{"id":47424,"date":"2020-07-23T21:58:20","date_gmt":"2020-07-23T14:58:20","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=47424"},"modified":"2021-01-04T04:39:08","modified_gmt":"2021-01-03T21:39:08","slug":"redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/","title":{"rendered":"Redupnya La Masia, Maraknya Transfer Dagelan di Barcelona"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada yang menyangkal bahwa Barcelona lewat akademi La Masia adalah salah satu ladang pembibitan pesepak bola jempolan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fondasi filosofi dan teknik La Masia banyak mendapat sumbangan dari Johan Cruyff semasa menukangi <em>Blaugrana<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Era kepelatihannya yang disebut sebagai The Dream Team-nya Barcelona disokong oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lokalan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> La Masia seperti Guillermo Amor dan hingga Guardiola. Hasilnya: Piala Champions pertama Barcelona dan gelar LaLiga pertama dalam dua dekade.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Estafet La Masia diteruskan oleh para suksesornya. Masih membekas di ingatan kita, tujuh dari sebelas pemain pada skuat final Liga Champions 2011 di bawah asuhan Guardiola berasal dari La Masia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Timnas Spanyol pun kecipratan berkahnya. Pada final Piala Dunia 2010, enam alumni akademi Barcelona masuk sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">starting eleven<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan berhasil membawa pulang trofi Piala Dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tito Vilanova, suksesor Pep Guardiola, pun sama. Momen paling monumental adalah saat dia memulai laga dengan skuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">all-La Masia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kala menyambangi kandang Levante pada November 2012.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 1)<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hijaunya ladang La Masia mulai meranggas pasca era Villanova. Fasilitas jadul La Masia yang ditutup tahun 2011,\u00a0 dipindahkan ke sarang kepelatihan yang lebih modern di Ciutat Esportiva Joan Gamper menjadi salah satu alasan kuat redupnya La Masia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun jelas yang paling berpengaruh adalah para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">entrenador<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ogah memberi jam terbang pada pemain-pemain \u201chijau\u201d La Masia. Sebagai gantinya, <em>Blaugrana<\/em> mulai melancarkan serangkaian transfer dagelan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Maraknya transfer dagelan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang benar bahwa Barcelona tidak sepenuhnya menggunakan produk La Masia sebagai penyusun skuat utama dan itu adalah hal yang wajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Romario, Figo, hingga Eto\u2019o pun pemain impor. Namun manuver perekrutan pemain di luar akademi menjadi kebiasaan kala Barcelona dipimpin oleh Sandro Rosell. Mulai dari Ibrahimovic hingga medioker sekelas Chygrynskiy yang ditebus 25 juta euro merupakan ulah kepemimpinannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu mega transfer di bawah kepemimpinannya yang cukup membuat Cules berjingkat ialah keberhasilan menggaet Neymar dengan menyingkirkan pesaingnya, Real Madrid. Transfer yang menuai skandal keuangan inilah yang menyeret Rosell turun dari takhtanya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 2)<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usai mundurnya Rosell, harapan Cules untuk La Masia kembali mengorbit terpaksa kandas setelah penerusnya yang juga wakil serta sekutunya, Bartomeu memilih untuk mengimpor pemain bintang demi perkara komersial dan peningkatan kualitas instan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulanya kebijakan transfer Bartomeu mendapat acungan jempol. Sukses memboyong dua kiper kelas wahid sekaligus, Ter Stegen dan Bravo, menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trademark <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kesuksesannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupakan juga transfer Luis Suarez yang notabene berstatus top skor Eropa kala itu. Rakitic yang sekarang angin-anginan mulanya adalah rekrutan brilian. Buah dari balada transfer Barcelona di tahun 2014 ini demikian mentereng: <em>treble winners<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petaka mulai menyeruak kala Neymar yang saat itu menjadi kepingan puzzle trio maut MSN, memilih cabut dari Camp Nou pada tahun 2017.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mahar 222 juta euro hasil penjualan pemain termahal sepanjang masa ini, Barcelona menjadi norak. Ditambah kalap mencari pengganti Neymar, lengkap sudah prasyarat Barcelona untuk tenggelam dalam saga transfer dagelan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/14\/andres-iniesta-dan-hari-yang-tak-terlupakan-di-afrika\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Andres Iniesta dan Hari yang Tak Terlupakan di Afrika<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dimulai dari Dembele, bocah 20 tahun yang membuat Barca mesti merogoh kocek hingga 105 juta euro kepada Dortmund pada transfer musim panas 2017.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inkonsistensi permainan, indisipliner, hingga langganan Puskesmas membuat Barca pusing tujuh keliling. Lagipula, nilai transfernya terlampau besar untuk pemuda yang baru dilabel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wonderkid<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tanpa bukti prestasi mentereng.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak berhenti disitu, Barca mulai santer diisukan hendak membajak Coutinho yang sedang mesra-mesranya dengan Liverpool.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lewat saga transfer yang kelewat dramatis, akhirnya Barca mampu menebusnya dengan mahar 160 juta euro. Messi mengharapnya menjadi penerus Neymar, sementara Direktur Olahraga mendaulatnya sebagai pengganti Iniesta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa pun ekspektasinya, realita bahkan tak ada secuil yang terwujud. Hilangnya kepercayaan diri sebab tidak kunjung diberi posisi natural sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">free-roam midfielder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membuatnya seperti anemia di lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tragis memang, transfer impian lekas menjadi mimpi buruk baik bagi Cou maupun pihak klub. Akhirnya, pada transfer musim panas 2019 lalu, ia resmi dipinjamkan ke Bayern Munich.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/28\/dibalik-biru-dan-merah-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cerita Dibalik Warna Biru Dan Merah Khas FC Barcelona<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seakan tak kapok, Barca terus melanjutkan misi mengimpor pemain pengganti Neymar. Adalah Griezmann yang menjadi target barunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Grizzi hengkang dari Atletico Madrid dengan banderol 120 juta euro. Namun nahas, transfer Grizzi yang tidak direstui Messi menciptakan kiamat baginya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat dominansi Messi baik di lapangan maupun ruang ganti lantas menjadikannya canggung dan terisolir. Faktor inilah yang\u00a0 membuat permainannya tidak lagi tajam dan licin seperti saat berkostum Real Sociedad ataupun Atletico Madrid.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Balada pencarian The Next Neymar dalam transfer ketiganya menuai kesia-siaan belaka dengan menguras 385 juta euro. Fenomena ini membuat Barca nampak seperti anak kecil yang ketiban untung dari lotre lalu pergi jajan ke mal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas saja pasti dikibuli habis-habisan oleh para pedagang. Begitupula dengan klub yang pemainnya diincar <em>Blaugrana<\/em>. Tahu bahwa Barca kepepet dan punya banyak uang, banderolnya lantas dikerek tinggi.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengenang Radomir Antic dan Tiga Raksasa LaLiga<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencarian pengganti tak cuma di pos Neymar. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDynamic Duo\u201d tiki-taka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mundur satu per satu, Xavi di tahun 2015 dan Iniesta di tahun 2018, membuat Barcelona kalang kabut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sudah tidak lagi berlanggam tiki-taka, absennya dirijen lapangan tengah jelas mengusik stabilitas tim. Untuk itulah tim gencar mengimpor para gelandang, mulai dari medioker hingga jempolan. Semuanya sama: sama-sama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">caur<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Andre Gomes luntur potensinya, Arda Turan meredup bahkan hilang dari radar sepak bola setelah terkena pidana di Turki. Arthur yang digadang-gadang sebagai The Next Xavi pun terpaksa jadi bahan tukar guling untuk Pjanic dari Juventus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun tidak ada yang lebih mengherankan ketimbang perekrutan para <em>midfielder<\/em> yang sangat tidak \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mbarca\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulanya, gelandang Barca mesti bertipikal \u201cotak\u201d dengan mengandalkan visi bermain. Namun, mulai tahun 2015, <em>Blaugrana<\/em> mulai bereksperimen dengan mendatangkan gelandang tukang pukul macam Alex Song. Diboyong dari Arsenal, ujung-ujungnya dia malah diplot sebagai bek tengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya ada Paulinho, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">midfielder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> preman dari Guangzhou Evergrande. Paulinho cabut, datanglah Vidal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bodyguard<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lini tengah Blaugrana. Kebijakan ini jelas membuat taktik dan filosofi klub menjadi kabur.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/09\/5-kali-messi-ingin-tinggalkan-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Kali Lionel Messi Ingin Tinggalkan Barcelona. Kapan dan Kenapa?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Datangnya Quique Setien di awal tahun 2020 membawa asa bagi penggemar akan bangkitnya La Masia. Sebab jelas, Barca punya banyak stok jebolan akademi yang siap mentas di tim utama. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sebut saja Riqui Puig, Alena, hingga Carles Perez.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun Setien tidak jauh beda dengan suksesor-suksesornya, pun tidak lekas memberi kepercayaan pada produk La Masia. \u201cKita mencari trofi, bukan hanya mengorbit pemain muda,\u201d tukasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan yang sangat ahistoris sebab <em>entrenador<\/em> legendaris Barcelona mestilah mereka yang mendasarkan skuat pada La Masia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila Blaugrana terus menerus mengubur La Masia sembari menggalakkan transfer dagelan, maka jangan kaget kalau Real Madrid bukan saingannya lagi dan El Classico tidak lagi sengit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai saja bersiap untuk menonton Barca saling sikut dengan Valencia hingga Sociedad dalam berebut jatah Liga Malam Jumat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/14\/noda-valverde-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Noda-noda Ernesto Valverde Selama di Barcelona<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/14\/enrique-setien-penakluk-raksasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Enrique Setien, Penakluk Raksasa yang Dipinang Barcelona<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/20\/pemain-jepang-pertama-di-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gol Pertama dari Pemain Jepang Pertama di Barcelona<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<div><em><strong>*Penulis sedang sulit membedakan Barcelona dengan Crystal Palace atau Levante, karena bajunya mirip dan gaya bermainnya tak beda jauh. Bisa ditemui di akun twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/bebassabeb\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@bebassabeb<\/a><\/strong><\/em><\/div>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJmRG95N2p5TyIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak ada yang menyangkal bahwa Barcelona lewat akademi La Masia adalah salah satu ladang pembibitan pesepak bola jempolan. Fondasi filosofi dan teknik La Masia banyak mendapat sumbangan dari Johan Cruyff semasa menukangi Blaugrana. Era kepelatihannya yang disebut sebagai The Dream Team-nya Barcelona disokong oleh lokalan La Masia seperti Guillermo Amor dan hingga Guardiola. Hasilnya: Piala Champions pertama Barcelona dan gelar LaLiga pertama dalam dua dekade. Estafet La Masia diteruskan oleh para suksesornya. Masih membekas di ingatan kita, tujuh dari sebelas pemain pada skuat final Liga Champions 2011 di bawah asuhan Guardiola berasal dari La Masia. Timnas Spanyol pun kecipratan berkahnya. Pada final Piala Dunia 2010, enam alumni akademi Barcelona masuk &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Redupnya La Masia, Maraknya Transfer Dagelan di Barcelona&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":49162,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[180,2661,178,764,3849,122,598],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Redupnya La Masia, Maraknya Transfer Dagelan di Barcelona | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tidak ada yang menyangkal bahwa Barcelona lewat akademi La Masia adalah salah satu ladang pembibitan pesepak bola jempolan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Redupnya La Masia, Maraknya Transfer Dagelan di Barcelona | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tidak ada yang menyangkal bahwa Barcelona lewat akademi La Masia adalah salah satu ladang pembibitan pesepak bola jempolan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-23T14:58:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-01-03T21:39:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-1202383263.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/\",\"name\":\"Redupnya La Masia, Maraknya Transfer Dagelan di Barcelona | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-1202383263.jpg\",\"datePublished\":\"2020-07-23T14:58:20+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-03T21:39:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Tidak ada yang menyangkal bahwa Barcelona lewat akademi La Masia adalah salah satu ladang pembibitan pesepak bola jempolan.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-1202383263.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-1202383263.jpg\",\"width\":1024,\"height\":683},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Redupnya La Masia, Maraknya Transfer Dagelan di Barcelona | Football Tribe Indonesia","description":"Tidak ada yang menyangkal bahwa Barcelona lewat akademi La Masia adalah salah satu ladang pembibitan pesepak bola jempolan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Redupnya La Masia, Maraknya Transfer Dagelan di Barcelona | Football Tribe Indonesia","og_description":"Tidak ada yang menyangkal bahwa Barcelona lewat akademi La Masia adalah salah satu ladang pembibitan pesepak bola jempolan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-07-23T14:58:20+00:00","article_modified_time":"2021-01-03T21:39:08+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-1202383263.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/","name":"Redupnya La Masia, Maraknya Transfer Dagelan di Barcelona | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-1202383263.jpg","datePublished":"2020-07-23T14:58:20+00:00","dateModified":"2021-01-03T21:39:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Tidak ada yang menyangkal bahwa Barcelona lewat akademi La Masia adalah salah satu ladang pembibitan pesepak bola jempolan.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/23\/redupnya-la-masia-maraknya-transfer-dagelan-di-barcelona\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-1202383263.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-1202383263.jpg","width":1024,"height":683},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47424"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47424"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47424\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47429,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47424\/revisions\/47429"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47424"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47424"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47424"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}