{"id":49360,"date":"2021-01-21T14:26:21","date_gmt":"2021-01-21T07:26:21","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=49360"},"modified":"2021-01-21T14:26:21","modified_gmt":"2021-01-21T07:26:21","slug":"embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/","title":{"rendered":"Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berlokasi di Johan Cruijff Boulevard 29, Amsterdam, Belanda, sebuah klub sepak bola berdiri megah. 18 Maret 1900, merupakan titimangsa di mana sekelompok orang di ibu kota Belanda itu menciptakan momen bersejarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka mendirikan sebuah klub sepak bola kebanggaan negeri kincir angin, Amsterdamsche Football Club Ajax.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Filosofi penamaan Ajax merujuk pada nama pahlawan dalam cerita mitologi Yunani. Ia aktor penting di balik gelanggang perang Troya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sosoknya yang dikenal kuat, pemberani, besar,\u00a0 berwibawa, dan tidak gentar menghadapi siapa pun, membuat dirinya selalu berjaya di medan perang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan segala keagungan dan kemasyhuran itulah, Floris Stempel, Carrel Reeser, serta dua bersaudara Han dan Johan Dade yang merupakan pendiri klub berjuluk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">De Godenzoonen <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu menjadikan Ajax sebagai nama klub yang dirintisnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ajax pun mulai melaju tumbuh menjadi klub sepak bola yang diperhitungkan di jagat persepakbolaan Eropa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncaknya, kala mereka sukses menyabet gelar fenomenal dengan capaian terbaik hingga kini dalam sejarah klub,\u00a0 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hatrick<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Liga Champions pada rentang 1971-1973<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Tomislav Ivic, mantan manajer Ajax, menyebut era itu sebagai \u201cGloria Ajax\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/25\/5-wonderkid-ajax-yang-siap-meledak-musim-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Wonderkid Ajax yang Siap Meledak Musim Ini<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Liga Champions Soccer Series <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">edisi 2007, menulis era itu sebagai kemenangan<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\"> Total Football<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebuah representasi adiluhung gaya permainan menyerang yang diperagakan Ajax di kancah Eropa kala itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Total Football<\/em>&#8211;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nya itu, Ajax era 1970-an bak sebuah legenda. Bukan hanya sekadar dipuji sebagai tim impian, namun juga disebut sebagai tim terhebat Ajax sepanjang masa. Bahkan menjadi hegemoni sepak bola Belanda di Eropa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendiang Rinus Michels, sang penggagas gaya filosofi permainan itu mengenang, \u201cKami akhirnya bisa menyejajarkan diri dengan klub-klub besar di Eropa.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sebetulnya bukan saya yang memberi nama <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Total Football<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> kepada gaya permainan yang kami usung. Pers yang sebenarnya melontarkan istilah itu untuk pertama kalinya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titimangsa itu pula <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Total Football <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">yang diperagakan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Ajax membawa permainan super menyerang yang sanggup menggulingkan dominasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Catenaccio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ala Italia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah sistem permainan yang mengutamakan pertahanan gerendel dan memanfaatkan serangan balik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Catenaccio <\/em>pertama kali diterapkan Helenio Herrera kala membawa Inter menjuarai Piala Champions dua kali berturut-turut musim 1963\/1964 dan 1964\/1965.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 31 Mei 1972, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Total Football <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">harus berhadapan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Catenaccio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di partai final Piala Champions.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di hadapan ribuan penonton yang memadati Stadion Fyenoord Rotterdam, dua tradisi besar filosofi sepak bola itu menarik atensi publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, Ajax yang mengusung permainan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Total Football <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">yang super menyerang, ditakdirkan melawan Inter yang moncer dengan <em>Catenaccio<\/em>-nya yang super bertahan.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, pertahanan gerendel yang sempat menakutkan itu tak mampu menahan gempuran <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Total Football<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. <em>I Nerazzurri<\/em> harus mengakui kedigdayaan dua gol tanpa balas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">De <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Godenzoonen<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua gol kemenangan itu, semuanya berhasil dicetak sang kapten sekaligus legenda Ajax, Johan Cruyff. Kemenangan itu pun sanggup mengantarkan Ajax meraih gelar kedua Piala Champions musim 1971\/1972.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/25\/lassina-traore-si-pemborong-5-gol-ajax\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lassina Traore, Si Pemborong 5 Gol Ajax<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di musim itu Johan Cruyff sukses menjadi top skor dengan torehan\u00a0 lima gol bersanding dengan Antal Dunai (Ujpesti Dozsa), Luigi Macari (Glasgow Celtic), dan Sylvester Takac (Standard Liege).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski ditinggal sang penemu bakatnya, Rinus Michels, kesuksesan Cruyff bersama Ajax di bawah kepelatihan Stefan Kovacs di Piala Champions 1971\/1972 berhasil membuktikan bahwa dirinya bisa mengimplementasikan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Total Football<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan pembuktian yang cukup prestisius.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain trofi Piala Champions 1971\/1972, bersama Ajax, Cruyff berhasil menahbiskan dirinya sebagai orang ketiga yang mampu mengangkat trofi Piala Champions baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih, setelah Miguel Munoz (Real Madrid) dan Giovanni Trapattoni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pelatih, Cruyff sukses di Liga Champions bersama FC Barcelona musim 1991\/1992.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Sang otak utama di balik <em>Total Football<\/em><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua bermula dari sini. Dari sebuah kegelisahan Rinus Michels kala kesulitan menerapkan filosofi temuannya itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Embrio kebesaran Ajax bersama <em>Total Football<\/em>-nya sebenarnya sudah teretas sejak musim 1966\/1967. Sayangnya, meski <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Total Football <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sanggup mengantarkan Ajax ke final Piala Champions 1968\/1969, namun harus mengakui kedigdayaan AC Milan di partai final dengan skor 1-4 untuk kemenangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">I Rossoneri.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berawal dari situlah, Rinus Michels memeras otak agar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Total Football-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya terimplementasi dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Michels akhirnya sadar bahwa ia membutuhkan seorang suksesor di lapangan. Memasukkan Johan Cruyff ke tim senior Ajax sejak 1964 merupakan titik awal kesuksesannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Michels berkeyakinan bahwa Cruyff merupakan pemain yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/memori-keabadian-johan-cruyff\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Memori Keabadian Johan Cruyff<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cruyff yang digadang ampuh menerapkan filosofi itu memiliki kemampuan menyerang dengan daya jelajah tinggi ditambah kemampuan individualnya yang mumpuni. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Potensi individu yang pas dengan sistem permainan Ajax.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya dari penilaian seorang Michels, publik pun mengakui<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0bahwa Cruyff merupakan dirigen permainan utama Ajax.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCruyff adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Total Football<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu sendiri. Jika Ajax tak memiliki Cruyff, sepak bola total tak pernah akan muncul.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dia adalah dirigen yang mampu mengorganisir pemain untuk memainkan seluruh \u2018notasi\u2019 dalam sepak bola total secara sempurna,\u201d Seperti ditulis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ifhof.com.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncaknya tatkala Piala Champions 1972\/1973, Cruyff masih menjadi inspirasi dalam menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Totall Football <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia yang kembali menjadi kapten\u00a0 sanggup memimpin rekan-rekannya menjuarai Piala Champions musim itu untuk kali ketiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di partai final, ia berhasil menaklukkan Juventus yang saat itu diperkuat pemain berkaliber di atas rata-rata seperti Fabio Capello, Dino Zoff, dan Roberto Bettega. Trofi masih di Amsterdam.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Jiwa Cruyff dalam akademi Ajax<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gen Johan Cruyff setidaknya harus benar-benar tersublim di inti permainan Ajax sekarang. Pasca terdepak dari Liga Champions musim ini, pelatih Eric Teen Hag kudu berpikir keras untuk mencari otak utama gaya permainan Ajax. Tentu saja ini merupakan ikhtiar investasi masa depan Ajax.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cruyff suatu kali pernah bilang \u201cBermain sepak bola sangat sederhana, tetapi memainkannya dengan cara sederhana adalah yang tersulit.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ucapan Cruyff itu terejawantah melalui gaya permainan <em>T<\/em><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">otal <\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">F<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>ootball<\/em> yang sederhana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ajax memang minim dihuni pemain bintang. Tapi pemain bintang potensial banyak dilahirkan oleh Ajax.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/marc-overmars-si-pelari-kencang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Marc Overmars: Si Pelari Kencang<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sederet pemain bintang era 1990-an kala<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> De Godenzoonen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dibesut Louis van Gaal seperti Edgar Davids, Clarence Seedorf, Patrick Kluivert, Marc Overmars, Frank Rijkaard, dan Danny Blind sanggup membawa Ajax juara Liga Champions musim 1994\/1995.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Narasi kejayaan Ajax hampir\u00a0 terulang jika saja di <em>leg<\/em> kedua semi-final Liga Champions 2018\/2019 tidak terkalahkan oleh Tottenham Hotspur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ajax yang sudah unggul 2-0 di <em>leg<\/em> ke-1 terpaksa harus mengakui kedigdayaan Spurs melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hattrick<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Lucas Moura di <em>leg<\/em> ke-2.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski gagal melaju ke babak final, Ajax saat itu dihuni pemain muda potensial;\u00a0 Franky De Jong (kini di FC Barcelona), Donny Van De Beek (Manchester United), Mathijs De Light (Juventus), Sergino Dest (FC Barcelona), Hakim Ziyech (Chelsea), dkk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepergian mereka menandakan bahwa Ajax akan terus mereproduksi pemain muda berbakat jebolan akademi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ajax tak perlu khawatir soal masa depan kekurangan pemain. Ajax memiliki Akademi Ajax yang dapat memberi harapan masa depan sepak bola bagi pemain muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka terus digembleng dalam suasana latihan yang kondusif. Ada empat hal yang diutamakan dalam pengembangan akademi Ajax, empat hal itu dilansir dari <em>Ajax Online<\/em> dikenal dengan TIPS: <em>Technique, Insight, Personality, and Speed<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah perpaduan antara teknik, wawasan, kepribadian, dan kecepatan. Empat itu, mampu membentuk para pemain muda jebolan akademi memiliki integritas yang tinggi terhadap dunia sepak bola.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, di setiap latihan pun selalu memiliki 8 bahan utama; latihan koordinasi; menendang, mengoper, lemparan ke dalam; pergerakan untuk melewati lawan; sundulan; penyelesaian akhir; <em>p<\/em><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">osition <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"><em>play<\/em>; p<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">osition game play; s<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">mall<\/span><\/i> s<i><span style=\"font-weight: 400;\">ided<\/span><\/i> g<i><span style=\"font-weight: 400;\">ames.<\/span><\/i><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/12\/15\/sepak-bola-kata-bob-marley\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sepak Bola akan Baik-baik Saja Seperti Kata Bob Marley<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen-komponen itu bertujuan untuk membentuk karakter bermain mereka\u00a0 di lapangan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa depan Ajax terbentuk melalui pembentukan karakter pemain muda baik di luar maupun di dalam lapangan. Inilah warisan adiluhung Johan Cruyff yang sangat berharga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cruyff meninggalkan secercah sinar di kota Amsterdam. Sinar itu menyinari akademi Ajax. Ajax kecipratan sinar Cruyff.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ajax telah memiliki segalanya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggal bagaimana mereka lebih menginternalisasi gaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Total Football <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti yang Cruyff lakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cruyff tidak hanya sekedar ikon kemasyhuran Ajax, tapi ia atma adiluhung sepak bola bagi Ajax. Mengembangkan gaya Total Football berarti berusaha menggapai sinar itu, sinar yang akan mengubah Ajax menjadi pemandu pemain muda potensial untuk investasi masa depan sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/21\/menyaksikan-langsung-ajax\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Menyaksikan Langsung Pesta Juara Ajax<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong>*<i>Penulis menikmati Ajax sebagai representasi kesukaan pada filosofi tiki- taka Barcelona. Dapat dijumpai di akun Twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/ghufronistjr21\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@<\/a><\/i><i><a href=\"https:\/\/twitter.com\/ghufronistjr21\">ghufronistjr21<\/a><\/i><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berlokasi di Johan Cruijff Boulevard 29, Amsterdam, Belanda, sebuah klub sepak bola berdiri megah. 18 Maret 1900, merupakan titimangsa di mana sekelompok orang di ibu kota Belanda itu menciptakan momen bersejarah. Mereka mendirikan sebuah klub sepak bola kebanggaan negeri kincir angin, Amsterdamsche Football Club Ajax.\u00a0 Filosofi penamaan Ajax merujuk pada nama pahlawan dalam cerita mitologi Yunani. Ia aktor penting di balik gelanggang perang Troya. Sosoknya yang dikenal kuat, pemberani, besar,\u00a0 berwibawa, dan tidak gentar menghadapi siapa pun, membuat dirinya selalu berjaya di medan perang.\u00a0 Dengan segala keagungan dan kemasyhuran itulah, Floris Stempel, Carrel Reeser, serta dua bersaudara Han dan Johan Dade yang merupakan pendiri klub berjuluk De Godenzoonen itu menjadikan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":2638,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[706,361,247,705,122,598,4202],"class_list":["post-49360","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-ajax","tag-ajax-amsterdam","tag-belanda","tag-johan-cruyff","tag-slider","tag-suara-pembaca","tag-total-football"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berlokasi di Johan Cruijff Boulevard 29, Amsterdam, Belanda, sebuah klub sepak bola berdiri megah. 18 Maret 1900, merupakan titimangsa di mana\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berlokasi di Johan Cruijff Boulevard 29, Amsterdam, Belanda, sebuah klub sepak bola berdiri megah. 18 Maret 1900, merupakan titimangsa di mana\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-21T07:26:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Johan-Cruyff-web.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"717\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax\",\"datePublished\":\"2021-01-21T07:26:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/\"},\"wordCount\":1284,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Johan-Cruyff-web.jpg\",\"keywords\":[\"Ajax\",\"Ajax Amsterdam\",\"Belanda\",\"Johan Cruyff\",\"Slider\",\"Suara Pembaca\",\"Total Football\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/\",\"name\":\"Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Johan-Cruyff-web.jpg\",\"datePublished\":\"2021-01-21T07:26:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Berlokasi di Johan Cruijff Boulevard 29, Amsterdam, Belanda, sebuah klub sepak bola berdiri megah. 18 Maret 1900, merupakan titimangsa di mana\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Johan-Cruyff-web.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Johan-Cruyff-web.jpg\",\"width\":1200,\"height\":717,\"caption\":\"Johan Cruyff\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2021\\\/01\\\/21\\\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax | Football Tribe Indonesia","description":"Berlokasi di Johan Cruijff Boulevard 29, Amsterdam, Belanda, sebuah klub sepak bola berdiri megah. 18 Maret 1900, merupakan titimangsa di mana","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax | Football Tribe Indonesia","og_description":"Berlokasi di Johan Cruijff Boulevard 29, Amsterdam, Belanda, sebuah klub sepak bola berdiri megah. 18 Maret 1900, merupakan titimangsa di mana","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2021-01-21T07:26:21+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":717,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Johan-Cruyff-web.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax","datePublished":"2021-01-21T07:26:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/"},"wordCount":1284,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Johan-Cruyff-web.jpg","keywords":["Ajax","Ajax Amsterdam","Belanda","Johan Cruyff","Slider","Suara Pembaca","Total Football"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/","name":"Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Johan-Cruyff-web.jpg","datePublished":"2021-01-21T07:26:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Berlokasi di Johan Cruijff Boulevard 29, Amsterdam, Belanda, sebuah klub sepak bola berdiri megah. 18 Maret 1900, merupakan titimangsa di mana","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Johan-Cruyff-web.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Johan-Cruyff-web.jpg","width":1200,"height":717,"caption":"Johan Cruyff"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2021\/01\/21\/embrio-kelahiran-total-football-dan-masa-depan-ajax\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Embrio Kelahiran Total Football dan Masa Depan Ajax"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49360","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49360"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49360\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49362,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49360\/revisions\/49362"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49360"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49360"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49360"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}