{"id":49708,"date":"2021-05-28T14:55:17","date_gmt":"2021-05-28T07:55:17","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=49708"},"modified":"2021-06-01T02:09:40","modified_gmt":"2021-05-31T19:09:40","slug":"kisah-dualisme-eropa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/","title":{"rendered":"Kisah Dualisme dari Eropa Timur"},"content":{"rendered":"<p>Tanggal 20 Agustus 2020 merupakan hari yang sangat bersejarah bagi klub promosi Liga Bulgaria, CSKA 1948 Sofia. Pada hari itu, klub promosi tersebut melaksanakan pertandingan pertama mereka di kasta teratas Liga Bulgaria dan lawan mereka pada hari itu membuat suasana pertandingan terasa lebih spesial.<\/p>\n<p>Ya, lawan pertama CSKA 1948 di Liga Bulgaria tak lain adalah CSKA Sofia, &#8220;saudara tua&#8221; mereka sendiri!<\/p>\n<p>Sejarah kedua klub yang saling berbagi nama CSKA dan sama-sama bermarkas di Sofia ini memang saling berkaitan. CSKA 1948 lahir dari aspirasi sekelompok anggota klub CSKA Sofia yang membelot dan membentuk klub sendiri di tahun 2016.<\/p>\n<p>Pembelotan tersebut terjadi karena anggota-anggota klub tersebut merasa tidak terima atas keputusan presiden klub CSKA Sofia, Grisha Ganchev, yang melaksanakan merger paksa antara CSKA Sofia dengan Litex Lovech, sebuah klub yang juga dimiliki oleh Grisha, demi &#8220;promosi instan&#8221; langsung ke kasta teratas Liga Bulgaria.<\/p>\n<p>Pada saat itu, CSKA Sofia memang terpaksa menjalani satu musim di kasta ketiga karena kesulitan finansial yang memaksa federasi sepak bola Bulgaria untuk mendegradasikan CSKA Sofia dari kasta teratas pada akhir musim 2014\/15.<\/p>\n<p>Tentu dengan reputasi mereka sebagai salah satu klub terbesar di Bulgaria, CSKA Sofia dengan gampangnya melibas kasta ketiga Liga Bulgaria dan menjuarainya pada akhir musim 2015\/16.<\/p>\n<p>Normalnya, CSKA Sofia akan promosi ke kasta kedua Liga Bulgaria sebagai juara kasta ketiga untuk musim 2016\/17. Namun Grisha malah memilih jalan instan dengan melaksanakan merger dengan Litex yang sudah berada di kasta teratas. Walhasil, posisi kedua tim tersebut ditukar dan keputusan Grisha membuat geram beberapa anggota klub.<\/p>\n<p>Para anggota klub yang membelot ini membuat klub tandingan, CSKA 1948. Klub tersebut kemudian mendaftarkan diri ke kasta amatir Liga Bulgaria untuk musim 2016\/17.<\/p>\n<p>Perjuangan mereka memang susah dan keras, namun dalam waktu empat tahun saja CSKA 1948 berhasil sampai di kasta teratas Liga Bulgaria. Dan dengan hadiah promosi, ada juga insentif yang membuat fans CSKA 1948 tak sabar menanti musim 2020\/21.<\/p>\n<p>Pertandingan pertama antara kedua tim CSKA pada malam 20 Agustus tersebut berakhir imbang 2-2. CSKA 1948, yang bermain sementara di Stadion Nasional Vasil Levski karena stadion milik mereka sendiri tidak memenuhi standar liga, sempat memimpin 2-0 namun CSKA Sofia yang lebih kenyang asam garam berhasil memaksakan hasil imbang.<\/p>\n<p>Kedua CSKA tersebut kemudian bertemu lagi dua kali sepanjang musim 2020\/21. CSKA Sofia menang 2-0 di kandang sendiri pada putaran kedua liga, namun CSKA 1948 berhasil membalas dendam di babak <em>championship play-off<\/em>, menang 1-0 di Stadion Nasional Vasil Levski.<\/p>\n<p>CSKA Sofia boleh saja finis di posisi ketiga di akhir musim 2020\/21, namun CSKA 1948 berhasil finis di posisi kelima. Jarak poin mereka lumayan jauh, 12 poin. Namun ini adalah bukti bahwa CSKA 1948 siap bersaing di papan atas Liga Bulgaria bersama dengan saudara tua mereka.<\/p>\n<div class=\"post_partner clearfix\"><p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/12\/ludogorets-ancaman-dari-bulgaria\/\">Ludogorets, Ancaman dari Juara Liga Bulgaria yang Mengintai AC Milan<\/a><\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Kasus dualisme seperti ini tidak hanya terjadi di Bulgaria saja. Di Romania malah ada dua kasus yang sama, yang melibatkan dua klub terbesar negara tersebut.<\/p>\n<p>Steaua Bucharest. Siapa yang tidak kenal dengan nama itu? Mereka adalah klub sepak bola terbesar dan tersukses di tanah Romania, juara Liga Champions musim 1985\/86, dan nama pertama yang diingat orang luar Romania ketika berbicara tentang sepak bola Romania.<\/p>\n<p>Mereka juga masih kompetitif di papan atas Liga Romania namun dalam waktu yang bersamaan mereka juga berusaha promosi dari kasta ketiga Liga Romania musim ini. Nah loh!<\/p>\n<p>Ternyata oh ternyata, &#8220;Steaua&#8221; yang di kasta teratas bukanlah Steaua yang sebenarnya. FC FCSB adalah inkarnasi terkini dari Steaua yang sangat sukses di kancah sepak bola Romania, dan mereka meneruskan perjuangan tim Biru-Merah di kasta teratas Liga Romania.<\/p>\n<p>Namun karena mereka adalah <em>impostor<\/em> dari Steaua yang sebenarnya, FCSB perlahan-lahan ditinggalkan oleh para fans.<\/p>\n<p>Para fans lebih memilih mendukung Steaua yang sebenarnya di kasta ketiga Liga Romania &#8211; CSA Steaua Bucharest. Mereka dimiliki oleh Angkatan Darat Romania, pemilik Steaua yang sebenarnya. Mereka juga memiliki hak atas nama, lambang, serta gelar-gelar Steaua yang lama, namun organisasi seperti UEFA masih mengakui bahwa gelar-gelar tersebut milik FCSB.<\/p>\n<p>Bagaimana ini bisa terjadi? Jawabannya terletak pada pemilik FCSB yang sekarang, Gigi Becali.<\/p>\n<p>Seorang pengusaha\u00a0<em>nyentrik<\/em> yang penuh kontroversi, Gigi mengambil alih Steaua dari pemiliknya yang lama di tahun 2003. Raksasa Romania tersebut sedang terlilit hutang, akibat dari ketidakmampuan sang pemilik lama Vionel Paunescu dalam mengurus klub.<\/p>\n<p>Vionel sendiri adalah salah orang yang memimpin pecahnya klub sepak bola Steaua dari induknya yaitu Angkatan Darat Romania dan Gigi juga terlibat dalam perpecahan tersebut.<\/p>\n<p>Di bawah kepemimpinan Gigi, Steaua berhasil diselamatkan dari lilitan utang mereka, namun pribadi kontroversialnya membuat Gigi dibenci oleh para fans. Angkatan Darat Romania kemudian menuntut Gigi untuk mengembalikan Steaua kepada mereka pada tahun 2011.<\/p>\n<p>Mereka menuduh Gigi sudah menggunakan hak merek Steaua secara ilegal dan menuntut pengusaha tersebut untuk membayar uang lebih demi menggunakan embel-embel klub tersebut.<\/p>\n<p>Pengadilan Romania berpihak kepada Angkatan Darat dan Gigi terpaksa mengubah nama klub yang dia miliki menjadi FCSB di tahun 2017. Sementara itu pada tahun yang sama, Angkatan Darat mendirikan kembali Steaua di kasta keempat Liga Romania.<\/p>\n<p><em>Ultras\u00a0<\/em>Steaua, yang sudah jengah dengan tingkah polah Gigi di dalam dan di luar lapangan, memutuskan untuk membelot ke Steaua binaan Angkatan Darat. FCSB pun ditinggal oleh fans-fans setianya. Klub binaan Gigi tersebut hanya didukung oleh segelintir orang awam saja yang datang ke stadion tiap kali ada pertandingan FCSB.<\/p>\n<p>Ketika Steaua sedang merangkak naik dari kasta ketiga ke kasta kedua dan FCSB finis sebagai <em>runners-up<\/em> di kasta teratas Liga Romania untuk musim 2020\/21, ada satu lagi klub raksasa Romania yang harus berhadapan dengan saudara mudanya sendiri musim depan.<\/p>\n<div class=\"post_partner clearfix\"><p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/16\/bertengkar-gelar-juara-di-ruang-sidang\/\">Bertengkar Gelar Juara di Ruang Sidang<\/a><\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Universitatea Craiova sedang menikmati periode kebangkitan sejak terpuruk di era 2010an. Tim biru-putih ini menjuarai Piala Romania musim 2020\/21 dan finis di peringkat ke-3 di liga. Namun di musim depan, Universitatea harus berhadapan dengan sebuah tim yang lahir karena konflik dualisme di tubuh Universitatea selama krisis di era 2010-an tersebut, FC U Craiova 1948.<\/p>\n<p>Kisah Universitatea dan U Craiova bisa ditelisik ke tahun 1991. Di kala itu, tim sepak bola CS Universitatea Craiova memutuskan untuk melepaskan diri dari Universitas Craiova dan berdiri sendiri sebagai tim mandiri. Tanpa dukungan universitas, CS Universitatea Craiova menjadi FC Universitatea Craiova.<\/p>\n<p>Masalah mulai muncul di tahun 2011. Universitatea dikeluarkan dari keanggotaan federasi sepak bola Romania karena mereka menuntut mantan pelatih mereka Victor Piturca ke pengadilan sipil. Tindakan ini ilegal karena penyelesaian kasus-kasus hukum menyangkut klub dan pemain, pelatih, atau staf harus melewati federasi sepak bola.<\/p>\n<p>Dengan &#8220;bekunya&#8221; Universitatea, pemerintah kota Craiova bersama dengan Universitas Craiova memutuskan untuk mendirikan kembali CS Universitatea Craiova pada tahun 2013. CS Universitatea Craiova mewarisi semua gelar dan sejarah Universitatea Craiova di atas kertas, namun secara hukum masih belum diresmikan.<\/p>\n<p>Pada waktu yang bersamaan, FC Universitatea Craiova diperbolehkan berlaga lagi di kancah sepak bola Romania. Keputusan ini diambil setelah pengadilan di Bucharest memutuskan bahwa keputusan federasi untuk mengeluarkan FC Universitatea Craiova adalah tidak sah.<\/p>\n<p>Kedua tim asal Craiova ini bertemu di kasta kedua Liga Romania pada musim 2014. Pertemuan keduanya diwarnai dengan pergulatan di pengadilan atas hak merek Universitatea dan gelar-gelar dari tim tersebut.<\/p>\n<p>Hasilnya, CS Universitatea diperbolehkan menggunakan merek &#8220;Universitatea Craiova&#8221; dan mendapat hak atas gelar-gelar Universitatea dari saat klub tersebut berdiri pada tahun 1948 sampai tahun 1991.<\/p>\n<p>Di sisi lain, FC Universitatea diperbolehkan mengklaim gelar-gelar Universitatea dari tahun 1991 hingga 20 tahun ke depan, namun mereka diharuskan mengganti nama mereka ke U Craiova.<\/p>\n<p>Pada akhir musim 2014, Universitatea berhasil promosi ke kasta teratas Liga Romania, namun U Craiova terpaksa mundur dari liga karena mengalami kebangkrutan.<\/p>\n<p>Adrian Mittelu membangkitkan kembali U Craiova pada tahun 2017 dan mereka dengan susah payah merangkak naik dari kasta kelima ke kasta kedua Liga Romania. Perjuangan tersebut berakhir manis.<\/p>\n<p>U Craiova berhasil menjuarai kasta kedua Liga Romania musim 2020\/21 dan dengan promosi tersebut, mereka bisa berhadapan dengan &#8220;saudara tua&#8221; mereka sendiri di musim depan, di kancah teratas sepak bola Romania.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Kisah-kisah dualisme klub dari negara-negara Eropa Timur, mengingatkan kita kepada kejadian serupa yang menimpa sepak bola Indonesia belum lama ini.<\/p>\n<p>Dua klub besar Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya, pernah mengalami masalah dualisme klub. Masalah yang dimulai sejak dualisme liga pada awal 2010-an tersebut, berujung pada Indonesia terkena sanksi FIFA pada tahun 2015.<\/p>\n<p>Kini masalah dualisme Persebaya sudah selesai. Persebaya yang sah berdiri dengan kokoh, sementara Persebaya Divisi Utama alias Persebaya tiruan diakusisi oleh Kepolisian Indonesia sehingga menjadi Bhayangkara Solo FC.<\/p>\n<p>Namun masalah dualisme Arema masih berlangsung sampai sekarang. Memang, baik Arema FC di Liga 1 dan Arema Indonesia di Liga 3, sama-sama merupakan klub yang sah dan legal. Namun pada akhirnya kasus dua Arema ini mirip seperti kasus CSKA di Bulgaria serta kasus Steaua dan Universitatea di Romania.<\/p>\n<p>Sama seperti klub-klub di Eropa Timur tersebut, baik Arema maupun Arema Indonesia sama-sama mengklaim bahwa mereka adalah pemegang hak merek Arema di Liga Indonesia. Kedua klub tersebut menyebut diri mereka sebagai Singo Edan yang sah.<\/p>\n<p>Para Aremania juga terbagi menjadi dua: ada yang mendukung Arema FC, ada yang mendukung Arema Indonesia. Namun suara Aremania yang paling vokal adalah mereka yang menginginkan rekonsiliasi dari kedua Arema tersebut.<\/p>\n<div class=\"post_partner clearfix\"><p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/mmga-menyelamatkan-arema\/\">MMGA dan Upaya Terakhir Menyelamatkan Arema<\/a><\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p>Ya, publik sepak bola Malang tidak rela jika klub mereka terbagi menjadi dua terus-menerus. Bagi mereka Arema adalah Malang, Malang adalah Arema. Malang adalah satu, Arema adalah satu.<\/p>\n<p>Dan ini yang menjadi perbedaan terbesar dari dualisme Arema dengan dualisme klub-klub Eropa Timur. Baik CSKA 1948 dan CSKA Sofia, Steaua dan FCSB, ataupun Universitatea dan U Craiova tidak menunjukkan tanda-tanda rekonsiliasi sama sekali.<\/p>\n<p>Seperti kasus dualisme Arema, fans-fans klub-klub Eropa Timur tersebut juga terbagi menjadi dua kubu.<\/p>\n<p>Namun tidak seperti kasus Arema, tidak ada suara penengah yang vokal yang menyerukan agar kedua klub yang terpecah menjadi dua tersebut untuk melakukan rekonsiliasi. Malah, ada kesan bahwa pecahnya suatu klub menjadi dua bisa menjadi ladang lahirnya rivalitas baru yang seru dan panas.<\/p>\n<p>Menarik untuk disimak, bagaimana resolusi dari dualisme Arema. Apakah salah satu klub legowo dan merelakan sejarah mereka seperti Persebaya DU\/Bhayangkara Solo? Atau perpecahan ini akan berlangsung selamanya dan akan lahir rivalitas baru yang seru di tanah Malang?<\/p>\n<p>Dan apakah kedua Arema ini akan kembali bersatu seperti harapan para Aremania? Hanya waktu yang akan menjawab.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanggal 20 Agustus 2020 merupakan hari yang sangat bersejarah bagi klub promosi Liga Bulgaria, CSKA 1948 Sofia. Pada hari itu, klub promosi tersebut melaksanakan pertandingan pertama mereka di kasta teratas Liga Bulgaria dan lawan mereka pada hari itu membuat suasana pertandingan terasa lebih spesial. Ya, lawan pertama CSKA 1948 di Liga Bulgaria tak lain adalah CSKA Sofia, &#8220;saudara tua&#8221; mereka sendiri! Sejarah kedua klub yang saling berbagi nama CSKA dan sama-sama bermarkas di Sofia ini memang saling berkaitan. CSKA 1948 lahir dari aspirasi sekelompok anggota klub CSKA Sofia yang membelot dan membentuk klub sendiri di tahun 2016. Pembelotan tersebut terjadi karena anggota-anggota klub tersebut merasa tidak terima atas keputusan presiden &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kisah Dualisme dari Eropa Timur&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":102,"featured_media":49711,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3003,69,89],"tags":[218,900,3054,4223,4222,643,1595,4226,4224,105,2998,285,4227,122,268,4225],"class_list":["post-49708","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita","category-eropa","category-kolom","tag-arema-fc","tag-bulgaria","tag-cerita","tag-cska-1948","tag-cska-sofia","tag-eropa","tag-eropa-timur","tag-fc-u-craiova","tag-fcsb","tag-indonesia","tag-kolom","tag-persebaya-surabaya","tag-romania","tag-slider","tag-steaua-bukarest","tag-universitatea-craiova"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kisah Dualisme dari Eropa Timur | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kisah-kisah dualisme klub dari negara-negara Eropa Timur, mengingatkan kita kepada kejadian serupa yang menimpa sepak bola Indonesia belum lama ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Dualisme dari Eropa Timur | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kisah-kisah dualisme klub dari negara-negara Eropa Timur, mengingatkan kita kepada kejadian serupa yang menimpa sepak bola Indonesia belum lama ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-05-28T07:55:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-05-31T19:09:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/05\/GettyImages-839527722.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Cokorda Krishna Sadhana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Cokorda Krishna Sadhana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/05\\\/28\\\/kisah-dualisme-eropa-timur\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/05\\\/28\\\/kisah-dualisme-eropa-timur\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Cokorda Krishna Sadhana\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/22eaa0d237884b37200a11f47df9a000\"},\"headline\":\"Kisah Dualisme dari Eropa Timur\",\"datePublished\":\"2021-05-28T07:55:17+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-31T19:09:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/05\\\/28\\\/kisah-dualisme-eropa-timur\\\/\"},\"wordCount\":1630,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/05\\\/28\\\/kisah-dualisme-eropa-timur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2021\\\/05\\\/GettyImages-839527722.jpg\",\"keywords\":[\"Arema FC\",\"Bulgaria\",\"Cerita\",\"CSKA 1948\",\"CSKA Sofia\",\"Eropa\",\"Eropa Timur\",\"FC U Craiova\",\"FCSB\",\"Indonesia\",\"Kolom\",\"Persebaya Surabaya\",\"Romania\",\"Slider\",\"Steaua Bukarest\",\"Universitatea Craiova\"],\"articleSection\":[\"Cerita\",\"Eropa\",\"Kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/05\\\/28\\\/kisah-dualisme-eropa-timur\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/05\\\/28\\\/kisah-dualisme-eropa-timur\\\/\",\"name\":\"Kisah Dualisme dari Eropa Timur | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/05\\\/28\\\/kisah-dualisme-eropa-timur\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/05\\\/28\\\/kisah-dualisme-eropa-timur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2021\\\/05\\\/GettyImages-839527722.jpg\",\"datePublished\":\"2021-05-28T07:55:17+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-31T19:09:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/22eaa0d237884b37200a11f47df9a000\"},\"description\":\"Kisah-kisah dualisme klub dari negara-negara Eropa Timur, mengingatkan kita kepada kejadian serupa yang menimpa sepak bola Indonesia belum lama ini.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/05\\\/28\\\/kisah-dualisme-eropa-timur\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/05\\\/28\\\/kisah-dualisme-eropa-timur\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2021\\\/05\\\/GettyImages-839527722.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2021\\\/05\\\/GettyImages-839527722.jpg\",\"width\":1024,\"height\":682,\"caption\":\"Credit - Gab Arthens\\\/Icon Sport via GettyImages\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/22eaa0d237884b37200a11f47df9a000\",\"name\":\"Cokorda Krishna Sadhana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/91726d36d11d6fdaf3ba84939bc2397447c30ed1e02e90008a09744ab3157987?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/91726d36d11d6fdaf3ba84939bc2397447c30ed1e02e90008a09744ab3157987?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/91726d36d11d6fdaf3ba84939bc2397447c30ed1e02e90008a09744ab3157987?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Cokorda Krishna Sadhana\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/krishna\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Dualisme dari Eropa Timur | Football Tribe Indonesia","description":"Kisah-kisah dualisme klub dari negara-negara Eropa Timur, mengingatkan kita kepada kejadian serupa yang menimpa sepak bola Indonesia belum lama ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kisah Dualisme dari Eropa Timur | Football Tribe Indonesia","og_description":"Kisah-kisah dualisme klub dari negara-negara Eropa Timur, mengingatkan kita kepada kejadian serupa yang menimpa sepak bola Indonesia belum lama ini.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2021-05-28T07:55:17+00:00","article_modified_time":"2021-05-31T19:09:40+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":682,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/05\/GettyImages-839527722.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Cokorda Krishna Sadhana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"Cokorda Krishna Sadhana","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/"},"author":{"name":"Cokorda Krishna Sadhana","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/22eaa0d237884b37200a11f47df9a000"},"headline":"Kisah Dualisme dari Eropa Timur","datePublished":"2021-05-28T07:55:17+00:00","dateModified":"2021-05-31T19:09:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/"},"wordCount":1630,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/05\/GettyImages-839527722.jpg","keywords":["Arema FC","Bulgaria","Cerita","CSKA 1948","CSKA Sofia","Eropa","Eropa Timur","FC U Craiova","FCSB","Indonesia","Kolom","Persebaya Surabaya","Romania","Slider","Steaua Bukarest","Universitatea Craiova"],"articleSection":["Cerita","Eropa","Kolom"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/","name":"Kisah Dualisme dari Eropa Timur | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/05\/GettyImages-839527722.jpg","datePublished":"2021-05-28T07:55:17+00:00","dateModified":"2021-05-31T19:09:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/22eaa0d237884b37200a11f47df9a000"},"description":"Kisah-kisah dualisme klub dari negara-negara Eropa Timur, mengingatkan kita kepada kejadian serupa yang menimpa sepak bola Indonesia belum lama ini.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/05\/28\/kisah-dualisme-eropa-timur\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/05\/GettyImages-839527722.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/05\/GettyImages-839527722.jpg","width":1024,"height":682,"caption":"Credit - Gab Arthens\/Icon Sport via GettyImages"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/22eaa0d237884b37200a11f47df9a000","name":"Cokorda Krishna Sadhana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91726d36d11d6fdaf3ba84939bc2397447c30ed1e02e90008a09744ab3157987?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91726d36d11d6fdaf3ba84939bc2397447c30ed1e02e90008a09744ab3157987?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91726d36d11d6fdaf3ba84939bc2397447c30ed1e02e90008a09744ab3157987?s=96&d=mm&r=g","caption":"Cokorda Krishna Sadhana"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/krishna\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49708","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/102"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49708"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49708\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49728,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49708\/revisions\/49728"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}