{"id":5805,"date":"2017-06-02T11:00:51","date_gmt":"2017-06-02T04:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=5805"},"modified":"2017-06-02T00:48:34","modified_gmt":"2017-06-01T17:48:34","slug":"lima-final-terbaik-di-stadion-millennium","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/","title":{"rendered":"Lima Final Terbaik di Stadion Millennium"},"content":{"rendered":"<p>Mulai dibangun pada tahun 1997 silam, Stadion Millennium yang terletak di kota Cardiff pada awalnya ditujukan untuk penyelenggaraan Piala Dunia Rugbi di tahun 1999 sekaligus kandang bagi tim nasional rugbi Wales. Akan tetapi dalam perkembangannya, stadion yang berada di tepian Sungai Taff ini juga menjadi arena pertandingan sepak bola, baik partai internasional yang melibatkan tim nasional Wales maupun kompetisi lokal di tanah Britania.<\/p>\n<p>Tak sampai di situ, Stadion Millennium yang biaya pembangunannya menghabiskan biaya sebesar 121 juta paun juga digunakan untuk konser musik akbar dari penyanyi atau grup <em>band<\/em> papan atas dunia. Kualitas dan kemegahan dari stadion berkapasitas 74.500 tempat duduk ini memang salah satu yang terbaik di dunia.<\/p>\n<p>Dan pada akhir pekan ini (2\/6), Stadion Millennium mendapat sebuah kehormatan dari asosiasi sepak bola Eropa (UEFA) untuk menjadi arena pertarungan dua klub raksasa benua biru, Juventus (Italia) dan Real Madrid (Spanyol) guna memperebutkan trofi Liga Champions 2016\/2017.<\/p>\n<p>Partai final ini sendiri diramalkan banyak pihak akan berjalan sengit karena masing-masing kubu memiliki motivasi tersendiri. Di sisi lain, kokohnya barisan belakang La Vecchia Signora akan mendapat ujian dahsyat dari lini serang Los Galacticos yang luar biasa tajam. Laga puncak di antara kedua tim ini menjanjikan sebuah cerita dramatis tersendiri.<\/p>\n<p>Bicara tentang laga final nan dramatis, Football Tribe Indonesia ingin mengajak pembaca untuk menelusuri waktu dan melihat lima partai final sepak bola dramatis yang pernah terjadi di Stadion Millennium dalam kurun dua dekade terakhir. Berikut daftarnya:<\/p>\n<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/may-2001-thierry-henry-of-arsenal-goes-in-on-goal-during-the-axa-fa-picture-id987225?k=6&amp;m=987225&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=BObsOS0PU7aWUo0hAMXWMDezn0EdnVrPBjP8_AmeaJo=\" width=\"594\" height=\"399\" \/><\/strong><\/p>\n<h3><strong>Arsenal 1-2 Liverpool (Final Piala FA 2001)<\/strong><\/h3>\n<p>Baik Arsenal maupun Liverpool datang ke Stadion Millennium dengan membawa asa meraup titel Piala FA guna sebagai pelipur lara kegagalan menjadi kampiun Liga Primer Inggris. Sama-sama menurunkan skuat terbaiknya, pertempuran antara The Gunners dan The Reds di tanggal 12 Mei 2001 ini berlangsung ketat. Skor kacamata bertahan hingga jeda.<\/p>\n<p>Pertandingan berjalan lebih menarik di babak kedua. Gelandang asal Swedia, Freddie Ljungberg, membuat Arsenal unggul lebih dulu dengan golnya di menit ke-72. Sayangnya, hal tersebut tak bertahan lama. Bintang Liverpool, Michael Owen, menggelontorkan sepasang gol di menit ke-83 dan menit ke-88 guna membalikkan keadaan sekaligus membawa pulang trofi Piala FA ke Merseyside. Bagi The Reds sendiri, gelar ini merupakan titel kedua dari raihan <em>treble<\/em> mereka di musim 2000\/2001.<\/p>\n<p><!--nextpage--><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/may-2001-don-goodman-of-walsall-scores-the-equalizer-during-the-match-picture-id988693?k=6&amp;m=988693&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=RlxIPFdCXdDpeBgHeblNZon79tmAVC9nzneWuulREjw=\" width=\"594\" height=\"393\" \/><\/p>\n<h3><strong>Walsall 3-2 Reading (Final <em>playoff<\/em> promosi divisi dua)<\/strong><\/h3>\n<p>Berselang lima belas hari dari laga Arsenal melawan Liverpool di babak final Piala FA, Stadion Millennium kembali menggelar sebuah partai final yang kali ini datang dari babak <em>playoff<\/em> promosi Divisi Dua (kini League One). Dua tim yang bertarung saat itu adalah Walsall dan Reading. Duel ini berjalan amat seru dan menguras emosi.<\/p>\n<p>Reading sempat unggul lebih dulu di menit ke-31 via gol Jamie Cureton. Akan tetapi Don Goodman berhasil menyamakan skor ketika babak kedua baru saja dimulai beberapa saat. Kedudukan 1-1 sendiri bertahan sampai waktu normal berakhir.<\/p>\n<p>Di babak perpanjangan waktu, asa naik kasta The Royals sempat meninggi usai Martin Butler menceploskan gol di menit ke-91. Nahas, The Saddlers berhasil membalas lewat gol bunuh diri Tom Rougier di menit ke-107 dan sepakan Darren Byfield dua menit berselang. Walsall pun mencuri tiket promosi ke Divisi Championsip.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/damien-duff-of-chelsea-battles-with-steve-finnan-of-liverpool-during-picture-id52249310?k=6&amp;m=52249310&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=eldDw41_iQoySnJsTEJ14j6FtjZtafThaJNEdPv2QEI=\" width=\"594\" height=\"429\" \/><\/p>\n<h3><strong>Liverpool 2-3 Chelsea (Final Piala Liga 2005)<\/strong><\/h3>\n<p>Laga yang dimainkan pada tanggal 27 Februari 2005 ini bisa jadi takkan lenyap dari ingatan pendukung The Reds maupun The Blues. Partai yang diwasiti oleh Steve Bennett ini berlangsung seru sejak sepak mula. Bek sayap kiri asal Norwegia, John-Arne Riise, mencetak gol cepat di menit pertama untuk membawa Liverpool unggul 1-0. Kedudukan ini tak berubah sampai turun minum.<\/p>\n<p>Selepas jeda, John Terry dan kawan-kawan terus menekan jantung pertahanan Steven Gerrard dan kolega untuk mencuri angka. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Gerrard membuat gol bunuh diri di menit ke-79. Skor imbang bertahan hingga 90 menit dan memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.<\/p>\n<p>Di babak ini, Chelsea berhasil membukukan dua gol dalam tempo lima menit via Didier Drogba (menit ke-107) dan Mateja Kezman (112). Gol Antonio Nunez bagi Liverpool di menit ke-113 tak lebih dari gol hiburan belaka. Kubu The Blues pun berhasil membawa pulang trofi perdananya di bawah asuhan pelatih asal Portugal, Jose Mourinho.<\/p>\n<p><!--nextpage--><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/liverpools-captain-steven-gerrard-and-manager-rafael-benitez-with-the-picture-id527064764?k=6&amp;m=527064764&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=iRzEdyDSgZ6jfdiiFomCtGv2KGXq1GvRvL9vBmHpiSg=\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Liverpool 3-3 West Ham United (Final Piala FA 2006)<\/strong><\/h3>\n<p>Disaksikan kurang lebih 71 ribu pasang mata yang memadati Stadion Millennium, partai Liverpool melawan West Ham yang dimainkan pada tanggal 13 Mei 2006 ini memang sangat mendebarkan. The Hammers berhasil unggul terlebih dahulu setelah bek andalan The Reds, Jamie Carragher melesakkan gol ke gawangnya sendiri di menit ke-21.<\/p>\n<p>Tak berselang lama, Dean Ashton sukses menggandakan keunggulan West Ham menjadi 2-0 setelah mencetak gol di menit ke-28. Beruntung Djibril Cisse mampu memperkecil kedudukan dengan menciptakan angka di menit ke-32. Skor 1-2 untuk keunggulan West Ham ini bertahan sampai jeda babak.<\/p>\n<p>Di babak kedua, Liverpool yang dinakhodai oleh Rafael Benitez terus melancarkan serangan ke jantung pertahanan The Hammers yang digalang oleh Anton Ferdinand dan Danny Gabbidon. Hasilnya nampak di menit ke-54 usai Steven Gerrard sukses menyamakan kedudukan. Namun Paul Konchesky di kubu West Ham tak tinggal diam lantaran sepuluh menit berselang kembali membuat The Hammers unggul 3-2.<\/p>\n<p>Ketika trofi Piala FA sedikit lagi akan jadi milik Nigel Reo-Coker dan kawan-kawan, nyatanya takdir berkehendak lain. Gerrard menciptakan gol keduanya dengan sangat cantik ketika laga sudah memasuki menit ke-91. Gol itu memaksa laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu (tak ada gol tercipta) dan adu penalti. Pada babak tos-tosan ini akhirnya The Reds berhasil mengungguli West Ham dengan skor 3-1 sekaligus menggondol titel Piala FA ketujuh mereka sepanjang sejarah.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/frank-lampard-of-chelsea-fights-with-cesc-fabregas-of-arsenal-during-picture-id73416409?k=6&amp;m=73416409&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=rWYDumiU5xTGPSGHa6TXsFlfMAZ0ItAPHbdOp6rygxc=\" width=\"594\" height=\"417\" \/><\/p>\n<h3><strong>Chelsea 2-1 Arsenal (Final Piala Liga 2007)<\/strong><\/h3>\n<p>Perjumpaan dua tim asal kota London di tanggal 25 Februari 2007 ini menghasilkan laga dengan tensi panas. Cederanya John Terry di menit ke-63 memaksa wasit untuk memberi tambahan waktu di penghujung babak kedua hingga enam menit lamanya. Sialnya, di periode itu juga terjadi kericuhan yang melibatkan pemain dari kedua kubu yang diawali aksi saling tarik <em>jersey<\/em> antara Jon Obi Mikel dan Kolo Toure.<\/p>\n<p>Dua pemain asal Afrika itu pun lantas dihadiahi kartu merah oleh wasit Howard Webb. Tak berhenti sampai di situ, penyerang Arsenal asal Togo, Emmanuel Adebayor, juga memperoleh kartu merah lantaran memukul bek Chelsea, Wayne Bridge.<\/p>\n<p>Laga yang baru benar-benar selesai di menit ke-102 ini sendiri sukses dimenangi oleh Chelsea. Gol cepat Theo Walcott di menit ke-12 sukses disamakan oleh Didier Drogba delapan menit berselang. Nama terakhir ini pula yang kemudian mencetak gol kedua The Blues sekaligus mengunci kemenangan bagi kesebelasan asal London Barat tersebut. Titel Piala Liga di musim ini sendiri merupakan gelar keempat The Blues di ajang ini sebelum merengkuh yang kelima pada musim 2014\/2015 kemarin.<\/p>\n<p>Dengan sejarah yang cukup menarik seperti itu, akankah Stadion Millennium bakal memanggungkan pertandingan dramatis pada Minggu (2\/6) dini hari nanti?<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Budi Windekind (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/Windekind_Budi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">Windekind_Budi<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mulai dibangun pada tahun 1997 silam, Stadion Millennium yang terletak di kota Cardiff pada awalnya ditujukan untuk penyelenggaraan Piala Dunia Rugbi di tahun 1999 sekaligus kandang bagi tim nasional rugbi Wales. Akan tetapi dalam perkembangannya, stadion yang berada di tepian Sungai Taff ini juga menjadi arena pertandingan sepak bola, baik partai internasional yang melibatkan tim nasional Wales maupun kompetisi lokal di tanah Britania. Tak sampai di situ, Stadion Millennium yang biaya pembangunannya menghabiskan biaya sebesar 121 juta paun juga digunakan untuk konser musik akbar dari penyanyi atau grup band papan atas dunia. Kualitas dan kemegahan dari stadion berkapasitas 74.500 tempat duduk ini memang salah satu yang terbaik di dunia. Dan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Lima Final Terbaik di Stadion Millennium&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5806,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[129,1139],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lima Final Terbaik di Stadion Millennium | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Football Tribe Indonesia mengajak kalian untuk melihat lima partai sepak bola dramatis yang pernah terjadi di Stadion Millennium dalam dua dekade terakhir.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lima Final Terbaik di Stadion Millennium | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Football Tribe Indonesia mengajak kalian untuk melihat lima partai sepak bola dramatis yang pernah terjadi di Stadion Millennium dalam dua dekade terakhir.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-02T04:00:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-06-01T17:48:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/73416796.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"379\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/\",\"name\":\"Lima Final Terbaik di Stadion Millennium | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/73416796.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-02T04:00:51+00:00\",\"dateModified\":\"2017-06-01T17:48:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Football Tribe Indonesia mengajak kalian untuk melihat lima partai sepak bola dramatis yang pernah terjadi di Stadion Millennium dalam dua dekade terakhir.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/73416796.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/73416796.jpg\",\"width\":594,\"height\":379,\"caption\":\"Final Piala Carling antara Chelsea menghadapi Arsenal pada tahun 2007 lalu, salah satu memori di Stadion Millennium.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lima Final Terbaik di Stadion Millennium | Football Tribe Indonesia","description":"Football Tribe Indonesia mengajak kalian untuk melihat lima partai sepak bola dramatis yang pernah terjadi di Stadion Millennium dalam dua dekade terakhir.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lima Final Terbaik di Stadion Millennium | Football Tribe Indonesia","og_description":"Football Tribe Indonesia mengajak kalian untuk melihat lima partai sepak bola dramatis yang pernah terjadi di Stadion Millennium dalam dua dekade terakhir.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-06-02T04:00:51+00:00","article_modified_time":"2017-06-01T17:48:34+00:00","og_image":[{"width":594,"height":379,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/73416796.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/","name":"Lima Final Terbaik di Stadion Millennium | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/73416796.jpg","datePublished":"2017-06-02T04:00:51+00:00","dateModified":"2017-06-01T17:48:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Football Tribe Indonesia mengajak kalian untuk melihat lima partai sepak bola dramatis yang pernah terjadi di Stadion Millennium dalam dua dekade terakhir.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/02\/lima-final-terbaik-di-stadion-millennium\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/73416796.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/73416796.jpg","width":594,"height":379,"caption":"Final Piala Carling antara Chelsea menghadapi Arsenal pada tahun 2007 lalu, salah satu memori di Stadion Millennium."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5805"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5805"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5805\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}