{"id":5932,"date":"2017-06-04T14:00:25","date_gmt":"2017-06-04T07:00:25","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=5932"},"modified":"2017-06-04T13:48:53","modified_gmt":"2017-06-04T06:48:53","slug":"analisis-final-liga-champions","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/","title":{"rendered":"Final Liga Champions 2016\/2017: Juventus 1-4 Real Madrid"},"content":{"rendered":"<p>Real Madrid yang mencetak 32 gol sampai semifinal kembali memperlihatkan ketajaman mereka di dalam kotak penalti. Empat gol mereka ciptakan ke gawang Juventus. Selain itu, Real sukses membuat Juventus kesulitan menciptakan peluang bernilai tinggi. Skor akhir 4-1 mengiringi keberhasilan El Real merengkuh si Kuping Lebar.<\/p>\n<h3><strong>Poin-poin pra-pertandingan<\/strong><\/h3>\n<p>Kehadiran Toni Kroos dan Luka Modric yang berlevel \u201dalien\u201d di lini tengah, seperti yang sudah-sudah, akan menjadi salah satu senjata Real dalam mengompensasi <em>spacing <\/em>(pengisian ruang) mereka yang \u201cterlalu biasa\u201d untuk klub dengan sumber daya seperti El Real<em>.<\/em> Ketahanan tekan (<em>press-resistance<\/em>) keduanya sangat bagus.<\/p>\n<p>Ini saja sudah sering merepotkan <em>pressing <\/em>lawan. Ditambah hadirnya Isco, lini tengah Real menjadi lini tengah dengan modal mumpuni menghadapi mesin <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong><em>pressing<\/em><\/strong><\/a> seperti Juventus. Bagaimana Juventus memainkan <em>pressing <\/em>dalam fase paling awal dari <em>build-up <\/em>Real menarik untuk ditonton.<\/p>\n<p>Real harus menghadapi lawan yang memiliki kerapatan (<em>compactness<\/em>) blok bagus. <a href=\"http:\/\/fandom.id\/analisis\/taktik\/2015\/05\/soal-kompaksi-dan-beberapa-contoh-dari-pertandingan-akhir-pekan-lalu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong><em>Compactness<\/em><\/strong><\/a> Juventus membuat tim asal Turin tersebut mampu memblokir akses di area sisi bola. Menghadapi gaya bertahan seperti ini, perpindahan bola dari satu sisi ke sisi lain, dari kiri ke kanan dan sebaliknya, sedikit banyak, akan menggoyahkan kestabilan blok.<\/p>\n<p>Dari perpindahan tadi, biasanya, Real memanfaatkan <a href=\"http:\/\/fandom.id\/analisis\/taktik\/2015\/09\/half-space-sebagai-ruang-strategis-dalam-sepak-bola-bagian-5\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong><em>halfspace<\/em><\/strong><\/a> dan sayap terdekat untuk memanipulasi pertahanan lawan untuk mendapatkan ruang umpan silang. Bila si penerima bola, setelah proses perpindahan bola, berada di <em>halfspace<\/em>, ia akan melakukan <em>la pausa, <\/em>berhenti menahan bola sejenak, untuk menunggu rekannya masuk ke pos sayap. Dan sebaliknya, bila si penerima berada di koridor sayap.<\/p>\n<p>Prinsip Juventus dalam progresi <em>build-up <\/em>dari bawah melalui Paulo Dybala (atau Gonzalo Higuain) akan menjadi salah satu pemandangan jamak. Karenanya, bagaimana pemain-pemain Nyonya Besar mampu mengakses Dybala, ditambah dukungan struktural yang tepat dan antisipasi lini tengah Real terhadap prinsip taktik ini, akan menjadi poin penting.<\/p>\n<p>Yang kedua, bila progresi dengan cara di atas terlalu sulit memiliki resiko besar untuk ditempuh, Mario Mandzukic di sayap kiri akan menjadi sasaran umpan lambung dari lini belakang Juve. Di sini, bagaimana Raphael Varane dan Casemiro mampu membantu Dani Carvajal dalam duel udara, menghadapi si jangkung Mandzukic, dapat menghambat progresi Juventus.<\/p>\n<h3><strong>Permainan Real Madrid<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_5933\" aria-describedby=\"caption-attachment-5933\" style=\"width: 863px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5933 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-2.jpg\" alt=\"\" width=\"863\" height=\"552\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-2.jpg 863w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-2-768x491.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-2-800x512.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-2-350x225.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-2-594x380.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-2-560x358.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 863px) 100vw, 863px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5933\" class=\"wp-caption-text\">Susunan pemain<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ketika Real memainkan <em>build-up <\/em>dari belakang, Juventus memberikan ruang bagi kedua bek tengah (BT) Real untuk menguasai bola. Juve lebih memilih menjaga Kroos dan Modric orang per orang sambil mempertahankan akses <em>pressing <\/em>kepada Casemiro. <em>Pressing <\/em>Juventus beberapa kali menyulitkan Real untuk mengembangkan permainan dari bawah. <em>Pressing <\/em>sampai ke sepertiga akhir, membuat Real harus memainkan bola-bola panjang yang tidak \u201caman\u201d.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5934\" aria-describedby=\"caption-attachment-5934\" style=\"width: 863px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5934 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-1.jpg\" alt=\"\" width=\"863\" height=\"550\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-1.jpg 863w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-1-768x489.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-1-800x510.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-1-350x223.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-1-596x380.jpg 596w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-1-560x357.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 863px) 100vw, 863px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5934\" class=\"wp-caption-text\">Build-up Real vs press Juventus<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ada kalanya Keylor Navas mampu mengakses bek sayap dikarenakan ketiga penyerang Juventus berfokus kepada dua BT dan Casemiro. Ini membuat Navas dapat menjangkau bek sayap. Tetapi, bagusnya bagi Juve, <em>onward-pressing <\/em>(<em>press <\/em>ke depan) oleh Alves atau Alex Sandro dapat mencegah progresi lebih lanjut langsung dari bek sayap Real tadi. Dan, lagi-lagi, ketika Real coba memindahkan permainan ke koridor sayap sisi jauh, pemain Juve di sisi jauh pun sudah mengantisipasi dan memotong umpan.<\/p>\n<p>Ketika Real mencoba memainkan bola ke depan, Isco sering sekali terlihat turun menjemput bola. Di sini masalah lama Real kembali teridentifikasi. Isco memang menerima bola, tetapi bola-bola yang dijemputnya kebanyakan ia terima di depan lini <em>pressing <\/em>Juventus.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5935\" aria-describedby=\"caption-attachment-5935\" style=\"width: 771px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5935 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3-1.jpg\" alt=\"\" width=\"771\" height=\"459\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3-1.jpg 771w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3-1-768x457.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3-1-350x208.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3-1-638x380.jpg 638w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3-1-560x333.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 771px) 100vw, 771px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5935\" class=\"wp-caption-text\">Isco menjemput bola di depan lini pressing Juventus<\/figcaption><\/figure>\n<p>Masalahnya adalah, selain di mana Isco menerima bola, posisi Kroos, Modric, dan Casemiro pun masih berada di bawah (lihat infografis di atas). Di pos nomor 9 (area <em>striker<\/em>), Benzema dan Ronaldo berada sejajar dengan lini belakang Juventus. Hasilnya, <em>spacing <\/em>Real menjadi tidak optimal karena mereka kehilangan koneksi di pos nomor 10 (gelandang serang). Sirkulasi bola Los Blancos pun berlanjut dengan umpan horizontal atau umpan ke belakang.<\/p>\n<p>Namun pun demikian, Real masih mampu mendapatkan celah untuk bergerak ke atas, yang salah satunya disebabkan oleh kapasitas individual pemain-pemain mereka yang berada di level \u201calien\u201d.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"in\" dir=\"ltr\">oke juve bukan parkir bus biasa tapi madrid punya bukan pemain biasa <a href=\"https:\/\/t.co\/xwxIjH5z7X\">https:\/\/t.co\/xwxIjH5z7X<\/a><\/p>\n<p>&mdash; Penunggu Tribun (@joretni) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/joretni\/status\/871185773395025921?ref_src=twsrc%5Etfw\">June 4, 2017<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Real yang berorientasi menyerang lewat sayap, terus berusaha mencari akses ke sepertiga akhir melalui kedua bek sayapnya. Terutama melalui sisi kiri yang ditempati Marcelo. Kroos dan Marcelo ditopang oleh Modric dan (bahkan) Isco meng-<em>overload <\/em>sisi kiri. Rencana pertama, Real akan mencoba \u201cmembebaskan\u201d Marcelo agar bek kiri Brasil tersebut mendapatkan ruang untuk melepaskan umpan silang.<\/p>\n<p>Rencana kedua, seperti yang disebutkan di awal tulisan, dari kiri Real memindahkan permainan ke koridor <em>halfspace <\/em>atau sayap sisi jauh. Gol kedua berakar dari skema ini. Serangan balik Real menyasar ke sayap kiri mereka. Bola dipindahkan ke <em>halfspace <\/em>jauh. Ronaldo yang menerima bola melakukan <em>la pausa <\/em>menunggu Carvajal bergerak ke atas. Kombinasi di antara keduanya berakhir dengan gol pertama bagi Los Galacticos.<\/p>\n<p>Penggunaan sayap dan <em>halfspace <\/em>sisi bola untuk menciptakan ruang tembak, yang menjadi salah satu taktik penciptaan peluang, juga dapat dilihat di momen lain. Tembakan Kroos di menit ke-60, contohnya. Benzema melakukan <em>dribble<\/em> ke dalam kotak penalti Juve kemudian memperlambat langkah dan memainkan umpan pendek kepada Kroos di <em>halfspace <\/em>terdekat.<\/p>\n<p>Tembakan Kroos gagal, karena diblok oleh Alex Sandro. Seperti yang kita ketahui, bola liar disambut oleh Casemiro, <a href=\"https:\/\/twitter.com\/ryantank100\/status\/863260615350956032\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>si gelandang <em>underrated<\/em><\/strong><\/a><em>, <\/em>dan melahirkan gol kedua bagi Real yang juga memberi efek psikis masif bagi Juventus.<\/p>\n<p>Betapa pun di atas disebutkan struktur posisional Real tidak optimal, bukan berarti <em>spacing <\/em>mereka jelek sepanjang pertandingan. Dalam banyak situasi, Real memperlihatkan okupansi ruang yang mampu mendukung <a href=\"https:\/\/fandom.id\/analisis\/taktik\/2015\/05\/apa-itu-overload\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong><em>overload<\/em><\/strong><\/a> sisi bola maupun kontrol di area tengah. Peluang tendangan Isco di menit ke-58 merupakan salah satu contohnya.<\/p>\n<p>Contoh lain adalah pertahanan Real di blok rendah. Dalam <em>pressing <\/em>blok rendah, kedinamisan pemain-pemain Real mampu membuat mereka mengamankan area krusial di depan lini belakang. Hal ini, pada gilirannya, ikut membantu Real keluar dari <a href=\"https:\/\/fandom.id\/analisis\/taktik\/2015\/10\/apa-itu-gegenpressing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong><em>gegenpressing<\/em><\/strong><\/a> Juventus.<\/p>\n<p>Blok rendah Sergio Ramos dan kawan-kawan sendiri pun terhitung bagus. <em>Compactness <\/em>mereka terjaga. Tidak ada <em>press <\/em>berlebihan dikarenakan pendekatan <em>pressing <\/em>mereka yang berorientasi kepada pemain lawan (<em>man-oriented press<\/em>). Dengan bentuk dasar 4-4-2, Real memarkir 9 sampai 10 pemain di sepertiga awal mereka untuk mencegah Juve mengeksploitasi area tengah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5936\" aria-describedby=\"caption-attachment-5936\" style=\"width: 575px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5936 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/4-1.jpg\" alt=\"\" width=\"575\" height=\"507\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/4-1.jpg 575w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/4-1-255x225.jpg 255w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/4-1-431x380.jpg 431w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/4-1-560x494.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 575px) 100vw, 575px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5936\" class=\"wp-caption-text\">Parkir Real di sepertiga awal<\/figcaption><\/figure>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Koneksi bek tengah dan bek sayap dalam serangan Juventus<\/strong><\/h3>\n<p>Berdasarkan bagaimana Real bertahan inilah Juventus ikut melibatkan kedua bek tengahnya dalam sirkulasi di separuh area lawan. Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini sering terlihat menerima sodoran horizontal untuk kemudian mereka memainkan umpan panjang kepada penyerang atau bek sayap sisi jauh. Permainan menyerang dari sayap yang dilakukan Juventus di final kali ini ada kemiripan dengan yang mereka peragakan ketika menyingkirkan Monaco di semifinal.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5937\" aria-describedby=\"caption-attachment-5937\" style=\"width: 573px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5937 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5-1.jpg\" alt=\"\" width=\"573\" height=\"490\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5-1.jpg 573w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5-1-263x225.jpg 263w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5-1-444x380.jpg 444w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5-1-560x479.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 573px) 100vw, 573px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5937\" class=\"wp-caption-text\">Koneksi bek tengah dan bek sayap<\/figcaption><\/figure>\n<p>Terkait peranan bek sayap dan bagaimana Juventus menciptakan peluang, terindikasi adanya rencana dari Allegri menggunakan sisi sayap dalam fase ini. Bola yang \u201cdilemparkan\u201d kepada bek sayap akan segera dilambungkan ke dalam kotak penalti menyasar kepada Higuain atau Mandzukic.<\/p>\n<p>Skema melibatkan bek tengah yang diberikan tugas mengakses bek sayap kemudian umpan silang melambung inilah yang mengawali gol penyama kedudukan dari Juventus. Urutannya: Bonucci, Alex Sandro, Higuain lalu Mandzukic. Gol Mandzukic berbau spekulasi? Iya. Tetapi, gol ini pun lahir dari skema serang yang telah direncanakan dan dilatih sebelumnya.<\/p>\n<p>Namun, walaupun bola silang melambung Juventus memberikan gol bagi mereka, penciptaan peluang dengan cara ini terhitung kurang efisien. Ada banyak umpan yang tidak menemui sasaran maupun yang berhasil dihalau oleh Ramos dan Raphael Varane.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Progresi Juventus kurang berjalan sebagaimana mestinya<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam <em>build-up <\/em>dari bawah, Juventus menempuh dua cara progresi. Pertama, seperti yang sudah-sudah, memainkan bola kepada Paulo Dybala atau Gonzalo Higuain. Real terhitung berhasil menghambat progresi semacam ini melalui penjagaan yang dilakukan oleh Casemiro atau <em>onward-press <\/em>Ramos. <em>Compactness <\/em>\u00a0di area depan bek Real juga membantu mereka mereduksi ancaman Dybala dan Higuain.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5938\" aria-describedby=\"caption-attachment-5938\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5938 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/6-1.jpg\" alt=\"\" width=\"710\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/6-1.jpg 710w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/6-1-343x225.jpg 343w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/6-1-579x380.jpg 579w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/6-1-560x368.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 710px) 100vw, 710px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5938\" class=\"wp-caption-text\">Higuain dikepung.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Situasi di atas sering terlihat. Lini belakang Juve mampu menjangkau Dybala dengan umpan panjang mendatar. Tetapi, <em>pressure <\/em>lini tengah Ral ditambah penjagaan kepada Higuain membuat progresi bola Dybala kepada Higuain terhenti saat itu juga.<\/p>\n<p>Banyak <em>build-up <\/em>Juventus yang menyasar langsung ke sisi sayap. Juve memilih skema progresi semacam ini, salah satunya juga disebabkan <em>pressing <\/em>Real yang \u201cterbelah\u201d di depan dan belakang. Di area depan, duet penyerang serta ketiga gelandang terikat kepada tiga bek dan dua pemain Juve di tengah. Sementara di belakang, kehadiran ketiga penyerang mengikat empat bek Real serta Casemiro. Ini menyebabkan bek sayap Juventus mendapatkan ruang lumayan besar untuk menerima bola panjang dari Gianluigi Buffon.<\/p>\n<p>Juventus, yang sebelumnya banyak menggunakan Mandzukic dalam rencana bola-bola panjang dalam <em>build-up<\/em>, kali ini mendapatkan kesempatan untuk tidak terus-terusan memanfaatkan penyerang jangkung tersebut.<\/p>\n<p>Secara umum, di babak pertama, Dani Alves dan Dybala termasuk pemain yang cukup merepotkan Real. Alves yang sangat berpengalaman, beberapa kali mampu memotong umpan atau memenangkan perebutan bola dalam kondisi 50:50. Dybala sendiri walaupun tidak bermain maksimal, pergerakannya ke area nomor 8 atau nomor 10 mampu membantu Juve mendapatkan akses ke area depan. Dybala sendiri beberapa kali menunjukan kemampuannya bermain di ruang sesak.<\/p>\n<h3><strong>Penutup<\/strong><\/h3>\n<p>Walaupun ditemukan beberapa kekurangan dalam fase penguasaan bola, tetapi secara umum, permainan Real termasuk \u201csangat rapi\u201d bila dibandingkan dengan banyak pertandingan mereka sejak era Rafael Benitez dan era awal Zidane.<\/p>\n<p>Catatan hebat Real dalam jumlah tembakan dari kotak penalti dan konversi gol kembali membawa kemenangan bagi mereka. Juventus yang lebih baik dalam statistik \u201cumpan per aksi bertahan yang diderita\u201d serta salah satu tim yang memiliki pertahanan terbaik dalam konteks mengurangi umpan lawan dari <em>halfspace <\/em>dan lini tengah pun, gagal menghentikannya.<\/p>\n<p>Selamat buat Real yang merengkuh Kuping Besar untuk ke-12. Dari Juventus, kekalahan ini sekali memperburuk catatan mereka ketika bersua dengan Barcelona dan Real di babak final.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Ryan Tank (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/ryantank100\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">ryantank100<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Real Madrid yang mencetak 32 gol sampai semifinal kembali memperlihatkan ketajaman mereka di dalam kotak penalti. Empat gol mereka ciptakan ke gawang Juventus. Selain itu, Real sukses membuat Juventus kesulitan menciptakan peluang bernilai tinggi. Skor akhir 4-1 mengiringi keberhasilan El Real merengkuh si Kuping Lebar. Poin-poin pra-pertandingan Kehadiran Toni Kroos dan Luka Modric yang berlevel \u201dalien\u201d di lini tengah, seperti yang sudah-sudah, akan menjadi salah satu senjata Real dalam mengompensasi spacing (pengisian ruang) mereka yang \u201cterlalu biasa\u201d untuk klub dengan sumber daya seperti El Real. Ketahanan tekan (press-resistance) keduanya sangat bagus. Ini saja sudah sering merepotkan pressing lawan. Ditambah hadirnya Isco, lini tengah Real menjadi lini tengah dengan modal mumpuni &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Final Liga Champions 2016\/2017: Juventus 1-4 Real Madrid&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5939,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[177,129,102,179,122,175],"class_list":["post-5932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom","tag-champions-league","tag-featured","tag-juventus","tag-real-madrid","tag-slider","tag-uefa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Final Liga Champions 2016\/2017: Juventus 1-4 Real Madrid | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kami akan menyajikan analisis final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017 yang berhasil dimenangkan oleh klub asal Spanyol, Real Madrid.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Final Liga Champions 2016\/2017: Juventus 1-4 Real Madrid | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kami akan menyajikan analisis final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017 yang berhasil dimenangkan oleh klub asal Spanyol, Real Madrid.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-04T07:00:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691961716.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/04\\\/analisis-final-liga-champions\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/04\\\/analisis-final-liga-champions\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Final Liga Champions 2016\\\/2017: Juventus 1-4 Real Madrid\",\"datePublished\":\"2017-06-04T07:00:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/04\\\/analisis-final-liga-champions\\\/\"},\"wordCount\":1549,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/04\\\/analisis-final-liga-champions\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/691961716.jpg\",\"keywords\":[\"Champions League\",\"Featured\",\"Juventus\",\"Real Madrid\",\"Slider\",\"UEFA\"],\"articleSection\":[\"Kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/04\\\/analisis-final-liga-champions\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/04\\\/analisis-final-liga-champions\\\/\",\"name\":\"Final Liga Champions 2016\\\/2017: Juventus 1-4 Real Madrid | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/04\\\/analisis-final-liga-champions\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/04\\\/analisis-final-liga-champions\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/691961716.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-04T07:00:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Kami akan menyajikan analisis final Liga Champions Eropa musim 2016\\\/2017 yang berhasil dimenangkan oleh klub asal Spanyol, Real Madrid.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/04\\\/analisis-final-liga-champions\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/04\\\/analisis-final-liga-champions\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/691961716.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/691961716.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Real Madrid berhasil menambah koleksi gelar UCL-nya usai mengalahkan Juventus pada Minggu dini hari (4\\\/6).\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Final Liga Champions 2016\/2017: Juventus 1-4 Real Madrid | Football Tribe Indonesia","description":"Kami akan menyajikan analisis final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017 yang berhasil dimenangkan oleh klub asal Spanyol, Real Madrid.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Final Liga Champions 2016\/2017: Juventus 1-4 Real Madrid | Football Tribe Indonesia","og_description":"Kami akan menyajikan analisis final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017 yang berhasil dimenangkan oleh klub asal Spanyol, Real Madrid.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-04T07:00:25+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691961716.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Final Liga Champions 2016\/2017: Juventus 1-4 Real Madrid","datePublished":"2017-06-04T07:00:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/"},"wordCount":1549,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691961716.jpg","keywords":["Champions League","Featured","Juventus","Real Madrid","Slider","UEFA"],"articleSection":["Kolom"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/","name":"Final Liga Champions 2016\/2017: Juventus 1-4 Real Madrid | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691961716.jpg","datePublished":"2017-06-04T07:00:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Kami akan menyajikan analisis final Liga Champions Eropa musim 2016\/2017 yang berhasil dimenangkan oleh klub asal Spanyol, Real Madrid.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/analisis-final-liga-champions\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691961716.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691961716.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Real Madrid berhasil menambah koleksi gelar UCL-nya usai mengalahkan Juventus pada Minggu dini hari (4\/6)."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5932"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5932\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}