{"id":5269,"date":"2017-05-22T11:00:40","date_gmt":"2017-05-22T04:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=5269"},"modified":"2017-05-22T09:51:37","modified_gmt":"2017-05-22T02:51:37","slug":"liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/","title":{"rendered":"Liga Malam Jumat: Mimpi Buruk Arsene Wenger"},"content":{"rendered":"<p>Tunggu dulu. Memang, artikel ini ditulis dengan asumsi Arsene Wenger mendapatkan kontrak baru. Tersiar kabar, manajer asal Prancis tersebut akan mendapatkan kontrak baru dengan durasi satu tahun. Kabar tersebut memang baru akan dipastikan setelah final FA Cup melawan Chelsea pada tanggal 27 Mei nanti.<\/p>\n<p>Selain asumsi kontrak baru bagi tersebut, artikel ini juga ditulis berdasarkan komentar Wenger selepas laga Arsenal melawan Everton kemarin malam. Wenger menegaskan bahwa musim depan, Arsenal memang akan mendatangkan satu atau dua pemain untuk memperkuat tim. Namun, The Gunners juga tak membutuhkan perubahan yang masif, setidaknya itu kata Wenger.<\/p>\n<p>Nah, dengan dua asumsi tersebut, maka, Liga Europa bisa menjadi mimpi buruk bagi Wenger dan skuatnya. Mengapa?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5271 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/525930320.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/525930320.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/525930320-330x225.jpg 330w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/525930320-557x380.jpg 557w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/525930320-560x382.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Faktor Wenger dan penanganan cedera yang payah<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu masalah, yang sebenarnya saya sudah bosan untuk membahasnya adalah faktor cedera. Sudah sejak 13 tahun yang lalu, Wenger tak pernah bisa tuntas mengatasi masalah ini. Mulai dari Theo Walcott, Mathieu Debuchy, Santi Cazorla, hingga Jack Wilshere. Semua pemain tersebut tak pernah bisa mencapai level permainan terbaik, pun konsisten, karena lebih sering berada di ruang perawatan.<\/p>\n<p>Hal ini semakin terang menjadi masalah bagi Wenger ketika Wilshere justru bisa tampil lebih sering bersama Bournemouth. Sepanjang musim 2016\/2017,\u00a0Jack Wilshere\u00a0hanya dua kali menderita cedera. Cedera pertama, terjadi tepatnya pada tanggal 13 Februari 2017, kala Bournemouth menjamu Manchester City. Wilshere harus ditarik keluar di pertengahan laga. Namun hebatnya, di pertandingan selanjutnya, gelandang berusia 25 tahun tersebut dinyatakan fit dan bisa bermain.<\/p>\n<p>Cedera kedua terjadi di paruh akhir musim ini. Cedera lama Wilshere kembali kambuh dan sampai saat ini, belum diketahui tanggal kesembuhan gelandang asal Inggris tersebut. Riwayat cedera Wilshere, yang kambuh ketika ia memperkuat Bournemouth, adalah cedera lama ketika ia berseragam Arsenal.<\/p>\n<p>Hal yang sama juga terjadi kepada Cazorla. Gelandang kreatif berpaspor Spanyol tersebut hilir mudik di ruang perawatan. Celakanya, ketika Cazorla absen, performa Arsenal langsung anjlok dan Wenger tak pernah benar-benar bisa mengisi lubang yang ditinggalkan Cazorla.<\/p>\n<p>Soal cedera yang diderita pemain Arsenal pun hampir sama. Wilshere dan Cazorla punya catatan cedera di bagian tumit, tulang kering, otot, dan lutut. Alex Oxlade-Chamberlain, Kieran Gibbs, dan Walcott bermasalah dengan otot paha. Polanya terlihat. Pemain-pemain dengan kemampuan olah bola, akan sering menderita cedera <em>ankle <\/em>(pergelangan kaki) dan tumit karena banyaknya perubahan arah ketika mengolah bola. Sementara itu, pemain dengan kecepatan yang baik, selalu bermasalah dengan cedera otot setelah melakukan lari cepat jarak pendek.<\/p>\n<p>Apakah pemain-pemain di luar Arsenal mengalamai beban yang sama? Ya, pemain-pemain kreatif dan yang suka berlari kemungkinan besar berhadapan dengan masalah cedera yang serupa. Namun, mereka ditangani dengan baik, mulai dari mengurangi menit bermain, mengubah pola latihan dan mengurangi beban latihan si pemain.<\/p>\n<p>Lagi-lagi, Wilshere dan Bournemouth bisa menjadi contoh. Staf medis Bournemouth menerapkan sebuah metode yang bernama <em>acute-chronic ratios<\/em>. Intinya, pola dan beban latihan Wilshere dimonitor secara seksama. Apabila tubuhnya tak mampu menerima beban latihan lagi, staf medis akan menyudahi setiap sesi yang dilahap Wilshere.<\/p>\n<p>Untuk mengakali perubahan beban latihan, staf media Bournemouth memberikan latihan dengan pola dan intensits yang berbeda. Untuk lengkapnya soal <em>acute-chronic ratios<\/em> bisa Anda baca <a href=\"http:\/\/fandom.id\/analisis\/2017\/03\/begini-cara-bournemouth-menjaga-jack-wilshere-tetap-sehat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini<\/a>.<\/p>\n<p>Mengapa Wenger tidak menerapkannya di Arsenal? Sebuah misteri yang tak satu manusia pun tahu selain Le Professeur.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5270 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686377876.jpg\" alt=\"Arsene Wenger\" width=\"594\" height=\"448\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686377876.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686377876-298x225.jpg 298w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686377876-504x380.jpg 504w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686377876-560x422.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kerangka tim yang sama<\/strong><\/h3>\n<p>\u201cJika para pemain ini terus bermain bersama, musim depan, mereka bisa memenangi trofi,\u201d ungkap Wenger selepas laga melawan Everton. Sebuah pernyataan yang berani, namun mengandung risiko yang tinggi.<\/p>\n<p>Sebagian besar pemain di tim inti musim 2016\/2017 pernah menderita cedera. Dan biasanya mereka mempunyai riwayat cedera yang tidak tuntas, alias bisa kambuh apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Seperti saya tulis di atas, pemain-pemain seperti Chamberlain, Walcott, dan Wilshere diragukan bisa tampil penuh sepanjang musim tanpa absen karena cedera.<\/p>\n<p>Jika terlalu banyak pemain inti yang absen karena cedera, bagaimana mungkin sebuah tim bisa selalu menurunkan tim terbaik tiap pekannya? Berharap ada pemain muda yang tampil mengejutkan seperti Hector Bellerin untuk menutup pemain utama karena cedera tentu bukan gagasan yang bijak.<\/p>\n<p>Apalagi, ketika Wenger tak pernah memberi kepercayaan penuh kepada pemain-pemain yang jarang cedera. Betul, Joel Campbell, Lucas Perez, dan Mohamed Elneny adalah pemain-pemain dengan fisik yang bagus, namun seperti tak berharga di mata Wenger. Bahkan, mereka bertiga selalu memberikan yang terbaik, bahkan lebih baik, dari beberapa pemain yang rajin bermain sepanjang musim ini.<\/p>\n<h3><strong>Mimpi buruk<\/strong><\/h3>\n<p>Menakar kenyataan tersebut, maka Liga Europa akan menjadi mimpi buruk bagi Wenger. Arsenal akan kesulitan menjaga para pemainnya tetap sehat sepanjang musim. Jadwal Liga Malam Jumat yang dirasa \u201ckejam\u201d, akan berdampak pada tingkat kebugaran pemain. Pun, FA, selaku otoritas liga, tak membantu tim-tim Inggris yang bermain di Eropa dengan memberi kelonggaran jadwal. Hal ini sangat kontras dengan Spanyol dan Italia.<\/p>\n<p>Selain jadwal, tim juga akan dibuat menderita dengan jarak tempuh ketika bermain tandang. Tim-tim dari Eropa Timur selalu menyulitkan tim-tim besar ketika bermain di kandang. Kelelahan dan beratnya beban latihan para pemain Arsenal membuat cedera lama akan dengan mudah kambuh. Pun Wenger akan kesulitan merotasi karena banyak pemain yang absen.<\/p>\n<p>Di saat seperti inilah, Joel, Lucas, dan Mo Elneny akan dibutuhkan. Namun, apakah mereka akan benar-benar bertahan dengan tidak adilnya menit bermain? Jangan terlalu berharap.<\/p>\n<p>Wenger menegaskan bahwa kegagalan Arsenal lolos ke Liga Champions adalah bukan salah Stan Kronke, melainkan murni salah departemen teknis. Artinya, ia menunjuk dirinya sendiri. Gagal mempersiapkan tim sejak awal musim. Gagal mengantisipasi perkembangan tim-tim lain. Dan, sudah sangat terlambat ketika ia membuat perubahan.<\/p>\n<p>Selama datang di mimpi buruk yang Anda ciptakan sendiri, <em>Monsieur<\/em> Arsene Wenger.<\/p>\n<p><strong>Author<\/strong><em><strong>: Yamadipati Seno<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tunggu dulu. Memang, artikel ini ditulis dengan asumsi Arsene Wenger mendapatkan kontrak baru. Tersiar kabar, manajer asal Prancis tersebut akan mendapatkan kontrak baru dengan durasi satu tahun. Kabar tersebut memang baru akan dipastikan setelah final FA Cup melawan Chelsea pada tanggal 27 Mei nanti. Selain asumsi kontrak baru bagi tersebut, artikel ini juga ditulis berdasarkan komentar Wenger selepas laga Arsenal melawan Everton kemarin malam. Wenger menegaskan bahwa musim depan, Arsenal memang akan mendatangkan satu atau dua pemain untuk memperkuat tim. Namun, The Gunners juga tak membutuhkan perubahan yang masif, setidaknya itu kata Wenger. Nah, dengan dua asumsi tersebut, maka, Liga Europa bisa menjadi mimpi buruk bagi Wenger dan skuatnya. Mengapa? &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Liga Malam Jumat: Mimpi Buruk Arsene Wenger&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":5272,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[120,381,176,129,122],"class_list":["post-5269","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom","tag-arsenal","tag-arsene-wenger","tag-europa-league","tag-featured","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Liga Malam Jumat: Mimpi Buruk Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Arsene Wenger dan Arsenal diprediksi tidak akan mudah dalam menjalani Liga Eropa pada musim depan. Setidaknya, sudah ada dua asumsi tentang hal ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Liga Malam Jumat: Mimpi Buruk Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Arsene Wenger dan Arsenal diprediksi tidak akan mudah dalam menjalani Liga Eropa pada musim depan. Setidaknya, sudah ada dua asumsi tentang hal ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-22T04:00:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686375742.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"414\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/22\\\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/22\\\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Liga Malam Jumat: Mimpi Buruk Arsene Wenger\",\"datePublished\":\"2017-05-22T04:00:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/22\\\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\\\/\"},\"wordCount\":890,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/22\\\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/686375742.jpg\",\"keywords\":[\"Arsenal\",\"Arsene Wenger\",\"Europa League\",\"Featured\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/22\\\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/22\\\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\\\/\",\"name\":\"Liga Malam Jumat: Mimpi Buruk Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/22\\\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/22\\\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/686375742.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-22T04:00:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Arsene Wenger dan Arsenal diprediksi tidak akan mudah dalam menjalani Liga Eropa pada musim depan. Setidaknya, sudah ada dua asumsi tentang hal ini.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/22\\\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/22\\\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/686375742.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/686375742.jpg\",\"width\":594,\"height\":414,\"caption\":\"Arsene Wenger\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Liga Malam Jumat: Mimpi Buruk Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia","description":"Arsene Wenger dan Arsenal diprediksi tidak akan mudah dalam menjalani Liga Eropa pada musim depan. Setidaknya, sudah ada dua asumsi tentang hal ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Liga Malam Jumat: Mimpi Buruk Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia","og_description":"Arsene Wenger dan Arsenal diprediksi tidak akan mudah dalam menjalani Liga Eropa pada musim depan. Setidaknya, sudah ada dua asumsi tentang hal ini.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-22T04:00:40+00:00","og_image":[{"width":594,"height":414,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686375742.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Liga Malam Jumat: Mimpi Buruk Arsene Wenger","datePublished":"2017-05-22T04:00:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/"},"wordCount":890,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686375742.jpg","keywords":["Arsenal","Arsene Wenger","Europa League","Featured","Slider"],"articleSection":["Kolom"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/","name":"Liga Malam Jumat: Mimpi Buruk Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686375742.jpg","datePublished":"2017-05-22T04:00:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Arsene Wenger dan Arsenal diprediksi tidak akan mudah dalam menjalani Liga Eropa pada musim depan. Setidaknya, sudah ada dua asumsi tentang hal ini.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/22\/liga-eropa-mimpi-buruk-arsene-wenger\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686375742.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/686375742.jpg","width":594,"height":414,"caption":"Arsene Wenger"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5269","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5269"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5269\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}