{"id":47821,"date":"2020-09-19T08:54:58","date_gmt":"2020-09-19T01:54:58","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=47821"},"modified":"2020-09-19T08:54:58","modified_gmt":"2020-09-19T01:54:58","slug":"afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/","title":{"rendered":"Kisah Afonsinho, &#8220;Si Dokter&#8221; Lain dari Brasil Yang Enggan Dilarang Gondrong"},"content":{"rendered":"<p>Aria Wiratama Yudhistira dalam bukunya <em>Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an<\/em> sempat menyentil situasi unik yang terjadi di Indonesia pada 1970-an awal, yakni persoalan rambut yang begitu personal, nyatanya juga ikut diurusi negara.<\/p>\n<p>Dalam tulisan ini, saya ingin memberikan sebuah contoh kasus di mana \u201cdilarang gondrong\u201d juga menimpa ikut menimpa nasib seorang pesepak bola. Namun, cerita ini tak terjadi di Indonesia, melainkan di negara yang punya banyak kemiripan dengannya dalam hal sepak bola yakni Brasil.<\/p>\n<p>Kecuali prestasi timnas masing-masing di level timnas tentunya, nyatanya situasi sepak bola kedua negara yang secara sosioekonomi masuk dalam kategori negara berkembang ini tak jauh beda. Apalagi kisah ini sedikit banyak relevan karena di masa itu kedua negara berada di bawah kendali rezim militer.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/02\/noda-pekat-sepak-bola-brasil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Noda Pekat Sepak Bola Brasil dan Komparasi dengan Indonesia<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/08\/22\/pssi-naturalisasi-pemain-muda-brasil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">PSSI Naturalisasi Pemain Muda Brasil untuk Piala Dunia U-20 2021?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p>Bedanya dengan Indonesia, situasi di Brasil pada kurun waktu 1964-1985 tidak hanya dipimpin oleh satu presiden yang sama selama periode junta militer. Terdapat enam Jendral yang berkuasa. Salah satunya adalah Emilio Garrastazu Medici yang menjabat sejak 1969 hingga 1974.<\/p>\n<p>Thomas Skidmore dalam <em>The Politics of Military Rule In Brazil 1964-1985<\/em> menyebutkan bahwa di awal masa kepemimpinan Medici, Brasil mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat hingga 10%. Dan salah satu faktor yang mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi tersebut adalah adanya \u201cstabilitas politik\u201d dalam negeri.<\/p>\n<p>Kondisi yang dimaksud berhasil dicapai karena pemerintah melakukan berbagai tindakan represif dan otoriter seperti penyensoran media, penangkapan para demonstran, intervensi terhadap dunia kampus, dan lain sebagainya. Tidak terkecuali pada dunia sepak bola.<\/p>\n<p>David Goldblatt dalam <em>Futebol Nation The Story of Brazil Through Soccer<\/em> menyebutkan bahwa Medici ikut memanfaatkan sepak bola untuk menciptakan \u201cstabilitas politik\u201d tersebut sekaligus membangun ide besar Brasil Grande kepada rakyatnya.<\/p>\n<p>Maka, sepak bola yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan keseharian masyarakat Brasil pun ikut diintervensi. Contohnya adalah perjalanan Tim Samba di Piala Dunia 1970.<\/p>\n<p>Medici, misalnya, ikut terlibat dalam menentukan komposisi skuad. Ia memecat pelatih Joao Saldanha yang telah bertugas selama masa kualifikasi. Alasannya, selain karena Saldanha adalah seorang komunis.<\/p>\n<p>Ia menolak memanggil pemain favorit Medici: Dario alias Dada. Tak hanya itu, Medici juga menempatkan beberapa tentara seperti Jeronimo Bastos sebagai manajer dan Claudio Coutinho sebagai kepala pelatih fisik.<\/p>\n<p>Kita tahu, Brasil menjadi juara di Piala Dunia 1970, maka kesuksesan ini pun dijadikan Medici sebagai justifikasi dari berbagai tindakan otoriternya tadi.<\/p>\n<p>Dalam sebuah acara penyambutan tim sepulangnya dari Meksiko di Istana Negara, Medici menyebutkan bahwa baginya, kunci keberhasilan tim nasional mereka terletak pada kombinasi kemampuan teknik para pemain, persiapan fisik, dan&#8230; moral.<\/p>\n<p>Ya, moral yang dimaksud oleh Medici merujuk pada <em>attitude<\/em> para pemain yang patuh, <em>manut<\/em>, dan tidak banyak bertingkah. Kondisi yang tentu saja tercipta karena adanya kendali secara otoriter, salah satunya lewat ancaman pencoretan. Hal yang diakui oleh salah seorang pemain, Paulo Cezar.<\/p>\n<p>Namun, terlepas dari pro kontra yang ada, gelar Piala Dunia 1970 ini tetap saja merupakan sebuah bukti kesuksesan. Maka tak pelak, saat itu, kultur otoriter seperti ini pun berkembang di sepak bola Brasil secara keseluruhan. Dan salah satu klub yang menerapkannya adalah Botafogo.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Di tim inilah terkenal satu pemain yang menentang omong kosong dilarang gondrong yang juga diurusi oleh pemerintah Medici saat itu. Pemain yang dimaksud adalah Afonso Celso Garcia Reis alias Afonsinho yang lahir pada 3 September 1947. Afonsinho bermain untuk Botafogo sejak 1965 dan pada awal 1970, ia dipinjamkan ke Olaria.<\/p>\n<p>Tak hanya situasi sosial politik yang bersinggungan antara Brasil dan Indonesia sebagaimana saya ceritakan di awal tulisan ini. Afonsinho pun juga memiliki kesempatan\u00a0yang membawanya ke Indonesia. Pada bulan Mei 1970, Olaria berkunjung ke Indonesia dan melangsungkan tiga pertandingan melawan Persija, Pardedetex, dan Tim Nasional Indonesia.<\/p>\n<p>Nahas bagi Afonsinho, usai kunjungan ke Indonesia tersebut, Botafogo membatalkan masa peminjamannya saat ajang Piala Dunia selesai di bulan Juni. Di bulan Agustus, Botafogo menggelar latihan perdana pasca libur Piala Dunia.<\/p>\n<p>Afonsinho datang ke tempat latihan dengan tampilan yang sedikit berbeda dari sebelum-sebelumnya: rambut gondrong dan brewok yang tebal. Xisto Toniato yang merupakan direktur klub tidak menyukai penampilan tersebut. \u201cDia terlihat seperti Fidel Castro atau bahkan Che Guevara,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Xisto pun akhirnya sepakat bersama sang pelatih, Mario Zagalo untuk melarang Afonsinho ikut berlatih selama ia tidak \u201cmemantaskan\u201d penampilannya sebagai pesepak bola profesional. Menariknya sosok Mario Zagalo sendiri adalah pelatih yang sama yang membawa Brasil juara Piala Dunia 1970.<\/p>\n<p>Afonsiho menolak. Baginya, gaya rambut gondrong dan brewok tersebut tidak lebih dari sekedar fashion. Euclides de Freitas dalam T<em>he International Journal of History of Sport<\/em> (2014, 31:10) awalnya Afonsiho tidak berusaha untuk membuat pernyataan politis apa pun lewat penampilannya.<\/p>\n<p>Justru, ia menganggap kampanye dilarang gondrong ini adalah larangan omong kosong yang lantas membuat Afonsiho menjadikan rambut gondrong dan brewok tebalnyanya sebagai simbol perlawanan kampanye tersebut.<\/p>\n<p>Nasib nahas kembali mendatanginya, aktivitasnya sebagai seorang pesepak bola pun total terhenti karena menentang kampanye dilarang gondrong tersebut.<\/p>\n<p>Dalam sepak bola Brasil saat itu berlaku sebuah aturan bernama <em>Lei do Passe<\/em>. Aturan ini pada dasarnya melarang seorang pemain untuk bermain bagi klub sepak bola lain di seluruh dunia tanpa izin dari klub asalnya.<\/p>\n<p>Dan peraturanini lah yang kemudian diterapkan Botafogo kepada Afonsiho, dengan alasan karena menolak memotong rambut tadi.<\/p>\n<p>Afonsiho yang tidak terima memilih menyelesaikan persoalan ini lewat jalur hukum. Ia pun mengajukan tuntutan ke pengadilan. Singkat cerita, pada 4 Maret 1971, pengadilan tinggi olahraga Brasil mengabulkan tuntutan Afonsiho.<\/p>\n<p>Ia pun mendapatkan \u201c<em>free pass<\/em>\u201d yang membuatnya tidak lagi terikat dengan Botafogo. Afosinho menjadi pemain pertama dalam sejarah sepak bola Brasil yang mendapatkan \u201c<em>free pass<\/em>\u201d ini. Menanggapi kemenangan atas kampanye dilarang gondrong tersebut, Afonsiho pun mengatakan, \u201cAku menang, kini janggut dan rambutku adalah simbol kebebasan.\u201d<\/p>\n<p>Pasca kemenangannya ini, Afonsiho pun memilih untuk kembali bergabung dengan Olaria. Meski delapan bulan tak bermain ternyata Afonsiho tetap dapat tampil memukau bersama Olaria.<\/p>\n<p>Media-media olahraga di Brasil saat itu bahkan menyebutnya sebagai, setidaknya, pemain terbaik di Rio de Janeiro dan hanya tinggal menunggu waktu saja untuk dipanggil tim nasional. Namun, kesempatan tersebut urung didapat karena seperti telah disebutkan, Brasil tengah dilatih oleh Mario Zagalo, \u201cmusuh lama\u201d Afonsinho.<\/p>\n<p>Ketika ditanya oleh para jurnalis apa yang menjadi kunci dari penampilan memukaunya tersebut, Afonsiho menjawab, \u201cHal terpenting adalah kita memiliki kebebasan untuk segala hal, untuk bergerak dan berkreasi. Di sepak bola, terutama pemain sepertiku, hak untuk berkreasi di atas segala-galanya.\u201d<\/p>\n<p>Jawaban tersebut, tentu saja diutarakan Afonsinho bukan hanya sebagai seorang gelandang yang memang dituntut selalu kreatif karena punya tugas utama untuk menciptakan peluang.<\/p>\n<p>Namun juga sebagai manusia merdeka yang punya hak untuk berkespresi, apalagi melihat ketika dilarang gondrong ia merasa kehilangan kebebasan menyangkut salah satu urusan paling personal dalam dirinya yakni gaya rambut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-47875\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/esportes20205242-800x487.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"487\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/esportes20205242-800x487.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/esportes20205242-400x243.jpg 400w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/esportes20205242-250x152.jpg 250w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/esportes20205242-140x85.jpg 140w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/esportes20205242-560x341.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Afonsinho pensiun dari dunia sepak bola pada 1980. Semenjak itu, ia beralih profesi menjadi seorang dokter, gelar yang telah diraihnya bahkan ketika masih aktif sebagai pesepak bola.<\/p>\n<p>Menariknya dua &#8220;dokter sepak bola&#8221; yang dimiliki Brasil lekat dengan citra rambut gondrong dan brewok tebal.<\/p>\n<p>Selain Afonsinho publik sepak bola lebih mengenal sosok Socrates yang pada masa jayanya membela rival Botafogo, Corinthians. Kini, di usia yang menginjak ke-73, Afonsinho menikmati masa tuanya di Paqueta, sebuah pulau indah di kota Rio de Janeiro.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/27\/7-pesepak-bola-sukses-di-dunia-pendidikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">7 Pesepak Bola Yang Sukses di Dunia Pendidikan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/09\/jeremy-mathieu-dan-para-perokok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jeremy Mathieu dan Kisah Para Perokok di Lapangan Hijau<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><em>Penulis merupakan seorang fan Arsenal dan alumni jurusan Sejarah UNPAD yang berakun twitter di <a href=\"https:\/\/twitter.com\/gifarramzani_\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@gifarramzani_<\/a><\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJqOGZyd2VMeCIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aria Wiratama Yudhistira dalam bukunya Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an sempat menyentil situasi unik yang terjadi di Indonesia pada 1970-an awal, yakni persoalan rambut yang begitu personal, nyatanya juga ikut diurusi negara. Dalam tulisan ini, saya ingin memberikan sebuah contoh kasus di mana \u201cdilarang gondrong\u201d juga menimpa ikut menimpa nasib seorang pesepak bola. Namun, cerita ini tak terjadi di Indonesia, melainkan di negara yang punya banyak kemiripan dengannya dalam hal sepak bola yakni Brasil. Kecuali prestasi timnas masing-masing di level timnas tentunya, nyatanya situasi sepak bola kedua negara yang secara sosioekonomi masuk dalam kategori negara berkembang ini tak jauh beda. Apalagi kisah ini sedikit &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kisah Afonsinho, &#8220;Si Dokter&#8221; Lain dari Brasil Yang Enggan Dilarang Gondrong&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":47822,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[4173,161,4143],"class_list":["post-47821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-afonsinho","tag-brasil","tag-socrates"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kisah Afonsinho, &quot;Si Dokter&quot; Lain dari Brasil Yang Enggan Dilarang Gondrong | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Aria Wiratama Yudhistira dalam bukunya Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an sempat menyentil situasi unik yang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Afonsinho, &quot;Si Dokter&quot; Lain dari Brasil Yang Enggan Dilarang Gondrong | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Aria Wiratama Yudhistira dalam bukunya Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an sempat menyentil situasi unik yang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-19T01:54:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/Afonsinho-Le-Corner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"598\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/09\\\/19\\\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/09\\\/19\\\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Kisah Afonsinho, &#8220;Si Dokter&#8221; Lain dari Brasil Yang Enggan Dilarang Gondrong\",\"datePublished\":\"2020-09-19T01:54:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/09\\\/19\\\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\\\/\"},\"wordCount\":1199,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/09\\\/19\\\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/09\\\/Afonsinho-Le-Corner.jpg\",\"keywords\":[\"Afonsinho\",\"Brasil\",\"Socrates\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/09\\\/19\\\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/09\\\/19\\\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\\\/\",\"name\":\"Kisah Afonsinho, \\\"Si Dokter\\\" Lain dari Brasil Yang Enggan Dilarang Gondrong | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/09\\\/19\\\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/09\\\/19\\\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/09\\\/Afonsinho-Le-Corner.jpg\",\"datePublished\":\"2020-09-19T01:54:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Aria Wiratama Yudhistira dalam bukunya Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an sempat menyentil situasi unik yang\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/09\\\/19\\\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/09\\\/19\\\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/09\\\/Afonsinho-Le-Corner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/09\\\/Afonsinho-Le-Corner.jpg\",\"width\":850,\"height\":598},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Afonsinho, \"Si Dokter\" Lain dari Brasil Yang Enggan Dilarang Gondrong | Football Tribe Indonesia","description":"Aria Wiratama Yudhistira dalam bukunya Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an sempat menyentil situasi unik yang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kisah Afonsinho, \"Si Dokter\" Lain dari Brasil Yang Enggan Dilarang Gondrong | Football Tribe Indonesia","og_description":"Aria Wiratama Yudhistira dalam bukunya Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an sempat menyentil situasi unik yang","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-09-19T01:54:58+00:00","og_image":[{"width":850,"height":598,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/Afonsinho-Le-Corner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Kisah Afonsinho, &#8220;Si Dokter&#8221; Lain dari Brasil Yang Enggan Dilarang Gondrong","datePublished":"2020-09-19T01:54:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/"},"wordCount":1199,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/Afonsinho-Le-Corner.jpg","keywords":["Afonsinho","Brasil","Socrates"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/","name":"Kisah Afonsinho, \"Si Dokter\" Lain dari Brasil Yang Enggan Dilarang Gondrong | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/Afonsinho-Le-Corner.jpg","datePublished":"2020-09-19T01:54:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Aria Wiratama Yudhistira dalam bukunya Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an sempat menyentil situasi unik yang","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/09\/19\/afonsinho-si-dokter-yang-enggan-dilarang-gondrong\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/Afonsinho-Le-Corner.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/09\/Afonsinho-Le-Corner.jpg","width":850,"height":598},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47821"}],"version-history":[{"count":17,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47882,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47821\/revisions\/47882"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}