{"id":48176,"date":"2020-10-28T12:05:03","date_gmt":"2020-10-28T05:05:03","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=48176"},"modified":"2020-12-25T06:53:08","modified_gmt":"2020-12-24T23:53:08","slug":"meledak-bersama-denmark","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/","title":{"rendered":"Meledak Bersama Denmark"},"content":{"rendered":"<p>Banyak kejutan di jeda internasional September lalu, kekalahan Inggris atas Denmark jadi salah satu bukti bahwa negara-negara non unggulan siap meledak di Piala Eropa yang sedianya digelar tahun ini.<\/p>\n<p>Selain laga tersebut kekalahan Spanyol atas Ukraina, ditahan imbangnya Jerman dalam laga kontra Turki semakin memperlihatkan kesempatan bagi tim kuda hitam untuk menunjukan taring seraya menancapkan cakar dalam rangka mendobrak hegemoni para unggulan.<\/p>\n<p>Stagnannya performa para tim unggulan membuat banyak negara kuda hitam dengan potensi besar siap untuk mencoba mengambil alih singgasana mereka, dan Denmark adalah salah satu diantaranya.<\/p>\n<p>Akan sangat menyenangkan apabila kita dapat melihat kembali &#8220;tim dinamit&#8217; Denmark meledak kembali dan memporak-porandakan barisan pertahanan negara papan atas, pasalnya <em>The Danish Dynamites<\/em> sendiri memang memiliki sejarah panjang kejayaan, tak hanya sebagai <em>the giant slayer <\/em>belaka.<\/p>\n<p>Kehebatan Denmark meledak pertama kali saat menjadi juara Euro 1992 setelah menyingkirkan Belanda dan Jerman, namun tim ini seolah lenyap pasca menjadi juara. Setelah 28 tahun berlalu, apakah Denmark kali ini dapat berbicara banyak dan diperhitungkan kembali pada gelaran Euro atau Piala Dunia selanjutnya?<\/p>\n<p>Artikel ini akan mengupas dan menjabarkan mengapa Denmark siap meledak kembali sehingga pantas untuk kembali diperhitungkan dalam pentas akbar sepakbola Eropa atau bahkan dunia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Taktik dan pola bermain Kasper Hjulmand<\/h3>\n<p>Pelatih Denmark, Kasper Hjulmand, sendiri biasanya menggunakan pakem taktik 4-2-3-1. Dalam proses <em>build-up,<\/em> ia menggunakan seorang Pierre-Emile Hojbjerg sebagai tambahan pemain di belakang agar kedua <em>wingback<\/em> uatama mereka, Robert Skov dan Daniel Wass, dapat mengokupansi <em>wide-space<\/em>.<\/p>\n<p>Sementara sosok\u00a0 Thomas Delaney menjadi sosok gelandang antar lini untuk kemudian menghubungkan bola kepada Christian Eriksen. Yussuf Poulsen dan Martin Braithwaite yang berada di <em>half-space<\/em> akan memberikan ruang <em>wide-space<\/em> kepada Skov dan Wass yang merupakan bek dengan atensi menyerang untuk melakukan <em>overlap<\/em>.<\/p>\n<p>Cairnya pergerakan Delaney dan Hojbjerg dalam melakukan <em>cover<\/em> pada area yang ditinggalkan <em>full-back<\/em> mereka menjadikan Denmark sebagai tim yang sulit untuk ditembus lewat serangan balik atau transisi negatif di area lapangan sendiri.<\/p>\n<p>Tidak secara harfiah Denmark meledak berapi-api dengan taktik<em> gegenpressing<\/em>, <em>full attack<\/em>, ataupun <em>tiki-taka<\/em>. taktir permainan Hjulmand lebih cair baik dalam menyerang dan bertahan sehingga menjadikan mereka memiliki beragam dimensi dalam memulai serangan.<\/p>\n<p>Dari segi bertahan sendiri, Denmark menggunakan dua blok tinggi dengan 4 pemain di masing-masing bloknya. Meninggalkan Kasper Dolberg dan Christian Eriksen di depan untuk melakukan <em>press and cover<\/em>.<\/p>\n<p>Teknik <em>press and cover<\/em> yang dilakukan oleh Denmark bukan sekadar <em>pressing<\/em> dengan ketat melainkan pressing cair sehingga antara keduanya tak jarang hanya melakukan <em>shadow press<\/em> dan <em>pressing<\/em> yang lebih reaktif.<\/p>\n<p>Seperti di awal tulisan dikatakan Denmark menggunakan dua <em>full-back<\/em> yang memilki kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya. Ini menjadi keuntungan tersendiri kala harus dihadapkan dengan perpindahan transisi positif ke transisi negatif. Lubang yang ditinggalkan oleh Wass dan Skov akan segera diisi oleh Delaney dan Hojbjerg secara disiplin.<\/p>\n<p>Dua pivot yang ditawarkan oleh Denmark juga menjadi sebuah poin kunci untuk menawarkan keseimbangan di lapangan tengah. Dengan semakin dalamnya posisi H\u00f8jbjerg dan Delaney, maka semakin luas pula ruang yang tercipta untuk dimanfaatkan oleh Christian Eriksen.<\/p>\n<p>Ini akan menjadi sebuah keuntungan besar apabila Denmark bertemu dengan lawan yang menggunakan taktik <em>pressing<\/em> tinggi, tertariknya fokus gelandang bertahan lawan kepada Delaney dan Hojbjerg akan mengakibatkan Eriksen berdiri bebas di antara gelandang dan bek dan siap meledak bersama lini serang Denmark.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/11\/16\/selalu-ada-yang-kurang-dari-denmark\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Selalu Ada yang Kurang dari Denmark<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/02\/mathias-jorgensen-dalam-gol-tercepat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mathias Jorgensen dalam Perlombaan Menjadi Pencetak Gol Tercepat Piala Dunia<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3>Christian Eriksen, roh yang meledak berapi-api dalam permainan Denmark<\/h3>\n<p>Setelah hijrah dari Tottenham ke Inter Milan pada medio transfer musim panas lalu, Christian Eriksen membuktikan bahwa ia masih memiliki kemampuan untuk terus bermain di level kompetisi papan atas Eropa.<\/p>\n<p>Jika Antonio Conte di menggunakan formasi 3-5-2 dengan dua <em>wingback<\/em> yang siap membantu penyerangan dan tetap disiplin bertahan, Kasper Hjulmand menggunakan skema empat bek yang silih bergantian dalam mengokupansi wilayah <em>wide-space<\/em>.<\/p>\n<p>Eriksen yang memilki visi permainan bagus serta kemampuan dalam melakukan pergerakan tanpa bola dapat berperan dengan baik sebagai penyambung bola antar lini. Kemampuan Eriksen dalam membaca pergerakan kawan dan lawan juga menjadi keuntungan manakala Denmark menemui jalan buntu ketika menyerang dari kedua sisi.<\/p>\n<p>Kemampuan <em>diagonal pass<\/em> serta umpan terobosan yang dimiliki Eriksen pun sangat berguna dalam melakukan <em>switch play<\/em> atau progresi langsung.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu Eriksen juga dilengkapi dengan keakurasian pengambilan<em> set-piece<\/em> sehingga pemain Denmark tidak bisa dilanggar di dalam posisi yang berbahaya. Kemampuan playmaker serta akurasi <em>set-piece<\/em> yang dimilki Eriksen semakin mengukuhkan Denmark yang cair dan memilki beragam pola dalam membangun serangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Koleksi pemain muda yang siap meledak bersama Denmark<\/h3>\n<p>Jika berbicara pemain muda potensial Denmark, maka kita tidak bisa mengesampingkan kemampuan Robert Skov yang dapat menjalankan peran menyerang dan bertahan dengan baik.<\/p>\n<p>Memulai karir juniornya bersama Silkeborg, Robert Skov berhasil menyelamatkan Silkeborg dari degradasi dengan 10 golnya dari sisi sayap. Di musim berikutnya, Skov pun diamankan oleh Copenhagen. Sempat dirumorkan akan bergabung dengan Arsenal dan Tottenham, ia lebih memilih untuk bergabung dengan Hoffenheim yang dibesut Julian Naglesmann kala itu.<\/p>\n<p>Skov sendiri yang ditempatkan sebagai sayap kanan namun melihat kemahirannya dalam bertahan juga terbilang baik sehingga kadang dirinya dipasang sebagai bek kiri. Kemampuannya yang komplet dan beragam.<\/p>\n<p>Bermain sebagai sayap kanan, Skov tidak bingung dengan penempatan serta cara bermain yang lebih banyak menyerusuk kedalam <em>half-space<\/em>. Ketika dipasang sebagai bek kiri, ia juga tidak ragu dalam memberikan tekel dan melakukan <em>pressing<\/em> tinggi.<\/p>\n<p>Hal ini dibuktikan dengan tingkat keberhasilan tekel yang mencapai 47% pada musim lalu ketika bermain bersama Hoffenheim. Dengan umur yang masih cukup muda, 24 tahun, masih banyak ruang dan kemampuan yang dapat dieksploitasi oleh Robert Skov di masa depan dan tentu saja keuntungan tersebut akan sangat besar bagi Denmark.<\/p>\n<p>Dengan memiliki segudang pemain yang berkualitas dan pemain muda penuh potensi, Denmark tidak dapat dipandang sebelah mata begitu saja. Simon Kj\u00e6r, Christian Eriksen, Kasper Schmeichel dan Daniel Wass akan menjadi mentor yang tepat bagi Kasper Dolberg, Robert Skov, Andreas Skov Olsen, dan pemain penuh potensi seperti Magnus Kofod Andersen.<\/p>\n<p>Menarik untuk melihat lebih jauh bagaimana Denmark dapat menyusuri jalan terjal di Euro 2o20 nanti. Dan bahkan bukan tidak mungkin Denmark meledak lagi dan Kasper Schmeichel berhasil mengangkat trofi Euro seperti yang telah dilakukan oleh sang ayah, Peter Schmeichel 18 tahun yang lalu.<\/p>\n<p><em>Penulis adalah fans olahraga garis keras yang tertarik dengan strategi dan analisis, dapat ditemui di akun Twitter @mhdalf16<\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiIybk5jcTUxayIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak kejutan di jeda internasional September lalu, kekalahan Inggris atas Denmark jadi salah satu bukti bahwa negara-negara non unggulan siap meledak di Piala Eropa yang sedianya digelar tahun ini. Selain laga tersebut kekalahan Spanyol atas Ukraina, ditahan imbangnya Jerman dalam laga kontra Turki semakin memperlihatkan kesempatan bagi tim kuda hitam untuk menunjukan taring seraya menancapkan cakar dalam rangka mendobrak hegemoni para unggulan. Stagnannya performa para tim unggulan membuat banyak negara kuda hitam dengan potensi besar siap untuk mencoba mengambil alih singgasana mereka, dan Denmark adalah salah satu diantaranya. Akan sangat menyenangkan apabila kita dapat melihat kembali &#8220;tim dinamit&#8217; Denmark meledak kembali dan memporak-porandakan barisan pertahanan negara papan atas, pasalnya The &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Meledak Bersama Denmark&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":48838,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[2231,2188,2249,3750,1656],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Meledak Bersama Denmark | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Banyak kejutan di jeda internasional September lalu, kekalahan Inggris atas Denmark jadi salah satu bukti bahwa negara-negara non unggulan siap meledak\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Meledak Bersama Denmark | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Banyak kejutan di jeda internasional September lalu, kekalahan Inggris atas Denmark jadi salah satu bukti bahwa negara-negara non unggulan siap meledak\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-28T05:05:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-12-24T23:53:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/GettyImages-1229582057.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/\",\"name\":\"Meledak Bersama Denmark | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/GettyImages-1229582057.jpg\",\"datePublished\":\"2020-10-28T05:05:03+00:00\",\"dateModified\":\"2020-12-24T23:53:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Banyak kejutan di jeda internasional September lalu, kekalahan Inggris atas Denmark jadi salah satu bukti bahwa negara-negara non unggulan siap meledak\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/GettyImages-1229582057.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/GettyImages-1229582057.jpg\",\"width\":800,\"height\":450,\"caption\":\"Credit: GettyImages\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Meledak Bersama Denmark | Football Tribe Indonesia","description":"Banyak kejutan di jeda internasional September lalu, kekalahan Inggris atas Denmark jadi salah satu bukti bahwa negara-negara non unggulan siap meledak","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Meledak Bersama Denmark | Football Tribe Indonesia","og_description":"Banyak kejutan di jeda internasional September lalu, kekalahan Inggris atas Denmark jadi salah satu bukti bahwa negara-negara non unggulan siap meledak","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-10-28T05:05:03+00:00","article_modified_time":"2020-12-24T23:53:08+00:00","og_image":[{"width":800,"height":450,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/GettyImages-1229582057.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/","name":"Meledak Bersama Denmark | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/GettyImages-1229582057.jpg","datePublished":"2020-10-28T05:05:03+00:00","dateModified":"2020-12-24T23:53:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Banyak kejutan di jeda internasional September lalu, kekalahan Inggris atas Denmark jadi salah satu bukti bahwa negara-negara non unggulan siap meledak","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/28\/meledak-bersama-denmark\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/GettyImages-1229582057.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/GettyImages-1229582057.jpg","width":800,"height":450,"caption":"Credit: GettyImages"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48176"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48176"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48176\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48840,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48176\/revisions\/48840"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}