{"id":5475,"date":"2017-05-26T10:00:41","date_gmt":"2017-05-26T03:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=5475"},"modified":"2017-05-26T11:06:22","modified_gmt":"2017-05-26T04:06:22","slug":"era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/","title":{"rendered":"Masa Pencerahan The Magpies dengan Alan Hardy dan Kevin Nolan"},"content":{"rendered":"<p>Memang benar Kevin Nolan pernah menjadi kapten di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/newcastle-meniti-tiket-promosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Newactle United<\/a>, tetapi kita tidak akan pergi ke St. James Park. Jika yang terlintas di pikiran pembaca bahwa tulisan ini akan membahas Newcastle United, maka nama Mike Ashley dan Rafael Benitez akan menggantikan tempat Alan Hardy dan Kevin Nolan dalam judul tulisan ini.<\/p>\n<p>Kostum hitam putih juga dikenakan tim Inggris lain dan julukan The Magpies juga dipakai klub profesional tertua di dunia, Notts County. Jadilah tulisan ini akan menyorot era baru Meadow Lane bersama pemilik Alan Hardy dan <em>player-manager <\/em>Kevin Nolan.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Ray Trew tidak habis pikir kenapa klub miliknya oleng sedemikian parahnya. Notts County, klub yang diselamatkannya dari bencana kebangkrutan pada 2010, mengalami sepuluh kekalahan beruntun dan diincar pengadilan untuk dibubarkan pada Desember 2017.<\/p>\n<p>Trew membayangkan masa menakjubkan beberapa bulan setelah ia mengambil alih klub itu dari konsorsium gagal, Munto Finance. Tim Hitam-Putih berhasil mengepak trofi League Two pada musim 2009\/2010 meski dilanda gejolak pergantian kepemilikan: Sol Campbell pergi di tengah musim, Sven-Goran Eriksson keluar karena kedatangan dirinya.<\/p>\n<p>Nama besar tersisa cuma Kasper Schmeichel yang waktu itu masih merintis karier. Dia pun terpaksa menyepakati pemutusan kontraknya di akhir musim tanpa mendapat pesangon karena County tak punya dana.<\/p>\n<p>County promosi ke League One dan berkutat di sana hingga lima musim lamanya. Sayangnya, kejatuhan The Magpies ke League Two pada 2015\/2016 mengakibatkan kolapsnya finansial klub itu. Keputusan diambil Trew. Ia mengumumkan penjualan klub pada Februari 2016. \u201cDengan perasaan tak menentu saya mengumumkan akhir kerja saya sebagai <em>chairman <\/em>Notts County Football Club, sejalan dengan status klub ini yang siap dijual\u201d, terangnya di situs resmi klub.<\/p>\n<p>Ia tidak langsung menghirup kelegaan, Perlu beberapa bulan lamanya hingga calon pembeli serius datang. Baru pada akhir tahun pemindahtanganan kepemilikan tuntas, dan ia benar-benar merasa lega.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Alan Hardy baru saja menapaki babak baru dalam karier bisnisnya. Ia telah hidup makmur berkat firma penyedia interior mewah Paragon dan sejumlah lapangan golf di Nottingham. Kapasitasnya sebagai pengusaha sukses di lingkup Nottingham membuatnya tergerak menyelamatkan klub legendaris kotanya.<\/p>\n<p>Bukan Nottingham Forest, ia tahu terlalu sulit menggoyahkan taipan arab di klub itu. Ia menengok ke sisi lain kota, ke Meadow Lane, tempat Notts County bernaung.<\/p>\n<p>Beberapa bulan lalu, pemilik lama memasang status \u201c<em>for sale<\/em>\u201d pada klub itu. Kabarnya, terdapat pengusaha asal Denmark, China, dan Amerika Serikat yang berancang-ancang melakukan pendekatan. Tentu saja dia tak mau Notts County bernasib serupa dengan sang tetangga atau Blackburn Rovers, yang mengalami salah urus sangat parah akibat bobroknya kepemilikan pengusaha asing yang tidak rutin berada di Inggris.<\/p>\n<p>Nyatanya, status sebagai pebisnis lokal tidak membuatnya lebih mudah melakukan pendekatan. Tidak satu dua kali tawarannya ditolak. Negosiasi terus dilayangkan untuk menghadapi patokan harga 10 juta paun dari pemilik lama.<\/p>\n<p>Pada perjalanannya, performa County terus merosot sehingga harga pasarnya juga harus diturunkan. Kemerosotan performa tersebut serta dana tambahan dari penjualan salah satu pemain ke Liverpool, berkontribusi meluluhkan hati pemilik lama. Alan Hardy akhirnya menyepakati pembelian Notts County pada 19 Desember 2016.<\/p>\n<p>\u201cSangat memuaskan dan sungguh merasa terhormat. Babak baru telah dimulai dengan banyak kerja keras menanti. Waktunya membangun masa depan!\u201d, begitu cuitannya di Twitter.<\/p>\n<p>Di klub barunya, ia segera menyadari adanya kegamangan sistemik dalam diri pemain dan staf kepelatihan. Sepuluh laga dihinggapi kekalahan bukan sesuatu yang bisa ditolerir lagi. Ia memutus kontrak pelatih Josh Sheridan dan memanggil pelatih muda energik yang belum mengumumkan pensiun sebagai pemain.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5476 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/631549380.jpg\" alt=\"The Magpies\" width=\"594\" height=\"429\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/631549380.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/631549380-312x225.jpg 312w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/631549380-526x380.jpg 526w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/631549380-560x404.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<p>Kevin Nolan sesungguhnya menyesali kejadian setahun silam di Leyton Orient. Kala itu, ia dicopot dari posisinya sebagai manajer oleh direktur operasional dari Italia. Dia memimpin tim sejak Januari 2016 dan meletakkan jabatannya sebagai <em>player-manager<\/em> tiga bulan kemudian. Statistiknya tidak buruk: tujuh kemenangan dan dua kali imbang dalam 15 pertandingan dan hanya berselisih dua poin dari titik terakhir zona <em>playoff <\/em>promosi.<\/p>\n<p>Pada tahun baru 2017 lalu, ia mendapat telepon dari Alan Hard, orang yang baru saja mengakuisisi Notts County, perihal kesanggupannya mengangkat performa tim dari keterpurukan. Tentu saja ia tak membuang banyak waktu dan menerima tawaran tersebut.<\/p>\n<p>Ia diumumkan sebagai pelatih baru The Magpies pada 12 Januari 2017 menggantikan John Sheridan. Nama Nolan kemudian didaftarkan sebagai pemain pada hari terakhir bursa transfer musim dingin. Jadilah ia mengemban status <em>player-manager<\/em> untuk sekali lagi.<\/p>\n<p>Nolan menerima estafet kepelatihan saat tim berada di titik nadir League Two: kalah sepuluh kali secara beruntun dan terjerumus ke zona degradasi. Tugas yang teramat berat mengingat usianya belum menyentuh 35 tahun dan hanya punya pengalaman tiga bulan sebagai pelatih di Leyton Orient. Akan tetapi, ia memilih terus melangkah dan mengambil segala langkah yang diperlukan guna menyelamatkan County.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari reformasi komposisi tim, Nolan memanggil mantan rekannya di The Magpies yang lain, kali ini Newcastle United, Shola Ameobi. Daya sengat pemain yang lama menjadi ban serep di Newcastle itu masih ampuh di level keempat sepak bola Inggris. Ameobi bermain di 17 laga dan menyumbang 4 gol, cukup untuk turut menempatkan Notts County di posisi 16 dengan koleksi 56 poin.<\/p>\n<p>Meski terlalu dini untuk memberi label \u2018manajer sukses\u2019 pada Nolan, pangkalan warta lokal <em>Nottingham Post<\/em> sudah menyematkan predikat \u201d<em>One of brightest manager in lower leagues<\/em>\u201d di dada sang pelatih. Mereka menulis, \u201cDia hanya berada di sini selama beberapa bulan, tetapi berbaliknya peruntungan tim ini dalam waktu singkat membuatnya pantas mendapatkan pujian\u201d, pada 26 Maret 2017, satu bulan sebelum kompetisi berakhir.<\/p>\n<p>Lebih jauh lagi, mereka menyajikan laporan bernada harapan bertajuk \u201cKevin Nolan dan Notts County dapat tumbuh dan berkembang secara bersama-sama\u201d pada minggu lalu. Mereka memuji dampak yang dihasilkan Nolan dalam waktu singkat di Notts County dan berharap promosi ke League One pada musim depan bersama sang pelatih muda.<\/p>\n<p>Langit cerah nampaknya siap menghiasi langit Meadow Lane. Mereka berada dibawah pengasuhan Alan Hardy, seorang pengusaha lokal yang amat perhatian, serta memiliki pelatih pembelajar yang amat cerdas dalam diri Kevin Nolan. Hanya waktu yang akan menjawab mungkinkah klub tertua dunia mencuat kembali ke level teratas piramida sepak bola Inggris, sesuatu yang terakhir kali mereka rasakan pada 1991\/1992 bersama Neil Warnock muda.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Kevin Nolan, kelahiran 24 Juni 1982, dapat menjadi model percontohan pensiunan muda sepak bola Inggris. Di usianya yang belum menginjak 35 tahun dan belum gantung sepatu, ia berani menjajal peruntungan di dunia manajerial. Ia memilih tidak mengikuti jejak Gary Neville, Jamie Carragher, Jamie Redknapp, serta nama-nama mengilap lain yang lebih suka berada di studio televisi. Menurunnya \u201cpopulasi\u201d pelatih Inggris dalam beberapa tahun terakhir nampaknya disebabkan tergodanya para pensiunan akan kursi empuk di depan kamera.<\/p>\n<p>Memang benar akademi pelatih St. George\u2019s Cross belum sehebat a<a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/scuola-allenatori-madrasah-para-pemenang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kademi Coverciano<\/a> di Italia atau manajemen klub di level atas lebih suka mengimpor pelatih asing yang sudah teruji kualitasnya. Namun, kemunduran dunia kepelatihan Inggris seharusnya dapat dihindari jika para pelakunya, para mantan pemain yang pensiun, memiliki kesadaran dan kemauan melibatkan diri dalam pembinaan dan kompetisi secara langsung, bukan keinginan memburu zona nyaman di dunia komentator televisi.<\/p>\n<p>Nama-nama macam Nolan (di Notts County), Garry Monk (sudah <em>resign <\/em>dari Leeds United), Eddie Howe (Bournemouth), Paul Tisdale (Exeter City), hingga <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/01\/antara-raisa-isyana-dan-gerrard-lampard\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Steven Gerrard<\/a> (Liverpool U-18 musim depan) adalah deretan sosok yang perlu diduplikasi etos kerjanya demi kebaikan sepak bola Ingris di masa depan.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Mukhammad Najmul Ula<\/em><\/strong><em><strong> (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/najmul_ula\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">najmul_ula<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Mahasiswa yang menganggap dua hal paling menggairahkan di dunia adalah sepak<\/em> <em>bola dan ilmu politik<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memang benar Kevin Nolan pernah menjadi kapten di Newactle United, tetapi kita tidak akan pergi ke St. James Park. Jika yang terlintas di pikiran pembaca bahwa tulisan ini akan membahas Newcastle United, maka nama Mike Ashley dan Rafael Benitez akan menggantikan tempat Alan Hardy dan Kevin Nolan dalam judul tulisan ini. Kostum hitam putih juga dikenakan tim Inggris lain dan julukan The Magpies juga dipakai klub profesional tertua di dunia, Notts County. Jadilah tulisan ini akan menyorot era baru Meadow Lane bersama pemilik Alan Hardy dan player-manager Kevin Nolan. *** Ray Trew tidak habis pikir kenapa klub miliknya oleng sedemikian parahnya. Notts County, klub yang diselamatkannya dari bencana kebangkrutan pada &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Masa Pencerahan The Magpies dengan Alan Hardy dan Kevin Nolan&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5477,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[1096,129,1097,1098,122,598],"class_list":["post-5475","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-alan-hardy","tag-featured","tag-kevin-nola","tag-notts-county","tag-slider","tag-suara-pembaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Masa Pencerahan The Magpies dengan Alan Hardy dan Kevin Nolan | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"tulisan ini akan menyorot era baru The Magpies, alias Notts County bersama pemilik Alan Hardy dan player-manager Kevin Nolan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Masa Pencerahan The Magpies dengan Alan Hardy dan Kevin Nolan | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"tulisan ini akan menyorot era baru The Magpies, alias Notts County bersama pemilik Alan Hardy dan player-manager Kevin Nolan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-26T03:00:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-05-26T04:06:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/631547168.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/26\\\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/26\\\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Masa Pencerahan The Magpies dengan Alan Hardy dan Kevin Nolan\",\"datePublished\":\"2017-05-26T03:00:41+00:00\",\"dateModified\":\"2017-05-26T04:06:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/26\\\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\\\/\"},\"wordCount\":1154,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/26\\\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/631547168.jpg\",\"keywords\":[\"Alan Hardy\",\"Featured\",\"Kevin Nola\",\"Notts County\",\"Slider\",\"Suara Pembaca\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/26\\\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/26\\\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\\\/\",\"name\":\"Masa Pencerahan The Magpies dengan Alan Hardy dan Kevin Nolan | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/26\\\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/26\\\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/631547168.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-26T03:00:41+00:00\",\"dateModified\":\"2017-05-26T04:06:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"tulisan ini akan menyorot era baru The Magpies, alias Notts County bersama pemilik Alan Hardy dan player-manager Kevin Nolan.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/26\\\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/26\\\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/631547168.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/631547168.jpg\",\"width\":594,\"height\":333,\"caption\":\"Kevin Nolan (kiri) dan Alan Hardy (kanan).\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Masa Pencerahan The Magpies dengan Alan Hardy dan Kevin Nolan | Football Tribe Indonesia","description":"tulisan ini akan menyorot era baru The Magpies, alias Notts County bersama pemilik Alan Hardy dan player-manager Kevin Nolan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Masa Pencerahan The Magpies dengan Alan Hardy dan Kevin Nolan | Football Tribe Indonesia","og_description":"tulisan ini akan menyorot era baru The Magpies, alias Notts County bersama pemilik Alan Hardy dan player-manager Kevin Nolan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-26T03:00:41+00:00","article_modified_time":"2017-05-26T04:06:22+00:00","og_image":[{"width":594,"height":333,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/631547168.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Masa Pencerahan The Magpies dengan Alan Hardy dan Kevin Nolan","datePublished":"2017-05-26T03:00:41+00:00","dateModified":"2017-05-26T04:06:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/"},"wordCount":1154,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/631547168.jpg","keywords":["Alan Hardy","Featured","Kevin Nola","Notts County","Slider","Suara Pembaca"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/","name":"Masa Pencerahan The Magpies dengan Alan Hardy dan Kevin Nolan | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/631547168.jpg","datePublished":"2017-05-26T03:00:41+00:00","dateModified":"2017-05-26T04:06:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"tulisan ini akan menyorot era baru The Magpies, alias Notts County bersama pemilik Alan Hardy dan player-manager Kevin Nolan.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/26\/era-magpies-dengan-hardy-dan-nolan\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/631547168.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/631547168.jpg","width":594,"height":333,"caption":"Kevin Nolan (kiri) dan Alan Hardy (kanan)."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5475"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5475\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}