{"id":5962,"date":"2017-06-05T10:30:29","date_gmt":"2017-06-05T03:30:29","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=5962"},"modified":"2017-06-05T18:24:53","modified_gmt":"2017-06-05T11:24:53","slug":"fc-koln-adalah-anti-social-social-club","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/","title":{"rendered":"Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola"},"content":{"rendered":"<p>Saat kali pertama menggagas Anti Social Social Club (ASSC), Neek Lurk, bukan nama asli tentunya, tak menyangka bakal jadi fenomena dunia. Baginya, ASSC bukanlah <em>bran<\/em>d yang dikenal seperti sekarang, melainkan hanya proyek ungkapan emosional akan kehidupannya yang benar-benar payah. Jangankan diajak pesta, pria asal Korea itu bahkan mengaku tidak pernah disukai orang lain.<\/p>\n<p>Lurk yang tak pernah dianggap eksis, praktis hanya berteman dengan yang senasib, yang merasa terbuang dari pergaulan. Saat orang-orang bersiap menyambut pesta tahun baru, dirinya tertidur pulas. Setelahnya, Lurk menciptakan ASSC atau kelompok orang-orang anti sosial, berdasarkan hari-hari terendahnya, seperti dikutip dari wawancaranya dengan <em>Hypebeast<\/em>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5973\" aria-describedby=\"caption-attachment-5973\" style=\"width: 653px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5973\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/ASSC-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"653\" height=\"435\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5973\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kredit foto: HYPEBEAST<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Akan tetapi kini, anak gaul mana yang tak tahu ASSC? Produk-produk mulai dari kaus, topi, sampai jaket dengan aksen tulisan yang mengalir dan <em>catchy <\/em>jadi buruan dan lambang legalitas anak gaul seantero jagat. Warna merah muda yang kerap diusung tak jadi halangan para lelaki kondangan. Produknya bahkan menyentuh selebriti papan paling atas, mulai Rita Ora sampai Kanye West.<\/p>\n<p>Lurk yang dahulunya dianggap pecundang di pergaulan, kini jadi salah satu kiblat gaya kekinian anak muda. Baginya, hal yang paling melegakan seorang yang pernah dianggap tak pernah ada adalah membiarkan itu mengalir dan di dunia sepak bola, kumpulan yang terbuang benar-benar ada. Berada di kota terbesar keempat di Jerman, FC K\u00f6ln jauh dari kata mewah.<\/p>\n<h3><strong>Tenggelam dan (akhirnya) terbang<\/strong><\/h3>\n<p>Seperti di liga sepak bola lainnya, awal musim 1.Bundesliga digunakan untuk menerka siapa saja yang menempati papan atas klasemen akhir. Selain Bayern M\u00fcnchen yang memang terlalu perkasa dan akhirnya kembali juara, beragam jawaban terkuak untuk peringkat kedua sampai keenam atau tiket terakhir ke Eropa.<\/p>\n<p>Seperti yang sudah diprediksi, nama-nama semisal Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, Schalke 04, Borussia M\u00f6nchengladbach, dan Wolfsburg dikedepankan. Selain RasenBallsport Leipzig, nyaris tak ada yang berani menyebut nama FC K\u00f6ln.<\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, sorotan terbesar yang mungkin didapat K\u00f6ln adalah saat salah seorang penyerangnya, Anthony Ujah, menunggangi, ya menunggangi, maskot klub yang berbentuk kambing. Hennes VIII, nama maskot tersebut memang acap menemani perjuangan tim di sisi lapangan. Maret 2015, Ujah yang begitu bersemangat usai gol timnya, tiba-tiba mengangkat kedua tanduk Hennes VIII dan membuat suporter K\u00f6ln murka. Beberapa hari kemudian, sang pemain menyampaikan permintaan maafnya.<\/p>\n<p>Menyimak rapor dua dekade terakhir klub berjuluk Die Gei\u00dfb\u00f6cke atau Si Kambing Billy itu juga hanya akan membuat kita menjadi semakin merasa masuk akal mengingat sudah lima kali terdegradasi. Di Bundesliga saja sejak 10 tahun terakhir, K\u00f6ln paling lama bertahan selama empat musim, sebelum kembali turun kasta. Musim 2016\/2017 jadi kali ketiga beruntun anak asuh Peter St\u00f6ger itu bisa tetap eksis di liga utama Jerman tersebut.<\/p>\n<p>Selain riwayatnya yang seperti <em>yo-yo<\/em> di kasta tertinggi liga sepak bola Jerman, materi pemain musim ini tak ubahnya gudang penampungan karena banyak diisi pesepak bola yang punya rekam karier kurang baik di klub sebelumnya. Jika tidak, mereka adalah kumpulan bocah kemarin sore di Bundesliga atau yang diisukan hijrah ke klub elite Eropa tapi belum kesampaian sampai sekarang, entah apa saja alasannya.<\/p>\n<p>Apa yang terjadi ternyata justru sebaliknya. K\u00f6ln lewat pemain-pemain yang dipandang sebelah mata, malah tampil mengejutkan dan pelan tapi pasti merangsek ke papan atas klasemen 1.Bundesliga. Die Gei\u00dfb\u00f6cke sempat menahan imbang Bayern, Leipzig, dan Dortmund. Hingga di akhir musim, eks tim <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/jatuh-bangun-lukas-podolski-meraih-mimpi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lukas Podolski<\/a> ini sukses duduk di peringkat kelima dan merengkuh tiket ke Liga Europa musim 2017\/2018, sebuah pencapaian yang amat luar biasa bagi klub yang baru kembali ke kasta tertinggi dua musim lalu.<\/p>\n<h3><strong>Berkah si terbuang<\/strong><\/h3>\n<p>Keberhasilan K\u00f6ln berada di deretan elite <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/bundesliga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bundesliga 1<\/a> 2016\/2017 tak lepas dari duet pemain depannya, Anthony Modeste dan Yuya Osako. Modeste bahkan menjadi pencetak gol terbanyak ketiga Bundesliga dengan 25 gol, atau hanya kalah dari duo penyerang terbaik, Pierre-Emerick Aubameyang dan Robert Lewandowski. Penyerang asal Prancis itu menyumbang setengah dari jumlah gol Die Gei\u00dfb\u00f6cke musim ini.<\/p>\n<p>Padahal tiga musim lalu, Modeste jadi pesakitan di Hoffenheim setelah terlibat perkelahian dengan pemain Eintracht Frankfurt, Carlos Zambrano yang membuatnya dihukum dua laga penutup musim. Setelahnya, dia bahkan sempat puasa gol selama lima bulan, sebelum dilego ke K\u00f6ln, Juni 2015.<\/p>\n<p>Sementara Osako yang musim ini mengemas tujuh gol dan enam asis, awalnya sempat mengaku kesulitan beradaptasi di sepak bola Jerman. Belum lagi fakta dirinya hanya menjalani enam bulan karier pada klub pertamanya di luar negeri, TSV 1860 M\u00fcnchen, hingga akhirnya merapat ke RheinEnergieStadion. Meski tak masuk golongan terbuang, Osako perlahan menemukan ketajamannya di K\u00f6ln.<\/p>\n<p>Di lini belakang ada nama Frederik S\u00f8rensen yang masuk tim terbaik 1.Bundesliga musim ini versi <em>WhoScored<\/em>. Pemain yang kalah bersaing di Juventus ini mekar bersama K\u00f6ln lewat kemampuan tampil baik sebagai <em>fullback<\/em> maupun bek tengah. S\u00f8rensen amat menonjol pada duel udara dan jadi momok bagi penyerang lawan sebelum menghadapi kiper yang sering diisukan bakal hengkang, Timo Horn.<\/p>\n<p>Pada barisan pertahanan juga ada nama duo eks incaran Liverpool, Jonas Hector dan Neven Subotic. Musim ini juga jadi pembuktian kemampuan <em>versatile<\/em> Hector, yang ditampilkan 19 kali sebagai gelandang tengah dan malah produktif lewat sebuah gol serta dua asis. Sementara nama terakhir dipinjamkan Dortmund musim dingin lalu setelah kalah bersaing dengan Marc Bartra dan Sokratis Papastathopoulos.<\/p>\n<p>Masih soal Dortmund, di tengah pun hadir duo eks penghuni singkat Signal-Iduna Park, Milo\u0161 Joji\u0107 dan Leonardo Bittencourt. Keduanya masing-masing hanya bertahan semusim di tim utama Die Borussen dan akhirnya memilih hijrah setelah minimnya kesempatan bermain yang diberikan. Namun di RheinEnergieStadion, Joji\u0107 dan Bittencourt jadi penyumbang asis terbanyak setelah Osako.<\/p>\n<p>Status pemain buangan juga menghinggapi Marcel Risse dan Konstantin Rausch yang tampil amat solid musim ini. Risse berulang kali dipinjamkan Leverkusen sebelum hijrah ke Mainz, itupun harus rela turun ke tim cadangan musim 2012\/2013. Setali tiga uang, Rausch juga sempat dipaksa memperkuat VfB Stuttgart II setelah tampil 25 kali dengan tim utama.<\/p>\n<p>Pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di lini tengah musim ini, Marco H\u00f6ger juga sempat mengalami masa-masa kelam di klub lamanya, Schalke 04. Setelah kalah dari K\u00f6ln, akhir musim 2014\/2015, status H\u00f6ger di Schalke sempat dibekukan. Dia bahkan tak mengikuti sesi latihan selama beberapa hari. Namun, nama-nama kurang beruntung ini dipoles pelatih St\u00f6ger mennjadi kekuatan besar Bundesliga 1 musim 2016\/2017.<\/p>\n<p>St\u00f6ger yang hanya punya pengalaman di negara asalnya, Austria, dipercaya menangani K\u00f6ln sejak 2013 lalu. Setelah periode naik turun, pria berusia 51 tahun dan tim yang diisi pemain-pemain bernasib buruk, sukses mengakhiri penantian 25 tahun Die Gei\u00dfb\u00f6cke sejak kali terakhir tampil di kompetisi Eropa.<\/p>\n<p>Musim depan, K\u00f6ln akan berlaga di Liga Europa dan semoga seperti apa yang terjadi musim ini, biarkan ekspektasi mengalir begitu saja. Masih pada sesi wawancara yang sama dengan <em>Hypebeast<\/em>, Neek Lurk ditanya perihal apa yang membuatnya bisa tetap menciptakan produk-produk Anti Social Social Club yang digilai kalangan remaja. Dia lantas menjawab singkat,<\/p>\n<blockquote><p>\u201cAsal tidak membunuh diri saya sendiri dan tetap membuat saya sadar.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat kali pertama menggagas Anti Social Social Club (ASSC), Neek Lurk, bukan nama asli tentunya, tak menyangka bakal jadi fenomena dunia. Baginya, ASSC bukanlah brand yang dikenal seperti sekarang, melainkan hanya proyek ungkapan emosional akan kehidupannya yang benar-benar payah. Jangankan diajak pesta, pria asal Korea itu bahkan mengaku tidak pernah disukai orang lain. Lurk yang tak pernah dianggap eksis, praktis hanya berteman dengan yang senasib, yang merasa terbuang dari pergaulan. Saat orang-orang bersiap menyambut pesta tahun baru, dirinya tertidur pulas. Setelahnya, Lurk menciptakan ASSC atau kelompok orang-orang anti sosial, berdasarkan hari-hari terendahnya, seperti dikutip dari wawancaranya dengan Hypebeast. Akan tetapi kini, anak gaul mana yang tak tahu ASSC? Produk-produk mulai &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5963,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,73],"tags":[143,1149,129,122],"class_list":["post-5962","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-jerman","tag-bundesliga","tag-fc-koln","tag-featured","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"FC K\u00f6ln lewat pemain-pemain yang dipandang sebelah mata, malah tampil mengejutkan dan pelan tapi pasti merangsek ke papan atas klasemen 1.Bundesliga.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"FC K\u00f6ln lewat pemain-pemain yang dipandang sebelah mata, malah tampil mengejutkan dan pelan tapi pasti merangsek ke papan atas klasemen 1.Bundesliga.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-05T03:30:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-06-05T11:24:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/233b7c34df082ca767734f5b7b2fd729.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"584\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola\",\"datePublished\":\"2017-06-05T03:30:29+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-05T11:24:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/\"},\"wordCount\":1132,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/233b7c34df082ca767734f5b7b2fd729.jpg\",\"keywords\":[\"Bundesliga\",\"FC K\u00f6ln\",\"Featured\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Jerman\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/\",\"name\":\"Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/233b7c34df082ca767734f5b7b2fd729.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-05T03:30:29+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-05T11:24:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"FC K\u00f6ln lewat pemain-pemain yang dipandang sebelah mata, malah tampil mengejutkan dan pelan tapi pasti merangsek ke papan atas klasemen 1.Bundesliga.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/233b7c34df082ca767734f5b7b2fd729.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/233b7c34df082ca767734f5b7b2fd729.jpg\",\"width\":1200,\"height\":584,\"caption\":\"FC K\u00f6ln\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/05\\\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","description":"FC K\u00f6ln lewat pemain-pemain yang dipandang sebelah mata, malah tampil mengejutkan dan pelan tapi pasti merangsek ke papan atas klasemen 1.Bundesliga.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","og_description":"FC K\u00f6ln lewat pemain-pemain yang dipandang sebelah mata, malah tampil mengejutkan dan pelan tapi pasti merangsek ke papan atas klasemen 1.Bundesliga.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-05T03:30:29+00:00","article_modified_time":"2017-06-05T11:24:53+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":584,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/233b7c34df082ca767734f5b7b2fd729.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola","datePublished":"2017-06-05T03:30:29+00:00","dateModified":"2017-06-05T11:24:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/"},"wordCount":1132,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/233b7c34df082ca767734f5b7b2fd729.jpg","keywords":["Bundesliga","FC K\u00f6ln","Featured","Slider"],"articleSection":["Eropa","Jerman"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/","name":"Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/233b7c34df082ca767734f5b7b2fd729.jpg","datePublished":"2017-06-05T03:30:29+00:00","dateModified":"2017-06-05T11:24:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"FC K\u00f6ln lewat pemain-pemain yang dipandang sebelah mata, malah tampil mengejutkan dan pelan tapi pasti merangsek ke papan atas klasemen 1.Bundesliga.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/233b7c34df082ca767734f5b7b2fd729.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/233b7c34df082ca767734f5b7b2fd729.jpg","width":1200,"height":584,"caption":"FC K\u00f6ln"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/fc-koln-adalah-anti-social-social-club\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa FC K\u00f6ln Adalah Anti Social Social Club di Sepak Bola"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5962","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5962"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5962\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5963"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5962"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5962"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5962"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}