{"id":47331,"date":"2020-07-02T19:01:18","date_gmt":"2020-07-02T12:01:18","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=47331"},"modified":"2021-01-04T04:32:37","modified_gmt":"2021-01-03T21:32:37","slug":"mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/","title":{"rendered":"Mengenal Asociacion Mundial de Futsal (Bagian 2)"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 1982, seperti yang disebutkan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sports Around the World: History, Culture, and Practice, Volume 2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> suntingan John Nauright dan Charles Parrish (2012:109), FIFUSA menggelar ajang Piala Dunia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">futebol salao<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk pertama kalinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"http:\/\/www.rsssf.com\/tablesf\/fifusa.html#82\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">RSSSF<\/a> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mencatat terdapat 10 negara yang menjadi peserta dalam ajang ini, yaitu Brasil yang juga bertindak sebagai tuan rumah dan keluar sebagai juara, Paraguay, Uruguay, Kolombia, Cekoslovakia, Belanda, Argentina, Italia, Jepang, dan Kosta Rika.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ajang inilah yang membuka mata FIFA terkait potensi besar olahraga ini, terutama dari segi ekonomi. Sejak saat itu, FIFA pun mulai melakukan berbagai usaha untuk mengambil alih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">futebol salao<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ke dalam organisasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai indikasi awal, misalnya, seperti diberitakan <em>Harian <\/em><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kompas <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">edisi 21 April 1985, Havelange mengadakan pembicaraan dengan Fernand Sastre, ketua FFF (Federasi Sepakbola Perancis) saat itu, mengenai kemungkinan menyelenggarakan ajang \u201csepak bola ruangan tertutup\u201d di Paris pada 1985.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski memang menarik, namun ide tersebut ditolak Sastre karena negara mereka lebih menginginkan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-organisasi-futsal-selain-fifa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengenal Asociacion Mundial de Futsal: Organisasi Futsal Selain FIFA<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FIFA bahkan melakukan beberapa \u201cserangan\u201d kepada FIFUSA demi mencapai tujuannya ini. Misalnya, mereka melarang FIFUSA untuk menggunakan kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cfutebol\u201d, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">an karena itulah istilah \u201cfutsal\u201d lahir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 1985 di Madrid, dalam gelaran Piala Dunia yang kedua, FIFUSA meresmikan istilah tersebut sebagai nama dari olahraga yang mereka kelola.<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ajang Piala Dunia kedua ini juga yang menjadi target \u201cserangan\u201d FIFA selanjutnya. FIFA lewat Havelange mencoba melobi pemerintah Spanyol untuk tidak mendukung secara finansial ajang yang akan digelar di negara mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Havelange&#8211;yang saat itu juga menjabat sebagai anggota <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">International Olympic Commitee<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (sejak 1963 dan mengundurkan diri pada 2011)&#8211;bahkan meminta kepada koleganya Juan Antonio Samaranch yang merupakan ketua IOC untuk menggunakan hak veto-nya untuk menggagalkan pencalonan Barcelona sebagai tuan rumah Olimpiade 1992.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gertakan ini ampuh untuk membuat pemerintah Spanyol mengikuti permintaaannya tersebut. Meski begitu, tanpa adanya dukungan finansial, FIFUSA tetap sukses menggelar ajang Piala Dunia kedua ini. Terdapat 12 negara yang menjadi peserta dan Brasil kembali keluar sebagai juara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, di tengah kesulitan ekonomi yang melanda, FIFUSA kembali menggelar Piala Dunia ketiga pada 1988 di Australia. Jumlah pesertanya pun semakin meningkat menjadi 16 negara. Di edisi ini, Paraguay keluar sebagai pemenang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/ivan-gazidis-lawan-terbaru-zlatan-ibrahimovic\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ivan Gazidis, Lawan Terbaru Zlatan Ibrahimovic di \u201cRing Tinju\u201d<\/a>[\/box<\/strong><strong>]<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setahun berikutnya, giliran FIFA yang mengambil langkah mengejutkan dengan menggelar Piala Dunia versi mereka untuk pertama kalinya pada 1989 di Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan nama futsal yang dimiliki FIFUSA, FIFA menyebut olahraga ini dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">five-a-side football <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(FIFA baru secara resmi mulai menggunakan istilah futsal pada Piala Dunia ketiga versi mereka pada 1996 di Spanyol). Diikuti 16 negara, Brasil berhasil menjadi juara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat satu hal penting lain dari penyelenggaraan Piala Dunia futsal versi FIFA yang pertama ini, di mana mereka menerapkan beberapa peraturan futsal yang berbeda dibanding dengan yang digunakan FIFUSA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu yang paling tampak adalah ketika bola keluar. Baik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">corne<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">r, FIFA menggunakan skema <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kick in <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sedangkan FIFUSA menerapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">throw in<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Inilah salah satu peraturan yang membedakan futsal versi FIFA dengan FIFUSA yang nantinya bertransformasi menjadi AMF dan bertahan hingga kini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FIFA juga melakukan usaha yang lebih diplomatik dalam mengambilalih futsal dari FIFUSA. Mereka menawarkan untuk membentuk sebuah komite bersama (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">joint commision<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Syaratnya, FIFUSA harus bersedia berada di bawah otoritas FIFA.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/pele-sepak-bola-ginga-style-dan-idealisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pele: Sepak Bola, Ginga Style dan Idealisme<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usulan ini direspon FIFUSA dengan melakukan pertemuan internal bersama 19 anggotanya pada 23 November 1989 di Sao Paolo. Mereka pun melakukan <em>voting<\/em>. Hasilnya: 12 menolak, 5 setuju, dan 2 abstain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tiga di antara yang menolak tersebut merupakan \u201cpemain\u201d besar dalam futsal, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan yang terutama Brasil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setahun kemudian, ketiganya pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan FIFUSA dan bergabung dengan FIFA. Keputusan ini jelas mempengaruhi negara-negara lain yang mulai tertarik untuk mengembangkan futsal dalam memilih organisasi mana yang menjadi induknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serangkaian \u201cserangan\u201d ini pada akhirnya merobohkan FIFUSA. Seperti dikutip dari situs resmi <a href=\"http:\/\/www.amfutsal.com.py\/p\/historia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">AMF<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dengan segala kesulitan yang dihadapi terutama dari sisi ekonomi, mereka pun memutuskan untuk membubarkan diri pada 1990.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, seperti dikutip dari situs <em><a href=\"http:\/\/panafutsal.blogspot.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Panafutsal<\/a><\/em>, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sembilan mantan anggota FIFUSA yaitu Paraguay, Kolombia, Meksiko, Uruguay, Argentina, Venezuela, Kosta Rika, Puerto Rico, dan Bolivia memutuskan untuk membentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pan American Futsal Confederation <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Panafutsal) pada 25 September 1990.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di satu sisi, keputusan ini mungkin terlihat sebagai sebuah langkah mundur karena ketidakmampuan mereka dalam mengelola futsal secara internasional dan hanya bisa melakukannya secara regional. Namun di sisi lain, langkah ini juga menunjukan usaha resistensi demi menjaga eksistensi.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/06\/30\/para-pesepak-bola-yang-kembali-dari-masa-pensiun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Para Pesepak Bola yang Kembali dari Masa Pensiun<\/a><\/strong><strong><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 2000, Panafutsal dan FIFA sebenarnya sempat \u201cbersatu\u201d. Keduanya membuat kesepakatan di mana FIFA memberi wewenang penuh kepada Panafutsal untuk mempraktikkan futsal versi mereka dan sebagai gantinya Panafutsal menjadi bagian FIFA di bawah CONMEBOL (Konfederasi FIFA untuk wilayah Amerika Selatan).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesepakatan ini hanya bertahan selama dua tahun karena Panafutsal menganggap FIFA tidak menepati kesepakatan tersebut secara konsisten.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Panafutsal pun akhirnya menarik diri dari FIFA dan mendirikan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Asociacion Mundial de Futsal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(AMF) pada 2002. Sejak saat itu, keduanya pun mengelola futsal versi mereka masing-masing secara terpisah hingga kini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">AMF sendiri tercatat telah lima menggelar Piala Dunia futsal versi mereka: 2003 (Paraguay), 2007 (Argentina), 2011 (Kolombia), 2015 (Belarusia), dan 2019 (Argentina). Bahkan, termasuk juga tiga kali Piala Dunia futsal wanita: 2008 (Spanyol), 2013 (Kolombia), dan 2017 (Katalunya).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam situs resminya, AMF menyebutkan bahwa mereka memiliki 29 anggota. Berbanding jauh dengan FIFA yang memiliki 211 anggota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan sumber daya inilah yang mungkin menjadi salah satu faktor yang membuat futsal versi AMF kurang tersebar dan tidak dikenal, salah satunya seperti di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, jika menilik sejarah tersebut, kita bisa menyebut bahwa mereka lah pewaris asli dari olahraga ini.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/06\/30\/jarak-bukan-halangan-bagi-para-suporter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Semestinya Jarak Bukan Halangan Bagi Para Suporter<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/06\/23\/pulau-jawa-dan-kembalinya-sepak-bola-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pulau Jawa dan Kembalinya Sepak Bola Indonesia<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/06\/21\/boavista-merusak-hegemoni-penguasa-liga-portugal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Melawan Cengkeraman Penguasa seperti Boavista<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><em><strong>*Penulis merupakan alumni jurusan Sejarah Universitas Padjadjaran. Bisa disapa di akun twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/gifarramzani_\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@gifarramzani_<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJnZUo5V0FweSIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada 1982, seperti yang disebutkan dalam Sports Around the World: History, Culture, and Practice, Volume 2 suntingan John Nauright dan Charles Parrish (2012:109), FIFUSA menggelar ajang Piala Dunia futebol salao untuk pertama kalinya. RSSSF mencatat terdapat 10 negara yang menjadi peserta dalam ajang ini, yaitu Brasil yang juga bertindak sebagai tuan rumah dan keluar sebagai juara, Paraguay, Uruguay, Kolombia, Cekoslovakia, Belanda, Argentina, Italia, Jepang, dan Kosta Rika.\u00a0 Ajang inilah yang membuka mata FIFA terkait potensi besar olahraga ini, terutama dari segi ekonomi. Sejak saat itu, FIFA pun mulai melakukan berbagai usaha untuk mengambil alih futebol salao ke dalam organisasinya. Sebagai indikasi awal, misalnya, seperti diberitakan Harian Kompas edisi 21 April &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mengenal Asociacion Mundial de Futsal (Bagian 2)&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":49159,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[4148,168,122,598,169],"class_list":["post-47331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-asociacion-mundial-de-futsal","tag-futsal","tag-slider","tag-suara-pembaca","tag-timnas-futsal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Asociacion Mundial de Futsal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada 1982, seperti yang disebutkan dalam Sports Around the World: History, Culture, and Practice, Volume 2 suntingan John Nauright dan Charles Parrish (2012:109), FIFUSA menggelar ajang Piala Dunia futebol salao untuk pertama kalinya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Asociacion Mundial de Futsal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada 1982, seperti yang disebutkan dalam Sports Around the World: History, Culture, and Practice, Volume 2 suntingan John Nauright dan Charles Parrish (2012:109), FIFUSA menggelar ajang Piala Dunia futebol salao untuk pertama kalinya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-02T12:01:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-01-03T21:32:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-913120122.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/02\\\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/02\\\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Mengenal Asociacion Mundial de Futsal (Bagian 2)\",\"datePublished\":\"2020-07-02T12:01:18+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-03T21:32:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/02\\\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\\\/\"},\"wordCount\":936,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/02\\\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/07\\\/GettyImages-913120122.jpg\",\"keywords\":[\"Asociacion Mundial de Futsal\",\"Futsal\",\"Slider\",\"Suara Pembaca\",\"Timnas Futsal\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/02\\\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/02\\\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\\\/\",\"name\":\"Mengenal Asociacion Mundial de Futsal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/02\\\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/02\\\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/07\\\/GettyImages-913120122.jpg\",\"datePublished\":\"2020-07-02T12:01:18+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-03T21:32:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Pada 1982, seperti yang disebutkan dalam Sports Around the World: History, Culture, and Practice, Volume 2 suntingan John Nauright dan Charles Parrish (2012:109), FIFUSA menggelar ajang Piala Dunia futebol salao untuk pertama kalinya.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/02\\\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/07\\\/02\\\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/07\\\/GettyImages-913120122.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/07\\\/GettyImages-913120122.jpg\",\"width\":1024,\"height\":683},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Asociacion Mundial de Futsal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia","description":"Pada 1982, seperti yang disebutkan dalam Sports Around the World: History, Culture, and Practice, Volume 2 suntingan John Nauright dan Charles Parrish (2012:109), FIFUSA menggelar ajang Piala Dunia futebol salao untuk pertama kalinya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Asociacion Mundial de Futsal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia","og_description":"Pada 1982, seperti yang disebutkan dalam Sports Around the World: History, Culture, and Practice, Volume 2 suntingan John Nauright dan Charles Parrish (2012:109), FIFUSA menggelar ajang Piala Dunia futebol salao untuk pertama kalinya.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-07-02T12:01:18+00:00","article_modified_time":"2021-01-03T21:32:37+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-913120122.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Mengenal Asociacion Mundial de Futsal (Bagian 2)","datePublished":"2020-07-02T12:01:18+00:00","dateModified":"2021-01-03T21:32:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/"},"wordCount":936,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-913120122.jpg","keywords":["Asociacion Mundial de Futsal","Futsal","Slider","Suara Pembaca","Timnas Futsal"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/","name":"Mengenal Asociacion Mundial de Futsal (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-913120122.jpg","datePublished":"2020-07-02T12:01:18+00:00","dateModified":"2021-01-03T21:32:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Pada 1982, seperti yang disebutkan dalam Sports Around the World: History, Culture, and Practice, Volume 2 suntingan John Nauright dan Charles Parrish (2012:109), FIFUSA menggelar ajang Piala Dunia futebol salao untuk pertama kalinya.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/07\/02\/mengenal-asociacion-mundial-de-futsal-bagian-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-913120122.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/07\/GettyImages-913120122.jpg","width":1024,"height":683},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47331"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47335,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47331\/revisions\/47335"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}