{"id":47023,"date":"2020-04-29T23:53:18","date_gmt":"2020-04-29T16:53:18","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=47023"},"modified":"2020-04-29T23:53:18","modified_gmt":"2020-04-29T16:53:18","slug":"materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/","title":{"rendered":"Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Final Piala Dunia 2006 di Jerman antara Prancis melawan Italia menyimpan beragam momen menarik yang masih segar dalam ingatan para pencinta sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda pasti tidak akan melupakan bagaimana Zinedine Zidane mengeksekusi tendangan penalti dengan penuh seni: membentur mistar, memperdayai Buffon, dan memantul beberapa cm melewati garis gawang (tidak perlu VAR untuk melihat dengan jelas gol ini).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegemilangan Fabio Cannavaro dalam mengawal lini pertahanan anak asuh Marcello Lippi pun masih membekas, apalagi teriakan Zidane saat sundulannya ditepis Buffon dengan satu tangan pun masih segar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, tentunya satu momen yang tidak akan pernah dilupakan sepanjang turnamen dan sejarah sepak bola adalah tandukan Zidane ke dada Marco Materazzi. Tandukan ini seakan menjadi &#8220;puncak&#8221; dan &#8220;ikon&#8221; dari turnamen akbar ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian orang ingin edisi kali ini menjadi milik Prancis, apalagi sepak bola Italia sedang terguncang kasus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">calciopoli <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(skandal pengaturan skor). Namun, yang terjadi di Berlin begitu mengejutkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, sosok yang menjadi &#8220;kunci&#8221; dari <em>All European Final<\/em> ke-7 itu adalah Marco Materazzi.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/19\/marco-materazzi-si-badung-yang-dirindukan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Marco Materazzi: Si Badung yang Dirindukan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Materazzi: Kakinya berbahaya<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama bermula ketika bola tendangan Fabian Barthez mengarah ke Thierry Henry di sisi kanan pertahanan Italia, yang langsung dikirimnya kepada Florent Malouda dengan sundulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maluoda yang melihat celah di pertahanan belakang Italia pun berusaha melakukan penetrasi. Cannavaro membayang-bayangi di sebelah kiri, sementara dari arah berlawanan, si jangkung Materazzi semakin mendekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Materazzi sudah mengangkat kakinya berusaha menghadang Malouda, tapi niat itu spontan ia urungkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ujung sepatunya mungkin hanya beberapa sentimeter dari paha pemain Chelsea tersebut. Materazzi merentangkan kedua tangannya, mengisyaratkan bahwa ia tidak melakukan apa-apa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi Malouda bermain drama dengan cukup baik. Ia telanjur menjatuhkan diri di dalam kotak penalti, dan wasit menunjuk titik putih!<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/08\/8-juni-2002-pertandingan-penuh-dosa-materazzi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">8 Juni 2002: Pertandingan Penuh Dosa Marco Materazzi untuk Timnas Italia<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atmosfer membela klub tentunya berbeda dengan membela negara, apalagi di laga final sekelas Piala Dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepak bola Italia tengah merosot dan menjadi bulan-bulanan media lantaran kasus pengaturan skor. Sebagian besar pengamat meragukan penampilan Italia di Piala Dunia 2006 dan diprediksi tersingkir lebih awal, karena mempengaruhi mental pemain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun bagi anak-anak asuh Marcello Lippi, Piala Dunia 2006 adalah kesempatan emas untuk memperbaiki nama baik sepak bola Italia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin hal inilah yang disadari oleh Materazzi sehingga pada pertandingan itu, ia tampak lebih tenang. Sebagian besar tekelnya bersih. Ia tidak menerima kartu atas pelanggaran di kotak penalti tersebut, bahkan hingga laga puncak ini berakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia tidak melalukan protes berlebihan, meski tampak tak percaya dengan keputusan yang diambil oleh wasit Horacio Elizondo. Padahal, ia selalu tak kenal kompromi dalam menghadang lawan ketika membela Inter.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/31\/pemain-yang-dibenci-oleh-sebuah-negara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pemain-Pemain yang Dibenci oleh Sebuah Negara karena Sepak Bola<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia bisa saja mengasari Malouda, tapi secepat kilat ia tahu itu terlalu berisiko, apalagi pertandingan berjalan belum genap 10 menit. Namun, sudut pandang wasit tampaknya tak melihat pergerakan mengelak Materazzi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wasit yang menerima bola dari Buffon segera memberikannya kepada Zidane, seolah-olah tahu siapa yang bakal menjadi eksekutor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tendangan Zidane memang cukup mendebarkan, tetapi untung saja eksekusi itu berbuah gol meski tak sepenuhnya menggetarkan jala gawang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia merayakan golnya, sementara di pinggir lapangan Trezeguet tertawa lebar, tidak percaya dengan keunggulan satu gol ketika umur pertandingan belum genap 10 menit.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/15\/serdadu-pembawa-tangis-bernama-david-trezeguet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Serdadu Gol Pembawa Tangis Bernama David Trezeguet<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<h3><b>Materazzi: Kepalanya membawa berkah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang lebih 10 menit setelah gol Prancis, Mauro Camoranesi tampak berusaha mencari untung di pojok kiri pertahanan <em>Les Bleus<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemain berdarah Argentina yang dijaga ketat oleh Eric Abidal itu tak punya ruang untuk melepaskan umpan lambung. Tidak ada pilihan lain selain menendang bola ke kaki Abidal, dan Italia mendapat hadiah tendangan pojok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hadiah? Tentu saja itu adalah hadiah. Sebanyak 7 dari 12 gol Italia (adu penalti tidak dihitung) dirancang dari eksekusi bola mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bukan Totti, maka Pirlo. Kali ini bintang AC Milan itu yang mengeksekusi tendangan pojok. Italia cukup beruntung karena memiliki beberapa pemain berpostur tinggi, termasuk Materazzi yang memiliki tinggi 193 cm. Ia sebanding dengan tinggi Vieira di kubu Perancis, dan kebetulan Vieira-lah yang mengawalnya di kotak penalti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bola lambung yang dikirim Pirlo berhasil ditanduk Materazzi. Ia meloncat tinggi mendahului Vieira. Persis seperti gol pertamanya di fase grup melawan Ceko memanfaatkan sepak pojok Totti, Materazzi menyundul bola ke tengah gawang, dan gol!<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/mengingat-lagi-laju-kencang-ceko-di-piala-eropa-2004\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengingat Lagi Laju Kencang Ceko di Piala Eropa 2004<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Materazzi berlari kegirangan sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi, menunjuk langit senja di Berlin dengan mulut komat-kamit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dosa&#8221; yang tidak pernah ia lakukan pada Malouda tadi akhirnya terbayar tuntas. Kedudukan berimbang hingga akhir waktu normal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gol penyama kedudukan itu terpaksa membuat pertandingan dilanjutkan hingga babak perpanjangan waktu. Makin tegang!<\/span><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<h3><strong>Materazzi: Dadanya dikenang sejarah<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak ingin membahas apa ucapan Materazzi kepada Zidane. Pastinya ucapan itu sangat menyinggung hati sehingga pemain sekalem Zidane pun akhirnya mengamuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tensi di laga final itu memang panas. Sepanjang laga Materazzi sudah mengawal pertahan dengan baik. Segala cara sudah ia lakukan untuk menang dan bertahan. Namun, ada satu cara yang mungkin belum dilakukan. Memprovokasi lawan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah sengaja atau tidak, Materazzi justru memprovokasi Zinedine Zidane, kapten sekaligus &#8220;nyawa&#8221; permainan Perancis.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/04\/cukup-satu-zidane-di-bumi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tak Akan Ada \u201cNext Zidane\u201d, Karena Cukup Satu Zidane di Bumi: Zinedine<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 10 menit jelang bubar, di area kotak penalti Italia, tampak Materazzi memeluk Zidane dari belakang, seakan-akan ingin menghalangi pergerakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulut keduanya tampak komat-kamit. Zidane yang sudah berlari mendahului Materazzi lalu membalikan badannya. Ia tampak geram, dan seketika itu juga Materazzi tersungkur. Zidane menanduk dada Materazzi!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh ini adalah akhir yang paling pahit dari perjalanan karier gemilang seorang jenius sepak bola bernama Zinedine Zidane.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh menyedihkan jika melihat seorang legenda sepak bola yang diusir dari lapangan pada laga pamungkas Piala Dunia, melangkah lesu di samping trofi yang ingin ia kecup untuk kedua kalinya. Mirisnya, itu adalah pertandingan terakhir Zidane!<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/08\/kabar-skuat-italia-2006\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Apa Kabar Skuat Italia di Piala Dunia 2006?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Materazzi, malam itu ia telah menciptakan dongengnya sendiri. Dalam drama adu penalti, ia sukses menceploskan bola sebagai penendang kedua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara penendang kedua Prancis, David Trezeguet (yang tertawa lebar di pinggir lapangan saat menyaksikan gol Zidane), gagal membobol gawang Buffon setelah tendangannya membentur mistar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama Marco Materazzi sebelumnya memang tidak setenar Franco Baresi, Paolo Maldini, atau Alessandro Nesta. Tapi malam itu menjadi pembuktian dirinya, meski menghalalkan segala cara untuk menang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama dan &#8220;dada&#8221;-nya akan selalu dikenang sejarah. Saya teringat sebuah narasi menarik dalam film dokumenter Piala Dunia 2006 ketika ia berhasil mengeksekusi penalti di babak tos-tosan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni pertandingan hebat bagi Materazzi. Ia membuat Prancis mendapatkan hadiah penalti, mencetak gol pembuat seri, terlibat dalam pengusiran Zidane, dan mencetak gol dalam drama adu penalti.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malam itu di Berlin, Materazzi dan Italia menjadi juara dunia!<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/26\/liga-inggris-5-cult-hero-lawas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Cult Hero Lawas Liga Inggris, Ada yang Masih Kamu Ingat?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/28\/dibalik-biru-dan-merah-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cerita Dibalik Warna Biru Dan Merah Khas FC Barcelona<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/25\/newcastle-united-bintang-ini-masih-ingat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Masih Ingat dengan Bintang-bintang Newcastle United Ini?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>*Penulis adalah seorang Cules yang terlatih tabah saat tim kesayangannya menjadi korban comeback\u00a0 di Liga Champions. Bisa disapa di akun Facebook <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/emon.demontero\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Monteiro Van Halle<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<div class=\"video-description\"><em>Mari melihat kembali kumpulan momen terbaik Marco Materazzi bersama Inter. Bek yang memenangkan Piala Dunia tersebut tampil sebanyak 276 kali bersama klub, memenangkan Liga Champions dan lima kali juara Liga Italia.<\/em><\/div>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJmUDJuVzJEUiIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Final Piala Dunia 2006 di Jerman antara Prancis melawan Italia menyimpan beragam momen menarik yang masih segar dalam ingatan para pencinta sepak bola. Anda pasti tidak akan melupakan bagaimana Zinedine Zidane mengeksekusi tendangan penalti dengan penuh seni: membentur mistar, memperdayai Buffon, dan memantul beberapa cm melewati garis gawang (tidak perlu VAR untuk melihat dengan jelas gol ini). Kegemilangan Fabio Cannavaro dalam mengawal lini pertahanan anak asuh Marcello Lippi pun masih membekas, apalagi teriakan Zidane saat sundulannya ditepis Buffon dengan satu tangan pun masih segar. Selain itu, tentunya satu momen yang tidak akan pernah dilupakan sepanjang turnamen dan sejarah sepak bola adalah tandukan Zidane ke dada Marco Materazzi. Tandukan ini seakan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":29870,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[2625,3742,100,109,1691,213,4064,122,598,815],"class_list":["post-47023","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-berita-inter","tag-inter-milan","tag-internazionale","tag-italia","tag-marco-materazzi","tag-piala-dunia","tag-piala-dunia-2006","tag-slider","tag-suara-pembaca","tag-timnas-italia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Final Piala Dunia 2006 di Jerman antara Prancis melawan Italia menyimpan beragam momen menarik yang masih segar dalam ingatan para pencinta sepak bola.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Final Piala Dunia 2006 di Jerman antara Prancis melawan Italia menyimpan beragam momen menarik yang masih segar dalam ingatan para pencinta sepak bola.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-29T16:53:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/materazzi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/29\\\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/29\\\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah\",\"datePublished\":\"2020-04-29T16:53:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/29\\\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\\\/\"},\"wordCount\":1171,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/29\\\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/04\\\/materazzi.jpg\",\"keywords\":[\"Berita Inter\",\"Inter Milan\",\"Internazionale\",\"Italia\",\"Marco Materazzi\",\"Piala Dunia\",\"Piala Dunia 2006\",\"Slider\",\"Suara Pembaca\",\"Timnas Italia\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/29\\\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/29\\\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\\\/\",\"name\":\"Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/29\\\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/29\\\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/04\\\/materazzi.jpg\",\"datePublished\":\"2020-04-29T16:53:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Final Piala Dunia 2006 di Jerman antara Prancis melawan Italia menyimpan beragam momen menarik yang masih segar dalam ingatan para pencinta sepak bola.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/29\\\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/29\\\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/04\\\/materazzi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/04\\\/materazzi.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah | Football Tribe Indonesia","description":"Final Piala Dunia 2006 di Jerman antara Prancis melawan Italia menyimpan beragam momen menarik yang masih segar dalam ingatan para pencinta sepak bola.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah | Football Tribe Indonesia","og_description":"Final Piala Dunia 2006 di Jerman antara Prancis melawan Italia menyimpan beragam momen menarik yang masih segar dalam ingatan para pencinta sepak bola.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-04-29T16:53:18+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/materazzi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah","datePublished":"2020-04-29T16:53:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/"},"wordCount":1171,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/materazzi.jpg","keywords":["Berita Inter","Inter Milan","Internazionale","Italia","Marco Materazzi","Piala Dunia","Piala Dunia 2006","Slider","Suara Pembaca","Timnas Italia"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/","name":"Materazzi, Kepalanya Membawa Berkah, Dadanya Dikenang Sejarah | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/materazzi.jpg","datePublished":"2020-04-29T16:53:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Final Piala Dunia 2006 di Jerman antara Prancis melawan Italia menyimpan beragam momen menarik yang masih segar dalam ingatan para pencinta sepak bola.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/29\/materazzi-kepalanya-membawa-berkah-dadanya-dikenang-sejarah\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/materazzi.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/materazzi.jpg","width":1200,"height":674},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47023","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47023"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47023\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47025,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47023\/revisions\/47025"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}