{"id":47099,"date":"2020-05-13T19:24:09","date_gmt":"2020-05-13T12:24:09","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=47099"},"modified":"2020-05-13T19:24:09","modified_gmt":"2020-05-13T12:24:09","slug":"legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/","title":{"rendered":"Legenda, Label &#8220;The New&#8221;, dan Beban Pemain Muda"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApa yang membuat seorang pria menjadi legenda?\u201ddemikian bunyi kalimat pertama dalam film dokumenter <em>World Cup Legends: Maradona<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tertarik untuk melengkapi pertanyaan pembuka tersebut menjadi &#8220;Apa yang membuat publik sangat merindukan \u2018titisan\u2019 seorang legenda sepak bola?\u2019 Apakah gaya bermain, ciri khas, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, loyalitas, kharisma, atau jasanya terhadap tim?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesungguhnya ada banyak faktor yang membuat seorang pesepak bola dihormati sebagai seorang legenda. Selain karena permainan di atas lapangan, keutamaan-keutamaan insan sepak bola itu pun menjadi salah satu \u2018kriteria\u2019 seorang pemain menjadi legenda bagi timnya dan sangat dicintai para <em>fans<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Silakan tengok bagaimana Francesco Totti menjadi legenda di Roma. Selain sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fantasista<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terbaik yang pernah dimiliki Italia, kharisma dan loyalitas Totti telah menjadikannya sebagai legenda di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, pastinya seorang legenda sepak bola selalu memberikan kesan mendalam bagi semua <em>fans<\/em>-nya, termasuk menuai hormat dari lawan-lawannya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/11\/arsenal-5-bintang-terlupa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Bintang yang Kamu Mungkin Lupa Pernah Berseragam Arsenal<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lihat saja bagaimana seorang Diego Maradona begitu dipuja di Napoli, atau sosok Ronaldo Nazario yang sulit sekali dibenci lawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang legenda sepak bola tidak saja meninggalkan sejarah dan permainan berkelas di atas lapangan, tetapi juga mampu mencuri perhatian para penikmat sepak bola sehingga ia menjadi sosok yang selalu diingat dan dinantikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para penikmat sepak bola sering dibuat galau ketika legenda klub kesayangannya telah mengundurkan diri atau memilih pensiun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tengok saja bagaimana kegalauan para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cules<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ketika Xavi dan Iniesta keluar dari Barcelona. Atau bagaimana sedihnya para penikmat bola ketika David Beckham pensiun, tidak ada lengkungan umpan lambung yang terukur itu lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sadar tidak sadar, seorang legenda sepak bola telah menempatkan para pencinta bola pada ruang-ruang penuh harap, berharap akan ada sosok &#8220;titisan&#8221; atau &#8220;reinkarnasi&#8221; dari legenda mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, hanya seorang legenda sepakbola sejati yang mampu melahirkan harapan besar bagi para penikmat sepak bola akan kehadiran sosoknya di lapangan. Hanya seorang legenda sejati yang mampu meninggalkan \u2018kerinduan\u2019 besar akan sihirnya di lapangan hijau.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/10\/corona-dan-dampaknya-ke-bursa-transfer-musim-panas-2020-2021\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Corona dan Dampaknya ke Bursa Transfer Musim Panas 2020\/2021<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Julukan &#8220;The New&#8221; dan harapan kembalinya Sang Legenda<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelebihan seorang legenda adalah mampu memantik rasa rindu akan kehadirannya di lapangan hijau. Para penikmat sepak bola yang telah selesai menikmati masa keemasan legendanya terdahulu akan selalu setia menunggu dari tribun, siapa sosok yang akan menjadi penerus jejak legenda tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah tengok ke Camp Nou, diam-diam publik di sana menanti dengan sabar duet lini belakang baru, kombinasi senior-junior yang solid dan bergelimang prestasi seperti Charles Puyol dan Gerrad Pique.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Publik sepak bola yang selalu terlena dengan romansa para legendanya di masa lampau tampaknya sulit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">move on<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari masa-masa jaya timnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa pun hasil yang diraih saat ini, pastinya selalu &#8220;dibanding-bandingkan&#8221; dengan kiprah para legenda masa lalu. Jika permainan tim tidak sesuai dengan harapan para <em>fans<\/em>, mereka pasti dibanding-bandingkan dengan generasi para legenda terdahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian halnya dengan mereka yang berhasil memenuhi ekspektasi publik, pasti akan dibanding-bandingkan juga.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/10\/melempem-dan-menua-trio-bbc-juventus-di-pengujung-masa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Melempem dan Menua, Trio BBC Juventus di Pengujung Masa<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lihat saja bagaimana seorang Lionel Messi (dan para pemain Argentina) yang memikul harapan besar masyarakat Argentina saat final Piala Dunia 2014. Skenario final Piala Dunia 2014 di Brasil sepintas mirip dengan final Piala Dunia 1986 di Meksiko ketika Argentina dipimpin Maradona.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maradona dan Messi sedang berada dalam usia emas, menghadapi lawan yang sama (Jerman), dan sama-sama berusaha mempertahankan gengsi tim Amerika Latin di tanah sendiri. Bedanya, Lionel Messi dan kawan-kawan harus takluk di final.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Publik memang kecewa, tapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">toh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Messi tetap dihormati Argentina. Siapa yang tidak bangga jika salah satu warganya disegani di Eropa dan meraih 6 trofi Ballon d\u2019Or?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau lihat saja kesuksesan Kolombia di Piala Dunia 2014. Keberhasilan James Rodriguez dan kawan-kawan yang berhasil menembus babak perempat-final pun kerap dibanding-bandingkan dengan generasi emas Kolombia di bawah komando Carlos Valderrama pada era 1990-an, bahkan dianggap lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapat julukan &#8220;The New&#8230;&#8221; memang merupakan sesuatu yang istimewa karena kerap disamakan dengan sang legenda. Tapi harus diakui, bermain di bawah bayang-bayang nama besar seorang legenda juga merupakan suatu beban yang cukup berat, dan yang selalu memikul beban itu adalah para pemain muda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/cerita-dari-penyelenggaraan-piala-soeratin-pertama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cerita dari Penyelenggaraan Piala Soeratin Pertama<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Beban para pemain muda<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang pemain muda yang berhasil memukau penonton dengan aksinya di lapangan secara tidak langsung telah menerbitkan harapan akan kelahiran seorang legenda yang baru, apalagi jika ia selalu tampil konsisten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Publik yang tercengang pun terkadang langsung memberi label \u2018The New Legend\u2019, suatu kehormatan sekaligus tantangan bagi para pemain muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beban yang dipikul para pemain muda berlabel &#8220;The New&#8221; tidaklah ringan. Mereka dituntut untuk berlatih keras dan tampil konsisten dalam setiap pertandingan. Pendampingan pelatih pun tidak bisa dilepaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika saja mampu tampil bagus dan mengalami perkembangan pesat, tentunya mereka punya peluang besar untuk memenuhi ekspektasi publik. Namun, label itu juga bisa menjadi bumerang yang justru meredupkan karier para pemain muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekspektasi yang berlebihan terkadang menjadi tekanan untuk para pemain muda. Tidak jarang jika harapan besar itu justru mengekang kebebasan bermainnnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan tidak jarang jika label-label tersebut justru membuat para pemain muda terlihat seperti &#8220;barang tiruan&#8221; (istilah Yose Revela dalam artikel berjudul <em>Label<\/em>), yang tentu saja tidak akan bisa menyamai, apalagi lebih bagus dari aslinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak pemain muda yang justru meredup ketika mendapat julukan &#8220;The New&#8221; atau &#8220;The Next&#8221;. Fredy Adu misalnya, pernah digadang-gadang sebagai &#8220;The Next Pele&#8221; sejak masih belia. Namun, saat ini namanya sudah tidak terdengar lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Prancis, nama Yoann Gourcuff sering disebut-sebut sebagai &#8220;The Next Zidane&#8221;. Tetapi, ekspektasi itu tampaknya terlalu berlebihan bagi mantan pemain AC Milan ini. Karier dan prestasinya tidak mampu menyamai, apalagi melewati Zidane yang sesungguhnya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/04\/cukup-satu-zidane-di-bumi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tak Akan Ada \u201cNext Zidane\u201d, Karena Cukup Satu Zidane di Bumi: Zinedine<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir-akhir ini banyak bintang muda yang kerap dijuluki &#8220;The Next Messi&#8221;, &#8220;The New Ronaldo&#8221; atau nama-nama legenda sepak bola lainnya. Julukan ini seakan memberikan secercah harapan akan keseruan sepak bola di masa mendatang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tampaknya julukan tersebut juga punya maksud terselubung bernilai ekonomis. Mengutip lagi Yose Revela dalam &#8220;Label&#8221;, selain merupakan pujian yang membanggakan sekaligus sarat harapan, julukan ini juga menjadi salah satu cara untuk menarik minat klub pembeli dan kepentingan harga jual pemain!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Janganlah terlalu cepat menaruh beban berat soal kehebatan legenda hidup tim ke atas pundak para pemain muda. Biarkan para pemain muda berkembang dan bermain dengan gaya mereka sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelak ketika mereka menjadi bintang dan berhasil memenuhi ekspektasi yang didambakan para penikmat sepak bola, itu adalah suatu kebanggaan. Apalagi jika diberi label &#8220;The New Legend&#8221;; itu adalah apresiasi, bonus, dan suatu kehormatan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/10\/corona-dan-dampaknya-ke-bursa-transfer-musim-panas-2020-2021\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Corona dan Dampaknya ke Bursa Transfer Musim Panas 2020\/2021<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/10\/melempem-dan-menua-trio-bbc-juventus-di-pengujung-masa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Melempem dan Menua, Trio BBC Juventus di Pengujung Masa<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/cerita-dari-penyelenggaraan-piala-soeratin-pertama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cerita dari Penyelenggaraan Piala Soeratin Pertama<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>*Penulis adalah seorang Cules yang terlatih tabah saat tim kesayangannya menjadi korban comeback\u00a0 di Liga Champions. Bisa disapa di akun Facebook\u00a0<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/emon.demontero\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Monteiro Van Halle<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cApa yang membuat seorang pria menjadi legenda?\u201ddemikian bunyi kalimat pertama dalam film dokumenter World Cup Legends: Maradona. Saya tertarik untuk melengkapi pertanyaan pembuka tersebut menjadi &#8220;Apa yang membuat publik sangat merindukan \u2018titisan\u2019 seorang legenda sepak bola?\u2019 Apakah gaya bermain, ciri khas, skill, loyalitas, kharisma, atau jasanya terhadap tim?&#8221; Sesungguhnya ada banyak faktor yang membuat seorang pesepak bola dihormati sebagai seorang legenda. Selain karena permainan di atas lapangan, keutamaan-keutamaan insan sepak bola itu pun menjadi salah satu \u2018kriteria\u2019 seorang pemain menjadi legenda bagi timnya dan sangat dicintai para fans. Silakan tengok bagaimana Francesco Totti menjadi legenda di Roma. Selain sebagai fantasista terbaik yang pernah dimiliki Italia, kharisma dan loyalitas Totti telah &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Legenda, Label &#8220;The New&#8221;, dan Beban Pemain Muda&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":47102,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[273,1027,852,122,598,1356,1107],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Legenda, Label &quot;The New&quot;, dan Beban Pemain Muda | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"\u201cApa yang membuat seorang pria menjadi legenda?\u201ddemikian bunyi kalimat pertama dalam film dokumenter World Cup Legends: Maradona.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Legenda, Label &quot;The New&quot;, dan Beban Pemain Muda | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cApa yang membuat seorang pria menjadi legenda?\u201ddemikian bunyi kalimat pertama dalam film dokumenter World Cup Legends: Maradona.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-05-13T12:24:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/96422542_708422989967836_2779771373652494373_n.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/\",\"name\":\"Legenda, Label \\\"The New\\\", dan Beban Pemain Muda | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/96422542_708422989967836_2779771373652494373_n.jpg\",\"datePublished\":\"2020-05-13T12:24:09+00:00\",\"dateModified\":\"2020-05-13T12:24:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"\u201cApa yang membuat seorang pria menjadi legenda?\u201ddemikian bunyi kalimat pertama dalam film dokumenter World Cup Legends: Maradona.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/96422542_708422989967836_2779771373652494373_n.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/96422542_708422989967836_2779771373652494373_n.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1080},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Legenda, Label \"The New\", dan Beban Pemain Muda | Football Tribe Indonesia","description":"\u201cApa yang membuat seorang pria menjadi legenda?\u201ddemikian bunyi kalimat pertama dalam film dokumenter World Cup Legends: Maradona.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Legenda, Label \"The New\", dan Beban Pemain Muda | Football Tribe Indonesia","og_description":"\u201cApa yang membuat seorang pria menjadi legenda?\u201ddemikian bunyi kalimat pertama dalam film dokumenter World Cup Legends: Maradona.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-05-13T12:24:09+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":1080,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/96422542_708422989967836_2779771373652494373_n.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/","name":"Legenda, Label \"The New\", dan Beban Pemain Muda | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/96422542_708422989967836_2779771373652494373_n.jpg","datePublished":"2020-05-13T12:24:09+00:00","dateModified":"2020-05-13T12:24:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"\u201cApa yang membuat seorang pria menjadi legenda?\u201ddemikian bunyi kalimat pertama dalam film dokumenter World Cup Legends: Maradona.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/13\/legenda-label-the-new-dan-beban-pemain-muda\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/96422542_708422989967836_2779771373652494373_n.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/96422542_708422989967836_2779771373652494373_n.jpg","width":1080,"height":1080},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47099"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47099"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47099\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47103,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47099\/revisions\/47103"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47099"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47099"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47099"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}