{"id":47176,"date":"2020-05-21T19:22:24","date_gmt":"2020-05-21T12:22:24","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=47176"},"modified":"2020-05-21T19:22:24","modified_gmt":"2020-05-21T12:22:24","slug":"mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/","title":{"rendered":"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 1)"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stadion Wembley telah menjadi saksi dari suatu perpaduan yang manis antara olahraga, musik, dan perjuangan kemanusiaan. Tidak diragukan lagi, ia juga merupakan saksi dari sekian banyak keseruan, keharuan, kesedihan, kegirangan, pun kejayaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Termasuk kejayaan FC Barcelona yang pernah dua kali mengangkat tinggi trofi Liga Champions Eropa di langit Wembley.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 20 Mei 1992, Johan Cruyff datang ke Wembley bersama anak-anak asuhnya yang disebut sebagai <em>The Dream Team<\/em>. Mereka melakoni laga final Liga Champions (waktu itu masih bernama Piala Champions) melawan Sampdoria yang kala itu diisi nama-nama tenar seperti Gianluca Pagliuca, Marco Lanna, Pietro Vierchowod, Ivano Bonetti, Gianluca Vialli, dan Roberto Mancini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara <em>The Dream Team<\/em>\u00a0Barcelona diisi nama-nama seperti Andoni Zubizarreta, Ronald Koeman, Jose Mari Bakerro, Eusebio Sacristan, Txiki Begiristain, Andoni Gikoetxea, Hristo Stoichkov, Pep Guardiola, dan Michael Laudrup (yang kala itu belum berkhianat ke Real Madrid).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barcelona kala itu tengah melambung sejak kedatangan (kembali) Cruyff ke Camp Nou. Mereka baru saja meraih gelar LaLiga dan Piala Super Spanyol semusim sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/14\/andres-iniesta-dan-hari-yang-tak-terlupakan-di-afrika\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Andres Iniesta dan Hari yang Tak Terlupakan di Afrika<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cruyff memang memberi pengaruh besar kepada tim asal Catalan ini. Selain mematahkan dominasi Real Madrid yang telah menjuarai LaLiga selama lima musim beruntun dari 1985\/86-1989\/1990, ia juga membawa Barcelona menginjak lagi partai final Liga Champions setelah terakhir kali mereka melakukannya pada musim 1985\/1986. Itu pun Barcelona harus menelan pil pahit setelah takluk dari Steaua Bucuresti dalam drama adu penalti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di pihak lain, Sampdoria tengah melambung. Di bawah kendali pelatih Vujadin Boskov, Sampdoria menjelma menjadi kekuatan baru di Italia. Mereka memang pernah takluk dari Barcelona di final Piala Winners 1989 dengan skor meyakinkan, 2-0. Namun, Sampdoria baru saja menjadi juara Serie A semusim sebelumnya, memenangi persaingan sengit melawan AC Milan, Juventus, Inter Milan, dan Napoli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, bisa dipastikan bahwa partai final edisi terakhir Piala Champions ini akan berlangsung alot.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar adanya, partai final itu berlangsung seru. Barcelona beruntung memiliki Zubizarreta yang tangguh di bawah mistar gawang. Sampdoria pun mujur memiliki Pagliuca yang kokoh mengadang serangan bertubi-tubi <em>Blaugrana<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ketika Portsmouth Mengakhiri Dahaga Piala FA dalam 69 Tahun<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertandingan harus dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu ketika kedua tim tidak mencetak sebiji gol pun selama waktu normal. Menit ke-111, petaka bagi Sampdoria tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Spesialis bola mati Barcelona, Ronal Koeman, mengambil tendangan bebas setelah Eusebio Sacristan dilanggar di depan kotak penalti. Bola tendangan Koeman begitu keras, menembus pagar betis yang bergerak maju, dan menghujam keras di sisi kiri Pagliuca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pagliuca yang telah membaca arah bola tak dapat menepis laju bola. Seisi Wembley akhirnya bergemuruh. Di pinggir lapangan, Johan Cruyff yang sedang makan lolipop akhirnya melanggar pagar pembatas karena kegirangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Tintin&#8221; (julukan Koeman) akhirnya menuntaskan dahaga Barcelona akan sebuah trofi Liga Champions Eropa untuk pertama kalinya. Trofi ini seakan mejadi mahkota dari seluruh raihan <em>The Dream Team<\/em> Barcelona di bawah asuhan Cruyff.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari itu, Stadion Wembley yang ikonik dengan menara kembar di pintu masuknya telah menjadi saksi dari romansa menarik tentang Barcelona.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/03\/liverpool-gagal-juara-lagi-musim-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Liverpool Terlalu Sempurna untuk Gagal Juara Lagi Musim Ini<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Los Cules<\/em> meraih trofi Liga Champions untuk pertama kalinya di sana. Johan Cruyff pun menjadi salah satu legenda yang pernah meraih trofi yang sama sebagai pemain dan pelatih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stadion Wembley menjadi saksi dari partai final Piala Champions edisi terakhir, sebelum akhirnya stadion kebanggaan orang Inggris ini diruntuhkan dan menyisakan puing-puing kenangan manis yang pernah terjadi di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stadion Wembley yang lama memang sudah tidak ada lagi, tetapi segala peristiwa yang pernah terjadi di sana tidak akan pernah dilupakan sejarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barcelona tentunya memiliki kenangan tersendiri atas kemenangan di final Piala Champions tersebut dan mereka tentunya tidak akan pernah melupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">locus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari tonggak sejarah yang telah mereka ukir tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana Liverpool yang tidak pernah menghapus nama Stadion Olimpiade Ataturk-Istanbul dalam buku sejarah mereka ketika menjadi juara Liga Champions 2005<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">; atau Manchester United yang tidak akan menghapus nama Stadion Luzhniki-Moscow, setelah memenangi duel seru A<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ll-England final <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">lawan Chelsea; Barcelona pun tidak akan melupakan gelar Liga Champions pertama mereka di Stadion Wembley.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Toh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Stadion Wembley (lama) dan menara kembarnya telah menjadi saksi dari puncak rangkaian prestasi <em>The Dream Team<\/em>-nya Barcelona di bawah asuhan pelatih Johan Cruyff.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/aberdeen-ferguson-dan-dua-klub-glasgow\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aberdeen, Ferguson, dan Dua Klub Glasgow<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/mengingat-lagi-laju-kencang-ceko-di-piala-eropa-2004\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengingat Lagi Laju Kencang Ceko di Piala Eropa 2004<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>*Penulis adalah seorang Cules yang terlatih tabah saat tim kesayangannya menjadi korban comeback\u00a0 di Liga Champions. Bisa disapa di akun Facebook\u00a0<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/emon.demontero\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Monteiro Van Halle<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<div class=\"video-title\">\n<p>Di Balik Layar: FC Barcelona Bersiap Hadapi LaLiga. Tonton seluruh momennya di video ini.<\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJSWVJ4R1dVWSIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stadion Wembley telah menjadi saksi dari suatu perpaduan yang manis antara olahraga, musik, dan perjuangan kemanusiaan. Tidak diragukan lagi, ia juga merupakan saksi dari sekian banyak keseruan, keharuan, kesedihan, kegirangan, pun kejayaan. Termasuk kejayaan FC Barcelona yang pernah dua kali mengangkat tinggi trofi Liga Champions Eropa di langit Wembley. Pada 20 Mei 1992, Johan Cruyff datang ke Wembley bersama anak-anak asuhnya yang disebut sebagai The Dream Team. Mereka melakoni laga final Liga Champions (waktu itu masih bernama Piala Champions) melawan Sampdoria yang kala itu diisi nama-nama tenar seperti Gianluca Pagliuca, Marco Lanna, Pietro Vierchowod, Ivano Bonetti, Gianluca Vialli, dan Roberto Mancini. Sementara The Dream Team\u00a0Barcelona diisi nama-nama seperti Andoni Zubizarreta, &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 1)&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":47179,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[180,2661,1616,659,122,598],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Stadion Wembley telah menjadi saksi\u00a0dari suatu perpaduan yang manis antara olahraga, musik, dan perjuangan kemanusiaan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Stadion Wembley telah menjadi saksi\u00a0dari suatu perpaduan yang manis antara olahraga, musik, dan perjuangan kemanusiaan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-05-21T12:22:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-1115496-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"694\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/\",\"name\":\"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-1115496-1.jpg\",\"datePublished\":\"2020-05-21T12:22:24+00:00\",\"dateModified\":\"2020-05-21T12:22:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Stadion Wembley telah menjadi saksi\u00a0dari suatu perpaduan yang manis antara olahraga, musik, dan perjuangan kemanusiaan.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-1115496-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-1115496-1.jpg\",\"width\":1024,\"height\":694},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia","description":"Stadion Wembley telah menjadi saksi\u00a0dari suatu perpaduan yang manis antara olahraga, musik, dan perjuangan kemanusiaan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia","og_description":"Stadion Wembley telah menjadi saksi\u00a0dari suatu perpaduan yang manis antara olahraga, musik, dan perjuangan kemanusiaan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-05-21T12:22:24+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":694,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-1115496-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/","name":"Mengenang Romansa Kejayaan Barcelona di Wembley (Bagian 1) | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-1115496-1.jpg","datePublished":"2020-05-21T12:22:24+00:00","dateModified":"2020-05-21T12:22:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Stadion Wembley telah menjadi saksi\u00a0dari suatu perpaduan yang manis antara olahraga, musik, dan perjuangan kemanusiaan.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/21\/mengenang-romansa-kejayaan-barcelona-di-wembley-bagian-1\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-1115496-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-1115496-1.jpg","width":1024,"height":694},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47176"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47176"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47176\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47180,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47176\/revisions\/47180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}