{"id":47066,"date":"2020-05-06T20:40:51","date_gmt":"2020-05-06T13:40:51","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=47066"},"modified":"2020-05-06T20:40:51","modified_gmt":"2020-05-06T13:40:51","slug":"ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/","title":{"rendered":"Ketika Portsmouth Mengakhiri Dahaga Piala FA dalam 69 Tahun"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kompetisi Piala FA merupakan perhelatan akbar yang diselenggarakan di Inggris. Kompetisi yang telah berjalan selama 139 musim ini pun menjadi ajang pembuktian, di kala sebuah tim kecil antah-berantah Inggris unjuk gigi dan mengalahkan tim-tim yang disokong dengan dana besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berhasil menjadi juara Piala FA 2007\/2008 merupakan sebuah prestasi yang amat membanggakan bagi Portsmouth FC. Tim yang kala itu dipimpin oleh Harry Redknapp ini berhasil menjadi juara sekaligus wakil Inggris di Piala UEFA di musim berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tim ini diperkuat oleh David James di sektor penjaga gawang dengan Lauren dan Sol Campbell di lini belakang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kreator penyerangan ada dalam diri Papa Bouba Diop, Niko Kranjcar, dan Lassana Diarra. sedangkan juru gedor diserahkan kepada Milan Baros, Nwankwo Kanu, dan Jermain Defoe.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/24\/lassana-diara-ke-paris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lassana Diara, Berkeliling Eropa dan Asia Lalu Kembali ke Paris<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah indah ini bermula ketika <em>The Pompey<\/em> yang memulai Piala FA dari ronde ketiga berhasil menaklukan Ipswich Town di hadapan pendukungnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bermain di Portman Road kandang Ipswich Town. Portsmouth berhasil menaklukan tim tuan rumah dengan gol yang dicetak David Nugent yang tidak mampu dibalas tuan rumah. Kedudukan 1-0 bertahan sampai akhir laga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Drawing<\/em> ronde keempat mempertemukan Portsmouth dengan Plymouth Argle. Bermain di Fratton Park kandang Portsmouth, menjadikan anak asuk Harry Redknapp memiliki keuntungan tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laga yang berjalan cukup alot ini kembali dimenangkan oleh Portsmouth dengan skor 2-1. Sempat tertinggal oleh gol yang dicetak Chris Clark. Portsmouth mampu bangkit dan mencetak 2 gol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lassana Diarra mencatatkan nama di papan skor, bersama Niko Kranjcar yang memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Kedudukan ini bertahan hingga peluit akhir ditiupkan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/29\/derby-old-firm-yang-tak-lagi-seimbang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Derby Old Firm yang Tak Lagi Seimbang<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di babak selanjutnya Portsmouth dipertemukan dengan Preston North End di mana 11.840 penonton yang memadati bangku penonton Deepdale tidak menjadikan Portsmouth mati kutu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini terbukti ketika Portsmouth menunjukkan penampilan yang sangat brilian. Beberapa kali David James melakukan penyelamatan gemilang dari terjangan penggawa Preston North End.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gol pun terjadi di menit 90 kala tendangan sudut yang dilakukan oleh Niko Kranjcar menjadi kemelut di depan gawang Preston North End.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Darren Carter yang berusaha untuk membuang bola malah melesakkan bola ke gawangnya sendiri. Skor 1-0 berakhir untuk keunggulan Portsmouth. Dengan hasil ini, maka babak 8 besar Piala FA bagi anak asuh Harry Redknapp sudah ada di depan mata.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/04\/05\/119-tahun-portsmouth\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">119 Tahun Portsmouth dan Masalah Finansial yang Setia Menemaninya<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di babak 8 besar Portsmouth harus melewati hadangan tim raksasa Manchester. Bermain di Old Trafford, Portsmouth menampilkan permainan berhati-hati dan tampil tidak terlalu menekan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kali gempuran dari Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, Nani, dan Carlos Tevez berhasil dimentahkan oleh barisan pertahanan Portsmouth.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petaka bagi <em>The Red Devils<\/em> datang kala Thomas Kuszczak yang menggantikan Edwin van der Sar di menit 46 karena cedera, malah salah melakukan penyapuan terhadap serangan balik dari Milan Baros di kotak penalti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil Kuszczak pun diganjar kartu merah. Tidak memiliki stok kiper di bangku cadangan, Rio Ferdinand pun didapuk menjadi kiper di akhir laga.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/20\/rio-ferdinand-menjadi-petinju\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rio Ferdinand yang Coba Hilangkan Rindu dengan Menjadi Petinju<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hadiah penalti yang diberikan Martin Atkinson kepada Portsmouth pun berhasil dikonversi menjadi gol lewat tendangan keras Sulley Muntari ke kanan gawang Manchester United. Bagaikan mimpi, Portsmouth berhasil melangkahkan kaki ke semi-final turnamen tertua di dunia ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semi-final yang diadakan di Wembley mempertemukan West Bromwich Albion dengan Portsmouth. Laga yang berjalan cukup ketat ini berakhir dengan kedudukan 1-0 untuk Portsmouth usai Nwankwo Kanu berhasil menyontek bola <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rebound<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Milan Baros.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan hasil ini maka Portsmouth berhak melaju ke final sekaligus memiliki kesempatan untuk mendapatkan gelar Piala FA kembali. Sebelumnya Portsmouth mendapatkannya di tahun 1939.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laga final yang digelar di Wembley ini pun menjadi ajang pembuktian bagi Portsmouth. Bertemu dengan Cardiff City, Portsmouth yang memakai baju biru berhasil mendapatkan kesempatan terlebih dahulu kala Nwankwo Kanu yang berhasil melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spin and round<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terhadap Glenn Loovens menggiring bola sedikit untuk kemudian melewati Peter Enckleman kiper dari Cardiff City.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sayang tendangan pelan menyusur tanah Kanu malah mengenai mistar dan belum melewati garis gawang. Akhirnya gol yang ditunggu-tunggu oleh 89.874 penonton datang di menit 37.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/mengingat-lagi-laju-kencang-ceko-di-piala-eropa-2004\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Mengingat Lagi Laju Kencang Ceko di Piala Eropa 2004<\/strong><\/a><strong><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">John Utaka yang mengirimkan umpan dari sisi kiri pertahanan Cardiff City gagal dihalau secara sempurna oleh Peter Enckleman, kemudian Nwankwo Kanu yang berdiri bebas di depan gawang Cardiff City pun berhasil mendorong bola muntah yang kemudian menjadi keunggulan bagi <em>Pompey<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cardiff City yang tertinggal kembali melancarkan serangan ke gawang Portsmouth. Namun sayang penampilan gemilang David James dan barisan pertahanan Portsmouth memaksa Cardiff City untuk menyelesaikan laga dengan kedudukan 1-0 untuk kemenangan Portsmouth.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemenangan di laga final ini pun bagai oase di tengah padang pasir bagi anak asuh Harry Redknapp. Tak hanya memastikan satu tempat di Piala UEFA, namun hasil ini juga turut menyudahi puasa gelar Piala FA selama 69 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Portsmouth yang sekarang berada di League One atau kasta ketiga Liga Inggris ini harus kembali meniti jalan terjal agar dapat berlaga di divisi teratas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka juga harus mencoba peruntungan lagi di Piala FA musim depan, kareana musim ini langkahnya dihentikan oleh wakil London, Arsenal.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sisi Lain Athena 2007 dan Si Kuping Besar ke-7 AC Milan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/aberdeen-ferguson-dan-dua-klub-glasgow\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aberdeen, Ferguson, dan Dua Klub Glasgow<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/03\/liverpool-gagal-juara-lagi-musim-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Liverpool Terlalu Sempurna untuk Gagal Juara Lagi Musim Ini<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><em><strong>*Penulis adalah fans Arsenal garis keras yang bermimpi melangkahkan kaki ke Highbury namun apa daya kadung pindah ke Emirates Stadium. Bisa disapa di akun twitter\u00a0<a href=\"https:\/\/twitter.com\/mhdalf16\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@mhdalf16<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<div class=\"video-description\"><em>Jose Mourinho menilai dirinya memperlakukan Piala FA sama dengan Liga Inggris, menjelang babak keempat turnamen kontra Southampton, tim yang sedang dalam performa bagus.<\/em><\/div>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJ1d1dVaTJnRiIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kompetisi Piala FA merupakan perhelatan akbar yang diselenggarakan di Inggris. Kompetisi yang telah berjalan selama 139 musim ini pun menjadi ajang pembuktian, di kala sebuah tim kecil antah-berantah Inggris unjuk gigi dan mengalahkan tim-tim yang disokong dengan dana besar. Berhasil menjadi juara Piala FA 2007\/2008 merupakan sebuah prestasi yang amat membanggakan bagi Portsmouth FC. Tim yang kala itu dipimpin oleh Harry Redknapp ini berhasil menjadi juara sekaligus wakil Inggris di Piala UEFA di musim berikutnya. Tim ini diperkuat oleh David James di sektor penjaga gawang dengan Lauren dan Sol Campbell di lini belakang. Kreator penyerangan ada dalam diri Papa Bouba Diop, Niko Kranjcar, dan Lassana Diarra. sedangkan juru gedor diserahkan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Ketika Portsmouth Mengakhiri Dahaga Piala FA dalam 69 Tahun&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":47070,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[778,128,906,1539,122,598],"class_list":["post-47066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-liga-inggris","tag-liga-primer-inggris","tag-piala-fa","tag-portsmouth","tag-slider","tag-suara-pembaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Portsmouth Mengakhiri Dahaga Piala FA dalam 69 Tahun | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kompetisi Piala FA merupakan perhelatan akbar yang diselenggarakan di Inggris. Kompetisi yang telah berjalan selama 139 musim\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Portsmouth Mengakhiri Dahaga Piala FA dalam 69 Tahun | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kompetisi Piala FA merupakan perhelatan akbar yang diselenggarakan di Inggris. Kompetisi yang telah berjalan selama 139 musim\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-05-06T13:40:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-81128674-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"665\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/05\\\/06\\\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/05\\\/06\\\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Ketika Portsmouth Mengakhiri Dahaga Piala FA dalam 69 Tahun\",\"datePublished\":\"2020-05-06T13:40:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/05\\\/06\\\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\\\/\"},\"wordCount\":915,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/05\\\/06\\\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/05\\\/GettyImages-81128674-1.jpg\",\"keywords\":[\"Liga Inggris\",\"Liga Primer Inggris\",\"Piala FA\",\"Portsmouth\",\"Slider\",\"Suara Pembaca\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/05\\\/06\\\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/05\\\/06\\\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\\\/\",\"name\":\"Ketika Portsmouth Mengakhiri Dahaga Piala FA dalam 69 Tahun | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/05\\\/06\\\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/05\\\/06\\\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/05\\\/GettyImages-81128674-1.jpg\",\"datePublished\":\"2020-05-06T13:40:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Kompetisi Piala FA merupakan perhelatan akbar yang diselenggarakan di Inggris. Kompetisi yang telah berjalan selama 139 musim\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/05\\\/06\\\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/05\\\/06\\\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/05\\\/GettyImages-81128674-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/05\\\/GettyImages-81128674-1.jpg\",\"width\":1024,\"height\":665},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Portsmouth Mengakhiri Dahaga Piala FA dalam 69 Tahun | Football Tribe Indonesia","description":"Kompetisi Piala FA merupakan perhelatan akbar yang diselenggarakan di Inggris. Kompetisi yang telah berjalan selama 139 musim","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Portsmouth Mengakhiri Dahaga Piala FA dalam 69 Tahun | Football Tribe Indonesia","og_description":"Kompetisi Piala FA merupakan perhelatan akbar yang diselenggarakan di Inggris. Kompetisi yang telah berjalan selama 139 musim","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-05-06T13:40:51+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":665,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-81128674-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Ketika Portsmouth Mengakhiri Dahaga Piala FA dalam 69 Tahun","datePublished":"2020-05-06T13:40:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/"},"wordCount":915,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-81128674-1.jpg","keywords":["Liga Inggris","Liga Primer Inggris","Piala FA","Portsmouth","Slider","Suara Pembaca"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/","name":"Ketika Portsmouth Mengakhiri Dahaga Piala FA dalam 69 Tahun | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-81128674-1.jpg","datePublished":"2020-05-06T13:40:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Kompetisi Piala FA merupakan perhelatan akbar yang diselenggarakan di Inggris. Kompetisi yang telah berjalan selama 139 musim","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/05\/06\/ketika-portsmouth-mengakhiri-dahaga-piala-fa-dalam-69-tahun\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-81128674-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/05\/GettyImages-81128674-1.jpg","width":1024,"height":665},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47066"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47071,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47066\/revisions\/47071"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47070"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}