{"id":4871,"date":"2017-05-16T08:30:49","date_gmt":"2017-05-16T01:30:49","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=4871"},"modified":"2017-05-15T23:27:05","modified_gmt":"2017-05-15T16:27:05","slug":"penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/","title":{"rendered":"Tangis Dirk Kuyt di De Kuip yang Mengakhiri Penantian 18 Tahun"},"content":{"rendered":"<p>Malam itu, di kota Rotterdam, kemeriahan terjadi di Stadion De Kuip. Seperti biasanya, kandang Feyenoord itu begitu ramai dijejali puluhan ribu manusia beratribut merah-putih, warna kebesaran Feyenoord. Riuh suara suporter sudah dimulai ketika pertandingan belum genap berjalan satu menit. Dua belas menit kemudian stadion kembali bergemuruh hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan wasit.<\/p>\n<p>Gegap gempita dan tangis haru merebak di segala penjuru stadion, termasuk tangis Dirk Kuyt yang tidak percaya bahwa ia telah membawa klub masa kecilnya menjadi kampiun Liga Belanda.<\/p>\n<p>Feyenoord sebenarnya masih berpeluang disalip Ajax di pekan terakhir apabila mereka gagal meraih kemenangan melawan Heracles Almelo. Namun Dirk Kuyt seakan-akan menjadi <em>announcer<\/em> penyebar undangan pesta malam itu. Sepasang gol cepatnya dan satu gol tambahan untuk menggenapi <em>hattrick<\/em>-nya malam itu, telah membangkitkan De Kuip yang sekian lama tertidur melewatkan pesta gelar juara.<\/p>\n<p>Maklum, sudah satu dekade lebih Feyenoord sang penghuni stadion tidak memberikan gelar prestisius. Hanya dua trofi KNVB Cup yang pernah mampir ke kota Rotterdam pada musim 2007\/2008 dan 2015\/2016. Dan kini, setelah 18 tahun lamanya, De Kuip kembali berpesta. Gelar juara Eredivisie kembali singgah di kota Rotterdam.<\/p>\n<p>Spektakuler. Satu kata yang menurut saya paling pantas menggambarkan perjalanan tim asuhan Giovanni van Bronckhorst ini. Feyenoord mengawali Eredivisie 2016\/2017 dengan fenomenal. Meraih sembilan kali kemenangan beruntun. Rentetan kemenangan mereka harus terhenti di pekan ke-10 kala Ajax datang bertamu ke De Kuip.<\/p>\n<p>Sejak ditahan imbang Ajax itulah Feyenoord sempat kesulitan meraih kemenangan di empat laga berikutnya. Dirk Kuyt dan kawan-kawan hanya meraih satu kemenangan dari lima laga. Namun setelahnya, De Trots van Zuid tak terbendung. Sepuluh kemenangan beruntun diraih termasuk mengalahkan PSV Eindhoven yang menjadi pesaing juara.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4873\" aria-describedby=\"caption-attachment-4873\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4873 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Giovanni-van-Bronckhorst.jpg\" alt=\"DIrk Kuyt\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Giovanni-van-Bronckhorst.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Giovanni-van-Bronckhorst-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Giovanni-van-Bronckhorst-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Giovanni-van-Bronckhorst-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4873\" class=\"wp-caption-text\">Giovanni van Bronckhorst (kanan) dan Dirk Kuyt (kiri).<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Tim dengan jagoan lokal<\/strong><\/h3>\n<p>Keberhasilan Feyenoord menjadi kampiun Eredivisie musim ini tak lepas dari tangan dingin pelatih mereka, Giovanni van Bronckhorst. Uniknya, Gio merupakan putra daerah asli Rotterdam. Ia telah bergabung di akademi Feyenoord sejak usia enam tahun. Gio kemudian melakukan debut di tim senior sebelas tahun kemudian. Setelah berpetualang di dua klub besar Eropa, ia kembali ke Feyenoord pada tahun 2007 dan menyudahi karier profesionalnya di tahun 2010.<\/p>\n<p>Pencetak gol indah ke gawang Uruguay di Piala Dunia 2010 ini ternyata tidak lupa balas budi. Setelah dibantu banyak oleh Feyenoord yang melejitkan kariernya sebagai pemain, kini giliran Gio yang membantu tim masa kecilnya meraih gelar juara liga setelah berpuasa gelar sejak musim 1998\/1999.<\/p>\n<p>Selain Gio, kesuksesan Feyenoord musim ini juga diraih berkat kinerja apik legenda hidup mereka, Dirk Kuyt.<\/p>\n<p>Meskipun bukan putra daerah kebanggaan warga Rotterdam seperti Gio, Kuyt telah manjadi idola De Kuip sejak ia memperkuat klub ini di tahun 2003 lalu. Berkat Feyenoord pula nama Dirk Kuyt menjadi tenar di seantero dunia dengan keahliannya membobol gawang lawan.<\/p>\n<p>Di Feyenoord, ia meraih dua Dutch Golden Shoe di tahun 2003 dan 2006, satu gelar top skor Eredivisie pada 2005, dan diganjar penghargaan Dutch Footballer of The Year pada 2006. Berkat ketajamannya di musim 2005\/2006 itulah Liverpool tertarik menggunakan jasa Kuyt. Sang penyerang berstamina kuda kemudian kembali ke Feyenoord pada awal musim 2015\/2016.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_4874\" aria-describedby=\"caption-attachment-4874\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4874 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/683089432.jpg\" alt=\"Feyenoord\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/683089432.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/683089432-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/683089432-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/683089432-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4874\" class=\"wp-caption-text\">Dirk Kuyt bersama rekan-rekan Feyenoord merayakan gelar Eredivisie musim 2016\/2017.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Diawali dengan pesta, diakhiri dengan pesta<\/strong><\/h3>\n<p>Feyenoord memulai Eredivisie 2016\/2017 dengan pesta gol ke gawang FC Groningen. Dan di pekan terakhir, di hadapan pendukung sendiri Feyenoord melibas Heracles Almelo dengan skor 3-1 melalui <em>hattrick <\/em>Dirk Kuyt.<\/p>\n<p>Feyenoord musim ini memang akrab dengan skor-skor besar. Mereka tercatat tiga kali mencetak lima gol masing-masing ke gawang Groningen, Roda JC Kerkrade, dan AZ Alkmaar. Itu belum termasuk skor kemenangan 6-1 saat menjamu Sparta Rotterdam dan hujan gol 8-0 saat melibas tim juru kunci, Go Ahead Eagles.<\/p>\n<p>Tiga pemain menjadi andalan Gio van Bronckhost untuk menggedor pertahanan lawan. <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/04\/dongeng-nicolai-jorgensen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nicolai Jorgensen<\/a> menjadi yang terdepan dalam urusan mencetak gol dengan kontribusi 21 gol. Di belakangnya ada Eljero Elia yang terlahir kembali musim ini dengan 9 gol dan 8 asis, dan tentu saja sang kapten, Dirk Kuyt.<\/p>\n<p>Ketiganya disokong dengan suplai bola dari lini tengah yang dikomandoi oleh Jens Toornstra dan gelandang muda, Tony Vilhena. Sedangkan di lini belakang, Eric Botteghin tampil solid dengan tiga kali terpilih sebagai pemain terbaik sepanjang musim ini. Skuat ideal untuk meraih gelar juara.<\/p>\n<p>Publik De Kuip kembali berpesta setelah 18 tahun lamanya mereka hanya terdiam menyaksikan tim-tim rival merayakan gelar juara. Pesta kali ini juga lebih terasa spesial dengan nuansa lokal di dalamnya. Dirk Kuyt dan Gio van Bronckhorst telah memberikan kado terindah sebagai bentuk balas budi mereka kepada klub masa kecilnya.<\/p>\n<p>Selamat berpesta, Feyenoord!<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">joyoisworo<\/b><\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malam itu, di kota Rotterdam, kemeriahan terjadi di Stadion De Kuip. Seperti biasanya, kandang Feyenoord itu begitu ramai dijejali puluhan ribu manusia beratribut merah-putih, warna kebesaran Feyenoord. Riuh suara suporter sudah dimulai ketika pertandingan belum genap berjalan satu menit. Dua belas menit kemudian stadion kembali bergemuruh hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan wasit. Gegap gempita dan tangis haru merebak di segala penjuru stadion, termasuk tangis Dirk Kuyt yang tidak percaya bahwa ia telah membawa klub masa kecilnya menjadi kampiun Liga Belanda. Feyenoord sebenarnya masih berpeluang disalip Ajax di pekan terakhir apabila mereka gagal meraih kemenangan melawan Heracles Almelo. Namun Dirk Kuyt seakan-akan menjadi announcer penyebar undangan pesta malam itu. Sepasang gol &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Tangis Dirk Kuyt di De Kuip yang Mengakhiri Penantian 18 Tahun&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4872,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,74],"tags":[248,129,245,122],"class_list":["post-4871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-inggris","tag-eredivisie","tag-featured","tag-feyenoord","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tangis Dirk Kuyt di De Kuip yang Mengakhiri Penantian 18 Tahun | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Selain Giovanni van Bronckhorst, kesuksesan Feyenoord musim ini juga diraih berkat kinerja apik legenda hidup mereka, Dirk Kuyt.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tangis Dirk Kuyt di De Kuip yang Mengakhiri Penantian 18 Tahun | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selain Giovanni van Bronckhorst, kesuksesan Feyenoord musim ini juga diraih berkat kinerja apik legenda hidup mereka, Dirk Kuyt.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-16T01:30:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Dirk-Kuyt.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/16\\\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/16\\\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Tangis Dirk Kuyt di De Kuip yang Mengakhiri Penantian 18 Tahun\",\"datePublished\":\"2017-05-16T01:30:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/16\\\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\\\/\"},\"wordCount\":756,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/16\\\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Dirk-Kuyt.jpg\",\"keywords\":[\"Eredivisie\",\"Featured\",\"Feyenoord\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Inggris\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/16\\\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/16\\\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\\\/\",\"name\":\"Tangis Dirk Kuyt di De Kuip yang Mengakhiri Penantian 18 Tahun | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/16\\\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/16\\\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Dirk-Kuyt.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-16T01:30:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Selain Giovanni van Bronckhorst, kesuksesan Feyenoord musim ini juga diraih berkat kinerja apik legenda hidup mereka, Dirk Kuyt.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/16\\\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/16\\\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Dirk-Kuyt.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Dirk-Kuyt.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Dirk Kuyt, kapten sekaligus legenda hidup Feyenoord,\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tangis Dirk Kuyt di De Kuip yang Mengakhiri Penantian 18 Tahun | Football Tribe Indonesia","description":"Selain Giovanni van Bronckhorst, kesuksesan Feyenoord musim ini juga diraih berkat kinerja apik legenda hidup mereka, Dirk Kuyt.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tangis Dirk Kuyt di De Kuip yang Mengakhiri Penantian 18 Tahun | Football Tribe Indonesia","og_description":"Selain Giovanni van Bronckhorst, kesuksesan Feyenoord musim ini juga diraih berkat kinerja apik legenda hidup mereka, Dirk Kuyt.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-16T01:30:49+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Dirk-Kuyt.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Tangis Dirk Kuyt di De Kuip yang Mengakhiri Penantian 18 Tahun","datePublished":"2017-05-16T01:30:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/"},"wordCount":756,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Dirk-Kuyt.jpg","keywords":["Eredivisie","Featured","Feyenoord","Slider"],"articleSection":["Eropa","Inggris"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/","name":"Tangis Dirk Kuyt di De Kuip yang Mengakhiri Penantian 18 Tahun | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Dirk-Kuyt.jpg","datePublished":"2017-05-16T01:30:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Selain Giovanni van Bronckhorst, kesuksesan Feyenoord musim ini juga diraih berkat kinerja apik legenda hidup mereka, Dirk Kuyt.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/16\/penantian-dirk-kuyt-selama-18-tahun\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Dirk-Kuyt.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Dirk-Kuyt.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Dirk Kuyt, kapten sekaligus legenda hidup Feyenoord,"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4871\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}