{"id":49465,"date":"2021-02-01T06:00:12","date_gmt":"2021-01-31T23:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=49465"},"modified":"2021-01-31T14:07:35","modified_gmt":"2021-01-31T07:07:35","slug":"melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/","title":{"rendered":"Melantunkan Tembang &#8220;Stop Crying Frank Lampard&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertengahan tahun 2002 tepatnya di Inggris, salah satu <em>band<\/em> kenamaan asal Manchester, Oasis, yang dipimpin oleh Noel bersaudara, merilis <em>single<\/em> kedua mereka untuk album <em>Heathen Chemistry<\/em> dengan judul <em>Stop Crying Your Heart Out<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak main main, ketika dirilis lagu ini sempat menduduki <em>top chart single UK<\/em> di urutan kedua, urutan pertama di Italia, lalu\u00a0 masuk di 20 besar negara Belgia, Finlandia dan Norwegia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini menurut pengamat, juga merupakan lagu yang mengembalikan jiwa Oasis seperti dulu kala saat merilis lagu kejayaan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Stop Crying Your Heart Out <\/em>senantiasa berkumandang tidak hanya di ajang konser musik, tetapi juga pada sebuah pertandingan sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pertengahan tahun juga, tepatnya bulan Mei 2019, pertandingan semi-final <em>play-off<\/em> Championship EFL mempertemukan Leeds United melawan Derby Country.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua tim sudah berseteru sejak awal musim karena insiden Spy Gate yang dilakukan Bielsa kepada tim asuhan Frank Lampard.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertandingan tersebut berakhir 1-0 di <em>leg<\/em> pertama untuk kemenangan Leeds United. <em>Fans<\/em>-nya pun merayakan suka cita dengan menyanyikan <em>banter chants<\/em> menggunakan lagu <em>Stop Crying Your Heart Out,<\/em> dengan sedikit pengubahan lirik menjadi <em>Stop Crying Frank Lampard<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/21\/kai-havertz-dalam-kacamata-taktik-frank-lampard\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Membedah Kai Havertz dalam Kacamata Taktik Frank Lampard<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja hal ini membuat tensi di <em>leg<\/em> kedua semakin panas, dan untuk kali ini Lampard-lah yang berhasil memenangkan pertandingan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, keadaan sekarang sedikit berbeda dengan waktu itu. Eks tim asuhan Frank Lampard sekarang sedang atau bisa dibilang ada di posisi yang kurang ideal untuk tim papan atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak, Chelsea saat ini hanya mampu mengoleksi 29 poin dari total 19 pertandingan Liga Inggris, jumlahnya pun lebih rendah dari musim pertama <em>Super Lamps<\/em> di Chelsea sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini menjadi semakin panas, karena tekanan publik dan <em>fans<\/em> yang semakin banyak untuk Lampard. Ia dinilai tidak mampu mengangkat tim asuhannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan bujet transfer yang melimpah di awal bursa transfer musim ini, Chelsea menjadi tim paling royal di kala klub lain menghemat pengeluarannya saat pandemi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekspektasi pun semakin tinggi, karena pemain yang didatangkan cukup mentereng rekam jejaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebut saja Thiago Silva, pemain kawakan asal Brasil ini sangat berpengalaman dan di musim sebelumnya tampil sebagai kapten PSG pada pertandingan final UCL.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu ada duo Jerman, Timo Werner dan Kai Havertz. Dua pemain yang selalu digadang gadang sebagai calon bintang selanjutnya untuk timnas Jerman karena penampilan mereka yang menawan di dua musim terakhir Bundesliga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya Hakim Ziyech, pemain asal Maroko yang <em>long pass<\/em>-nya akurat. Juga ada Ben Chillwel dan Edouard Mendy untuk menambah kekuatan di lini belakang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/14\/menanti-hasil-evaluasi-chelsea-lewat-belanja-besar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Menanti Hasil Evaluasi Chelsea Lewat Belanja Besar di Musim 2020\/21<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan transfer Chelsea musim ini mengingatkan kita seperti bermain gim FIFA ataupun Football Manager, yang bisa mendatangkan banyak pemain bintang dalam satu musim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, alih-alih memenuhi ekspektasi manajemen dan <em>fans<\/em>, sampai paruh musim berjalan pun rasa-rasanya masih jauh dari apa yang diharapkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, di musim sebelumnya Lampard tidak diberikan keleluasaan jual beli pemain, karena embargo transfer\u00a0 dan baru saja kehilangan salah satu pemain terbaiknya, Eden Hazard. Meski begitu ia mampu membawa Chelsea finis di zona Liga Champions.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sekarang, akibat rentetan hasil buruk dari pertengahan Desember sampai Januari ini, kisah cinta Lampard dan Chelsea pun harus berakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedih dan kecewa memang, tetapi manajemen Chelsea dan Roman Abramovich tidak punya banyak piihan juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Frank Lampard mungkin pergi dengan kondisi yang kurang baik, tapi apa yang ditinggalkannya untuk penerusnya adalah skuat muda dengan potensi yang sangat berbahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Banter chants Stop Crying Frank Lampard<\/em>, rasanya cocok untuk kondisi <em>Super Lamps<\/em> sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu kini muncul pertanyaan, mampukah Lampard kembali melatih tim lain dengan keadaan seperti yang ia lakukan kala menangani Derby County, dan menyanyikan dengan riang <em>Stop Crying Frank Lampard<\/em>? Hanya waktu yang akan menjawab.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/08\/03\/lampard-kritik-musim-baru-liga-inggris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lampard Kritik Musim Baru Liga Inggris yang Terlalu Dini<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><em><strong>*Penulis adalah pegawai freelance asal Jakarta Timur. Penikmat film dan musik. Bisa disapa di akun twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/I_gof\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@i_gof<\/a><\/strong><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJSWFBmTzNPcyIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertengahan tahun 2002 tepatnya di Inggris, salah satu band kenamaan asal Manchester, Oasis, yang dipimpin oleh Noel bersaudara, merilis single kedua mereka untuk album Heathen Chemistry dengan judul Stop Crying Your Heart Out. Tidak main main, ketika dirilis lagu ini sempat menduduki top chart single UK di urutan kedua, urutan pertama di Italia, lalu\u00a0 masuk di 20 besar negara Belgia, Finlandia dan Norwegia. Lagu ini menurut pengamat, juga merupakan lagu yang mengembalikan jiwa Oasis seperti dulu kala saat merilis lagu kejayaan mereka. Stop Crying Your Heart Out senantiasa berkumandang tidak hanya di ajang konser musik, tetapi juga pada sebuah pertandingan sepak bola. Pada pertengahan tahun juga, tepatnya bulan Mei 2019, &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Melantunkan Tembang &#8220;Stop Crying Frank Lampard&#8221;&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":49466,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[2632,134,219,778,128,122,598],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Melantunkan Tembang &quot;Stop Crying Frank Lampard&quot; | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pertengahan tahun 2002 tepatnya di Inggris, salah satu band kenamaan asal Manchester, Oasis, yang dipimpin oleh Noel bersaudara,\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Melantunkan Tembang &quot;Stop Crying Frank Lampard&quot; | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pertengahan tahun 2002 tepatnya di Inggris, salah satu band kenamaan asal Manchester, Oasis, yang dipimpin oleh Noel bersaudara,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-31T23:00:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-01-31T07:07:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/01\/GettyImages-1289090488.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/\",\"name\":\"Melantunkan Tembang \\\"Stop Crying Frank Lampard\\\" | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/01\/GettyImages-1289090488.jpg\",\"datePublished\":\"2021-01-31T23:00:12+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-31T07:07:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Pertengahan tahun 2002 tepatnya di Inggris, salah satu band kenamaan asal Manchester, Oasis, yang dipimpin oleh Noel bersaudara,\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/01\/GettyImages-1289090488.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/01\/GettyImages-1289090488.jpg\",\"width\":1024,\"height\":683},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Melantunkan Tembang &#8220;Stop Crying Frank Lampard&#8221;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Melantunkan Tembang \"Stop Crying Frank Lampard\" | Football Tribe Indonesia","description":"Pertengahan tahun 2002 tepatnya di Inggris, salah satu band kenamaan asal Manchester, Oasis, yang dipimpin oleh Noel bersaudara,","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Melantunkan Tembang \"Stop Crying Frank Lampard\" | Football Tribe Indonesia","og_description":"Pertengahan tahun 2002 tepatnya di Inggris, salah satu band kenamaan asal Manchester, Oasis, yang dipimpin oleh Noel bersaudara,","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2021-01-31T23:00:12+00:00","article_modified_time":"2021-01-31T07:07:35+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/01\/GettyImages-1289090488.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/","name":"Melantunkan Tembang \"Stop Crying Frank Lampard\" | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/01\/GettyImages-1289090488.jpg","datePublished":"2021-01-31T23:00:12+00:00","dateModified":"2021-01-31T07:07:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Pertengahan tahun 2002 tepatnya di Inggris, salah satu band kenamaan asal Manchester, Oasis, yang dipimpin oleh Noel bersaudara,","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/01\/GettyImages-1289090488.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/01\/GettyImages-1289090488.jpg","width":1024,"height":683},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/02\/01\/melantunkan-tembang-stop-crying-frank-lampard\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Melantunkan Tembang &#8220;Stop Crying Frank Lampard&#8221;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49465"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49465"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49469,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49465\/revisions\/49469"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}