{"id":5639,"date":"2017-05-29T13:00:09","date_gmt":"2017-05-29T06:00:09","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=5639"},"modified":"2017-05-29T06:19:19","modified_gmt":"2017-05-28T23:19:19","slug":"totti-dan-legenda-serie-a","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/","title":{"rendered":"Francesco Totti dan Sejumlah Pemain di Italia yang Membuat Serie A Populer"},"content":{"rendered":"<p>Minggu kemarin (28\/5) menjadi laga spesial bagi Francesco Totti. Pemain yang akan berusia 41 tahun ini telah melakoni laga terakhirnya dengan AS Roma, klub ibu kota tempat Er Pupone mengawali karier hingga pensiun. Di laga terakhir Serie A, AS Roma berhadapan dengan Genoa di Stadion Olimpico, Roma.<\/p>\n<p>Bagi para suporter Giallorossi, Totti adalah segalanya. Tiket laga terakhir ini bahkan sudah terjual habis sebagaimana dikonfirmasi AS Roma dalam akun Twitter resminya.<\/p>\n<p>Bersama AS Roma, Totti sudah mencetak 307 gol di semua kompetisi (250 di Serie A saja). Di timnas Italia sendiri, Totti ikut andil membawa Negeri Pizza tersebut menjuarai Piala Dunia 2006, sekalipun skandal pengaturan skor yang memalukan turut mencederai citra sepak bola Italia dan Serie A saat itu.<\/p>\n<p>Nama Francesco Totti tidak bisa dilepaskan dari masa-masa kejayaan Serie A era 1990-an. Seperti kita ketahui, era 1990-an adalah eranya Serie A sekalipun sepak bola Inggris juga tengah seru-serunya di era Liga Primer (dengan kebangkitan Manchester United di bawah asuhan Sir Alex Ferguson). Tetapi, pencinta sepak bola selalu mengikuti tiap laga Serie A saat itu.<\/p>\n<p>Kalau mau disebut satu per satu, tentu terlalu banyak nama populer yang turut membawa Serie A ke masa kejayaan era 1990-an hingga 2000-an. Dan sebagai cara kita melepas Totti, kami membuat daftar pemain di era Totti yang turut membuat Serie A sebagai liga terpopuler kala itu. Berikut daftarnya:<\/p>\n<h3><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/paolo-maldini-of-ac-milan-glorie-in-action-during-the-perspolis-fc-v-picture-id452348079?k=6&amp;m=452348079&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=neUcsxZGaUF-xcmYXh28KM1fj9NUXqH3NTpK2qo5adc=\" alt=\"Paolo Maldini\" width=\"594\" height=\"359\" \/><\/h3>\n<h3><strong>Paolo Maldini<\/strong><\/h3>\n<p>Tidak ada yang tidak mengenal bek tangguh AC Milan ini. Maldini membela AC Milan selama 25 tahun dan telah mempersembahkan 26 trofi bersama Rossoneri (termasuk lima gelar Liga Champions Eropa dan tujuh gelar Serie A). Bersama timnas Italia, Maldini juga ikut bermain saat Italia mencapai semifinal Piala Dunia 1990 di negeri sendiri dan <em>runner-up<\/em> saat Piala Dunia 1994 di AS.<\/p>\n<p>Legenda AC Milan yang pensiun tahun 2009 ini memang lahir di keluarga sepak bola. Sang ayah, Cesare Maldini, adalah mantan pemain AC Milan dan sempat melatih timnas Italia saat Piala Dunia 1998. Paolo Maldini juga salah satu pemain sepak bola yang kehidupan pribadinya jauh dari gosip miring.<\/p>\n<p>Saat ini, namanya dikaitkan dengan posisi manajerial klub kaya Prancis, PSG. Sekalipun sudah berbicara dengan pemilik PSG, Nasser Al-Khelaifi, Maldini menegaskan belum ada tawaran apapun.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/brescias-roberto-baggio-celebrates-scoring-his-200th-serie-a-career-picture-id3085054?k=6&amp;m=3085054&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=0m3fZA5RPkYfQHRcIt_5BvZOGWxssc21h7H5ckbDL7Y=\" alt=\"Roberto Baggio\" width=\"594\" height=\"407\" \/><\/p>\n<h3><strong>Roberto Baggio<\/strong><\/h3>\n<p>Pencinta sepak bola masih ingat saat tendangan penaltinya meleset sehingga Italia harus kalah dari Brazil di final Piala Dunia 1994. Namun, tidak ada yang meragukan bakatnya dan tidak ada yang tidak mencintai sosok ini apapun yang terjadi. Sekalipun tersia-sia di Juventus (karena pelatih saat itu Marcello Lippi lebih memilih Alessandro Del Piero) dan AC Milan serta harus pindah ke klub sekelas Bologna dan Brescia, semua tidak mengurangi hormat publik Italia kepada pemain yang memeluk agama Buddha ini.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/alessandro-del-piero-of-juventus-fc-celebrates-scoring-the-second-picture-id141894778?k=6&amp;m=141894778&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=3rK3X1gUxJ0QUcdLjXgf6Qfb1LrD9wp4o9dv4MGnX-g=\" alt=\"Alessandro Del Piero\" width=\"594\" height=\"482\" \/><\/p>\n<h3><strong>Alessandro Del Piero<\/strong><\/h3>\n<p>Del Piero adalah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/06\/il-pinturicchio-pahlawan-masa-kecilku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">sosok ikonik<\/a> bagi Juventus. Bersama Juventus, pria berusia 43 tahun ini sudah mencetak 289 gol dari 705 penampilan. Pencetak gol handal sekaligus spesialis tendangan bebas yang ditakuti lawan. Bersama tim nasional Italia, dia sudah mencetak 27 gol.<\/p>\n<p>Saat Juventus terdegradasi ke Serie B, beberapa bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, Fabio Cannavaro dan lain-lain memutuskan meninggalkan klub kota Turin ini. Namun, Del Piero memutuskan tetap setia bersama si Nyonya Tua. Dan itu memotivasi pemain lainnya seperti Gianluigi Buffon dan Pavel Nedved untuk tetap bersama Juventus sekalipun harus main di Serie B akibat kasus pengaturan skor.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/alessandro-nesta-of-ac-milan-during-the-serie-a-match-between-ac-and-picture-id125866740?k=6&amp;m=125866740&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=9xifG8MYQAlD2Y0He9Y8C3QiSOM1iOuUDMMQqWxl558=\" alt=\"Alessandro Nesta\" width=\"594\" height=\"432\" \/><\/p>\n<h3><strong>Alessandro Nesta<\/strong><\/h3>\n<p>Pencinta sepak bola Italia tidak bisa lupa sosok bek tampan yang satu ini saat masih bersama klub ibu kota, SS Lazio. Era 1993-2000, Nesta sudah mempersembahkan berbagai gelar bersama Lazio. Beberapa di antaranya adalah Coppa Italia, Piala Winners (1998), dan Piala Super Eropa (1999). Kisah suksesnya masih berlanjut saat Lazio meraih gelar serie A tahun 1999\/2000 serta Coppa Italia dan dua Piala Super Italia.<\/p>\n<p>Sayangnya Lazio terkena krisis keuangan. Nesta dilepas ke AC Milan. Bersama Milan, Nesta terbilang cukup sukses dengan meraih gelar Liga Champions Eropa dua kali.<\/p>\n<p>Bersama timnas Italia, Nesta termasuk dalam Timnas U-21 yang meraih gelar Piala Eropa junior tahun 1996. Sayangnya, Nesta kerap didera cedera saat bermain untuk negaranya. Saat Piala Dunia 2006, dia tidak bisa ikut bermain di final karena sudah harus pulang saat Italia bermain di fase grup akibat cedera.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/gianluigi-buffon-of-juventus-fc-celebrate-the-victory-of-italian-a-picture-id686596546?k=6&amp;m=686596546&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=ztG8vdYklldbLMi5gW1Lsm7yy9wKms-7Tf9VnWsIs-M=\" alt=\"Gianluigi Buffon \" width=\"594\" height=\"396\" \/><\/h3>\n<h3><strong>Gianluigi Buffon<\/strong><\/h3>\n<p>Tidak perlu panjang lebar menjelaskan sosok yang satu ini. Namanya saat ini lekat dengan Juventus, klub yang dibelanya selama 16 tahun. Namun, namanya mulai dikenal saat dia masih berusia 17 tahun dan menjadi kiper utama di Parma. Transfer dari Parma ke Juventus sebesar 45 juta euro kala itu menjadikannya kiper termahal dunia (tahun 2001). Sewaktu bersama Parma, Buffon mengantarkan klub tersebut menjadi <em>runner-up<\/em> musim 1996\/1997.<\/p>\n<p>Saat ini, Buffon masih aktif bermain bersama Juventus dan timnas Italia. Banyak suara yang mendukungnya meraih gelar pemain terbaik dunia musim ini karena sudah terlalu sering Ballon d\u2019Or diraih Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/mar-2002-giuseppe-signori-of-bologna-in-action-during-the-seriea-28-picture-id1113223?k=6&amp;m=1113223&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=hZuFXYfQH6_-GJWDVocGDLOtzzre5jOtC-HFU_zg_wU=\" alt=\"Giuseppe Signori\" width=\"594\" height=\"403\" \/><\/p>\n<h3><strong>Giuseppe Signori<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu penyerang handal yang sayangnya tidak merasakan klubnya meraih gelar di tingkat tinggi. Mengawali karier junior di Internazionale, dia justru dilepas Inter karena dianggap terlalu pendek. Bersama Lazio, Signori sudah mencetak 126 gol. Menjadi pencetak gol untuk tiga musim berbeda, Signori tidak pernah membawa klubnya meraih gelar.<\/p>\n<p>Signori juga tidak terlalu bersinar di level nasional karena tidak nyaman dengan posisi yang diinginkan pelatih. Lepas dari namanya yang nyaris terlupakan, Signori tetap sosok yang layak diingat para pencinta sepak bola.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/portrait-of-roberto-mancini-of-sampdoria-during-a-european-cup-cup-picture-id1923596?k=6&amp;m=1923596&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=yOJ4Lwl5n-5op0khoQVWWFu5QGMdRzC0exKOQdyDuiw=\" alt=\"Roberto Mancin\" width=\"594\" height=\"390\" \/><\/p>\n<h3><strong>Roberto Mancini<\/strong><\/h3>\n<p>Namanya saat ini lebih terkenal sebagai manajer di beberapa klub. Namun semasa aktif menjadi pesepak bola, Mancini sudah mencetak lebih dari 160 gol bersama Sampdoria. Saat ini, namanya dikaitkan dengan klub Rusia, Zenit St.Petersburg.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/chelsea-player-gianfranco-zola-during-the-200001-season-in-august-at-picture-id112768081?k=6&amp;m=112768081&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=dHuLyF5XVvziav7qZQSqmqlAoTkSWvHPg6xWJX7zjKU=\" alt=\"Gianfranco Zola\" width=\"594\" height=\"411\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gianfranco Zola<\/strong><\/h3>\n<p>Posturnya tidak terlalu tinggi. Tetapi Zola adalah sosok lincah yang kerap merepotkan lawan. Selama berkarier sebagai pesepak bola, Zola sukses bersama Napoli, Parma, dan kesuksesannya berlanjut di Liga Inggris bersama Chelsea.<\/p>\n<p>Dikabarkan Zola tengah mencari klub untuk dilatih setelah meninggalkan Birmingham City. Zola tengah dikabarkan mengincar posisi pelatih di klub Prancis, St.Etienne.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/may-1996-fabrizio-ravanelli-of-juventus-celebrates-a-goal-in-the-cup-picture-id1271759?k=6&amp;m=1271759&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=RUUySvUuHm5TkHSNZmixnnBTRXbkRlFc9M3s36p9K9c=\" alt=\"Fabrizio Ravanelli\" width=\"594\" height=\"441\" \/><\/p>\n<h3><strong>Fabrizio Ravanelli<\/strong><\/h3>\n<p>Si rambut putih ini terkenal dengan selebrasinya yang menutup kepala dengan kausnya. Mencapai masa jaya bersama Juventus periode 1992-1996. Dia mencetak gol saat Juventus juara Liga Champions 1995\/1996 melawan Ajax Amsterdam.<\/p>\n<p>Setelah meninggalkan Juventus, Ravanelli merumput di Liga Inggris bersama Middlesbrough. Sekalipun hanya semusim, sosoknya tetap diingat saat mencetak <em>hattrick<\/em> di debut melawan Liverpool tahun 1996. Saat mengetahui Boro harus turun kasta, pria yang sempat melatih di klub Prancis ini menyatakan ketertarikannya melatih Boro dan mengangkat klub ini berlaga di Liga Primer lagi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"http:\/\/media.gettyimages.com\/photos\/liverpool-pierluigi-casiraghiitalien-picture-id52943280?k=6&amp;m=52943280&amp;s=594x594&amp;w=0&amp;h=TvEnw25IFhhqPMrWLqYGlzMrV6oIxMK9sSV5EvFh1jo=\" width=\"594\" height=\"448\" \/><\/p>\n<h3><strong>Pierluigi Casiraghi<\/strong><\/h3>\n<p>Sempat merasakan kegemilangan karier bersama Monza, Juventus, Lazio dan Chelsea sepanjang 1985-2000. Mencetak 13 gol dari 44 laga bersama tim nasional Italia. Sayangnya, kariernya terhenti di Chelsea akibat cedera tahun 1998. Dia menjadi asisten pelatih bagi rekannya, Gianfranco Zola, di Birmingham City sebelum Zola mengundurkan diri Maret 2017 lalu.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minggu kemarin (28\/5) menjadi laga spesial bagi Francesco Totti. Pemain yang akan berusia 41 tahun ini telah melakoni laga terakhirnya dengan AS Roma, klub ibu kota tempat Er Pupone mengawali karier hingga pensiun. Di laga terakhir Serie A, AS Roma berhadapan dengan Genoa di Stadion Olimpico, Roma. Bagi para suporter Giallorossi, Totti adalah segalanya. Tiket laga terakhir ini bahkan sudah terjual habis sebagaimana dikonfirmasi AS Roma dalam akun Twitter resminya. Bersama AS Roma, Totti sudah mencetak 307 gol di semua kompetisi (250 di Serie A saja). Di timnas Italia sendiri, Totti ikut andil membawa Negeri Pizza tersebut menjuarai Piala Dunia 2006, sekalipun skandal pengaturan skor yang memalukan turut mencederai citra &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Francesco Totti dan Sejumlah Pemain di Italia yang Membuat Serie A Populer&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5640,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,75],"tags":[129,674,109,131,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Francesco Totti dan Sejumlah Pemain di Italia yang Membuat Serie A Populer | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebagai cara kita melepas Totti, kami membuat daftar pemain di era Totti yang turut membuat Serie A sebagai liga terpopuler kala itu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Francesco Totti dan Sejumlah Pemain di Italia yang Membuat Serie A Populer | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai cara kita melepas Totti, kami membuat daftar pemain di era Totti yang turut membuat Serie A sebagai liga terpopuler kala itu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-29T06:00:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-05-28T23:19:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/689446684.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"451\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/\",\"name\":\"Francesco Totti dan Sejumlah Pemain di Italia yang Membuat Serie A Populer | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/689446684.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-29T06:00:09+00:00\",\"dateModified\":\"2017-05-28T23:19:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sebagai cara kita melepas Totti, kami membuat daftar pemain di era Totti yang turut membuat Serie A sebagai liga terpopuler kala itu.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/689446684.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/689446684.jpg\",\"width\":594,\"height\":451,\"caption\":\"Francesco Totti Serie A\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Francesco Totti dan Sejumlah Pemain di Italia yang Membuat Serie A Populer | Football Tribe Indonesia","description":"Sebagai cara kita melepas Totti, kami membuat daftar pemain di era Totti yang turut membuat Serie A sebagai liga terpopuler kala itu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Francesco Totti dan Sejumlah Pemain di Italia yang Membuat Serie A Populer | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sebagai cara kita melepas Totti, kami membuat daftar pemain di era Totti yang turut membuat Serie A sebagai liga terpopuler kala itu.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-29T06:00:09+00:00","article_modified_time":"2017-05-28T23:19:19+00:00","og_image":[{"width":594,"height":451,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/689446684.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/","name":"Francesco Totti dan Sejumlah Pemain di Italia yang Membuat Serie A Populer | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/689446684.jpg","datePublished":"2017-05-29T06:00:09+00:00","dateModified":"2017-05-28T23:19:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sebagai cara kita melepas Totti, kami membuat daftar pemain di era Totti yang turut membuat Serie A sebagai liga terpopuler kala itu.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/29\/totti-dan-legenda-serie-a\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/689446684.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/689446684.jpg","width":594,"height":451,"caption":"Francesco Totti Serie A"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5639"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5639"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5639\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}