika Napoli kalah dan \u2018menyerahkan\u2019 titel juara kepada AC Milan. Seperti yang ditulis Profesor John Dickie (<a href=\"https:\/\/books.google.co.id\/books?id=Rd8ctqMyE3EC&amp;dq=mafia+threatens+maradona&amp;hl=id&amp;source=gbs_navlinks_s\">2013<\/a>), Maradona ketakutan saat kembali ke Naples karena ia dan keluarganya diancam anggota mafia. Mobil Maradona dihancurkan. Gelandang Salvatore Bagni dihajar hingga babak belur, selain mobilnya juga digondol. Pesannya jelas: mengalah saja dan relakan Scudetto jatuh ke tangan Milan.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Fajar Martha (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/fjrmrt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">fjrmrt<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Esais dan narablog Arsenal FC di <a href=\"https:\/\/indocannon.wordpress.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">indocannon.wordpress.com<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cDalam sepak bola, segalanya menjadi rumit karena kehadiran tim lawan,\u201d kata Jean-Paul Sartre. Filsuf Prancis itu tidak sedang membual. Sebagai filsuf eksistensialis terdepan, ia mengeksplorasi kehidupan sambil menjalankannya, tidak sekadar melalui diktum-diktum filsafat. Dunia pun mengenal Sartre yang novelis, Sartre yang penulis naskah teater, atau Sartre yang berkecimpung di dunia sepak bola Prancis. Ia memang pernah menjadi pelatih. Berkat persinggungannya dengan kapital (baca: modal), bola berakselerasi tak hanya dari gawang A ke gawang B, tetapi juga dari tangan-tangan tak terlihat pemilik modal. Mereka pun memiliki andil untuk turut mengemas sepak bola hingga seperti yang kita kenal sekarang. Kehadiran mereka membuat seragam pemain menjadi semarak dengan logo sponsor. Sekeliling lapangan pun &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;3 Kronik Suram Sepak Bola dan Mafia&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":6406,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[79,95],"tags":[129,1199,224],"class_list":["post-6405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia","category-lainnya","tag-featured","tag-mafia","tag-sepak-bola"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>3 Kronik Suram Sepak Bola dan Mafia | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ada beberapa kalangan mafia yang tak terlalu peduli dengan semangat sportivitas, lantas menghalalkan beberapa cara untuk meraih untung.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3 Kronik Suram Sepak Bola dan Mafia | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada beberapa kalangan mafia yang tak terlalu peduli dengan semangat sportivitas, lantas menghalalkan beberapa cara untuk meraih untung.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-13T02:30:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-escobars-pablo-escobar-1150x737.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1150\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"737\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"3 Kronik Suram Sepak Bola dan Mafia\",\"datePublished\":\"2017-06-13T02:30:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\\\/\"},\"wordCount\":1261,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/2-escobars-pablo-escobar-1150x737.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Mafia\",\"Sepak Bola\"],\"articleSection\":[\"Dunia\",\"Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\\\/\",\"name\":\"3 Kronik Suram Sepak Bola dan Mafia | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/2-escobars-pablo-escobar-1150x737.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-13T02:30:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Ada beberapa kalangan mafia yang tak terlalu peduli dengan semangat sportivitas, lantas menghalalkan beberapa cara untuk meraih untung.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/13\\\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/2-escobars-pablo-escobar-1150x737.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/2-escobars-pablo-escobar-1150x737.jpg\",\"width\":1150,\"height\":737,\"caption\":\"Pablo Escobar soccer charity.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"3 Kronik Suram Sepak Bola dan Mafia | Football Tribe Indonesia","description":"Ada beberapa kalangan mafia yang tak terlalu peduli dengan semangat sportivitas, lantas menghalalkan beberapa cara untuk meraih untung.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"3 Kronik Suram Sepak Bola dan Mafia | Football Tribe Indonesia","og_description":"Ada beberapa kalangan mafia yang tak terlalu peduli dengan semangat sportivitas, lantas menghalalkan beberapa cara untuk meraih untung.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-13T02:30:18+00:00","og_image":[{"width":1150,"height":737,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-escobars-pablo-escobar-1150x737.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"3 Kronik Suram Sepak Bola dan Mafia","datePublished":"2017-06-13T02:30:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/"},"wordCount":1261,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-escobars-pablo-escobar-1150x737.jpg","keywords":["Featured","Mafia","Sepak Bola"],"articleSection":["Dunia","Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/","name":"3 Kronik Suram Sepak Bola dan Mafia | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-escobars-pablo-escobar-1150x737.jpg","datePublished":"2017-06-13T02:30:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Ada beberapa kalangan mafia yang tak terlalu peduli dengan semangat sportivitas, lantas menghalalkan beberapa cara untuk meraih untung.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/13\/3-kronik-suram-sepak-bola-dan-mafia\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-escobars-pablo-escobar-1150x737.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-escobars-pablo-escobar-1150x737.jpg","width":1150,"height":737,"caption":"Pablo Escobar soccer charity."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6405"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6405\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}