{"id":5856,"date":"2017-06-03T09:00:48","date_gmt":"2017-06-03T02:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=5856"},"modified":"2018-02-27T13:13:34","modified_gmt":"2018-02-27T06:13:34","slug":"taktik-juventus-di-liga-champions","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/","title":{"rendered":"Taktik Juventus di Liga Champions 2016\/2017: Bukan Sekadar Parkir Bus"},"content":{"rendered":"<p>Massimiliano \u201cMax\u201d Allegri merupakan tipe pelatih yang sangat mengutamakan organisasi permainan yang terstruktur di semua fase. Bersamanya, Juventus memainkan sepak bola yang \u201crapi\u201d, baik dalam fase menguasai bola maupun tanpa bola.<\/p>\n<p><strong><em>NB: Silakan klik setiap tulisan yang berisi backlink untuk mendapatkan penjelasan istilah taktik yang digunakan di dalam artikel ini.<\/em><\/strong><\/p>\n<h3><strong>Formasi dasar<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu bentuk dasar yang digunakan Juventus adalah 4-2-3-1 atau 4-2-1-3. Ketika berada dalam fase tanpa bola, Juventus membentuk pola 4-4-2. Allegri memainkan <strong><em><a href=\"http:\/\/www.dribble9.com\/belajar-taktik-high-pressing-4-3-3-dengan-kontrol-ruang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pressing <\/a><\/em><a href=\"http:\/\/www.dribble9.com\/belajar-taktik-high-pressing-4-3-3-dengan-kontrol-ruang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">blok tinggi<\/a><\/strong> menghadapi lawan yang <em>build-up <\/em>dari belakang. <strong><em><a href=\"http:\/\/spielverlagerung.com\/2014\/06\/01\/zonal-marking-zonal-coverage\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Man-oriented press<\/a><\/em><\/strong> menjadi pilihan.<\/p>\n<p>Ketika bertemu lawan yang memakai <em>build-up <\/em>dengan sistem tiga bek dan sirkulasi lawan bergeser ke salah satu sisi, duo penyerang bergeser ke sisi bola dan berorientasi kepada dua bek terdekat. Untuk satu bek lawan di sisi jauh, gelandang sayap sisi jauh Juventus-lah yang akan menanganinya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5857\" aria-describedby=\"caption-attachment-5857\" style=\"width: 861px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5857 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"861\" height=\"362\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-1.jpg 861w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-1-768x323.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-1-800x336.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-1-350x147.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-1-680x286.jpg 680w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/1-1-560x235.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 861px) 100vw, 861px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5857\" class=\"wp-caption-text\"><em>Pressing 4-4-2 yang bertransformasi menjadi 4-3-3 ketika Mario Mandzukic melakukan press kepada Bastos.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Pola lain yang digunakan Nyonya Tua adalah formasi tiga bek (3-5-2 atau 3-4-3). Satu kesamaan antara bentuk empat bek maupun tiga bek adalah, <em>pressing <\/em>Juventus sama-sama berbasiskan <em>man-oriented press <\/em>serta 4-4-2<em>.<\/em><\/p>\n<p>Gelombang pertama <em>pressing <\/em>selalu berpatokan pada bentuk 4-4-2. Contoh, dalam <em>pressing <\/em>blok tinggi 3-4-3. Satu penyerang sayap (Mario Mandzukic) turun ke pos gelandang sayap dan satu gelandang sayap (Alex Sandro) turun ke pos bek sayap (3-4-3 menjadi 4-4-2). Dalam 4-2-3-1, tranposisinya berbeda. <strong><a href=\"https:\/\/www.kickoffindonesia.com\/single-post\/2015\/05\/01\/Berkenalan-dengan-Nomor-Posisi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nomor 10<\/a><\/strong> di tengah (Paulo Dybala) bergerak ke depan membentuk konfigurasi dua penyerang diikuti oleh kedua nomor 10 di tepi (Mandzukic dan Juan Cuadrado) yang turun dan sejajar dengan kedua gelandang tengah (4-2-3-1 menjadi 4-4-2).<\/p>\n<h3><strong>Pemain baru<\/strong><\/h3>\n<p>Dani Alves didatangkan dari Barcelona di musim panas. Dan sudah dapat ditebak, pemain Brasil ini mampu mengisi seluruh pos kanan luar Juventus, mulai dari bek sampai pos penyerang.<\/p>\n<p>Bila konteksnya adalah kelengkapan taktik, pembelian Alves sangat tepat. Karena ia memiliki karakter bermain dan pengalaman taktik berbeda dibandingkan Stephan Lichtsteiner. Alves terbiasa bermain dalam <em>juego de posicion <\/em>atau permainan posisional yang membuatnya harus mampu bermain sebagai nomor 6 atau nomor 8 sekunder. Ini semua membuat bek kanan Juventus memiliki dimensi permainan yang berbeda.<\/p>\n<p>Pembelian lain yang ditunggu penampilannya adalah <strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Miralem Pjanic.<\/a><\/strong> Kepergian Paul Pogba ke Manchester United membuat Allegri harus melakukan perubahan model permainan. Pogba memiliki <em>press-resistance <\/em>(ketahanan tekan) tinggi, olah bola sangat bagus dan modal fisik alami untuk beradu bahu. Kekuatan Pogba sering dimaksimalkan Allegri dengan memainkannya sebagai hibrida nomor 8 dan 6 yang ikut menjemput bola di area bawah dan membawanya hingga ke separuh pertahanan lawan.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-5856-1\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/BHJOM7EEV7OG67OUDE6UT6EL7I\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/BHJOM7EEV7OG67OUDE6UT6EL7I\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/BHJOM7EEV7OG67OUDE6UT6EL7I\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p><em>Kekuatan utama Pogba: dribble penuh tenaga<\/em><\/p>\n<p>Pjanic bukan tipe semacam ini. Walaupun pemain Bosnia tersebut memiliki kemampuan untuk bermain di ruang sesak, karakter <em>dribble-<\/em>nya berbeda dengan Pogba. Kalau Pogba mampu secara frontal menerobos hadangan lawan memanfaatkan bakat <em>dribble <\/em>dan kekuatan tubuhnya, Pjanic tidak memiliki tenaga sebesar itu untuk bermain frontal seperti Pogba. Ini menjadi keunggulan Pogba atas Pjanic.<\/p>\n<p>Namun, dalam tataran strategis, Pjanic lebih unggul. Terutama dalam mengidentifikasi ruang. Pjanic mampu dengan segera melepaskan umpan satu sentuhan datar cepat ke ruang yang menguntungkan, dikarenakan kemampuannya dalam merespons dan mensintetiskan informasi yang ada.<\/p>\n<p>Pogba, walaupun mampu memberikan keuntungan melalui distribusi umpan, tetapi konsistensinya berbeda dengan Pjanic. Dalam banyak kesempatan, Pogba membuang kesempatan mendaratkan bola di ruang strategis. Terlalu mengandalkan <em>dribble <\/em>dan tembakan jarak jauh sering menjadi penyebabnya.<\/p>\n<p>Di AS Roma, Pjanic dimainkan di pos nomor 8 dan nomor 10. Di Juventus, Allegri banyak memainkannya di pos nomor 6 yang bertugas sebagai konektor lini belakang dan lini depan. Ia berpatroli di area lebih bawah dalam setiap <strong><em><a href=\"https:\/\/fandom.id\/analisis\/taktik\/2015\/05\/apa-itu-overload\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">overload<\/a><\/em><\/strong> Juventus. Sesekali, ia bergerak naik sampai area nomor 10, yang kebanyakan dilakukan demi mendapatkan akses serang yang lebih \u201cbersih\u201d.<\/p>\n<p>Transfer \u201cutama\u201d lainnya adalah Gonzalo Higuain. Pembelian ini, walaupun menguras kantong cukup dalam, tetap harus dilakukan Juventus karena Alvaro Morata memutuskan kembali ke Real Madrid. Dibandingkan kedatangan Pjanic atau Alves, dari sudut pandang taktik, kehadiran Higuain tidak memberikan banyak perbedaan.<\/p>\n<p>Dalam sistem pertahanan Allegri, kemampuan Morata sudah sangat terbukti peranannya. Pemain Spanyol tersebut memiliki <em>backward-pressing, <\/em>yaitu <em>press <\/em>ke belakang (ke arah gawang sendiri), yang berkualitas. Hanya saja, dengan catatan gol yang jauh lebih baik, terindikasi jelas bahwa Higuain diproyeksikan untuk lebih banyak berfokus di depan, sebagai <em>goal-getter<\/em>.<em><u><br \/>\n<\/u><\/em><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong><em>Build-up <\/em><\/strong><strong>dan progresi serangan<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_5859\" aria-describedby=\"caption-attachment-5859\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5859 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/2-1024x757.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"757\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5859\" class=\"wp-caption-text\"><em>Build-up Juventus.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Situasi di atas merupakan <em>build-up <\/em>dari belakang. Permainan posisional (atau <strong><em><a href=\"https:\/\/dl.orangedox.com\/Ss8qjQcUJBSPWimvi5\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Juego de Posicion\/JdP<\/a><\/em><\/strong> dalam istilah kepelatihan Spanyol) Allegri tidak ekstrem seperti <em>JdP-<\/em>nya Barcelona di era Pep Guardiola yang dipenuhi umpan pendek. Memang, Juventus sering mencatatkan persentase penguasaan bola tinggi, tetapi dalam situasi menghadapi <em>pressing <\/em>blok tinggi yang <strong><em><a href=\"http:\/\/fandom.id\/analisis\/taktik\/2015\/05\/soal-kompaksi-dan-beberapa-contoh-dari-pertandingan-akhir-pekan-lalu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">compact<\/a><\/em><\/strong>, Juventus memiliki alternatif lain melalui permainan bola-bola panjang ke lini terakhir.<\/p>\n<p>Ketika Si Nyonya Tua memainkan <em>build-up <\/em>yang lebih gradual dari lini ke lini, duet gelandang tengah bertugas untuk membantu progresi serangan. Dalam prinsip <em>build-up<\/em> Juventus, Pjanic merupakan \u201cnomor 6 utama\u201d. Ketika memainkan 4-2-3-1 dan menghadapi <em>pressing <\/em>dua penyerang, misalnya, terkadang Pjanic turun sejajar dengan dua bek tengah untuk menciptakan situasi menang jumlah (3 lawan 2).<\/p>\n<p>Sebagai respons taktik, bek sayap sisi bola mendorong dirinya lebih ke atas. Di lini gelandang, Dybala dan salah satu gelandang tengah (GT) mengokupansi pos nomor 8.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5860\" aria-describedby=\"caption-attachment-5860\" style=\"width: 802px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5860 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3.jpg\" alt=\"\" width=\"802\" height=\"524\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3.jpg 802w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3-768x502.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3-800x523.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3-344x225.jpg 344w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3-582x380.jpg 582w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/3-560x366.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 802px) 100vw, 802px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5860\" class=\"wp-caption-text\"><em>Pjanic turun ke lini belakang. Alves, bek sayap sisi bola maju ke depan.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Di Liga Champions, duo GT Juventus lebih banyak berfungsi sebagai pembuka jalur umpan bagi lini belakang untuk dapat langsung mengakses pemain yang mengisi area nomor 10. Dalam prinsip ini, Dybala merupakan pemain yang paling sering digunakan sebagai target umpan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5861\" aria-describedby=\"caption-attachment-5861\" style=\"width: 701px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5861 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/4.jpg\" alt=\"\" width=\"701\" height=\"527\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/4.jpg 701w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/4-299x225.jpg 299w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/4-505x380.jpg 505w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/4-560x421.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 701px) 100vw, 701px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5861\" class=\"wp-caption-text\"><em>Nomor 10 sebagai akses progresi.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cOpsi Dybala\u201d sendiri sering menjadi prinsip dalam model <em>build-up<\/em> Allegri. Sub-prinsipnya adalah penyerang lain yang memainkan peran serupa, baik di area tengah, <strong><em><a href=\"http:\/\/fandom.id\/analisis\/taktik\/2015\/09\/half-space-sebagai-ruang-strategis-dalam-sepak-bola-bagian-3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">halfspace<\/a><\/em><\/strong>, maupun area sayap.<\/p>\n<p>Salah satu mekanisme menarik dalam progresi melalui bek adalah pergerakan tanpa bola oleh GT yang menciptakan \u201carea tak terpantau atau <em>blind-side<\/em>\u201d bagi lawan. Pergerakan ini memancing gelandang lawan bergerak ke satu area atau sisi tertentu yang pada gilirannya, membuka ruang tak terpantau di belakang tubuh. Area tak terpantau inilah yang dimanfaatkan oleh bek tengah untuk mengakses lini serang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5862\" aria-describedby=\"caption-attachment-5862\" style=\"width: 866px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5862 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5.jpg\" alt=\"\" width=\"866\" height=\"553\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5.jpg 866w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5-768x490.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5-800x511.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5-350x223.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5-595x380.jpg 595w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/5-560x358.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 866px) 100vw, 866px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5862\" class=\"wp-caption-text\"><em>Giorgio Chiellini mengakses Higuain.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Selain berperan dalam membuka jalur umpan bagi kedua bek untuk mengakses lini serang Juventus, GT Juventus pun terkadang ikut serta sebagai distributor bola dalam progresi serangan.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-5856-2\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/R3OIOECLF3F4IC3N7JZTHJC4EM\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=2\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/R3OIOECLF3F4IC3N7JZTHJC4EM\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/R3OIOECLF3F4IC3N7JZTHJC4EM\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p><em>GT Juventus dalam progresi<\/em><\/p>\n<p>Pada dua video pertama di atas, memperlihatkan bagaimana Juventus memanfaatkan GT untuk menciptakan superioritas jumlah sekaligus superioritas posisional menghadapi <em>pressing <\/em>dua penyerang lawan. Pada video ketiga di bawah ini, Anda bisa melihat bagaimana peranan Pjanic dalam <em>overload <\/em>Juventus di sepertiga akhir.<\/p>\n<p>Sebagai tambahan, ketika menghadapi lawan yang memainkan <em>pressing <\/em>blok tinggi, hingga ke kotak penalti Juventus, beberapa kali tim asal Turin ini memainkan taktik yang jamak di sepak bola modern. Yaitu, memainkan konsep <em>up-back-through<\/em>, yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia, kira-kira berarti atas-bawah-terobos (ke depan). Ini contoh yang saya maksud.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-5856-3\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/S735Z77W6DHIL5COB2K6ULLFOU\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=3\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/S735Z77W6DHIL5COB2K6ULLFOU\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/S735Z77W6DHIL5COB2K6ULLFOU\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p><em>Up-back-through dengan urutan: bek-penyerang-gelandang-penyerang.<\/em><\/p>\n<p>Bila opsi-opsi tersebut di atas tidak memungkinkan, karena salah satunya, <em>pressing <\/em>blok tinggi lawan menutup akses-akses \u201cbersih\u201d di sekitar area <em>build-up<\/em>, Juventus pun masih memiliki satu opsi lain. Yaitu, memainkan bola panjang melambung ke depan. Dan bisa ditebak, Mandzukic merupakan target umpan dalam opsi ini.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-5856-4\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/E752MYCVRD44QSRNDZJ4D73HE4\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=4\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/E752MYCVRD44QSRNDZJ4D73HE4\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/E752MYCVRD44QSRNDZJ4D73HE4\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p><em>Mandzukic sebagai target bola panjang.<\/em><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Penciptaan peluang dan eksekusi<\/strong><\/h3>\n<p>Susunan pemain dalam formasi Juventus menghadirkan pola penetrasi yang berbeda di kedua sisi lapangan. Mandzukic di kiri, jelas bukan tipe eksplosif yang lincah bergerak dengan bola. Berbeda dengan sumber daya pemain di sisi kanan, di mana Cuadrado, Alves, Marko Pjaca, atau Dybala berada.<\/p>\n<p>Dengan fakta sisi kanan yang lebih eksplosif, adalah logis bila Allegri berusaha \u201cmembebaskan\u201d pemain-pemain di sisi kanan ketika Juventus masuk ke sepertiga awal lawan. Juventus mengandalkan pola serang semacam ini ketika menghadapi FC Porto dan Barcelona di Liga Champions serta beberapa kali dalam pertandingan di Serie A.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-5856-5\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/05\/05\/BPYD56QJX3XUPCHGQUBFARPFE4\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=5\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/05\/05\/BPYD56QJX3XUPCHGQUBFARPFE4\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/05\/05\/BPYD56QJX3XUPCHGQUBFARPFE4\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p><em>Overload di sisi kiri untuk menciptakan \u201cpemain bebas\u201d di sisi kanan.<\/em><\/p>\n<p>Pola dasarnya seperti ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Ada dua arah dalam sirkulasi bola di separuh pertahanan lawan. Pertama, Juventus melakukan progresi bola ke sisi kiri. Bila ini yang terjadi, Nyonya Tua akan melakukan <em>overload <\/em>di sisi kiri untuk memancing pergeseran horizontal blok lawan diikuti perpindahan ke sayap kanan menyasar kepada bek sayap atau penyerang sayap. Dari sini, Juve akan mencoba masuk melalui <em>halfspace <\/em>sisi bola.<\/li>\n<li>Yang kedua, Juve langsung melakukan progresi bola ke sayap kanan lalu mencoba masuk melalui <em>halfspace <\/em>sisi bola.<\/li>\n<li>Pemain yang ditugaskan untuk masuk ke <em>halfspace <\/em>adalah penyerang sayap, seperti Cuadrado atau Pjaca (sebelum ia menepi karena cedera). Dengan bergerak ke <em>halfspace<\/em>, Juventus mencoba memetik dua keuntungan. Pertama, mendekati Dybala atau Pjanic untuk menciptakan kombinasi umpan cepat demi membuka akses ke kotak penalti. Gol Pjaca ke gawang Porto menjadi contohnya.<\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-5856-6\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/FYCLESTZ2MU2GLM2YIU7RR47KQ\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=6\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/FYCLESTZ2MU2GLM2YIU7RR47KQ\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/FYCLESTZ2MU2GLM2YIU7RR47KQ\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p><em>Gol Pjaca<\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Dan bila memang harus melakukan umpan silang melambung, umpan dari <em>halfspace <\/em>memiliki jarak yang lebih dekat ke area tengah kotak penalti, ketimbang dari sayap, di mana posisi Mandzukic dan Higuain bersiap menyambar umpan. Contohnya, gol Mandzukic ke gawang Monaco di laga semifinal kedua.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ketika fokus penciptaan peluang melalui area sayap meningkat, sudah barang tentu intensitas keterlibatan bek sayap pun bertambah. Fokus penciptaan peluang melalui sayap yang dimaksudkan di sini adalah pemanfaatan umpan silang melambung dari koridor tepi ke depan gawang.<\/p>\n<p>Dalam taktik ini, lagi-lagi, terlihat peranan kedua GT Juventus. Dalam sirkulasi awal ke separuh pertahanan lawan, bola akan dimainkan ke koridor tepi atau <em>halfspace<\/em> untk kemudian diarahkan kepada GT terdekat. Dari GT, bola diarahkan ke koridor sayap.<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-5856-7\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/OJYQEEGTJWNXZ57ZGCHQ3LIVOU\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=7\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/OJYQEEGTJWNXZ57ZGCHQ3LIVOU\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/OJYQEEGTJWNXZ57ZGCHQ3LIVOU\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p><em>GT sebagai distributor umpan ke sayap<\/em><\/p>\n<p>Masih adakah opsi lain? Tentu saja. Apa itu? Melibatkan gelandang tengah sebagai eksekutor dalam fase eksekusi peluang.<\/p>\n<p>Dalam sistem permainan Allegri, mengikutsertakan pemain tengah dalam eksekusi peluang sudah dilakukannya sejak awal menangani Juventus. Di musim ini, prinsip tersebut masih terlihat. Hanya saja, intensitas penggunannya berbeda ketika Juventus berlaga di Liga Champions, utamanya di fase <em>knock-out <\/em>dengan di pertandingan Serie A.<\/p>\n<p>Perhatikan video berikut:<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-5856-8\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/VJK6MBIRIQX3DBADIJHWFUGOIE\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=8\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/VJK6MBIRIQX3DBADIJHWFUGOIE\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/VJK6MBIRIQX3DBADIJHWFUGOIE\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p><em>Sami Khedira!<\/em><\/p>\n<p>Ya, benar! Anda tidak salah baca atau salah lihat. Yang menjadi fokus dalam video di atas, tidak lain tidak bukan adalah Sami Khedira. Salah satu pemain Juventus yang paling <em>underrated <\/em>\u00a0alias dinilai \u201crendah\u201d. Bahkan, sedihnya, oleh sebagian besar Juventini sendiri.<\/p>\n<p>Khedira merupakan gelandang tengah yang secara konsisten menjadi eksekutor dalam fase eksekusi. Kelebihan utama Khedira adalah penempatan diri di dalam kotak penalti lawan. Anda pernah mendengar atau membaca istilah taktik <em>coming from behind? <\/em>Itulah alasan kenapa penempatan posisinya di dalam kotak penalti termasuk bagus. <em>Coming from behind-<\/em>nya Sami Khedira sangat baik.<\/p>\n<p>Mobilitas dan kedisiplinan taktik Khedira juga menunjang dirinya untuk aktif berprestasi dalam <em>gegenpressing<\/em>. Video pertama memperlihatkan bagaimana Khedira merebut kembali penguasaan bola dalam <em>gegenpressing <\/em>Juventus untuk kemudian ia bergerak masuk ke kotak penalti, menerima umpan terobosan Cuadrado, dan melepaskan umpan mendatar ke tengah.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Pertahanan: <em>gegen(counter)pressing<\/em><\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_5864\" aria-describedby=\"caption-attachment-5864\" style=\"width: 571px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5864 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/6.jpg\" alt=\"\" width=\"571\" height=\"457\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/6.jpg 571w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/6-281x225.jpg 281w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/6-475x380.jpg 475w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/6-560x448.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 571px) 100vw, 571px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5864\" class=\"wp-caption-text\"><em>Gegenpressing Juventus.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Salah satu alasan bagusnya <em>gegenpressing <\/em>Juventus adalah perlindungan ruang di luar kotak penalti lawan yang dilakukan oleh dua atau tiga pemain. Pjanic sebagai nomor 6 \u201cutama\u201d dan Alves yang sangat aktif bergerak merupakan dua pemain yang mengisi area di depan kotak penalti lawan. Apabila Khedira bergerak maju dan masuk ke dalam kotak penalti lawan, maka Alex Sandro yang mengisi <em>halfspace <\/em>kiri yang ditinggalkan Khedira. Bila tidak, Khedira yang akan berjaga di area lingkaran abu-abu.<\/p>\n<h3><strong><em>Pressing <\/em><\/strong><strong>di sepertiga akhir<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_5865\" aria-describedby=\"caption-attachment-5865\" style=\"width: 868px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5865 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/7.jpg\" alt=\"\" width=\"868\" height=\"555\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/7.jpg 868w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/7-768x491.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/7-800x512.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/7-350x225.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/7-594x380.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/7-560x358.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 868px) 100vw, 868px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5865\" class=\"wp-caption-text\"><em>Enam koridor horizontal<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam edukasi kepelatihan Eropa, dikenal enam koridor horizontal. Pada dasarnya, keenam koridor ini merupakan pengembangan dari tiga sepertiga utama. Lantas, apa hubungannya dengan <em>pressing <\/em>Juventus?<\/p>\n<figure id=\"attachment_5866\" aria-describedby=\"caption-attachment-5866\" style=\"width: 702px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5866 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/8.jpg\" alt=\"\" width=\"702\" height=\"526\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/8.jpg 702w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/8-300x225.jpg 300w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/8-507x380.jpg 507w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/8-560x420.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 702px) 100vw, 702px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5866\" class=\"wp-caption-text\"><em>Pressing Juventus di sepertiga akhir atas<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>La Vecchia Signora selalu memulai <em>pressing <\/em>mereka dari sepertiga akhir. Pemain-pemain Juventus akan selalu berusaha mengembangkan akses ke sepertiga akhir atas, yang mana tujuan utamanya adalah menekan bek atau kiper lawan untuk melambungkan bola jauh ke depan. Juventus\u00a0 dengan percaya diri menjadikan hal ini sebagai prinsip dalam <em>pressing <\/em>karena mereka memiliki pemain-pemain belakang yang mumpuni dalam duel udara (Chiellini, Andrea Barzagli hingga Leonardo Bonucci).<\/p>\n<div style=\"width: 640px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-5856-9\" width=\"640\" height=\"360\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/mp4\" src=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/CUBFHH4QGKIMPEQPQA5IAM4PMM\/main_OUTPUT.tmp.mp4?_=9\" \/><a href=\"https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/CUBFHH4QGKIMPEQPQA5IAM4PMM\/main_OUTPUT.tmp.mp4\">https:\/\/d3ldtt2c6t0t08.cloudfront.net\/files\/nczohocpa5ccy\/2017\/06\/02\/CUBFHH4QGKIMPEQPQA5IAM4PMM\/main_OUTPUT.tmp.mp4<\/a><\/video><\/div>\n<p><em>Pressing blok tinggi ketika menghadapi Barcelona<\/em><em><br \/>\n<\/em><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Mekanisme <em>pressing<\/em><\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_5867\" aria-describedby=\"caption-attachment-5867\" style=\"width: 865px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5867 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/9.jpg\" alt=\"\" width=\"865\" height=\"552\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/9.jpg 865w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/9-768x490.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/9-800x511.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/9-350x223.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/9-595x380.jpg 595w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/9-560x357.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 865px) 100vw, 865px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5867\" class=\"wp-caption-text\"><em>Mekanisme pressing Juventus<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Hipotesis <em>pressing <\/em>Juventus ketika bola disirkulasi ke Jeremy Mathieu. Panah abu-abu merupakan penanda <em>pressing <\/em>opsional yang hanya dilakukan pemain ketika sirkulasi Barcelona bergeser ke kanan, kepada Gerard Pique.<\/p>\n<p>Dalam perkembangan pertandingan, Pjanic akan berorientasi kepada Andres Iniesta kalau Cuadrado bergerak naik ke atas untuk \u201cmengambil\u201d Mathieu, sementara Dybala dan Higuain mengambil Javier Mascherano dan Pique. Dalam situasi lain, sangat mungkin pemain lini belakang Juve yang \u201cmengambil\u201d pemain dari lini tengah Bacelona. Contoh, Chiellini yang naik ke pos nomor 6 untuk menempel Ivan Rakitic.<\/p>\n<p>Perilaku <em>pressing <\/em>dari bek sangat penting untuk menjaga <em>compactness <\/em>spasial Juventus. Sebab, tanpa pemain belakang Juventus keluar dari posnya, pemain lawan akan menemukan ruang berkreasi tepat di depan lini belakang Juventus.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5868\" aria-describedby=\"caption-attachment-5868\" style=\"width: 854px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5868 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/10.jpg\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"479\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/10.jpg 854w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/10-768x431.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/10-800x449.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/10-350x196.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/10-677x380.jpg 677w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/10-560x314.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5868\" class=\"wp-caption-text\"><em>Bonucci menempel Luiz Suarez sekaligus menghentikan kemungkinan Lionel Messi mengakses Suarez.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong><em>Pressing <\/em><\/strong><strong>blok medium dan blok rendah<\/strong><\/h3>\n<p>Selain <em>onward-pressing <\/em>(<em>press <\/em>ke arah depan) oleh bek, keterlibatan penyerang dalam melakukan <em>backward-pressing<\/em> juga memengaruhi kestabilan pertahanan. Terutama sekali, ketika Juventus berada dalam blok medium dan blok rendah. Berikut salah satu situasi dalam blok medium tim kota Turin ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5869\" aria-describedby=\"caption-attachment-5869\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5869 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/11.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"524\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/11.jpg 700w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/11-301x225.jpg 301w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/11-508x380.jpg 508w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/11-560x419.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5869\" class=\"wp-caption-text\"><em>Blok medium Juventus.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Yang terakhir adalah <em>pressing <\/em>blok rendah. Selain blok medium, di dalam blok rendah kita bisa melihat betapa penekatan <em>man-oriented <\/em>dalam <em>pressing <\/em>Juventus sangat memengaruhi bentuk. Dalam blok rendah, sangat mungkin ditemui formasi 6-3-1. Hal ini terjadi karena, kedua gelandang mengikuti pergerakan vertikal bek sayap lawan (dalam konteks ini Barcelona). Selain itu, tugas gelandang sayap yang melindungi area yang ditinggalkan oleh bek sayap turut serta mengubah bentuk pertahanan Juventus.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5870\" aria-describedby=\"caption-attachment-5870\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5870 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/12.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"467\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/12.jpg 700w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/12-337x225.jpg 337w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/12-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/12-560x374.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5870\" class=\"wp-caption-text\"><em>Pressing blok rendah 4-4-2<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Pergerakan gelandang sayap atau gelandang tengah, yang memiliki akses terbaik, patut menjadi perhatian. Penugasan kepada gelandang untuk menutup ruang yang ditinggalkan bek sayap merupakan keputusan logis. Tetapi, di sisi lain, di titik inilah celah dalam <em>pressing <\/em>Juventus teridentifikasi. Barcelona menunjukkan caranya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5871\" aria-describedby=\"caption-attachment-5871\" style=\"width: 859px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5871 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/13.jpg\" alt=\"\" width=\"859\" height=\"435\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/13.jpg 859w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/13-768x389.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/13-800x405.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/13-350x177.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/13-680x344.jpg 680w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/13-560x284.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5871\" class=\"wp-caption-text\"><em>Iniesta mengokupansi celah antara bek sayap dan bek tengah.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Akhir kata, sampai jumpa di final Liga Champions 2016\/2017!<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Ryan Tank (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/ryantank100\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">ryantank100<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Massimiliano \u201cMax\u201d Allegri merupakan tipe pelatih yang sangat mengutamakan organisasi permainan yang terstruktur di semua fase. Bersamanya, Juventus memainkan sepak bola yang \u201crapi\u201d, baik dalam fase menguasai bola maupun tanpa bola. NB: Silakan klik setiap tulisan yang berisi backlink untuk mendapatkan penjelasan istilah taktik yang digunakan di dalam artikel ini. Formasi dasar Salah satu bentuk dasar yang digunakan Juventus adalah 4-2-3-1 atau 4-2-1-3. Ketika berada dalam fase tanpa bola, Juventus membentuk pola 4-4-2. Allegri memainkan pressing blok tinggi menghadapi lawan yang build-up dari belakang. Man-oriented press menjadi pilihan. Ketika bertemu lawan yang memakai build-up dengan sistem tiga bek dan sirkulasi lawan bergeser ke salah satu sisi, duo penyerang bergeser ke &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Taktik Juventus di Liga Champions 2016\/2017: Bukan Sekadar Parkir Bus&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5872,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3018],"tags":[1008,177,129,102,122,175],"class_list":["post-5856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tribe-tank","tag-analisis","tag-champions-league","tag-featured","tag-juventus","tag-slider","tag-uefa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Taktik Juventus di Liga Champions 2016\/2017: Bukan Sekadar Parkir Bus | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bersamanya Massimiliano \u201cMax\u201d Allegri, Juventus memainkan sepak bola yang \u201crapi\u201d, baik dalam fase menguasai bola maupun tanpa bola.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Taktik Juventus di Liga Champions 2016\/2017: Bukan Sekadar Parkir Bus | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bersamanya Massimiliano \u201cMax\u201d Allegri, Juventus memainkan sepak bola yang \u201crapi\u201d, baik dalam fase menguasai bola maupun tanpa bola.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-03T02:00:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-27T06:13:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691598894.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"389\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/03\\\/taktik-juventus-di-liga-champions\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/03\\\/taktik-juventus-di-liga-champions\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Taktik Juventus di Liga Champions 2016\\\/2017: Bukan Sekadar Parkir Bus\",\"datePublished\":\"2017-06-03T02:00:48+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-27T06:13:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/03\\\/taktik-juventus-di-liga-champions\\\/\"},\"wordCount\":2502,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/03\\\/taktik-juventus-di-liga-champions\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/691598894.jpg\",\"keywords\":[\"Analisis\",\"Champions League\",\"Featured\",\"Juventus\",\"Slider\",\"UEFA\"],\"articleSection\":[\"Tribe Tank\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/03\\\/taktik-juventus-di-liga-champions\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/03\\\/taktik-juventus-di-liga-champions\\\/\",\"name\":\"Taktik Juventus di Liga Champions 2016\\\/2017: Bukan Sekadar Parkir Bus | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/03\\\/taktik-juventus-di-liga-champions\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/03\\\/taktik-juventus-di-liga-champions\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/691598894.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-03T02:00:48+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-27T06:13:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Bersamanya Massimiliano \u201cMax\u201d Allegri, Juventus memainkan sepak bola yang \u201crapi\u201d, baik dalam fase menguasai bola maupun tanpa bola.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/03\\\/taktik-juventus-di-liga-champions\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/06\\\/03\\\/taktik-juventus-di-liga-champions\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/691598894.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/06\\\/691598894.jpg\",\"width\":594,\"height\":389,\"caption\":\"Sesi latihan Juventus jelang final Liga Champions Eropa kontra Real Madrid.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Taktik Juventus di Liga Champions 2016\/2017: Bukan Sekadar Parkir Bus | Football Tribe Indonesia","description":"Bersamanya Massimiliano \u201cMax\u201d Allegri, Juventus memainkan sepak bola yang \u201crapi\u201d, baik dalam fase menguasai bola maupun tanpa bola.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Taktik Juventus di Liga Champions 2016\/2017: Bukan Sekadar Parkir Bus | Football Tribe Indonesia","og_description":"Bersamanya Massimiliano \u201cMax\u201d Allegri, Juventus memainkan sepak bola yang \u201crapi\u201d, baik dalam fase menguasai bola maupun tanpa bola.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-03T02:00:48+00:00","article_modified_time":"2018-02-27T06:13:34+00:00","og_image":[{"width":594,"height":389,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691598894.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Taktik Juventus di Liga Champions 2016\/2017: Bukan Sekadar Parkir Bus","datePublished":"2017-06-03T02:00:48+00:00","dateModified":"2018-02-27T06:13:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/"},"wordCount":2502,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691598894.jpg","keywords":["Analisis","Champions League","Featured","Juventus","Slider","UEFA"],"articleSection":["Tribe Tank"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/","name":"Taktik Juventus di Liga Champions 2016\/2017: Bukan Sekadar Parkir Bus | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691598894.jpg","datePublished":"2017-06-03T02:00:48+00:00","dateModified":"2018-02-27T06:13:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Bersamanya Massimiliano \u201cMax\u201d Allegri, Juventus memainkan sepak bola yang \u201crapi\u201d, baik dalam fase menguasai bola maupun tanpa bola.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/03\/taktik-juventus-di-liga-champions\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691598894.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/691598894.jpg","width":594,"height":389,"caption":"Sesi latihan Juventus jelang final Liga Champions Eropa kontra Real Madrid."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5856"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5856\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}