{"id":47366,"date":"2020-07-11T10:00:15","date_gmt":"2020-07-11T03:00:15","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=47366"},"modified":"2020-07-11T02:30:25","modified_gmt":"2020-07-10T19:30:25","slug":"diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/","title":{"rendered":"Diego Forlan, Karier di Tiga Benua dan Cult Hero Manchester United"},"content":{"rendered":"<p>Perjalanan karier Diego Forlan terbilang menarik, legenda Uruguay ini menjadi satu dari sedikit pesepak bola yang memiliki karier di tiga benua. Memulai karier junior di negeri sendiri bersama Penarol dan Danubio, saat berusia 16 tahun ia sempat menjalani <em>trial<\/em> bersama klub Perancis, AS Nancy.<\/p>\n<p>Sayangnya perjalanan karier Forlan muda di Eropa belum datang di waktu yang tepat sebab Nancy tak jadi meminangnya dan membuatnya kembali ke Amerika Latin. Dari tim junior Independiente, ia kemudian diberikan kesempatan merasakan debut senior di Liga Argentina pada 1997.<\/p>\n<p>Lima tahun berselang petualangan karier di tiga benua Forlan pun dimulai. Kali ini ia benar-benar akan bermain di Eropa.<\/p>\n<p>Awalnya Forlan diproyeksikan menuju Middlesbrough dari Independiente. Namun Manchester United menyalip <em>Boro<\/em> di saat terakhir bursa dan menjadi klub asal Manchester tersebut sebagai persinggahan pertamanya di Eropa. Namun sayang Forlan tak terlalu sukses berkarier di Inggris.<\/p>\n<p>Hijrah ke Spanyol pada 2004, tepatnya di Villarreal, kariernya naik pesat. Kerjasamanya dengan Juan Roman Riquelme, sosok <em>playmaker<\/em> klasik terakhir, menarik perhatian khalayak. Kombinasi keduanya membawa Villarreal melesat di La Liga dan kompetisi Eropa. Selama tiga musim gelar <em>Pichichi<\/em> dan sepatu emas Eropa juga berhasil diraih olehnya.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/10\/juan-roman-riquelme-seperti-memegang-satu-remote-untuk-menonton-banyak-acara-di-televisi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Juan Roman Riquelme, seperti Memegang Satu Remote untuk Menonton Banyak Acara di Televisi<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p>Selepas dari Villarreal, Forlan bergeser membela Atletico Madrid sejak musim 2007\/2007. Semakin melesat bersama Atleti, tak hany gelar <em>Pichichi<\/em> dan sepatu emas Eropa yang diraih ia bahkan membantu Atleti memenangkan gelar juara Liga Europa 2009\/2010 ditambah pemain terbaik pada partai final.<\/p>\n<p>Setelah 4 musim membela Atletico Forlan lalu pindah ke Italia dan bergabung Inter Milan. Namun karier Forlan tak terlalu sukses saat berada di Italia. Setelah dari Inter Milan, ia berpindah ke berbagai klub di Amerika Latin dan Asia yang kemudian menggenapi nubuat tentang karier di tiga benua.<\/p>\n<p>Secara kualitas perjalanan karier di tiga benua milikinya begitu spesial karena di Eropa saja ia dapat bermain di tiga liga top yakni Liga Primer Inggris, LaLiga Spanyol dan Serie A Italia dan bergabung ke tim yang dianggap hebat pula.<\/p>\n<p>Klub Brazil, Internacional, menjadi yang pertama disinggahi Forlan selepas dari hingar-bingar sepak bola Eropa pada 2012. Dari Internacional ia hijrah ke klub Jepang, Cerezo Osaka, dua tahun berselang.<\/p>\n<p>Sempat kembali ke Penarol di 2015, Forlan kembali ke Asia dan bergabung bersama klub Hong Kong, Kitchee, lalu klub India Mumbai City di 2016 sebelum menutup karier di tiga benua dengan memutuskan pensiun di Kitchee usai musim kompetisi 2018.<\/p>\n<p>Naik turun prestasi diraih Forlan dalam menuntaskan karier di tiga benua setelah memutuskan pergi dari sepak bola Eropa. Bahkan performanya di lapangan mulai menunjukkan penampilan yang menurun. Jumlah golnya lebih sering di kisaran 1 digit dan penampilannya tak sebanyak masa jayanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Terbit dan terbenam bersama <i>La Celeste<\/i><\/h3>\n<p>Sebelum dikenal memiliki perjalanan karier di tiga benua, timnas Uruguay hampir tak pernah melihat potensi Forlan. Ia tak memiliki banyak catatan bermain pada level junior, bahkan karier panjang di tim nasional senior sedikit terbantu karena kehebohan transfernya ke Manchester United.<\/p>\n<p>Namun setelah itu, ia hampir tak pernah absen membela timnas Uruguay terutama di turnamen besar.<\/p>\n<p>Ia masuk skuat Uruguay pada Piala Dunia 2002, 2010, dan 2014, Copa America, 2004, 2007, dan 2011 serta Piala Konfederasi 2013. Pada semua turnamen tersebut, Forlan selalu berhasil mencatatkan gol. Selama membela timnas Uruguay total Forlan telah mencatatkan 112 penampilan dengan 36 gol<\/p>\n<p>Ia sempat menjadi pencetak gol terbanyak Uruguay sebelum digeser Luis Suarez dan Edinson Cavani. Ia juga masih masuk dalam jajaran 10 besar pemain dengan penampilanterbanyak bersama <em>La Celeste <\/em>sebelum memutuskan pensiun dari panggung sepak bola internasional pada Maret tahun 2015.<\/p>\n<p>Meski memiliki sederet gelar individu dan klub, baru di Piala Dunia 2010 nama Forlan seakan bersinar. Pergeseran posisi di belakang duet penyerang utama, Luis Suarez dan Edinson Cavani, seakan memberi Forlan ruang untuk berkreasi. Ia bahkan menjadi penendang pertama bola mati Uruguay termasuk sepak pojok.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/01\/sinar-forlan-di-afrika-selatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ketika Sinar Diego Forlan Menyilaukan Mata di Afrika Selatan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Forlan memang benar-benar tampil apik selama pergelaran Piala Dunia 2010 tersebut. Golnya ke gawang Jerman pada perebutan tempat ketiga terpilih menjadi gol terbaik selama turnamen versi FIFA.<\/p>\n<p>Menjadi pencetak gol terbanyak selama turnamen bersama Thomas Mueller, Wesley Sneijder dan David Villa, ia juga terpilih sebagai pemain terbaik\u00a0 turnamen sekaligus anggota tim terbaik Piala Dunia 2010.<\/p>\n<p>Forlan juga mencatatkan rekor unik pada Copa America 2011 dimana <em>La Celeste<\/em> berhasil dibawa menjadi juara. Selama turnamen ia hanya mencetak 2 gol. Namun hebatnya, keduanya dicetak pada partai final. Kemenangan tersebut mengokohkan Uruguay sebagai juara terbanyak Copa America.<\/p>\n<p>Uniknya selain karier di tiga benua di level klub, pencapaian ini menjadi satu-satunya gelar juara Forlan untuk Uruguay dan mencatatkan rekor bagi keluarga Forlan sendiri.<\/p>\n<p>Diego Forlan menjadi generasi ketiga yang pernah menjuarai Copa America di keluarga besarnya. Sang ayah, Pablo Forlan, pernah menjadi juara Copa America tahun 1967 bersama Uruguay. Pablo juga tampil bersama Uruguay di 2 kali Piala Dunia (1966 dan 1974) serta menjuarai Copa Libertadores bersama klub Pe\u00f1arol.<\/p>\n<p>Sementara sang kakek dari pihak ibu, Juan Carlos Corazzo, juga pernah memenangkan Copa America. Bedanya, Juan Carlos Corazzo memenangkan 2 kali Copa America saat menjadi pelatih <em>La Celeste<\/em>.<\/p>\n<p>Gelar pertama Copa America Corazzo didapat pada tahun tahun 1959. Lalu gelar kedua didapat di tahun 1967 bersama sang menantu, Pablo Forlan. Corazzo sendiri pernah menangani Uruguay pada empat periode berbeda termasuk Piala Dunia 1962.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/08\/maxi-gomez-perbedaan-uruguay-dan-spanyol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Maxi Gomez, Tentang Perbedaan Sepak Bola di Uruguay dan Spanyol<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Petualangan Tak Sukses Bersama Manchester United<\/h3>\n<p>Satu babak yang menjadi titik nadir dalam karier tiga benua Diego Forlan adalah kala sang pemain membela Manchester United. Forlan memang menarik perhatian Martin Ferguson, pemandu bakat sekaligus adik manajer Manchester United saat itu, Sir Alex Ferguson. Biasanya Martin Ferguson memantau pemain kawasan Eropa namun ketika itu berada di Argentina.<\/p>\n<p>Disebut-sebut Martin Ferguson memantau Andres D&#8217;Alessandro saat River Plate bertanding melawan Independiente. Namun kemampuan ForlAn bersama Independiente pada pertandingan itu malah memikat Martin.<\/p>\n<p>Kiprah Forlan di Independiente sendiri telah dipantau Middlesbrough. <em>Boro<\/em> bahkan sempat menyepakati transfer dengan Independiente. Namun Manchester United memotong transfer tersebut saat Forlan berada di bandara Inggris. Setelahnya, Forlan malah membela Manchester United alih-alih Middlesbrough. Pihak Middlesbrough sendiri sangat marah karena hal itu.<\/p>\n<p>Selama di Manchester United, Forlan total tampil 98 pertandingan dan hanya mencetak 17 gol. Jika dirinci, 61 penampilannya datang sebagai pemain pengganti dengan sisa kurang 20 menit pertandingan. Bahkan ada 16 pertandingan dimana Forlan hanya bermain kurang dari 10 menit. Hanya 5 gol yang dicetaknya saat datang dari bangku cadangan.<\/p>\n<p>Memang Forlan tak sukses selama di Manchester United. Datang pada Januari 2002, ia gagal sama sekali mencetak gol di sisa musim 2001-2002. Butuh waktu berbulan-bulan dan berpuluh pertandiangan untuk menantikan gol pertamanya setelah musim 2002-2003 berjalan.<\/p>\n<p>Itu pun dicetak lewat penalti saat pertandingan kandang Liga Champions dimana Manchester United telah unggul 4-1.<\/p>\n<p>Sir Alex Ferguson sendiri menyayangkan karena Forlan tak bisa maksimal selama di Manchester United. Selain karena tak sukses, Forlan memiliki sejumlah momen unik selama membela Manchester United.<\/p>\n<p>Salah satu yang terlucu mungkin terjadi setelah selebrasi gol dengan melepas kaos saat pertandingan melawan Southampton. Saat pertandingan dilanjutkan, ia sempat kesulitan memakai kaosnya sambil berkeliaran di lapangan. Lalu tentu saja 2 gol cepat ke gawang Liverpool yang akan sangat diingat para United Fans hingga kini.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/13\/jurgen-klopp-impikan-latih-manchester-united\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jelang North West Derby, Terungkap Bahwa J\u00fcrgen Klopp Sempat Impikan Latih Manchester United<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><em>Brace<\/em> yang terjadi saat Manchester United tertinggal 1 gol dari Liverpool. Gol di menit 64 dan 67 tersebut membalik kedudukan dan membawa Manchester United mengalahkan Liverpool di kandangnya pada medio Desember 2002. Hal yang menjadikannya memiliki <em>chants<\/em> tersendiri.<\/p>\n<p>Bahkan seorang David Beckham saja tidak memiliki <em>chants <\/em>khusus di Manchester United. Setahun berselang skitar November 2003, <em>chants<\/em> khusus Forlan terdengar dan dinikmatinya sendiri di kandang Liverpool.<\/p>\n<p>Belasan tahun kemudian, Jose Mourinho saat menjadi manajer Manchester United tahun 2016 bertanya kepada kepada Michael Carrick. Jose Mourinho mendengar <em>chants<\/em> suporter yang menyebut namaDiego. Mourinho tertawa ringan saat tahu bahwa Diego yang dinyanyikan dalam <em>chants<\/em> adalah seorang Diego Forlan.<\/p>\n<p>Pemain yang mencetak 2 gol ke gawang Liverpool meski memilik karier yang tak terlalu sukses di Manchester United namun tetap diperhitungkan karena menjadi satu dari sedikit pesepak bola yang memiliki karier di tiga benua.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/07\/mereka-awet-merumput\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mereka Awet Merumput Sejak 1990-an Sampai Sekarang<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p>Forlan sendiri terheran namun senang karenaUnited Fans masih mengingatnya. Bahkan lebih diingat daripada prestasi hebatnya di Piala Dunia 2010. Ia tengah di rumah dan mendengar suara dari televisi <em>chants<\/em> yang masih dinyanyikan tersebut.<\/p>\n<p>Kini tahun 2020 telah berjalan separuh. Pandemi COVID-19 merebak mengiringi Liverpool yang sukses menjuarai Liga Inggris era <em>Premier League<\/em> untuk pertama kali. Gelar yang berselang 30 tahun dari gelar terakhir <em>Division One <\/em>saat masih menjadi level tertinggi sebelum Liga Primer .<\/p>\n<p>Selamat untuk mereka namun tiba-tiba saya lebih teringat dengan sosok Diego Forlan. Teringat akan karier di tiga benua yang ia miliki dan menjadi <em>cult hero<\/em> Manchester United yang abadi lewat <em>chants<\/em> yang berbunyi:<em>\u00a0&#8220;Diego, wooah, Diego, wooah, He came from Uruguay, He made the Scousers cry&#8221;.<\/em><\/p>\n<p><em>Penulis merupakan penikmat paruh waktu berita sepakbola dari medium dalam jaringan dapat ditemui di akun Twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/hilmi_masdar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@hilmi_masdar.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perjalanan karier Diego Forlan terbilang menarik, legenda Uruguay ini menjadi satu dari sedikit pesepak bola yang memiliki karier di tiga benua. Memulai karier junior di negeri sendiri bersama Penarol dan Danubio, saat berusia 16 tahun ia sempat menjalani trial bersama klub Perancis, AS Nancy. Sayangnya perjalanan karier Forlan muda di Eropa belum datang di waktu yang tepat sebab Nancy tak jadi meminangnya dan membuatnya kembali ke Amerika Latin. Dari tim junior Independiente, ia kemudian diberikan kesempatan merasakan debut senior di Liga Argentina pada 1997. Lima tahun berselang petualangan karier di tiga benua Forlan pun dimulai. Kali ini ia benar-benar akan bermain di Eropa. Awalnya Forlan diproyeksikan menuju Middlesbrough dari Independiente. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Diego Forlan, Karier di Tiga Benua dan Cult Hero Manchester United&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":19071,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[181,689,3742,2565,151,3498],"class_list":["post-47366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-atletico-madrid","tag-diego-forlan","tag-inter-milan","tag-kitchee-fc","tag-manchester-united","tag-timnas-uruguay"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Diego Forlan, Karier di Tiga Benua dan Cult Hero Manchester United | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perjalanan karier Diego Forlan terbilang menarik, legenda Uruguay ini menjadi satu dari sedikit pesepak bola yang memiliki karier di tiga benua.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diego Forlan, Karier di Tiga Benua dan Cult Hero Manchester United | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perjalanan karier Diego Forlan terbilang menarik, legenda Uruguay ini menjadi satu dari sedikit pesepak bola yang memiliki karier di tiga benua.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-11T03:00:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Diego-Forlan.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"404\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/11\\\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/11\\\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Diego Forlan, Karier di Tiga Benua dan Cult Hero Manchester United\",\"datePublished\":\"2020-07-11T03:00:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/11\\\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\\\/\"},\"wordCount\":1445,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/11\\\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/01\\\/Diego-Forlan.png\",\"keywords\":[\"Atletico Madrid\",\"Diego Forlan\",\"Inter Milan\",\"Kitchee FC\",\"Manchester United\",\"Timnas Uruguay\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/11\\\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/11\\\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\\\/\",\"name\":\"Diego Forlan, Karier di Tiga Benua dan Cult Hero Manchester United | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/11\\\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/11\\\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/01\\\/Diego-Forlan.png\",\"datePublished\":\"2020-07-11T03:00:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Perjalanan karier Diego Forlan terbilang menarik, legenda Uruguay ini menjadi satu dari sedikit pesepak bola yang memiliki karier di tiga benua.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/11\\\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/11\\\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/01\\\/Diego-Forlan.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/01\\\/Diego-Forlan.png\",\"width\":720,\"height\":404,\"caption\":\"Forlan resmi direkrut oleh klub asal Hong Kong\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Diego Forlan, Karier di Tiga Benua dan Cult Hero Manchester United | Football Tribe Indonesia","description":"Perjalanan karier Diego Forlan terbilang menarik, legenda Uruguay ini menjadi satu dari sedikit pesepak bola yang memiliki karier di tiga benua.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Diego Forlan, Karier di Tiga Benua dan Cult Hero Manchester United | Football Tribe Indonesia","og_description":"Perjalanan karier Diego Forlan terbilang menarik, legenda Uruguay ini menjadi satu dari sedikit pesepak bola yang memiliki karier di tiga benua.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-07-11T03:00:15+00:00","og_image":[{"width":720,"height":404,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Diego-Forlan.png","type":"image\/png"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Diego Forlan, Karier di Tiga Benua dan Cult Hero Manchester United","datePublished":"2020-07-11T03:00:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/"},"wordCount":1445,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Diego-Forlan.png","keywords":["Atletico Madrid","Diego Forlan","Inter Milan","Kitchee FC","Manchester United","Timnas Uruguay"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/","name":"Diego Forlan, Karier di Tiga Benua dan Cult Hero Manchester United | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Diego-Forlan.png","datePublished":"2020-07-11T03:00:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Perjalanan karier Diego Forlan terbilang menarik, legenda Uruguay ini menjadi satu dari sedikit pesepak bola yang memiliki karier di tiga benua.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/11\/diego-forlan-karier-di-tiga-benua-dan-cult-hero-manchester-united\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Diego-Forlan.png","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Diego-Forlan.png","width":720,"height":404,"caption":"Forlan resmi direkrut oleh klub asal Hong Kong"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47366"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47366\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47374,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47366\/revisions\/47374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}