{"id":47181,"date":"2020-05-21T19:56:50","date_gmt":"2020-05-21T12:56:50","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=47181"},"modified":"2020-05-21T19:56:50","modified_gmt":"2020-05-21T12:56:50","slug":"mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/","title":{"rendered":"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 2)"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stadion Wembley (lama) yang megah dan ikonik dengan menara kembar di gerbang masuk stadion akhirnya dirobohkan juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua kejayaan, kekalahan, kemenangan, dan air mata yang pernah tumpah di sana pun akhirnya hanya tersisa kenangan dan akan selalu diingat oleh sejarah yang tidak pernah lelah mencatat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai gantinya, Stadion Wembley yang baru akhirnya berdiri kembali di atas reruntuhannya. Kali ini lebih megah, dan tentunya lebih mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah sepak bola Negeri Ratu Elizabeth itu akhirnya berdiri kembali. Lengkungan baja yang melintas di atas stadion kini menjadi ikon Stadion Wembley yang baru. Pada sisi yang lain di depan stadion, patung Bobby Moore (kapten timnas Inggris di Piala Dunia 1966) berdiri kokoh menghadap ke Wembley Way.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak diresmikan pada Maret 2007, The New Wembley mulai mencatat beberapa momen-momen menarik.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 1)<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">John Terry menjadi pemain senior Inggris pertama yang mencetak gol di sana saat Inggris menjamu Brasil dalam partai persahabatan. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Michael Owen pun menorehkan catatan manis setelah menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak gol di Wembley Lama dan Wembley Baru, ketika Inggris menang 3-0 melawan Israel dalam kualifikasi Piala Eropa 2008.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehadiran The New Wembley ini tidak serta merta membawa tuah tersendiri bagi timnas Inggris. Jerman (tim yang &#8220;menyebabkan&#8221; berdirinya patung Bobby Moore di depan stadion) menjadi tim pertama yang berhasil mengalahkan Inggris di Wembley baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih menyesakkan lagi, Inggris juga gagal lolos ke Euro 2008 setelah kalah tipis 3-2 dari Kroasia pada Desember 2007.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Empat tahun berselang sejak diresmikan, Stadion Wembley kembali menjadi tuan rumah final Liga Champions Eropa. Menarik bahwa kali ini mereka kedatangan tamu yang sama, tamu yang menjadi tim terakhir perengkuh trofi Liga Champions di Wembley lama dua dekade silam: Barcelona.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lawan mereka adalah perwakilan dari Inggris, sebuah tim yang telah merajai Inggris era Premier League: Manchester United (MU).<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/08\/keperkasaan-arsenal-di-wembley\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kekonyolan Dibalik Keperkasaan Arsenal di Wembley<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah final yang berkesan bagi pelatih Pep Guardiola. Edisi final Wembley (lama) 1992, Guardiola tampil sebagai pemain Barcelona. Final edisi 2011, ia kembali ke Wembley, tetapi sebagai pelatih Barcelona.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia punya peluang untuk menyamai rekor mentornya, Johan Cruyff, yang menjuarai Liga Champions Eropa sebagai pemain dan pelatih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara riuh suporter yang memadati Stadion Wembley, Guardiola seakan-akan sedang mencium aroma kejayaan yang pernah (dan akan) ia hirup dari rerumputan Stadion Wembley.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">28 Mei 2011, Barcelona dan MU kembali bertemu di final Liga Champions Eropa. Dalam perjalanan menuju final, Barcelona mengandaskan Arsenal di babak 16 besar, menang telak dengan agregat 6-1 melawan Shaktar Donetsk di perempat-final, dan memenangi <em>El Clasico<\/em> di semi-final.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara MU, perjalanan mereka ke final tidak begitu sulit. Di atas kertas, hanya Chelsea yang menjadi lawan terberat mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>The Red Devils<\/em> menang tipis atas Marseille di babak 16 besar, mengalahkan Chelsea dua <em>leg<\/em> sekaligus, dan pesta gol melawan Schalke dengan agregat mencolok 6-1.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/15\/rotasi-penyerang-kunci-treble-winners-manchester-united-1998-1999\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rotasi Penyerang, Kunci Treble Winners Manchester United 1998\/1999<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duel final kali ini tentunya menyedot perhatian para penikmat bola. Kenangan akan kejayaan Barcelona di Stadion Olimpico masih segar di kepala. Kala itu mereka berhasil menundukan MU dengan skor meyakinkan, 2-0.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barcelona tentunya ingin mengulang kejayaan tersebut, sementara MU yang mengusung pembalasan dendam tidak ingin dipecundangi untuk kedua kalinya. Mereka cukup beruntung karena bermain di &#8220;tanah sendiri&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di pinggir lapangan, tampak Sir Alex Ferguson terlihat begitu elegan, khas orang Inggris dengan setelan jas dan bunga berbentuk mawar di dadanya. Mulutnya sibuk mengunyah permen karet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi tribun lain, para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cules <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tanpa segan membentang poster besar juga membentuk mozaik biru merah. Sejak pluit dibunyikan, Barcelona mulai unjuk gigi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di area tengah, trio Xavi-Busquets-Iniesta bergerak bebas dalam menghadapi Michael Carrick dan Ryan Giggs. Lionel Messi yang cenderung bergerak bebas menggempur dari segala sisi terlalu licin untuk dikawal dua raksasa MU, Vidic dan Ferdinand.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alves dan Abidal rajin membantu serangan di sisi sayap. Sementara di lini belakang, Pique dan Mascherano gagah membentengi Victor Valdes di bawah mistar dalam menghadapi pergerakan liar Wayne Rooney dan Javier \u2018Chicharito\u2019 Hernandez.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/07\/25\/chicharito-jaminan-mutu-gol-dan-komersial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Chicharito, Jaminan Mutu Pendulang Gol dan Sukses Komersial<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang lebih setengah jam setelah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kick-off<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Edwin van der Sar yang kokoh di bawah mistar dan melakukan beberapa penyelamatan penting akhirnya kebobolan juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pedro yang menerima umpan brilian dari Xavi berhasil menceploskan bola ke gawang Van der Sar. Sepakannya menipu si kiper jangkung asal Belanda yang salah langkah itu, mirip gol Deco Souza (FC Porto) ke gawang AS Monaco di final Liga Champions 2004.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak lama berselang, Rooney menyamakan kedudukan melalui sepakan mulus dari dalam kotak pinalti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di babak kedua, Wembley benar-benar menjadi panggung bagi Barcelona untuk ber-&#8220;tiki-taka&#8221; ria. Lionel Messi menggandakan keunggulan 10 menit setelah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kick-off<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> babak kedua melalui sepakan keras dari luar kotak penati. Ia merayakan golnya dengan berlari ke sudut lapangan, dua tangannya mengepal meninju-ninju langit, berteriak sepuasnya sambil menendang papan iklan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/09\/5-kali-messi-ingin-tinggalkan-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Kali Lionel Messi Ingin Tinggalkan Barcelona. Kapan dan Kenapa?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 20 menit sebelum bubar waktu normal, di sisi kiri pertahanan MU, Messi berhasil menipu Luis Nani dengan satu gerakan muslihat yang ciamik. Nani yang tertipu berusaha mengejar, sedikit terlambat di belakang Messi yang terus menerobos ke dalam kotak penalti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Messi melewati Evra dan hendak memberikan umpan, tetapi dipotong Michael Carrick. Bola jatuh ke kaki Nani, dan ia mengontrol bola dengan tidak sempurna (mungkin itu sentuhan pertama Nani yang baru masuk menggantikan Fabio).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sergio Busquets yang merebut bola dari kaki Nani segera mengirimkannya kepada David Villa yang berdiri bebas di depan kotak penalti. Villa mencetak gol dengan begitu indah, dengan cungkilan kaki kanan bagian dalam, bola mengarah ke pojok kiri gawang Van der Sar yang sudah terlambat menepis bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skor 3-1 di Wembley kembali menegaskan sekaligus mempertahankan jejak kejayaan Barcelona di sana. Wembley kembali menjadi cerita menarik, pun sejarah yang akan selalu dikenang sebagai tempat bertahtanya tiki-taka Barcelona.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengenang White Hart Lane dari Ingatan Arsenal<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">MU lagi-lagi dipecundangi. Guardiola telah mengikuti jejak Johan Cruyff yang menjuarai trofi Liga Champions sebagai pemain dan pelatih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi, di pengujung cerita manis Wembley, sebuah pesan kemanusiaan dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">respect <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang luar biasa ditunjukkan oleh Carles Puyol dengan memberikan ban kapten kepada Eric Abidal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Abidal yang baru saja menang melawan tumor di hatinya mendapat kehormatan sebagai pemain pertama yang mengangkat trofi Liga Champions di Wembley baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stadion Wembley, selamanya akan menjadi salah satu tempat istimewa untuk Barcelona. Rumput, tribun, menara kembar, lengkungan baja, dan papan iklan di Wembley adalah saksi bisu bahwa Barcelona pernah merajai Eropa di sana.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/08\/suphanat-mueanta-bocah-ajaib-thailand-penuh-talenta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Suphanat Mueanta, Bocah Ajaib Thailand Penuh Talenta<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ketika Sampdoria adalah Raksasa Serie A\u2026<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/19\/sepak-bola-desa-satu-olahraga-aneka-cerita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sepak Bola Desa, Satu Olahraga Aneka Cerita<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>*Penulis adalah seorang Cules yang terlatih tabah saat tim kesayangannya menjadi korban comeback\u00a0 di Liga Champions. Bisa disapa di akun Facebook\u00a0<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/emon.demontero\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Monteiro Van Halle<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<div class=\"video-title\">\n<p><em>Kompilasi Assist Terbaik Andr\u00e9s Iniesta di Barcelona. Tonton semua aksinya di sini.<\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJjZVYwWWZlYSIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stadion Wembley (lama) yang megah dan ikonik dengan menara kembar di gerbang masuk stadion akhirnya dirobohkan juga. Semua kejayaan, kekalahan, kemenangan, dan air mata yang pernah tumpah di sana pun akhirnya hanya tersisa kenangan dan akan selalu diingat oleh sejarah yang tidak pernah lelah mencatat. Sebagai gantinya, Stadion Wembley yang baru akhirnya berdiri kembali di atas reruntuhannya. Kali ini lebih megah, dan tentunya lebih mahal. Rumah sepak bola Negeri Ratu Elizabeth itu akhirnya berdiri kembali. Lengkungan baja yang melintas di atas stadion kini menjadi ikon Stadion Wembley yang baru. Pada sisi yang lain di depan stadion, patung Bobby Moore (kapten timnas Inggris di Piala Dunia 1966) berdiri kokoh menghadap ke &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 2)&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":47183,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[180,2661,1616,122,598,945],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Stadion Wembley (lama) yang megah dan ikonik dengan menara kembar di gerbang masuk stadion akhirnya dirobohkan juga.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Stadion Wembley (lama) yang megah dan ikonik dengan menara kembar di gerbang masuk stadion akhirnya dirobohkan juga.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-05-21T12:56:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-114916088.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"695\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/\",\"name\":\"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-114916088.jpg\",\"datePublished\":\"2020-05-21T12:56:50+00:00\",\"dateModified\":\"2020-05-21T12:56:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Stadion Wembley (lama) yang megah dan ikonik dengan menara kembar di gerbang masuk stadion akhirnya dirobohkan juga.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-114916088.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-114916088.jpg\",\"width\":1024,\"height\":695},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia","description":"Stadion Wembley (lama) yang megah dan ikonik dengan menara kembar di gerbang masuk stadion akhirnya dirobohkan juga.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia","og_description":"Stadion Wembley (lama) yang megah dan ikonik dengan menara kembar di gerbang masuk stadion akhirnya dirobohkan juga.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-05-21T12:56:50+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":695,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-114916088.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/","name":"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 2) | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-114916088.jpg","datePublished":"2020-05-21T12:56:50+00:00","dateModified":"2020-05-21T12:56:50+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Stadion Wembley (lama) yang megah dan ikonik dengan menara kembar di gerbang masuk stadion akhirnya dirobohkan juga.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-114916088.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-114916088.jpg","width":1024,"height":695},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47181"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47181"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47184,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47181\/revisions\/47184"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}