{"id":5899,"date":"2017-06-04T08:00:52","date_gmt":"2017-06-04T01:00:52","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=5899"},"modified":"2017-06-04T06:21:12","modified_gmt":"2017-06-03T23:21:12","slug":"alejandro-tobar-gelandang-klasik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/","title":{"rendered":"Alejandro Tobar: Gelandang Klasik Kebanggaan Ayam Kinantan"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><em>Alejandro\u2026 Alejandro\u2026 Ale-ale-jandro\u2026 Ale-ale-jandro\u2026<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p><em>\u00a0<\/em>Kamu pasti familiar dengan penggalan lagu pop yang dinyanyikan Lady Gaga itu, bukan? Sempat <em>booming <\/em>di tahun 2009 dan 2010, Lady Gaga menuturkan bahwa lagu Alejandro yang dibuatnya bermakna perpisahan untuk para mantan kekasihnya, yang salah satunya dinamakan Alejandro. Namun yang akan kita bicarakan disini bukan soal Alejandro-nya Lady Gaga, melainkan Alejandro lain yang berasal dari Cile.<\/p>\n<p>Apa istimewanya Alejandro yang satu ini? Jika kita mengenal Alejandro-nya Lady Gaga sebagai musik bergaya Latin yang sempat <em>nangkring <\/em>di peringkat atas beberapa <em>music chart <\/em>ternama di dunia, Alejandro dari Cile ini juga pernah menikmati puncak karier sebagai pesepak bola di Indonesia. Dia bernama lengkap Alejandro Andres Tobar Vargas, salah satu gelandang Latin terbaik yang pernah berkarier di Indonesia.<\/p>\n<p>Alejandro Tobar mengawali kariernya di Indonesia dengan situasi yang bisa dibilang tidak enak karena penuh tuntutan tinggi. Ia didatangkan Persib Bandung di tahun 2003 oleh Juan Antonio Paez, pelatih Maung Bandung kala itu, untuk menyelamatkan tim kebanggaan Bobotoh dari degradasi.<\/p>\n<p>Paez yang sama-sama berasal dari Cile juga mendatangkan Claudio Lizama dan Rodrigo Sanhueza. Di akhir cerita, Persib akhirnya lolos dari degradasi setelah melewati babak <em>playoff <\/em>di Solo.<\/p>\n<p>Tobar, layaknya pemain Amerika Latin pada umumnya, memiliki gaya bermain yang <em>stylish<\/em>, lebih mengandalkan teknik ketimbang fisik. Umpan-umpannya sangat terukur dan eksekusi bola matinya meliuk indah, seperti tarian-tarian khas Amerika Latin. Jika Alejandro Tobar termasuk dalam deretan pemain yang diabadikan di gim Pro Evolution Soccer (PES), <em>classic number 10<\/em> adalah Player Index Card yang paling tepat untuknya.<\/p>\n<p>Hingga akhir kariernya di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/persib-bandung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Persib Bandung<\/a> pada 2004, Tobar telah mencetak 15 gol. Dalam kurun waktu itu ia menjadi pembagi bola terbaik yang dimiliki Maung Bandung. Kemampuan <em>playmaking<\/em>-nya membuat ia menjadi <em>trequartista <\/em>idola bobotoh setelah Adjat Sudrajat.<\/p>\n<p>Selain Persib Bandung, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/psms-medan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">PSMS Medan<\/a> juga menjadi klub yang beruntung dapat menikmati servis Tobar di masa jayanya. Ayam Kinantan dibawanya menjadi kesebelasan yang ditakuti lawan di Liga Indonesia XI dan XII. Tobar menjadi salah satu pemain kunci bersama Alcidio Fleitas, Saktiawan Sinaga, Mbom Julien, Legimin Raharjo, dan Markus Horison.<\/p>\n<p>Di Liga Indonesia XI yang diselenggarakan tahun 2005, PSMS langsung dibawanya meroket, finis di peringkat empat klasemen akhir Wilayah Barat. Tiket ke babak 8 besar pun digenggam, namun sayangnya, Tobar dan kawan-kawan hanya sanggup menempati posisi kedua Grup Timur di bawah Persipura Jayapura yang akhirnya menjadi juara. Di perebutan peringkat ketiga, PSMS kembali harus takluk, kali ini di tangan PSIS Semarang.<\/p>\n<p>Di Liga Indonesia XII, prestasi PSMS ternyata tak lebih baik dari musim sebelumnya. Mereka gagal lolos ke babak 8 besar karena hanya menempati posisi ke-5 di klasemen akhir Wilayah Satu. Namun di edisi Liga Indonesia tahun itu, Tobar mencetak gol cantik ke gawang mantan timnya, Persib Bandung. Salah satu gol terbaik yang ia cetak bersama PSMS.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Gol Alejandro Tobar vs Persib\" width=\"500\" height=\"375\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Fxs8PreGJAY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Tobar menyelesaikan operan satu-dua bersama Saktiawan Sinaga dengan sangat cantik. Ia mencungkil bola melewati hadangan Sinthaweechai \u201cKosin\u201d Hathairattanakool, kiper Persib asal Thailand. Di akhir laga, PSMS menang dua gol tanpa balas.<\/p>\n<p>Setelah dua musim bermukim di Medan, pemain kelahiran 4 Juni 1976 ini meninggalkan PSMS dan tak lagi merumput di Indonesia. Tidak diketahui di mana ia bermain hingga pada musim 2008\/2009 ia kembali ke Indonesia memperkuat Persikab Kabupaten Bandung.<\/p>\n<p>Tobar kemudian mengungkapkan keinginannya untuk kembali memperkuat PSMS pada pertengahan 2010. Ia sempat menjalani seleksi bersama Ayam Kinantan namun hasilnya negatif. Cedera paha membuat ia tak tampil maksimal dan manajemen PSMS memutuskan untuk tidak mengontraknya.<\/p>\n<p>Setelahnya, Tobar kembali menghilang. Di awal 2012 ia tercatat pernah membela Persiku Kudus dan memperkuat Persikabo Bogor di Divisi Utama 2013, namun setelahnya tidak ada cukup info resmi terkait seberapa lama ia berkarier di kedua klub itu. Selepas dari Persikabo, keberadaan Tobar kembali tak terlacak hingga tiba-tiba ia muncul di salah satu televisi swasta nasional menjadi komentator Piala Dunia 2014.<\/p>\n<p>Alejandro Tobar, meskipun tak bergelimang prestasi, telah mendapat tempat di hati para suporter Persib Bandung dan terutama PSMS Medan. Ia menjalankan peran nomor 10 dengan sangat baik. Seandainya para suporter Ayam Kinantan memiliki pintu ke mana saja, saya yakin sebagian besar akan membuka pintu itu untuk kembali menyaksikan umpan-umpan Tobar menusuk pertahan lawan. <em>Horas<\/em>!<\/p>\n<p>Selamat ulang tahun, Alejandro!<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alejandro\u2026 Alejandro\u2026 Ale-ale-jandro\u2026 Ale-ale-jandro\u2026 \u00a0Kamu pasti familiar dengan penggalan lagu pop yang dinyanyikan Lady Gaga itu, bukan? Sempat booming di tahun 2009 dan 2010, Lady Gaga menuturkan bahwa lagu Alejandro yang dibuatnya bermakna perpisahan untuk para mantan kekasihnya, yang salah satunya dinamakan Alejandro. Namun yang akan kita bicarakan disini bukan soal Alejandro-nya Lady Gaga, melainkan Alejandro lain yang berasal dari Cile. Apa istimewanya Alejandro yang satu ini? Jika kita mengenal Alejandro-nya Lady Gaga sebagai musik bergaya Latin yang sempat nangkring di peringkat atas beberapa music chart ternama di dunia, Alejandro dari Cile ini juga pernah menikmati puncak karier sebagai pesepak bola di Indonesia. Dia bernama lengkap Alejandro Andres Tobar Vargas, &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Alejandro Tobar: Gelandang Klasik Kebanggaan Ayam Kinantan&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5900,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[1146,129,195,717,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Alejandro Tobar: Gelandang Klasik Kebanggaan Ayam Kinantan | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Alejandro Tobar didatangkan Persib Bandung pada musim 2003 untuk menyelamatkan tim kebanggaan Jawa Barat dan Bobotoh dari degradasi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Alejandro Tobar: Gelandang Klasik Kebanggaan Ayam Kinantan | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Alejandro Tobar didatangkan Persib Bandung pada musim 2003 untuk menyelamatkan tim kebanggaan Jawa Barat dan Bobotoh dari degradasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-04T01:00:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-06-03T23:21:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/0000073651.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"476\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"240\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/\",\"name\":\"Alejandro Tobar: Gelandang Klasik Kebanggaan Ayam Kinantan | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/0000073651.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-04T01:00:52+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-03T23:21:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Alejandro Tobar didatangkan Persib Bandung pada musim 2003 untuk menyelamatkan tim kebanggaan Jawa Barat dan Bobotoh dari degradasi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/0000073651.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/0000073651.jpg\",\"width\":476,\"height\":240,\"caption\":\"Alejandro Tobar (kiri) saat memperkuat Persiku Kudus. Kredit: Bolanet\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Alejandro Tobar: Gelandang Klasik Kebanggaan Ayam Kinantan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Alejandro Tobar: Gelandang Klasik Kebanggaan Ayam Kinantan | Football Tribe Indonesia","description":"Alejandro Tobar didatangkan Persib Bandung pada musim 2003 untuk menyelamatkan tim kebanggaan Jawa Barat dan Bobotoh dari degradasi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Alejandro Tobar: Gelandang Klasik Kebanggaan Ayam Kinantan | Football Tribe Indonesia","og_description":"Alejandro Tobar didatangkan Persib Bandung pada musim 2003 untuk menyelamatkan tim kebanggaan Jawa Barat dan Bobotoh dari degradasi.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-04T01:00:52+00:00","article_modified_time":"2017-06-03T23:21:12+00:00","og_image":[{"width":476,"height":240,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/0000073651.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/","name":"Alejandro Tobar: Gelandang Klasik Kebanggaan Ayam Kinantan | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/0000073651.jpg","datePublished":"2017-06-04T01:00:52+00:00","dateModified":"2017-06-03T23:21:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Alejandro Tobar didatangkan Persib Bandung pada musim 2003 untuk menyelamatkan tim kebanggaan Jawa Barat dan Bobotoh dari degradasi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/0000073651.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/0000073651.jpg","width":476,"height":240,"caption":"Alejandro Tobar (kiri) saat memperkuat Persiku Kudus. Kredit: Bolanet"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/04\/alejandro-tobar-gelandang-klasik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Alejandro Tobar: Gelandang Klasik Kebanggaan Ayam Kinantan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5899"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5899"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5899\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}