{"id":49623,"date":"2021-04-04T21:37:42","date_gmt":"2021-04-04T14:37:42","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=49623"},"modified":"2021-04-05T12:12:56","modified_gmt":"2021-04-05T05:12:56","slug":"geliat-skena-ultras-di-maroko","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/","title":{"rendered":"Geliat Skena Ultras di Maroko"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada awal dekade 2010, hampir seluruh wilayah Timur Tengah dilanda gerakan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Arab Spring<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Gerakan ini dapat dipahami sebagai sebuah protes atas tindakan represif pemerintah, korupsi, standar hidup yang rendah, dan berbagai kenyataan sosial lainnya yang terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan di berbagai wilayah di Timur Tengah ini ditandai dengan digelarnya aksi protes terhadap korupsi di Tunisia, 18 Desember 2010. Dalam aksi protes ini, terjadi aksi pembakaran diri oleh Mohamed Bouazizi yang secara tidak langsung menyulut semangat resistensi ke seluruh dunia Arab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan ini dilancarkan dengan berbagai cara mulai dari aksi turun ke jalan hingga pemanfaatan media sosial. Dan dalam kurun waktu beberapa bulan, gerakan ini mampu menumbangkan dua rezim pemerintahan di Timur Tengah: Zine El Abidin Ben Ali, Presiden Tunisia sejak 1987; dan Presiden Mesir yang menjabat sejak 1981, Hosni Mubarak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah keberhasilan yang terjadi di Tunisia dan Mesir, gerakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Arab Spring<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini semakin menggelora di seluruh wilayah, tak terkecuali Maroko.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski tak sampai terjadi penggulingan kekuasaan, gerakan ini setidaknya dapat memaksa pemerintah untuk mereformasi konstitusi yang berlaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Maroko, gerakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Arab Spring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> inilah yang akhirnya menumbuhkan semangat untuk mengkritik kebijakan-kebijakan represif dan segala ketidakadilan yang terjadi. Kritik-kritik tersebut salah satunya dituangkan lewat sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/wan-bissaka-dan-sorotan-tak-semestinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aaron Wan-Bissaka dan Sorotan Yang Tak Semestinya<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<h3><b>Ultras yang menjelma menjadi sebuah gerakan sosial<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ultras di Maroko mulai berkembang sekitar pertengahan dekade 2000. Ini ditandai dengan lahirnya Green Boys 2005 yang pertama kali mencuat ke permukaan pada laga Liga Champions Afrika antara Raja Casablanca melawan wakil Tunisia, ES Sahel di Casablanca, Juni 2005.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak saat itulah mereka memproklamirkan diri sebagai penghuni tribun selatan Stade Mohammed V. Meskipun, dalam perkembangannya mereka akhirnya berbagi tempat dengan dua kelompok lain, yaitu Ultras Eagles 06 dan Derb Sultan 1949 untuk berdampingan menghuni tribun yang dikenal dengan nama Curva Sud Magana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kasus lain, perebutan tribun antarkelompok suporter biasanya berakhir dengan pembubaran diri kelompok yang kalah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak saat itu, muncullah berbagai kelompok Ultras di Maroko, dari ujung Tangier hingga Laayoune.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, Winners 2005 yang mengakusisi tribun utara Stade Mohammed V beberapa bulan setelah munculnya Green Boys 2005, Helala Boys di Kenitra, Fatal Tiger 2006 di F\u00e9s, Ultras Black Army 2006 di Rabat, Ultras Hercules 2007 di Tangier dan kelompok lainnya yang tersebar di berbagai kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Munculnya kelompok-kelompok baru ini menandakan panasnya persaingan baik di dalam maupun di luar lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ultras selalu menjadi kelompok yang atraktif dan menonjol dari suporter pada umumnya, dan biasanya mereka adalah kelompok yang independen yang tidak mau didikte oleh siapa pun termasuk oleh tim yang mereka dukung.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/03\/28\/cilegon-dan-raffi-ahmad-masa-depan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cilegon dan Raffi Ahmad, Ada Gebrakan Apa di Masa Depan?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Arab Spring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> melanda Timur Tengah, Ultras di Maroko juga terkena dampaknya. Setelah gerakan 20 Februari yang bisa dikatakan sekarat akibat represi dari pemerintah, rakyat Maroko mendapat secerca harapan dari atas tribun stadion.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sana, kelompok Ultras mengekspresikan kegelisahannya atas kenyataan sosial yang terjadi menggunakan spanduk, bendera, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tifo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tanpa harus mengabaikan tugas pokok untuk mendukung tim kebanggaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau kadang menimbulkan keributan dengan pihak keamanan. Namun, gesekan antara Ultras dengan pemerintah di sini tak separah dengan yang terjadi di Mesir ketika 72 suporter Al Ahly tewas di Port Said.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kreativitas yang dimiliki, terciptalah berbagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berlatar belakang politik. Beberapa di antaranya, <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=sAl1DXybNdo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>Outro<\/i><\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di album Irreversible milik Helala Boys; <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ultras Hercules 2007, <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=yrEoyOPFc0w\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>Hadi Blad El Hogra<\/i><\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">; dan sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sangat fenomenal dari Ultras Eagles 06, <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=kJvFAUZiK-Q\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>Fbladi Delmouni<\/i><\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Viralnya <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=kJvFAUZiK-Q\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>Fbladi Delmouni<\/i><\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> disebabkan karena isi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut cukup universal, setidaknya bagi kawasan Afrika Utara.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut berisi kritik atas represi pemerintah, isu narkoba di Ketama, hingga bahaya neo kolonialisme dari dikeruknya sumber daya oleh pihak asing. Di lain kesempatan, fans Raja Casablanca ini juga memberi dukungan pada Palestina lewat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chant<\/span><\/i> <strong><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=2FyvcoTyawE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>Rajawi Filistini<\/i><\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gestur politik lainnya juga pernah dilakukan oleh Ultras Rif Boys dengan mengibarkan bendera Amazigh ketika lagu kebangsaan Maroko diputar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Aksi ini merupakan bentuk protes serta upaya agar isu Amazigh bisa menjadi wacana nasional dan agar mereka lebih diperhatikan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/03\/28\/alan-smith-legenda-fisioterapis-inggris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Alan Smith: Legenda Fisioterapis Sepak Bola Inggris<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gestur lain juga dilakukan <em>Los Matadores<\/em> yang memprotes kematian Hayat Belkacem, seorang mahasiswa yang ditembak angkatan laut saat mencoba bermigrasi ke Spanyol pada 25 September 2018.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka mengibarkan bendera Spanyol sebagai sebuah protes pada laga antara Hassania Agadir melawan Olympique Khouribga, 30 September 2018. Hasilnya, 14 orang anggota Ultras Rif Boys dikenai hukuman penjara selama 10 bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncak dari gesekan antara Ultras dan pemerintah ini sebenarnya terjadi pada tahun 2016, yaitu ketika dikeluarkannya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">09\/09 Law<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berisi larangan untuk membawa spanduk, bendera, drum, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pyro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> smoke bomb<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan peralatan untuk kepentingan koreografi lainnya ke dalam stadion.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun para Ultras sebenarnya masih diperbolehkan masuk ke stadion, banyak dari mereka lebih memilih untuk melakukan boikot. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan ini seakan menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">public enemy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang pada akhirnya menyatukan hampir semua Ultras di Maroko.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini pun menciptakan sebuah anomali. Seperti ketika Ultras dari FAR Rabat dan Wydad Casablanca yang sebenarnya saling berseberangan, bernyanyi bersama mengumandangkan protes di stadion.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Periode 2016 sampai 2018 merupakan periode solidaritas, yaitu ketika para Ultras menyisihkan rivalistas di antara mereka untuk memperjuangkan tujuan bersama.<\/span><\/p>\n<p><strong><em>*Penulis adalah penikmat sepak bola yang tertarik dengan hal-hal yang membangun sepak bola dari luar lapangan. Bisa disapa di akun Twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/valkenbach\">@valkenbach<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada awal dekade 2010, hampir seluruh wilayah Timur Tengah dilanda gerakan Arab Spring. Gerakan ini dapat dipahami sebagai sebuah protes atas tindakan represif pemerintah, korupsi, standar hidup yang rendah, dan berbagai kenyataan sosial lainnya yang terjadi. Gerakan di berbagai wilayah di Timur Tengah ini ditandai dengan digelarnya aksi protes terhadap korupsi di Tunisia, 18 Desember 2010. Dalam aksi protes ini, terjadi aksi pembakaran diri oleh Mohamed Bouazizi yang secara tidak langsung menyulut semangat resistensi ke seluruh dunia Arab. Gerakan ini dilancarkan dengan berbagai cara mulai dari aksi turun ke jalan hingga pemanfaatan media sosial. Dan dalam kurun waktu beberapa bulan, gerakan ini mampu menumbangkan dua rezim pemerintahan di Timur Tengah: &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Geliat Skena Ultras di Maroko&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":42603,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[122,598,687],"class_list":["post-49623","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-slider","tag-suara-pembaca","tag-suporter"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Geliat Skena Ultras di Maroko | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada awal dekade 2010, hampir seluruh wilayah Timur Tengah dilanda gerakan Arab Spring. Gerakan ini dapat dipahami sebagai sebuah protes atas tindakan represif pemerintah,\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Geliat Skena Ultras di Maroko | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada awal dekade 2010, hampir seluruh wilayah Timur Tengah dilanda gerakan Arab Spring. Gerakan ini dapat dipahami sebagai sebuah protes atas tindakan represif pemerintah,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-04T14:37:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-04-05T05:12:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Geliat Skena Ultras di Maroko\",\"datePublished\":\"2021-04-04T14:37:42+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-05T05:12:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/\"},\"wordCount\":829,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Suporter-Flare.jpg\",\"keywords\":[\"Slider\",\"Suara Pembaca\",\"Suporter\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/\",\"name\":\"Geliat Skena Ultras di Maroko | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Suporter-Flare.jpg\",\"datePublished\":\"2021-04-04T14:37:42+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-05T05:12:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Pada awal dekade 2010, hampir seluruh wilayah Timur Tengah dilanda gerakan Arab Spring. Gerakan ini dapat dipahami sebagai sebuah protes atas tindakan represif pemerintah,\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Suporter-Flare.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Suporter-Flare.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/04\\\/04\\\/geliat-skena-ultras-di-maroko\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Geliat Skena Ultras di Maroko\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Geliat Skena Ultras di Maroko | Football Tribe Indonesia","description":"Pada awal dekade 2010, hampir seluruh wilayah Timur Tengah dilanda gerakan Arab Spring. Gerakan ini dapat dipahami sebagai sebuah protes atas tindakan represif pemerintah,","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Geliat Skena Ultras di Maroko | Football Tribe Indonesia","og_description":"Pada awal dekade 2010, hampir seluruh wilayah Timur Tengah dilanda gerakan Arab Spring. Gerakan ini dapat dipahami sebagai sebuah protes atas tindakan represif pemerintah,","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2021-04-04T14:37:42+00:00","article_modified_time":"2021-04-05T05:12:56+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Geliat Skena Ultras di Maroko","datePublished":"2021-04-04T14:37:42+00:00","dateModified":"2021-04-05T05:12:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/"},"wordCount":829,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg","keywords":["Slider","Suara Pembaca","Suporter"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/","name":"Geliat Skena Ultras di Maroko | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg","datePublished":"2021-04-04T14:37:42+00:00","dateModified":"2021-04-05T05:12:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Pada awal dekade 2010, hampir seluruh wilayah Timur Tengah dilanda gerakan Arab Spring. Gerakan ini dapat dipahami sebagai sebuah protes atas tindakan represif pemerintah,","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg","width":1200,"height":674},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/04\/04\/geliat-skena-ultras-di-maroko\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Geliat Skena Ultras di Maroko"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49623","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49623"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49623\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49631,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49623\/revisions\/49631"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}