{"id":5704,"date":"2017-05-31T09:00:24","date_gmt":"2017-05-31T02:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=5704"},"modified":"2017-05-31T10:18:11","modified_gmt":"2017-05-31T03:18:11","slug":"rekapitulasi-serie-20162017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/","title":{"rendered":"Rekapitulasi Serie A 2016\/2017"},"content":{"rendered":"<p>Perhelatan Serie A musim 2016\/2017 telah usai. Juventus kembali meraih Scudetto keenamnya beruntun sejak 2011. AS Roma juga sukses mengamankan tiket lolos langsung ke babak grup Liga Champions 2017\/2018 setelah menang secara dramatis dari Genoa di laga terakhir, yang berarti mengharuskan SSC Napoli ke babak kualifikasi musim depan. Sementara itu, Atalanta, Lazio dan AC Milan menjadi wakil Italia untuk Liga Europa dan Pescara, Palermo, serta Empoli harus degradasi ke Serie B.<\/p>\n<p>Selain fakta di atas, ada beberapa hal penting yg terjadi pada Serie A musim 2016\/2017, berikut beberapa di antaranya:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/gianluigi-buffon-of-juventus-fc-celebrates-with-the-trophy-after-the-picture-id687560416?k=6&amp;m=687560416&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=j-Le--OW5RaLCm7RcPiGNPZuQHKHWPoJitYo2W4kiUs=\" alt=\"Juventus\" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/p>\n<h3><strong>Sejarah baru Juventus <\/strong><\/h3>\n<p>Juventus kembali menegaskan dominasinya di Italia. Penyempurnaan skuat di awal musim dengan mendatangkan Miralem Pjanic, Gonzalo Higuain hingga Dani Alves, membuahkan hasil besar. Kekuatan mereka yang semakin menakutkan membuat Juventus mencetak sejarah dengan menjadi klub pertama di Serie A yang mampu meraih Scudetto sebanyak enam kali secara beruntun.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, dominasi Juventus juga terjadi pada Coppa Italia. Kemenangan 2-0 atas Lazio di final Coppa Italia menegaskan Juventus sebagai klub dengan raihan Coppa Italia terbanyak, yaitu 12 kali gelar juara. Raihan tersebut juga menjadikan Juventus sebagai tim pertama yang mampu meraih <em>double winner<\/em><em>s<\/em> selama tiga tahun berturut-turut. Sebuah rekor baru di sepak bola Italia. Musim yang penuh rekor bagi Si Nyonya Tua.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/francesco-totti-reads-a-letter-to-roma-fans-at-the-end-of-the-italian-picture-id690164676?k=6&amp;m=690164676&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=TECaN0ppvG3zbEdPZx1vu9eTPJpx6QZx7NZZeCu91Tw=\" alt=\"Francesco Totti\" width=\"594\" height=\"382\" \/><\/p>\n<h3><strong><em>Farewell<\/em><\/strong><strong> Totti<\/strong><\/h3>\n<p>Minggu, 29 Mei 2017, mungkin merupakan hari yang sendu bagi kota Roma, khususnya untuk Romanisti. Bagaimana tidak, di hadapan sekitar 65 ribu penonton di Stadion Olimpico, Roma, idola abadi Romanisti, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/francesco-totti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Francesco Totti<\/a>\u00a0menjalankan pertandingan terakhirnya untuk Roma.<\/p>\n<p>Kabar tentang pensiunnya Totti sudah dihembuskan beberapa minggu sebelumnya oleh Direktur Teknik baru AS Roma, Ramon Rodriguez Verdejo atau yang akrab disapa, Monchi. Dan laga melawan Genoa pada hari Minggu itu, resmi menjadi pertandingan terakhir Francesco Totti untuk Roma. Sepanjang 25 tahun kariernya, hanya ada satu klub yang dibela Totti. 786 pertandingan telah dijalaninya bersama Roma dengan total 307 gol berhasil dicetaknya dalam semua ajang. Bersama Totti, Roma meraih 1 Scudetto, 2 Coppa Italia dan 2 Supercoppa Italiana. Walau tak bergelimang banyak gelar kolektif bersama Roma, kepergiannya mungkin akan menyisakan kepedihan yang mendalam buat Romanisti maupun penggemar Liga Italia seluruhnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/andrea-conti-of-atalanta-celebrates-after-scoring-the-opening-goal-picture-id642636518?k=6&amp;m=642636518&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=XRCE_s7iqNhPdJTF5JFZvriDe5J9nSm9nM8fhzXyGeY=\" alt=\"Andrea Conti\" width=\"594\" height=\"395\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Andrea Conti<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Produktifnya lini belakang Atalanta<\/strong><\/h3>\n<p>Atalanta menjalani musim yang luar biasa musim ini. Mereka berhasil finis di posisi 4 klasemen akhir Serie A 2016\/2017. Torehan yang memastikan mereka mendapat satu tiket ke Liga Europa musim depan. Ada hal yang menarik dalam perjalanan Atalanta musim ini. Lini belakang mereka menjadi salah satu senjata andalan bukan hanya masalah bertahan, tetapi juga dalam urusan mencetak gol. Lini belakang Atalanta menjadi yang terproduktif dalam mencetak gol. Dari 62 gol yang berhasil dicetak Atalanta, 18 di antaranya dicetak oleh para bek Atalanta. Rinciannya, Andrea Conti mencetak delapan gol yang membuatnya menjadi bek terproduktif musim ini. Sedangkan dua bek lainnya, Mattia Caldara menyumbang tujuh gol dan Andrea Masiello menyumbang tiga gol. Ini belum ditambah Franck Kessie yang posisi aslinya adalah bek tapi ditempatkan sebagai gelandang bertahan musim ini. Kessie sendiri sukses mencetak enam gol.<br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/players-of-crotone-celebrate-after-the-serie-a-match-between-fc-and-picture-id689483640?k=6&amp;m=689483640&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=N8YNx8Cg5qv6-dmRrNBufBW7yAWD6w7n5Xz7QpBV10w=\" alt=\"Crotone\" width=\"594\" height=\"438\" \/><\/p>\n<h3><strong>Misi <em>salvezza <\/em>sukses Crotone <\/strong><\/h3>\n<p>Menempati peringkat dua Serie B musim sebelumnya, membuat Crotone berhak promosi ke Serie A untuk pertama kalinya musim ini. Perubahan pun terjadi di skuat Crotone, Davide Nicola ditunjuk sebagai pelatih baru. Namun, perubahan tersebut masih belum mampu membuat Crotone diperhitungkan. Bersama Pescara dan Palermo, Crotone memang diprediksi bakal kembali degradasi ke Serie B. Hal itu nampak akan menjadi kenyataan karena hingga akhir Maret 2017, Crotone hanya mampu meraih 14 poin dan terpaut 8 poin dari batas aman degradasi.<\/p>\n<p>Nampaknya, dewi fortuna masih menginginkan Crotone eksis di Serie A. Setelah kalah dari Fiorentina pada pekan ke-29, performa Crotone sangat impresif. Tujuh laga dijalani tanpa pernah kalah, di antaranya menang lawan Internazionale Milan dan seri lawan AC Milan, hingga kemudian dikalahkan Juventus yang memastikan Bianconeri meraih Scudetto pada pekan ke-37.<\/p>\n<p>Klimaksnya, pada pekan ke-38, persaingan menghindari jurang degradasi tinggal menyisakan dua klub saja, Crotone dan Empoli, dengan Empoli unggul satu angka di atas Crotone. Di atas kertas, Crotone diprediksi bakal terdegradasi karena harus melawan sang finalis Coppa Italia musim ini, Lazio, sementara Empoli menghadapi Palermo yang lebih dahulu divonis degradasi. Di sinilah keajaiban itu terjadi, dua gol dari Andrea Nalini dan satu gol Deigo Falcinelli hanya mampu dibalas satu gol Ciro Immobile. Sementara di tempat lain, Empoli secara mengejutkan menyerah 2-1 atas Palermo. Hasil ini membuat Crotone lolos dari jurang degradasi dan bisa menjalani musim keduanya di Serie A musim depan. <em>Salvezza <\/em>yang dramatis bagi debutan Serie A tersebut.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/pietro-pellegri-celebrates-after-scoring-goal-01-during-the-italian-picture-id689418298?k=6&amp;m=689418298&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=4ufWp5Wpiy7_iiAcM3xmm7rPMBhVm9zT0TF2x8uIpoY=\" alt=\"Pietro Pellegri\" width=\"594\" height=\"410\" \/><\/p>\n<h3><strong>Pesona pemuda di pekan terakhir<\/strong><\/h3>\n<p>Serie A dikenal sebagai liga yang sering mengandalkan pemain tua di skuatnya, sehingga kesempatan pemain muda untuk berkembang kurang mendapatkan tempat. Namun, musim ini banyak pemain muda yang mendapat tempat utama di klub-klub Italia. Gianluigi Donnarumma, Mattia Caldara, Andrea Belotti, Roberto Gagliardini, Federico Chiesa, Giovanni Simeone, hingga Balde Keita menjadi <em>rising star<\/em> musim ini. Mereka menampilkan penampilan bagus dan konsisten yang mampu menarik minat tim-tim besar untuk mendapatkannya musim depan.<\/p>\n<p>Bahkan rekor terkait pemain muda juga pecah musim ini. Moise Kean, pemuda asal klub Juventus, menyita perhatian ketika dirinya dimainkan Massimiliano Allegri pada partai melawan Pescara. Dengan tampil di pertandingan tersebut, Moise Kean mencatatkan namanya sebagai pemain kelahiran tahun 2000 pertama yang bermain di Serie A.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, di <em>giornata<\/em> terakhir Serie A melawan Bologna, Kean kembali diturunkan oleh Allegri. Bahkan, Kean berhasil mencetak gol di menit akhir babak kedua. Gol tersebut spesial karena menjadikan Kean sebagai pencetak gol termuda di Serie A saat itu. Namun, rekor Kean tersebut tak bertahan lama karena selang kurang dari 24 jam kemudian, ada seseroang pemuda lain yang memecahkan rekornya. Adalah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/pietro-pellegri-pencuri-perhatian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pietro Pellegri<\/a>, seorang pemuda asal Genoa. Di partai yang mejadi <em>farewell<\/em> Francesco Totti tersebut, Pellegri sempat membuat publik Roma terhenyak saat dia mencetak gol di sentuhan pertamanya pada menit ke-3. Gol yang membuat dia dinobatkan sebagai pencetak gol termuda Serie A.<\/p>\n<p>Begitulah, kawan-kawan pencinta <em>calcio. <\/em>Serie A musim 2016\/2017 memang sudah berakhir, namun beberapa fakta di atas masih dapat kita ceritakan di masa-masa depan sebagai pengingat bahwa tahun ini, stigma Serie A yang membosankan sudah harus dibuang jauh-jauh dari kompetisi kasta teratas sepak bola Italia ini.<\/p>\n<p><em>Forza Ital<\/em><em>ia!<\/em><\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Faizal Dwi Aulia (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/Faiz_DA\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">Faiz_DA<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Pengasuh <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/SerieA_Lawas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">SerieA_Lawas<\/b><\/span><\/a>, penikmat segala hal tentang Italia terutama sepak bolanya<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perhelatan Serie A musim 2016\/2017 telah usai. Juventus kembali meraih Scudetto keenamnya beruntun sejak 2011. AS Roma juga sukses mengamankan tiket lolos langsung ke babak grup Liga Champions 2017\/2018 setelah menang secara dramatis dari Genoa di laga terakhir, yang berarti mengharuskan SSC Napoli ke babak kualifikasi musim depan. Sementara itu, Atalanta, Lazio dan AC Milan menjadi wakil Italia untuk Liga Europa dan Pescara, Palermo, serta Empoli harus degradasi ke Serie B. Selain fakta di atas, ada beberapa hal penting yg terjadi pada Serie A musim 2016\/2017, berikut beberapa di antaranya: Sejarah baru Juventus Juventus kembali menegaskan dominasinya di Italia. Penyempurnaan skuat di awal musim dengan mendatangkan Miralem Pjanic, Gonzalo Higuain &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Rekapitulasi Serie A 2016\/2017&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5705,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[101,193,1127,129,674,102,131,122],"class_list":["post-5704","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-as-roma","tag-atalanta","tag-crotone","tag-featured","tag-francesco-totti","tag-juventus","tag-serie-a","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Rekapitulasi Serie A 2016\/2017 | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Melihat rekap musim ini, stigma Serie A yang membosankan sudah harus dibuang jauh-jauh dari kompetisi kasta teratas sepak bola Italia ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rekapitulasi Serie A 2016\/2017 | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Melihat rekap musim ini, stigma Serie A yang membosankan sudah harus dibuang jauh-jauh dari kompetisi kasta teratas sepak bola Italia ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-31T02:00:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-05-31T03:18:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686468946.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/31\\\/rekapitulasi-serie-20162017\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/31\\\/rekapitulasi-serie-20162017\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Rekapitulasi Serie A 2016\\\/2017\",\"datePublished\":\"2017-05-31T02:00:24+00:00\",\"dateModified\":\"2017-05-31T03:18:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/31\\\/rekapitulasi-serie-20162017\\\/\"},\"wordCount\":999,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/31\\\/rekapitulasi-serie-20162017\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/686468946.jpg\",\"keywords\":[\"AS Roma\",\"Atalanta\",\"Crotone\",\"Featured\",\"Francesco Totti\",\"Juventus\",\"Serie A\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/31\\\/rekapitulasi-serie-20162017\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/31\\\/rekapitulasi-serie-20162017\\\/\",\"name\":\"Rekapitulasi Serie A 2016\\\/2017 | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/31\\\/rekapitulasi-serie-20162017\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/31\\\/rekapitulasi-serie-20162017\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/686468946.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-31T02:00:24+00:00\",\"dateModified\":\"2017-05-31T03:18:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Melihat rekap musim ini, stigma Serie A yang membosankan sudah harus dibuang jauh-jauh dari kompetisi kasta teratas sepak bola Italia ini.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/31\\\/rekapitulasi-serie-20162017\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/31\\\/rekapitulasi-serie-20162017\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/686468946.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/686468946.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Selain kedigdayaan Juventus, ada beberapa poin penting dari Serie A musim 2016\\\/2017.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rekapitulasi Serie A 2016\/2017 | Football Tribe Indonesia","description":"Melihat rekap musim ini, stigma Serie A yang membosankan sudah harus dibuang jauh-jauh dari kompetisi kasta teratas sepak bola Italia ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rekapitulasi Serie A 2016\/2017 | Football Tribe Indonesia","og_description":"Melihat rekap musim ini, stigma Serie A yang membosankan sudah harus dibuang jauh-jauh dari kompetisi kasta teratas sepak bola Italia ini.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-31T02:00:24+00:00","article_modified_time":"2017-05-31T03:18:11+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686468946.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Rekapitulasi Serie A 2016\/2017","datePublished":"2017-05-31T02:00:24+00:00","dateModified":"2017-05-31T03:18:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/"},"wordCount":999,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686468946.jpg","keywords":["AS Roma","Atalanta","Crotone","Featured","Francesco Totti","Juventus","Serie A","Slider"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/","name":"Rekapitulasi Serie A 2016\/2017 | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686468946.jpg","datePublished":"2017-05-31T02:00:24+00:00","dateModified":"2017-05-31T03:18:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Melihat rekap musim ini, stigma Serie A yang membosankan sudah harus dibuang jauh-jauh dari kompetisi kasta teratas sepak bola Italia ini.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/31\/rekapitulasi-serie-20162017\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686468946.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686468946.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Selain kedigdayaan Juventus, ada beberapa poin penting dari Serie A musim 2016\/2017."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5704","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5704"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5704\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5705"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5704"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5704"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5704"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}