{"id":5277,"date":"2017-05-22T12:00:49","date_gmt":"2017-05-22T05:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=5277"},"modified":"2017-05-22T10:08:34","modified_gmt":"2017-05-22T03:08:34","slug":"rekapitulasi-liga-primer-inggris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/","title":{"rendered":"Rekapitulasi Liga Primer Inggris 2016\/2017"},"content":{"rendered":"<p>Liga Primer Inggris musim 2016\/2017 sudah berakhir. Dan beberapa minggu sebelumnya, Chelsea sudah memastikan diri juara Liga Primer musim ini. The Blues masih berpeluang menambah trofi lagi karena akan berhadapan dengan Arsenal di final Piala FA tanggal 27 Mei 2017.<\/p>\n<p>Sementara itu, tiga klub sudah resmi terdegradasi yakni Sunderland, Middlesbrough, dan Hull City. Sementara dua klub sudah resmi naik kasta yaitu Brighton Hove &amp; Albion dan Newcastle City. Sementara satu klub lagi di Divisi Championships yang bakal ke Liga Primer musim depan masih akan ditentukan lewat <em>playoff<\/em> yang mempertemukan antara Huddersfield Town melawan Reading<em>.<\/em><\/p>\n<p>Berikut ini adalah kesimpulan dari Liga Primer musim 2016\/2017. Apa saja?<\/p>\n<figure id=\"attachment_4861\" aria-describedby=\"caption-attachment-4861\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4861 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Antonio-Conte.jpg\" alt=\"Antonio Conte\" width=\"594\" height=\"381\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Antonio-Conte.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Antonio-Conte-350x225.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Antonio-Conte-592x380.jpg 592w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Antonio-Conte-560x359.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4861\" class=\"wp-caption-text\">Antonio Conte, manajer Chelsea.<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Sukses debut <\/strong><strong>Antonio <\/strong><strong>Conte di Inggris<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pelatih Chelsea <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/15\/antonio-conte-dan-gairah-kemenangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Antonio Conte<\/a> tidak hanya jago kandang di Italia saja. Sukses mengantarkan Juventus juara Serie A tiga kali, saat melatih pertama kali di Inggris musim ini, ternyata Chelsea langsung dibawanya juara dan masih berpeluang menambah gelar lagi. Conte menjadi pelatih keempat yang langsung meraih gelar di musim pertama. Sebelumnya ada Jose Mourinho saat menukangi Chelsea (2004\/2005), Carlo Ancelotti di Chelsea (2009\/2010, dengan gelar ganda Liga Primer dan Piala FA) dan Manuel Pellegrini saat melatih Manchester City (2013\/2014).<\/p>\n<p>Conte juga menjadi pelatih Italia keempat yang membawa timnya juara Liga Primer selain Ancelotti, lalu Roberto Mancini ( Manchester City 2011\/2012) dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/25\/addio-claudio-ranieri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Claudio Ranieri<\/a> (Leicester City, 2015\/2016).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5159 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Pep-Guardiola.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"413\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Pep-Guardiola.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Pep-Guardiola-324x225.jpg 324w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Pep-Guardiola-547x380.jpg 547w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Pep-Guardiola-560x389.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Pep<\/strong><strong> Guardiola<\/strong><strong> tanpa gelar<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Saat melatih Barcelona, sederet gelar sudah ditorehkan. Lalu bersama Bayern Munchen, setidaknya masih ada gelar Bundesliga dan DFB-Pokal yang rutin ia menangkan. Namun, ternyata perjuangan Pep sendiri tidak mudah saat memulai debutnya di tanah Inggris. Melatih Manchester City dengan segudang pemain mahal dan hebat, City mengakhiri musim ini tanpa gelar.<\/p>\n<p>Beberapa figur sepak bola turut mengomentari kegagalan musim pertama Pep di Inggris. Persaingan ketat di Liga Inggris membuat tidak mudah bagi tiap tim untuk tetap berada di puncak. Klub-klub yang tidak diperhitungkan pun bisa saja mengalahkan klub-klub papan atas.<\/p>\n<p>Walau begitu, Pep tetaplah pelatih hebat yang dihormati. Tentunya dia tidak sekadar menyalahkan pemain, namun terus belajar menyesuaikan diri dengan atmosfir sepak bola Inggris.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5278 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686341972.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686341972.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686341972-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686341972-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686341972-560x373.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Tottenham<\/strong><strong> Hotspur<\/strong><strong> melejit<\/strong><strong> meninggalkan Arsenal<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tottenham Hotspur bukanlah tim yang terlalu diunggulkan untuk jadi juara (walau bukan klub papan bawah juga). Dua musim terakhir, Spurs rutin mengisi pos tiga besar di papan atas. Namun, bersama pelatih asal Argentina, Mauricio Pochettino, kemajuan tim ini terlihat nyata. Walau gagal juara, penampilan Hugo Lloris, Harry Kane, Delle Ali, Jan Vertonghen dan kolega sepanjang musim ini patut diacungi jempol.<\/p>\n<p>Penampilan Spurs yang mengilap membuat para klub kaya segera berburu tanda tangan pemain-pemainnya. Bahkan Pochettino juga dikabarkan tengah diincar Internazionale Milan yang baru memecat pelatih Stefano Pioli.<\/p>\n<p>Kane dan Alli juga diisukan diincar beberapa klub papan atas Eropa. Namun, Kane optimis skuat ini tetap kompak dan tidak berpencar karena semua sudah seperti keluarga. Akankah begitu? Kita lihat saja.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5279 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686405014.jpg\" alt=\"Leicester City\" width=\"594\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686405014.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686405014-330x225.jpg 330w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686405014-557x380.jpg 557w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686405014-560x382.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Dongeng Leicester City tidak berlanjut<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Leicester City bukan siapa-siapa di Liga Primer Inggris dua musim lalu. Namun, klub dengan anggaran pas-pasan ini tiba-tiba mengejutkan musim 2015\/2016 dengan menjadi juara Liga Primer Inggris. Dan mereka melanjutkan petualangan mereka di Liga Champions musim 2016\/2017.<\/p>\n<p>Di Liga Champions musim ini, mereka tampil cukup impresif hingga ke delapan besar. Kalah dari Atletico Madrid di perempat-final, setidaknya mereka mampu mengejutkan Eropa dan pulang dengan kepala tegak. Namun, di liga domestik, mereka justru tumpul. Bahkan sempat nyaris menyentuh zona merah. Hal ini memakan korban dengan dipecatnya Claudio Ranieri sebagai pelatih.<\/p>\n<p>Para manajer dan pemain dunia bereaksi atas pemecatan Ranieri. Banyak yang tidak habis pikir kenapa manajemen The Foxes tidak bersikap lebih sabar. Media Italia pun menulis besar-besar bahwa Liga Inggris tidak tahu terima kasih dan tidak tahu cara menghargai jasa orang lain. Ranieri sendiri beranggapan ada pihak tertentu yang ingin mendepaknya, namun pelatih yang sempat melatih Chelsea ini tidak menjelaskan lebih lanjut siapa pihak-pihak tertentu itu.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3055 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/wenger.jpg\" alt=\"Arsene Wenger\" width=\"594\" height=\"428\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/wenger.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/wenger-312x225.jpg 312w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/wenger-527x380.jpg 527w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/wenger-560x404.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong><em>#WengerOut<\/em><\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kekalahan memalukan Arsenal di babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini atas Bayern Munchen dan kekalahan memalukan atas West Bromwich Albion beberapa hari setelahnya, membuat para pencinta The Gunners kesal. Tagar <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/05\/tentang-spanduk-wenger-yang-mendunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>#WengerOut<\/em><\/a> yang meminta agar manajer Arsene Wenger dipecat langsung menjadi trending topic media sosial.<\/p>\n<p>Uniknya wabah <em>#WengerOut<\/em> justru lebih marak di acara-acara selain sepak bola. Dari pertandingan kriket, bisbol, basket, sampai demonstrasi dan konser musik, ada saja yang menunjukkan spanduk atau kertas bertuliskan <em>#WengerOut<\/em>.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4669 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/cc19ef3c122e530b22119e5ba8bdae14.jpg\" alt=\"Paul Pogba\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/cc19ef3c122e530b22119e5ba8bdae14.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/cc19ef3c122e530b22119e5ba8bdae14-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/cc19ef3c122e530b22119e5ba8bdae14-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/cc19ef3c122e530b22119e5ba8bdae14-560x373.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Transfer super mahal<\/strong><strong> Paul<\/strong><strong> Pogba<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sebenarnya ini lebih cocok dibilang pulang lagi ketimbang transfer. Pogba bukan orang baru bagi Manchester United. Sebelum bermain di Juventus, pemain asal Prancis ini sempat merumput di Old Trafford. Saat Manchester United memulangkan kembali Pogba dengan harga fantastis (sekitar 1,5 triliun rupiah), dunia pun terhenyak.<\/p>\n<p>Namun, transfer mahal ini ternyata menuai masalah jelang kompetisi berakhir. FIFA memutuskan menyelidiki proses transfer ini. Manchester United sendiri mengatakan <a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/football\/2017\/may\/09\/fifa-paul-pogba-ethics-chiefs-eckert-borbely\">tidak membahas soal kontrak karena FIFA<\/a> sudah mempunyai semua dokumen terkait transfer.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_4184\" aria-describedby=\"caption-attachment-4184\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4184 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/674788696.jpg\" alt=\"David Moyes\" width=\"594\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/674788696.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/674788696-330x225.jpg 330w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/674788696-557x380.jpg 557w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/674788696-560x382.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4184\" class=\"wp-caption-text\">David Moyes, manajer Sunderland.<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>David <\/strong><strong>Moyes terdegradasi<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tragedi David Moyes berlanjut. Gagal di Manchester United, lalu dipecat saat menangani Real Sociedad, dan kegagalan ini berlanjut lagi di Liga Primer. Menangani Sunderland, klub berjuluk Black Cats ini harus jadi klub pertama yang turun kasta di akhir April setelah kalah 0-1 atas tamunya AFC Bournemouth di Stadium of Light.<\/p>\n<p>Ini tentunya anti klimaks bagi mantan pelatih Everton ini. Belum tahu bagaimana nasibnya musim depan saat Sunderland berada di Championships. Tetapi, jelang akhir kompetisi dan klub-klub sudah mulai menargetkan pemain incaran, beberapa pemain Sunderland diisukan akan pergi meninggalkan Stadium of Light setelah timnya harus turun kasta.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1135 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Arsenal-1024x553.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"553\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Arsenal lolos ke Liga Europa<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain Chelsea yang meraih rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim di sejarah Liga Primer (30 kali menang), klub tetangganya dari utara London juga ingin menorehkan catatan sejarah penting.<\/p>\n<p>Untuk pertama kalinya sejak rezim Arsene Wenger dimulai di Arsenal musim 1996\/1997 lalu, ini pertama kalinya Arsenal finis di bawah Tottenham Hotspur dan pertama kalinya Arsenal finis di luar empat besar. Dua rekor tersebut adalah catatan pertama Arsenal dalam 20 tahun terakhir.<\/p>\n<p>Selamat datang di Liga Europa, Arsenal!<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liga Primer Inggris musim 2016\/2017 sudah berakhir. Dan beberapa minggu sebelumnya, Chelsea sudah memastikan diri juara Liga Primer musim ini. The Blues masih berpeluang menambah trofi lagi karena akan berhadapan dengan Arsenal di final Piala FA tanggal 27 Mei 2017. Sementara itu, tiga klub sudah resmi terdegradasi yakni Sunderland, Middlesbrough, dan Hull City. Sementara dua klub sudah resmi naik kasta yaitu Brighton Hove &amp; Albion dan Newcastle City. Sementara satu klub lagi di Divisi Championships yang bakal ke Liga Primer musim depan masih akan ditentukan lewat playoff yang mempertemukan antara Huddersfield Town melawan Reading. Berikut ini adalah kesimpulan dari Liga Primer musim 2016\/2017. Apa saja? Sukses debut Antonio Conte di &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Rekapitulasi Liga Primer Inggris 2016\/2017&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5280,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[133,120,381,289,286,129,159,150],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rekapitulasi Liga Primer Inggris 2016\/2017 | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah kesimpulan dari Liga Primer Inggris musim 2016\/2017, mulai dari hebatnya Antonio Conte, hingga ejekan kepada sosok Arsene Wenger.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rekapitulasi Liga Primer Inggris 2016\/2017 | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah kesimpulan dari Liga Primer Inggris musim 2016\/2017, mulai dari hebatnya Antonio Conte, hingga ejekan kepada sosok Arsene Wenger.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-22T05:00:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-05-22T03:08:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686448588.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"373\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/\",\"name\":\"Rekapitulasi Liga Primer Inggris 2016\/2017 | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686448588.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-22T05:00:49+00:00\",\"dateModified\":\"2017-05-22T03:08:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Berikut ini adalah kesimpulan dari Liga Primer Inggris musim 2016\/2017, mulai dari hebatnya Antonio Conte, hingga ejekan kepada sosok Arsene Wenger.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686448588.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686448588.jpg\",\"width\":594,\"height\":373,\"caption\":\"Liga Primer Inggris\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rekapitulasi Liga Primer Inggris 2016\/2017 | Football Tribe Indonesia","description":"Berikut ini adalah kesimpulan dari Liga Primer Inggris musim 2016\/2017, mulai dari hebatnya Antonio Conte, hingga ejekan kepada sosok Arsene Wenger.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rekapitulasi Liga Primer Inggris 2016\/2017 | Football Tribe Indonesia","og_description":"Berikut ini adalah kesimpulan dari Liga Primer Inggris musim 2016\/2017, mulai dari hebatnya Antonio Conte, hingga ejekan kepada sosok Arsene Wenger.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-22T05:00:49+00:00","article_modified_time":"2017-05-22T03:08:34+00:00","og_image":[{"width":594,"height":373,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686448588.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/","name":"Rekapitulasi Liga Primer Inggris 2016\/2017 | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686448588.jpg","datePublished":"2017-05-22T05:00:49+00:00","dateModified":"2017-05-22T03:08:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Berikut ini adalah kesimpulan dari Liga Primer Inggris musim 2016\/2017, mulai dari hebatnya Antonio Conte, hingga ejekan kepada sosok Arsene Wenger.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/rekapitulasi-liga-primer-inggris\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686448588.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686448588.jpg","width":594,"height":373,"caption":"Liga Primer Inggris"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5277"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5277"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5277\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}