{"id":4915,"date":"2017-05-16T13:00:29","date_gmt":"2017-05-16T06:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=4915"},"modified":"2017-08-26T00:45:04","modified_gmt":"2017-08-25T17:45:04","slug":"makna-medioker-bagi-liverpool","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/","title":{"rendered":"Pergeseran Makna Medioker untuk Liverpool"},"content":{"rendered":"<p>Liverpool Football Club, sebuah nama menyeramkan bagi setiap lawan pada era 1970 hingga 1980-an. Total sebelas trofi Liga Inggris dan empat Piala Champions (kini Liga Champions) berhasil direngkuh The Mighty Reds, julukannya kala itu. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, kejayaan Liverpool mulai memudar.<\/p>\n<p>Saat artikel ini diterbitkan, sudah 27 tahun dan 11 hari sejak kali terakhir Liverpool jadi juara liga. Klub asal Merseyside ini bahkan belum sekalipun mengangkat trofi Liga Primer Inggris yang dimulai tahun 1992 silam. Trofi teranyar yang didapat adalah Piala Liga Inggris, lima tahun lalu.<\/p>\n<p>Meski demikian, bukan berarti The Reds tak pernah bangkit. Pada beberapa musim terakhir di Liga Primer, Liverpool \u00a0tercatat sudah dua kali nyaris keluar sebagai juara, yakni pada 2008\/2009 dan 2013\/2014. Dalam dua kesempatan itu, klub yang bermarkas di Anfield tersebut harus rela finis sebagai peringkat kedua.<\/p>\n<p>Musim ini, kebangkitan sempat menghampiri anak asuh Jurgen Klopp tersebut. Di awal musim, Liverpool tampil perkasa dan trengginas. The Reds pun digadang-gadang sebagai pesaing gelar juara Liga Primer bersama Manchester City. Namun, penyakit inkonsistensi kembali menghinggapi Jordan Henderson dan kawan-kawan.<\/p>\n<h3><strong>Sempat terbang tinggi<\/strong><\/h3>\n<p>Pekan pembuka Liga Primer 2016\/2017 dijalani Liverpool dengan luar biasa. Sempat tertinggal dari tuan rumah Arsenal, The Reds menang 4-3 berkat trisula maut, Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Philippe Coutinho. Sempat kalah secara mengejutkan dari klub promosi Burnley dan ditahan imbang Tottenham Hotspur, Liverpool kemudian terbang tinggi.<\/p>\n<p>Kontra juara bertahan, Leicester City, dan jawara musim ini, Chelsea, The Reds sukses mencatatkan kemenangan lewat permainan atraktif dan menyerang. Dua pekan setelahnya, tim medioker, Hull City dan Swansea City dibungkam tanpa banyak kesulitan. Setelahnya, pertandingan <em>North West Derby<\/em> kontra Manchester United di Anfield tak disangka turut mengubah strategi hampir tiap lawan Liverpool.<\/p>\n<p>Kegemaran manajer Red Devils, Jose Mourinho, dalam menumpuk banyak pemain di daerah pertahanan sendiri, membuat Firmino dan kawan-kawan kebingungan dan hanya bisa bermain imbang tanpa gol. Hingga akhir tahun lalu, Liverpool memang tetap berada pada jalur yang tepat, tapi strategi yang membuat laga jadi membosankan akhirnya dialami kembali oleh The Reds.<\/p>\n<p>Januari 2017 jadi periode paling kelam Liverpool musim ini. Di tengah padatnya jadwal dan kehilangan Mane karena memperkuat timnas Senegal di Piala Afrika 2017, Liverpool hanya mampu meraih satu kemenangan dari empat pertandingan. Klub asuhan Klopp bahkan menelan kekalahan dari Swansea di Anfield, satu dari tiga rentetan hasil buruk di semua kompetisi.<\/p>\n<p>Keberhasilan klub-klub medioker dalam menahan hingga mengalahkan Liverpool lewat strategi bertahan total dan mengandalkan serangan balik menginspirasi sesamanya. Pertandingan The Reds jadi jauh lebih membosankan karena sebagian besar yang terjadi adalah bagaimana menembus pemain lawan yang ditumpuk di belakang.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_4917\" aria-describedby=\"caption-attachment-4917\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4917 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/664997778.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"391\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/664997778.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/664997778-342x225.jpg 342w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/664997778-577x380.jpg 577w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/664997778-560x369.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4917\" class=\"wp-caption-text\">Liverpool yang harus ditahan imbang Bournemouth beberapa waktu lalu (6\/4).<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Dunia terbalik ala Liverpool<\/strong><\/h3>\n<p>Alhasil, Liverpool sering merasa frustrasi dan kebingungan sendiri dalam menghadapi lawan dengan strategi serupa. Belum lagi dengan cedera yang sempat dialami roh permainan tim, Coutinho. Umpan-umpan pemain Liverpool jadi sering tak terkontrol. Target pun direvisi suporter sendiri: Dari impian juara, menjadi tiket Liga Champions musim depan.<\/p>\n<p>Di fase ini, Liverpool dihadapkan pada fakta sulitnya menghadapi tim medioker, sementara kontra tim enam besar, acapkali menang meyakinkan. Chelsea, Tottenham, City, Arsenal, hingga United, tak sekalipun bisa mengalahkan The Reds di Liga Primer musim ini. Bahkan Liverpool sukses menang lima kali sementara sisanya imbang. Ini belum ditambah kemenangan dobel kontra rival sekota, Everton, musim ini.<\/p>\n<p>Terlepas dari Leicester dengan status juara bertahannya, bandingkan nama-nama di atas dengan tim-tim sekelas Burnley, Bournemouth, Swansea, hingga Crystal Palace. Nama-nama yang dianggap medioker itu tiba-tiba menjelma bak tim raksasa dengan mengalahkan Liverpool. Belum lagi dua hasil imbang penuh rasa frustrasi kontra Southampton dan (lagi-lagi) Bournemouth.<\/p>\n<p>Keberhasilan strategi defensif tim-tim medioker tersebut juga belakangan menjalar di Anfield. Dalam tiga partai terakhir, Liverpool tak pernah menang. Akhir April lalu ironi besar menimpa Klopp saat melihat tim asuhannya dibobol tak hanya sekali, tapi dua kali oleh mantan pemainnya, Christian Benteke. Rata-rata Liverpool kebobolan lewat serangan balik cepat atau hasil umpan silang.<\/p>\n<h3><strong>Mulai terbiasa<\/strong><\/h3>\n<p>Sebaliknya di laga tandang, Liverpool berhasil mencatatkan empat kemenangan beruntun. Di tiga laga tandang sebelum melawat ke markas West Ham United akhir pekan lalu, kemenangan The Reds didapat berkat sesuatu yang sulit diprediksi mulai dari tendangan keras jarak jauh dan <em>ping-pong<\/em> sundulan Firmino ke gawang Stoke City dan West Bromwich Albion, hingga calon gol terbaik musim ini oleh Emre Can, lewat sepakan akrobatiknya.<\/p>\n<p>Tak mau terus menerus jadi korban klub medioker, Liverpool mulai bangkit dan penegasan itu terjadi akhir pekan lalu di Stadion Olimpiade London. Sempat kesulitan menembus pertahanan kokoh West Ham, asis brilian Coutinho membelah lini belakang sebelum diselesaikan Sturridge. Pemain asal Brasil itu turut menyumbang dua gol, sebelum ditutup sontekan Divock Origi pada kemenangan 4-0 Liverpool.<\/p>\n<p>Meski dipastikan kembali gagal jadi juara, Liverpool kini selangkah lagi menggapai target ke Liga Champions musim depan. Pertandingan kontra klub medioker selanjutnya yang juga sudah dipastikan terdegradasi, Middlesbrough, tak ubahnya final terbesar bagi Klopp selama menangani The Reds mengingat Arsenal sewaktu-waktu berpeluang untuk menyalip di tikungan paling akhir.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liverpool Football Club, sebuah nama menyeramkan bagi setiap lawan pada era 1970 hingga 1980-an. Total sebelas trofi Liga Inggris dan empat Piala Champions (kini Liga Champions) berhasil direngkuh The Mighty Reds, julukannya kala itu. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, kejayaan Liverpool mulai memudar. Saat artikel ini diterbitkan, sudah 27 tahun dan 11 hari sejak kali terakhir Liverpool jadi juara liga. Klub asal Merseyside ini bahkan belum sekalipun mengangkat trofi Liga Primer Inggris yang dimulai tahun 1992 silam. Trofi teranyar yang didapat adalah Piala Liga Inggris, lima tahun lalu. Meski demikian, bukan berarti The Reds tak pernah bangkit. Pada beberapa musim terakhir di Liga Primer, Liverpool \u00a0tercatat sudah dua kali nyaris keluar &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Pergeseran Makna Medioker untuk Liverpool&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4916,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[286,129,121,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pergeseran Makna Medioker untuk Liverpool | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Disaat-saat Liverpool membutuhkan tiga poin, beberapa klub medioker Liga Primer Inggris justru tampil apik dan berhasil menyulitkan The Reds.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pergeseran Makna Medioker untuk Liverpool | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Disaat-saat Liverpool membutuhkan tiga poin, beberapa klub medioker Liga Primer Inggris justru tampil apik dan berhasil menyulitkan The Reds.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-16T06:00:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-25T17:45:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/633788868.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"362\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/\",\"name\":\"Pergeseran Makna Medioker untuk Liverpool | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/633788868.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-16T06:00:29+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-25T17:45:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Disaat-saat Liverpool membutuhkan tiga poin, beberapa klub medioker Liga Primer Inggris justru tampil apik dan berhasil menyulitkan The Reds.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/633788868.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/633788868.jpg\",\"width\":594,\"height\":362,\"caption\":\"Pemain Liverpool harus tertunduk usai kalah dari tuan rumah Hull City (4\/2).\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pergeseran Makna Medioker untuk Liverpool | Football Tribe Indonesia","description":"Disaat-saat Liverpool membutuhkan tiga poin, beberapa klub medioker Liga Primer Inggris justru tampil apik dan berhasil menyulitkan The Reds.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pergeseran Makna Medioker untuk Liverpool | Football Tribe Indonesia","og_description":"Disaat-saat Liverpool membutuhkan tiga poin, beberapa klub medioker Liga Primer Inggris justru tampil apik dan berhasil menyulitkan The Reds.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-16T06:00:29+00:00","article_modified_time":"2017-08-25T17:45:04+00:00","og_image":[{"width":594,"height":362,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/633788868.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/","name":"Pergeseran Makna Medioker untuk Liverpool | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/633788868.jpg","datePublished":"2017-05-16T06:00:29+00:00","dateModified":"2017-08-25T17:45:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Disaat-saat Liverpool membutuhkan tiga poin, beberapa klub medioker Liga Primer Inggris justru tampil apik dan berhasil menyulitkan The Reds.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/makna-medioker-bagi-liverpool\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/633788868.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/633788868.jpg","width":594,"height":362,"caption":"Pemain Liverpool harus tertunduk usai kalah dari tuan rumah Hull City (4\/2)."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4915"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4915"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4915\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}