{"id":48086,"date":"2020-10-15T16:46:58","date_gmt":"2020-10-15T09:46:58","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=48086"},"modified":"2020-10-15T16:46:58","modified_gmt":"2020-10-15T09:46:58","slug":"format-dua-wilayah-liga-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/","title":{"rendered":"Liga Indonesia Dengan Format Dua Wilayah, Nostalgia dan Obat Kala Pandemi"},"content":{"rendered":"<p>Opsi menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah sempat mengapung ke permukaan beberapa waktu lalu di sosial media. Opsi ini menjadi salah satu dari sekian banyak pilihan yang kini dipertimbangkan PSSI usai melangsungkan <em>Extraordinary Club Meeting<\/em> beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Dilansir dari situs resmi PSSI sendiri, 18 klub Liga 1 dan 24 klub Liga 2 sepakat meminta federasi negeri kita tercinta ini untuk kembali melanjutkan sisa kompetisi.<\/p>\n<p>Bahkan dalam pertemuan yang dilangsungkan di salah satu hotel di Yogyakarta tersebut diresmikan semacam piagam berisi tiga butir pernyataan sikap dari ke-36 klub tersebut yang intinya, &#8220;<em>Klub sepakat untuk dilanjutkannya kompetisi pada 1 November 2020 dengan semangat: Memajukan Sepak bola Nasional.<\/em>&#8221;<\/p>\n<p>Namun nampaknya keputusan tersebut tak akan terlaksana kembali (setelah sebelumnya Liga 1 2020 diisukan kembali per 1 Oktober 2020) lalu karena Polri enggan memberikan izin keramaian untuk pelaksanaan kembali Liga Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Polri kan sudah jelas menyampaikan kalau selama Pilkada-Pandemi tidak akan mengeluarkan izin keramaian,&#8221; kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada detik.com.<\/p>\n<p>Kini PSSI dan PT. LIB berupaya untuk meloloskan rencana mereka menggulirkan kembali gairah sepak bola nasional yang sudah lama tak bergeliat karena diterpa badai virus COVID-19. Salah satunya adalah menyiapkan opsi menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah.<\/p>\n<p>Plt. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengaku PSSI berusaha tetap menggelar kompetisi, sekalipun dilakukan pada awal 2021, dengan menyediakan tiga opsi sebagaimana dilansir dari situs resmi PSSI.<\/p>\n<p>Opsi pertama kembali menggulirkan kompetisi pada 1 November 2020 dan selesai pada Maret 2021. Kedua, jika tanggal 1 November tidak diizinkan, PSSI akan membuat skema dan jadwal baru, yakni pada 1 Desember 2020.<\/p>\n<p>\u201cJika itu belum diizinkan karena alasan izin keramaian terkait Pilkada 2020, PSSI akan mencoba memulai pada 1 Januari 2021. Akan tetapi, kalau harus dimulai pada 1 Januari 2021 kompetisi amat mungkin agar digelar 2 wilayah karena keterbatasan waktu. Sebab pada Mei-Juni 2021 PSSI punya hajatan besar, yakni Piala Dunia U-20,&#8221; pungkas Yunus.<\/p>\n<p>https:\/\/www.instagram.com\/p\/CF1LavuAaSk\/<\/p>\n<p>Setelah mengalami penundaan sejak dijanjikan kembali bergulir per 1 Oktober 2020 lalu publik nampaknya semakin pesimistis Liga Indonesia bisa kembali dinikmati dalam waktu dekat. Maka bisa jadi opsi terakhir yakni menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah menjadi opsi yang paling memungkinkan.<\/p>\n<p>Liga 1 2020 sendiri baru berjalan selama tiga pekan, sementara Liga 2 mendapat nasib yang lebih nahas karena harus dihentikan ketika baru memulai <em>matchday<\/em> pertamanya.<\/p>\n<p>Format dua wilayah sebenarnya sudah digunakan sejak Liga Indonesia edisi pertama 1994\/95 hingga Liga Indonesia 2007. Bahkan format dua wilayah kembali dipakai di era profesional (terhitung sejak dibuatnya Indonesia Super League per 2008) pada musim 2014.<\/p>\n<p>Mungkin alasan sederhana yang banyak dilihat orang mengapa format dua wilayah dianggap tepat digunakan dalam iklim sepak bola Indonesia adalah karena alasan geografis. Namun pada Liga Indonesia pertama (1994\/95) dan &#8220;terakhir&#8221; (2007) penggunaan format dua wilayah terjadi karena restrukturisasi pembagian kasta di Liga Indonesia.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/04\/statistik-menarik-di-pekan-pertama-shopee-liga-1-2020\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Statistik Menarik di Pekan Pertama Shopee Liga 1 2020<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3>Sejarah Format Dua Wilayah di Liga Indonesia<\/h3>\n<p>Pada Liga Indonesia edisi pertama 1994\/95 atau yang saat itu lebih beken dikenal sebagai Liga Dunhill karena <em>sponsorship<\/em>, format dua wilayah dipakai sejatinya bukan hanya karena saat itu dua kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Perserikatan dan Galatama, coba digabungkan untuk melahirkan Liga Indonesia.<\/p>\n<p>Karena sejatinya format dua wilayah sudah dipakai di kedua liga yang berjalan bersamaan tersebut. Alhasil Liga Indonesia 1 1994\/95 diikuti 16 tim dari Perserikatan 1993\/14 dan 16 tim dari Galatama 1993\/94 ditambah Persiku Kudus dan PSIR Rembang yang promosi dari Divisi Satu.<\/p>\n<p>Maka total yang berlaga di Liga Indonesia perdana sebanyak 34 klub, yang kemudian dibagi ke dalam format dua wilayah (Barat dan Timur) yang masing-masing berisi 17 klub dilanjutkan dengan babak <em>play-off<\/em> untuk menentukan gelar juara.<\/p>\n<p>Sejalan bergulirnya waktu format tersebut dipertahankan hingga akhir Divisi Utama 2007, dimana PSSI berniat untuk menggunakan format kompetisi penuh demi mempertegas modernitas sepak bola Indonesia.<\/p>\n<p>Divisi Utama 2007 sendiri berisi 36 tim karena pada akhir kompetisi 2006 PSSI meniadakan degradasi di Divisi Utama, serta mempromosikan seluruh klub yang lolos ke babak delapan besar Divisi Satu.<\/p>\n<p>Setelah Divisi Utama 2007 selesai, sembilan tim dari masing-masing wilayah berhak &#8220;promosi&#8221; ke divisi baru yang diciptakan PSSI yakni Liga Super Indonesia, sementara sisanya bertahan di Divisi Utama yang bergeser menjadi kasta kedua Liga Indonesia. Jika format dua wilayah masih digunakan di kasta kedua, lain halnya dengan liga kasta tertinggi.<\/p>\n<p>Alasannya format dua wilayah dianggap tidak populer di dunia sepak bola modern karena terhitung hanya Major League Soccer (AS) yang hingga kini menjadi liga terpopuler yang masih mempertahankan format dua wilayah, apalagi kalau bukan karena alasan geografis yang mirip Indonesia.<\/p>\n<p>Sementara di Eropa dan beberapa negara di benua lainnya sistem kompetisi penuh yang digunakan, baik murni atau dengan berbagai babak tambahan seperti <em>apertura-clausura<\/em> di Amerika Latin atau <em>round-robin<\/em> berlapis seperti di Skotlandia dan Polandia.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/11\/13\/beberapa-kompetisi-sepak-bola-dunia-dengan-peraturan-aneh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Beberapa Kompetisi Sepak Bola Dunia dengan Peraturan Aneh<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3>Kelebihan dan Kekurangan Format Dua Wilayah pada Liga 1 2020<\/h3>\n<p>Pada bagian sebelumnya alasan geografis sempat disebutkan menjadi salah satu alasan kenapa menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah dianggap tepat, bukan hanya sekadar jalan terbaik sebagai obat di kala pandemi seperti ini. Bahkan format dua wilayah bisa menjadi rencana jangka panjang Liga Indonesia yang lebih baik.<\/p>\n<p>Janganlah naif, meski kiblat sepak bola modern ada di Eropa toh format dua wilayah yang sukses dipakai di MLS andai diaplikasikan ke Liga Indonesia bukanlah tanda kemunduran sebuah liga.<\/p>\n<p>Jika berpikir jangka pendek untuk Liga 1 2020, seperti yang dikatakan Yunus Nusi di awal tulisan ini format dua wilayah digunakan demi menyiasati jadwal karena mepetnya penyelenggaraan liga dengan Piala Dunia U-20 2021. Namun jika berpikir untuk jangka panjang format dua wilayah bisa memecahkan permasalahan klasik menyangkut finansial klub yang berhubungan dengan problematika geografi Indonesia.<\/p>\n<p>Secara tidak langsung menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah dianggap efektif dan efisien untuk keuangan klub, terlebih di masa pandemi seperti ini. Apalagi di Liga 1 2020 pesertanya terbentang dari ujung barat dengan hadirnya tim promosi Persiraja Banda Aceh hingga ujung timur Indonesia yang diwakilkan Persipura Jayapura.<\/p>\n<p>Namun banyak yang beranggapan bahwa format dua wilayah membuat liga berjalan kurang menarik karena tim klub hanya bertemu \u201cseparuh\u201d kekuatan sepak bola nasional, kecuali bagi mereka yang lolos ke babak delapan besar. Tim yang tidak lolos delapan besar (dan ikut play-off degradasi) mungkin menyelesaikan musim lebih cepat.<\/p>\n<p>Sempat ada wacana jika kembali digulirkan di tengah pandemi Liga 1 2020 akan meniadakan degradasi, namun belum ada kejelasan akankah wacana ini kembali diwujudkan ketika PT. LIB memilih untuk menggelar liga di bulan Januari 2021 dengan format dua wilayah. Jika pun ada degradasi, PT. LIB bisa mengadopsi sistem berlapis yang digunakan beberapa liga yakni mengadakan play-off degradasi seperti halnya babak delapan besar.<\/p>\n<p>Itu berarti, jika mengacu pada jumlah peserta Liga 1 2020 yakni 18 tim, berarti sepuluh di antaranya yang tidak lolos ke babak delapan besar akan memainkan kompetisi kecil entah dengan sistem gugur ataupun klasemen penuh untuk menghindari degradasi. Namun menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah bukan tanpa resiko, karena sistem ini rawan \u201cmain mata\u201d terlebih bagi tim-tim yang berpeluang lolos ke delapan besar.<\/p>\n<p>Di satu sisi jadwal pertandingan liga akan menjadi tidak sepadat biasanya. Hal ini membuat PSSI dan PT. LIB bisa menyelipkan jadwal Piala Indonesia, kompetisi yang nampaknya berjalan baik-baik saja di era Liga Indonesia dengan format dua wilayah yang saat itu masih bernama Copa Indonesia namun tiba-tiba menjadi dianaktirikan di era Liga Super Indonesia hingga &#8220;reinkarnasi&#8221;-nya kembali di musim lalu.<\/p>\n<p>Belum lagi sejak beberapa tahun ke belakang permasalahan klasik Liga Indonesia kerap diganggu agenda politik, selain hal lumrah lain seperti jeda internasional, libur puasa dan Lebaran, serta kompetisi klub di level regional meski bagi klub tertentu saja. Maka bisa dipastikan format dua wilayah ini bisa menjadi obat yang tak hanya berguna di kala pandemi tapi juga untuk jangka panjang.<\/p>\n<p>Terakhir, siapa yang tak mau bernostalgia dengan laga bertajuk perang bintang di akhir musim yang selalu dinantikan? Betapa serunya menantikan skuad terbaik pilihan pecinta sepak bola nasional lewat sistem voting di akhir musim untuk membela wilayahnya masing-masing. Kalian punya kenangan soal ini, Tribes?<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/23\/nostalgia-perang-bintang-liga-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nostalgia Perang Bintang Liga Indonesia<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJtNjIwcWsxQSIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Opsi menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah sempat mengapung ke permukaan beberapa waktu lalu di sosial media. Opsi ini menjadi salah satu dari sekian banyak pilihan yang kini dipertimbangkan PSSI usai melangsungkan Extraordinary Club Meeting beberapa waktu lalu. Dilansir dari situs resmi PSSI sendiri, 18 klub Liga 1 dan 24 klub Liga 2 sepakat meminta federasi negeri kita tercinta ini untuk kembali melanjutkan sisa kompetisi. Bahkan dalam pertemuan yang dilangsungkan di salah satu hotel di Yogyakarta tersebut diresmikan semacam piagam berisi tiga butir pernyataan sikap dari ke-36 klub tersebut yang intinya, &#8220;Klub sepakat untuk dilanjutkannya kompetisi pada 1 November 2020 dengan semangat: Memajukan Sepak bola Nasional.&#8221; Namun nampaknya &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Liga Indonesia Dengan Format Dua Wilayah, Nostalgia dan Obat Kala Pandemi&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":48087,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3002],"tags":[3852,4022,188],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Liga Indonesia Dengan Format Dua Wilayah, Nostalgia dan Obat Kala Pandemi | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Opsi menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah sempat mengapung ke permukaan beberapa waktu lalu di sosial media. Opsi ini menjadi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Liga Indonesia Dengan Format Dua Wilayah, Nostalgia dan Obat Kala Pandemi | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Opsi menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah sempat mengapung ke permukaan beberapa waktu lalu di sosial media. Opsi ini menjadi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-15T09:46:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-8.56.42-PM.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/\",\"name\":\"Liga Indonesia Dengan Format Dua Wilayah, Nostalgia dan Obat Kala Pandemi | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-8.56.42-PM.jpeg\",\"datePublished\":\"2020-10-15T09:46:58+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-15T09:46:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Opsi menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah sempat mengapung ke permukaan beberapa waktu lalu di sosial media. Opsi ini menjadi\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-8.56.42-PM.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-8.56.42-PM.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":640},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Liga Indonesia Dengan Format Dua Wilayah, Nostalgia dan Obat Kala Pandemi | Football Tribe Indonesia","description":"Opsi menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah sempat mengapung ke permukaan beberapa waktu lalu di sosial media. Opsi ini menjadi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Liga Indonesia Dengan Format Dua Wilayah, Nostalgia dan Obat Kala Pandemi | Football Tribe Indonesia","og_description":"Opsi menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah sempat mengapung ke permukaan beberapa waktu lalu di sosial media. Opsi ini menjadi","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-10-15T09:46:58+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":640,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-8.56.42-PM.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/","name":"Liga Indonesia Dengan Format Dua Wilayah, Nostalgia dan Obat Kala Pandemi | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-8.56.42-PM.jpeg","datePublished":"2020-10-15T09:46:58+00:00","dateModified":"2020-10-15T09:46:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Opsi menggelar kembali Liga Indonesia dengan format dua wilayah sempat mengapung ke permukaan beberapa waktu lalu di sosial media. Opsi ini menjadi","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/10\/15\/format-dua-wilayah-liga-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-8.56.42-PM.jpeg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-8.56.42-PM.jpeg","width":1280,"height":640},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48086"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48086"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48086\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48103,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48086\/revisions\/48103"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48087"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48086"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48086"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48086"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}