{"id":5960,"date":"2017-06-05T10:00:26","date_gmt":"2017-06-05T03:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=5960"},"modified":"2017-06-05T11:47:25","modified_gmt":"2017-06-05T04:47:25","slug":"kekalahan-gianluigi-buffon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/","title":{"rendered":"Kisah Kekalahan Gianluigi Buffon di Partai Puncak"},"content":{"rendered":"<p>Jika berbicara tentang kiper terbaik dunia, nama <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/gianluigi-buffon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gianluigi \u201cGigi\u201d Buffon<\/a> pasti menjadi salah satu nama yang muncul di benak pencinta sepak bola. Tidak bisa dipungkiri, Buffon yang kini berusia 39 tahun memang menjadi salah satu kiper dengan sederet gelar bergengsi. Dari Liga Italia hingga Piala Dunia sudah pernah diraih dan Buffon sendiri sudah bersama Juventus selama 16 tahun.<\/p>\n<p>Tapi ada trofi yang ingin sekali diraih kiper yang mengawali kariernya di Parma ini: Liga Champions Eropa. Buffon memang ingin sekali meraih trofi ini sebelum pensiun, mengingat kontraknya bersama Nyonya Tua tersisa satu musim lagi dan tahun depan, usianya sudah menginjak angka 40.<\/p>\n<p>Sayangnya, final semalam menjadi antiklimaks bagi Buffon dan Juventus. Tampil cukup baik di babak pertama, di babak kedua Buffon justru tidak berdaya menahan gelontoran gol-gol Cristiano Ronaldo, Casemiro, dan pemain muda, Marco Asensio. Skor 4-1 mencatatkan Real Madrid menjuarai Liga Champions Eropa ke-12 kalinya. Sementara Buffon hanya tertunduk lesu, tak menyangka kekalahan ini akan terjadi.<\/p>\n<p>Bayangan kekalahan-kekalahan yang pernah dialami kiper yang tidak pernah menolak bertukar <em>jersey<\/em> ini kembali muncul di benaknya. Berikut ini adalah kekalahan-kekalahan sang legenda di partai puncak (sebelum kekalahan di final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017):<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/champions-league-0203-finale-manchester-ac-mailand-juventus-turin-32-picture-id52915828?k=6&amp;m=52915828&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=FTpxySREE7K6ywFdAC8NSZLot23NEe7G2o6h__cpvPg=\" alt=\"Gianluigi Buffon\" width=\"594\" height=\"370\" \/><\/p>\n<h3><strong>AC Milan 0-<\/strong><strong>0 <\/strong><strong>Juventus<\/strong> <strong>(AC Milan menang 3-2 adu penalti, final Liga Champions Eropa 2002\/2003, Old Trafford, Manchester, Inggri<\/strong><strong>s<\/strong><strong>)<\/strong><\/h3>\n<p>Final satu negara terjadi di musim 2002\/2003. Dan ini final perdana Buffon di Liga Champions Eropa bersama Juventus. Si Nyonya Tua masih diperkuat beberapa nama legendaris seperti Lilian Thuram, Alessandro Del Piero hingga pelatih Chelsea saat ini, Antonio Conte.<\/p>\n<p>Milan kala itu juga masih diperkuat Manuel Rui Costa, Clarence Seedorf, Andriy Shevchenko dan dua bek legendaris Italia, Alessandro Nesta serta Paolo Maldini. Pertandingan yang berjalan cukup ketat ini sayangnya harus berakhir tanpa gol di waktu normal. Dan skor 0-0 ini juga berlanjut di babak tambahan. Terpaksa pertandingan ditentukan lewat adu penalti. Shevchenko menjadi penentu kemenangan Milan di babak tos-tosan ini.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/kiew-172012-picture-id599324542?k=6&amp;m=599324542&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=MIJ_3yKPxCPaJNeBhWDQ6vzSK3vkTxCL-k6h51xRNFs=\" alt=\"Gianluigi Buffon\" width=\"594\" height=\"363\" \/><\/p>\n<h3><strong>Spanyol 4-<\/strong><strong>0 <\/strong><strong>Italia<\/strong> <strong>(Final Piala Eropa 2012, Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina)<\/strong><\/h3>\n<p>Final ini unik karena di fase grup Piala Eropa 2012, kedua negara papan atas ini sudah bertemu dan berakhir seri. Saat keduanya bertemu lagi di final, banyak yang berharap kedua tim akan saling menampilkan sepak bola menarik. Terlebih pertemuan keduanya menjadi pertemuan dua kiper terbaik dunia: Buffon dan kiper Spanyol, Iker Casillas.<\/p>\n<p>Sayangnya, Italia justru terbenam. Spanyol membuktikan ketangguhan dengan mencetak empat gol tanpa balas. Jadilah Spanyol menjadi tim pertama yang bisa menjuarai Piala Eropa secara berturut-turut (2008 dan 2012).<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/dejected-gianluigi-buffon-of-juventus-picture-id526015130?k=6&amp;m=526015130&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=R2ON3tDRp2FbCIP-bi1WMyikjH1M8pIcm_zhjd-Q-g8=\" alt=\"Gianluigi Buffon\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Barcelona 3-<\/strong><strong>1 <\/strong><strong>Juventus<\/strong> <strong>(Final Liga Champions Eropa 2014\/<\/strong><strong>20<\/strong><strong>15, Stadion Olimp<\/strong><strong>iade<\/strong><strong> Berlin, Jerman)<\/strong><\/h3>\n<p>Final ini juga menjadi final yang cukup ditunggu para pencinta sepak bola. Kiper sekelas Buffon pun berharap bintang Barcelona, Lionel Messi, bermain biasa saja alias \u201cseperti manusia normal\u201d.<\/p>\n<p>Dan ternyata hanya butuh empat menit bagi Barcelona yang saat itu sudah dilatih Luis Enrique untuk mencetak gol ke gawang Buffon. Walau begitu, tidak mudah bagi Barcelona untuk menambah keunggulan. Juventus yang saat itu masih diperkuat Paul Pogba dan Carlos Tevez terus menekan Lionel Messi dan kolega.<\/p>\n<p>Tetapi, Barcelona tetap bermain tenang. Dan akhirnya Luis Suarez dan Neymar lewat gol di <em>injury time<\/em> berhasil membuat Buffon memungut bola dari gawangnya sebanyak tiga kali. Barcelona meraih gelar Liga Champions ke-5 dan Juventus harus gigit jari.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika berbicara tentang kiper terbaik dunia, nama Gianluigi \u201cGigi\u201d Buffon pasti menjadi salah satu nama yang muncul di benak pencinta sepak bola. Tidak bisa dipungkiri, Buffon yang kini berusia 39 tahun memang menjadi salah satu kiper dengan sederet gelar bergengsi. Dari Liga Italia hingga Piala Dunia sudah pernah diraih dan Buffon sendiri sudah bersama Juventus selama 16 tahun. Tapi ada trofi yang ingin sekali diraih kiper yang mengawali kariernya di Parma ini: Liga Champions Eropa. Buffon memang ingin sekali meraih trofi ini sebelum pensiun, mengingat kontraknya bersama Nyonya Tua tersisa satu musim lagi dan tahun depan, usianya sudah menginjak angka 40. Sayangnya, final semalam menjadi antiklimaks bagi Buffon dan Juventus. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kisah Kekalahan Gianluigi Buffon di Partai Puncak&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5971,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[129,700,102],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kisah Kekalahan Gianluigi Buffon di Partai Puncak | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah kekalahan-kekalahan Gianluigi Buffon di partai puncak (sebelum kekalahan di final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017).\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Kekalahan Gianluigi Buffon di Partai Puncak | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah kekalahan-kekalahan Gianluigi Buffon di partai puncak (sebelum kekalahan di final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-05T03:00:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-06-05T04:47:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/692093138.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/\",\"name\":\"Kisah Kekalahan Gianluigi Buffon di Partai Puncak | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/692093138.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-05T03:00:26+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-05T04:47:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Berikut ini adalah kekalahan-kekalahan Gianluigi Buffon di partai puncak (sebelum kekalahan di final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017).\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/692093138.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/692093138.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Gianluigi Buffon\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Kekalahan Gianluigi Buffon di Partai Puncak | Football Tribe Indonesia","description":"Berikut ini adalah kekalahan-kekalahan Gianluigi Buffon di partai puncak (sebelum kekalahan di final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017).","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kisah Kekalahan Gianluigi Buffon di Partai Puncak | Football Tribe Indonesia","og_description":"Berikut ini adalah kekalahan-kekalahan Gianluigi Buffon di partai puncak (sebelum kekalahan di final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017).","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-05T03:00:26+00:00","article_modified_time":"2017-06-05T04:47:25+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/692093138.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/","name":"Kisah Kekalahan Gianluigi Buffon di Partai Puncak | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/692093138.jpg","datePublished":"2017-06-05T03:00:26+00:00","dateModified":"2017-06-05T04:47:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Berikut ini adalah kekalahan-kekalahan Gianluigi Buffon di partai puncak (sebelum kekalahan di final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017).","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/05\/kekalahan-gianluigi-buffon\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/692093138.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/692093138.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Gianluigi Buffon"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5960"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5960"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5960\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}