{"id":47026,"date":"2020-04-30T15:21:41","date_gmt":"2020-04-30T08:21:41","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=47026"},"modified":"2020-04-30T15:21:41","modified_gmt":"2020-04-30T08:21:41","slug":"sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/","title":{"rendered":"Sisi Lain Athena 2007 dan Si Kuping Besar ke-7 AC Milan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Athena, 2007. Malam itu AC Milan memastikan gelar Liga Champions kembali ke pangkuan Kota Mode Italia, setelah berhasil menaklukkan Liverpool dengan skor 2-1 di Stadion Olimpiade Athena \u201cSpyros Louis\u201d Yunani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil ini sekaligus menuntaskan dendam 2 tahun sebelumnya yang kala itu Merah Hitam dipaksa menelan kekalahan tragis lewat adu penalti dari lawan yang sama, walau sempat unggul 3-0 di babak pertama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun di balik memori indah Athena, tersimpan cerita-cerita yang menarik tentang perjalanan skuat besutan Carlo Ancelotti mengarungi musim 2006\/2007 dengan lika-likunya hingga akhirnya mampu menorehkan pencapaian fantastis di akhir musim.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-pemain-yang-bisa-diboyong-ac-milan-musim-panas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Berpotensi, 5 Pemain Ini Layak Dipertimbangkan AC Milan Musim Depan!<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<h3><b>Memulai musim dengan hukuman<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Milan mengakhiri musim 2005\/2006 dengan hukuman pengurangan 30 poin, dan -8 poin untuk musim baru. Hukuman ini diberikan setelah terbukti terlibat dalam skandal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Calciopoli<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0yang ikut menyeret beberapa klub besar Italia seperti Juventus, Fiorentina, dan Lazio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya, hukuman Milan saat itu dapat dibilang ringan dibandingkan dengan hukuman yang diterima oleh Juventus, Lazio, dan Fiorentina yang dicabut partisipasinya di kompetisi Eropa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berhenti sampai di situ, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Si Nyonya Tua<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> juga harus rela turun kasta ke Serie B\u00a0 dan kehilangan gelar <em>scudetto<\/em>-nya yang pada akhirnya jatuh ke tangan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Inter<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/18\/skandal-skandal-terheboh-di-dunia-sepak-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Skandal-Skandal Terheboh di Dunia Sepak Bola<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hasil investigasi yang dipimpin oleh hakim Franco Borelli, Milan bersama Juventus, Fiorentina, Lazio, serta beberapa tim Italia lainnya terbukti ikut memengaruhi pemilihan wasit dan keputusan wasit dalam suatu pertandingan, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang dapat membantu timnya di kompetisi Serie A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukuman pengurangan 30 poin yang diterima Milan mengubah posisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Il Diavolo Rosso<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sebelumnya bercokol di posisi 2 klasemen dengan 78 poin, turun ke posisi 3 di bawah klub rival sekota Inter yang merangsek ke puncak klasemen dengan 76 poin, serta Roma di posisi <em>runner-up<\/em> dengan 69 poin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukuman yang dijatuhkan tersebut membuat Milan terpaksa memulai Liga Champions dari babak <em>play-off<\/em> untuk musim 2006\/2007, serta pengurangan 8 poin di awal musim Serie A 2006\/2007.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/10\/5-comeback-tragis-milan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Comeback Tragis yang Pernah Diderita AC Milan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<h3><b>Kepergian Andriy Shevchenko<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin ini adalah istilah yang paling tepat menggambarkan situasi Milan saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kesepakatan nilai transfer mencapai 30,8 juta pounds atau setara dengan 43,87 juta euro, Andriy Shevchenko resmi hijrah meninggalkan <em>I Rossoneri<\/em> menuju Chelsea.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai salah satu pemain kunci Milan dengan torehan 175 gol dari 322 penampilannya, Sheva sukses mengantarkan Milan ke sejumlah gelar penting yang diraih <em>I Rossoneri<\/em> seperti <em>scudetto<\/em> 2003\/2004, Coppa Italia 2003, Liga Champions 2003, dan Piala Super UEFA 2003.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepergiannya saat itu diprediksi akan meninggalkan lubang yang cukup signifikan bagi Setan Merah Italia, mengingat posisi Sheva sebagai salah satu pilar penting di lini serang klub.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kisah Tiga Penalti Andriy Shevchenko<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Skuat utama diisi pemain veteran<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum selesai dengan kepergian Sheva dari Kota Mode, Milan dihadapi masalah skuat utama yang dianggap terlalu tua untuk bisa bersaing secara kompetitif di kancah domestik dan Eropa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir dari laman <em>Transfermarkt<\/em>, pada kompetisi Serie A 2006\/2007 Milan menduduki posisi nomor 3 dengan rerata usia skuat 29,2 tahun. Hanya Torino (29,6 tahun) dan Livorno (29,3 tahun) yang rataan usianya lebih tua dari Milan di Serie A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih dipimpin oleh Paolo Maldini yang menginjak usia 38 tahun kala itu, lini belakang Milan dilengkapi dengan kehadiran Alessandro Nesta (31 tahun), Cafu (36 tahun), dan Marek Jankulovski (30 tahun).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di lini tengah, dimotori oleh Andrea Pirlo (28 tahun), Milan masih mengandalkan pemain-pemain veteran\u00a0 macam Clarence Seedorf (31 tahun), Rino Gattuso (29 tahun), Massimo Ambrosini (30 tahun), dan Christian Brocchi (31 tahun) untuk menjaga kedalaman tim.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/09\/gennaro-gattuso-bukan-perusak-segalanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gennaro Gattuso, (Bukan) Perusak Segalanya<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sektor penyerangan, <em>Il Diavolo Rosso<\/em> masih mengandalkan ketajaman Filippo Inzaghi (33 tahun) untuk merobek jala lawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedatangan Massimo Oddo (30 tahun) dan Ronaldo Nazario (30 tahun) pada jendela transfer musim dingin melengkapi deretan pemain veteran yang dimiliki skuat Carlo Ancelotti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Formasi pohon Natal ala Don Carletto<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu faktor terbesar yang menentukan kesuksesan Milan pada musim 2006\/2007 adalah Ancelotti. Dalam hal ini, Don Carletto berhasil menerapkan strategi jitu untuk Milan dengan mempertimbangkan komposisi pemain yang ia miliki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan formasi pohon Natal 4-3-2-1, skema ini adalah strategi defensif berdasarkan kesolidan dan kekompakan tim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memfokuskan serangan melalui lini tengah, formasi pohon Natal Ancelotti memiliki kekurangan dalam sektor penyerangan sisi melebar. Hal ini mengharuskan timnya memiliki bek sayap ofensif untuk ikut membantu serangan melalui sektor sayap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Formasi ini disokong oleh 3 gelandang yang terbagi menjadi 2 gelandang tipe bertahan pada sisi kanan dan kiri untuk melindungi kedalaman tim, juga dilengkapi 1 gelandang bertahan kreatif di tengah yang berfungsi mengatur ritme dan arah permainan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua gelandang serang kreatif yang berposisi agak ke dalam memiliki opsi untuk melebar bersama-sama mendukung kinerja penyerang tunggal. Inilah kunci kesuksesan formasi 4-3-2-1 milik Ancelotti.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/12\/17\/pohon-natal-higuain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gattuso dan Analogi Pohon Natal untuk Higuain<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<h3><b>Meledaknya Ricky Kaka<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang ingat momen magis Kaka di Old Trafford? Momen ketika dirinya seorang diri menembus pertahanan Manchester United, mengelabui Patrice Evra dan Gabriel Heinze yang pada akhirnya menceploskan bola dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">placing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tenang ke gawang yang dikawal Edwin Van der Sar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah salah satu dari sekian banyak momen luar biasa Kaka di musim 2006\/2007. Di bawah tangan dingin Ancelotti, Kaka menjelma jadi pemain terbaik dunia saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang musim 2006\/2007 adalah tahunnya Kaka. Tahun ketika Ricky meraih puncak kariernya bersama AC Milan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah 2 tahun sebelumnya nyaris mengangkat Si Kuping Besar di Istanbul, kali ini Kaka menjadi aktor utama <em>Il Diavolo Rosso<\/em> dalam kampanye meraih trofi Liga Champions-nya yang ke-7.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/04\/24\/ketika-kaka-mengguncang-old-trafford\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">24 April 2007: Ketika Kaka Mengguncang Old Trafford<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kaka keluar sebagai pemain terbaik, pemain depan terbaik, dan top skor kompetisi dengan total torehan 10 gol dari 13 pertandingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kaka juga menyabet gelar Ballon d\u2019Or, FIFPRO World Payer of the Year, dan World Soccer\u2019s Player of theYyear di akhir musim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum selesai sampai di situ, Kaka kembali membantu Milan memenangi gelar Piala Super Eropa mengalahkan Sevilla dan Piala Dunia Antarklub di mana Kaka kembali terpilih menjadi pemain terbaiknya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Akhir musim yang manis<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski tersingkir di babak semi-final Coppa Italia, Milan berhasil mencapai target finis di zona Liga Champions walaupun mendapat hukuman pengurangan 8 poin dari musim sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memulai Serie A dengan terseok-seok setelah gagal menang di 9 pertandingan beruntun dan terperosok di posisi 15 klasemen dengan 11 poin, Milan memutuskan untuk mengambil kesempatan <em>retreat<\/em> di bulan Januari demi meningkatkan performa tim<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di akhir musim, Milan pada akhirnya berhasil finis di posisi 4 dengan capaian 61 poin, unggul 3 poin di atas Palermo yang duduk di posisi 5.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/25\/ante-rebic-si-congkak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ante Rebic, Si Congkak Penuh Determinasi<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/20\/milan-bangkit-bermodal-pemain-cadangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">AC Milan Bangkit Bermodal Pemain Cadangan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/13\/potensi-risiko-ibrahimovic-leao\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Potensi dan Risiko Duet Ibrahimovic-Leao<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><i>*Penulis adalah seorang pencinta sepak bola yang baru saja lulus dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Bisa disapa di akun twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/akbhartawan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@akbhartawan<\/a><\/i><\/strong><\/p>\n<div class=\"video-description\"><em>Kilas balik saat Zlatan Ibrahimovic mencetak gol lawan Cagliari dengan tendangan bebas indah pada Januari 2012. Lihat cuplikan golnya di video berikut!<\/em><\/div>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJTdWpteFBVNiIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Athena, 2007. Malam itu AC Milan memastikan gelar Liga Champions kembali ke pangkuan Kota Mode Italia, setelah berhasil menaklukkan Liverpool dengan skor 2-1 di Stadion Olimpiade Athena \u201cSpyros Louis\u201d Yunani. Hasil ini sekaligus menuntaskan dendam 2 tahun sebelumnya yang kala itu Merah Hitam dipaksa menelan kekalahan tragis lewat adu penalti dari lawan yang sama, walau sempat unggul 3-0 di babak pertama. Namun di balik memori indah Athena, tersimpan cerita-cerita yang menarik tentang perjalanan skuat besutan Carlo Ancelotti mengarungi musim 2006\/2007 dengan lika-likunya hingga akhirnya mampu menorehkan pencapaian fantastis di akhir musim. Memulai musim dengan hukuman Milan mengakhiri musim 2005\/2006 dengan hukuman pengurangan 30 poin, dan -8 poin untuk musim baru. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Sisi Lain Athena 2007 dan Si Kuping Besar ke-7 AC Milan&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":47027,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[99,2624,1616,122,598],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sisi Lain Athena 2007 dan Si Kuping Besar ke-7 AC Milan | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Athena, 2007. Malam itu AC Milan memastikan gelar Liga Champions kembali ke pangkuan Kota Mode Italia, setelah berhasil menaklukkan Liverpool\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sisi Lain Athena 2007 dan Si Kuping Besar ke-7 AC Milan | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Athena, 2007. Malam itu AC Milan memastikan gelar Liga Champions kembali ke pangkuan Kota Mode Italia, setelah berhasil menaklukkan Liverpool\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-30T08:21:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-74262535.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"736\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/\",\"name\":\"Sisi Lain Athena 2007 dan Si Kuping Besar ke-7 AC Milan | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-74262535.jpg\",\"datePublished\":\"2020-04-30T08:21:41+00:00\",\"dateModified\":\"2020-04-30T08:21:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Athena, 2007. Malam itu AC Milan memastikan gelar Liga Champions kembali ke pangkuan Kota Mode Italia, setelah berhasil menaklukkan Liverpool\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-74262535.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-74262535.jpg\",\"width\":1024,\"height\":736},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sisi Lain Athena 2007 dan Si Kuping Besar ke-7 AC Milan | Football Tribe Indonesia","description":"Athena, 2007. Malam itu AC Milan memastikan gelar Liga Champions kembali ke pangkuan Kota Mode Italia, setelah berhasil menaklukkan Liverpool","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sisi Lain Athena 2007 dan Si Kuping Besar ke-7 AC Milan | Football Tribe Indonesia","og_description":"Athena, 2007. Malam itu AC Milan memastikan gelar Liga Champions kembali ke pangkuan Kota Mode Italia, setelah berhasil menaklukkan Liverpool","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-04-30T08:21:41+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":736,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-74262535.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/","name":"Sisi Lain Athena 2007 dan Si Kuping Besar ke-7 AC Milan | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-74262535.jpg","datePublished":"2020-04-30T08:21:41+00:00","dateModified":"2020-04-30T08:21:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Athena, 2007. Malam itu AC Milan memastikan gelar Liga Champions kembali ke pangkuan Kota Mode Italia, setelah berhasil menaklukkan Liverpool","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/30\/sisi-lain-athena-2007-dan-si-kuping-besa-ke-7-ac-milan\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-74262535.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-74262535.jpg","width":1024,"height":736},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47026"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47026"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47026\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47029,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47026\/revisions\/47029"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}