{"id":46977,"date":"2020-04-22T23:02:06","date_gmt":"2020-04-22T16:02:06","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=46977"},"modified":"2020-04-22T23:02:06","modified_gmt":"2020-04-22T16:02:06","slug":"tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/","title":{"rendered":"Tiga Babak Kepelatihan Ernst Happel"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ernst Happel merupakan salah satu pelatih dengan catatan yang unik. Ia termasuk sering melaju ke final turnamen antarklub Eropa. Baik itu Piala Champions dan Piala UEFA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia juga pernah membawa klub-klub yang ditanganinya menjadi juara liga. Tercatat pula ia pernah menjadi juara di 4 kompetisi domestik di 4 negara Eropa yang berbeda<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Selain itu, Happel juga pernah yang menangani tim nasional Belanda pada Piala Dunia 1978, dan tim nasional kelahirannya yaitu Austria juga dibesut di akhir karier kepelatihannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pria asal Austria ini lebih dikenang saat menjadi pelatih. Padahal semasa bermain Happel pun penampilannya juga baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersama Rapid Wina, Happel 6 kali menjadi juara Liga Austria dan sekali juara Piala Austria. Ia sempat pula merumput di Racing Club de Paris di Prancis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penampilan bersama tim nasional pun bagus. Happel termasuk anggota tim nasional pada Piala Dunia 1954 saat menjadi peringkat ketiga. Ia pun masih masuk tim nasional pada edisi 1958.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Total 51 penampilan dengan 5 gol berhasil dibuat Happel bersama Austria. Hanya saja catatan Happel sebagai pelatih yang lebih banyak dikenang orang awam.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Final Timnas Indonesia di Piala AFF dan Deja Vu yang Menyebalkan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Babak pertama: Catatan final Piala Champions dan Piala UEFA<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ernst Happel menjadi pelatih yang pertama dengan 2 gelar Piala Champions di 2 klub yang berbeda liga. Klub pertama yaitu Feyenoord Rotterdam dari Belanda. Ia meraih juara Piala Champions musim 1969\/1970 saat Feyenoord Rotterdam mengalahkan Celtic FC dari Glasgow Skotlandia 3-1 lewat perpanjangan waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemenangan Feyenoord Rotterdam juga menjadikan klub pertama Belanda yang juara Piala Champions. Gelar itu juga masih satu-satunya gelar juara Piala Champions yang dimiliki Feyenoord Rotterdam, dan sampai sekarang belum pernah masuk ke final kompetisi itu lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klub kedua yang dibawa Happel menjadi juara Piala Champions yaitu Hamburger SV dari Jerman. Klub ini merasakan tuah kepelatihannya di Piala Champions pada musim 1982\/1983. Saat itu mereka mengalahkan klub Italia Juventus di final.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemenangan itu sendiri menjadikan Happel sebagai pelatih pertama yang sanggup menjadi juara bersama 2 klub berbeda dari negara berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu bagi Hamburger SV, gelar itu masih satu-satunya gelar juara Piala Champions yang dimiliki. Final terserbut juga masih menjadi final Piala Champions terakhir yang bisa dijejak Hamburg.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/15\/rotasi-penyerang-kunci-treble-winners-manchester-united-1998-1999\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rotasi Penyerang, Kunci Treble Winners Manchester United 1998\/1999<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Happel memang dikenang karena menjadi pelatih pertama yang juara di dua klub berbeda. Namun sebenarnya ia pernah mencapai final lain Piala Champions.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Club Brugge dari Belgia pernah dibawanya menuju final musim 1977\/1978. Ketika itu, Club Brugge kalah dari klub Inggris yang juga juara bertahan Piala Champions yaitu Liverpool.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Final itu juga merupakan kesempatan pertama Happel untuk juara di dua klub berbeda. Namun memang baru bersama Hamburger SV rekor itu bisa tercipta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan unik tersebut menjadikan Happel sebagai salah satu pelatih yang mampu menembus 3 final Piala Champions dengan 3 klub yang berbeda liga domestik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan penampilan Happel di final turnamen antarklub Eropa bertambah. Hal itu ditambah dengan menghitung penampilan Happel di final Piala UEFA. Ia pernah masuk final Piala UEFA dengan 2 klub yang berbeda liga domestik.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/01\/jerman-barat-dan-kisah-pilu-di-piala-dunia-1982\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jerman Barat dan Kisah Pilu di Piala Dunia 1982<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, Club Brugge yang dibawa ke final Piala UEFA musim 1975\/1976. Saat itu mereka melawan Liverpool yang kemudian juara Piala UEFA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan torehan itu, Happel sukses membawa Club Brugge ke final 2 turnamen antarklub Eropa yang berbeda. Sayangnya kedua final tersebut berakhir dengan kekalahan yang sama-sama didapat dari Liverpool.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu final kedua Happel di Piala UEFA terjadi pada musim 1981\/1982. Kali ini ia memimpin Hamburger SV menjejakan kaki hingga ke final. Sayang langkah mereka di final terganjal oleh wakil dari Swedia klub IFK G\u00f6teborg.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekalahan itu juga kekalahan kedua Happel di final Piala UEFA. Kegagalan di final itu terjadi semusim sebelum kemenangan Hamburger SV di Piala Champions. Setelah itu Happel sendiri tak pernah lagi masuk ke final Piala UEFA.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/01\/jika-kakak-beradik-duel-di-tim-nasional-bagian-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jika Kakak Beradik \u2018Duel\u2019 di Tim Nasional (Bagian 1)<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Babak kedua: 14 gelar domestik di 4 negara<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ernst Happel pernah melatih di 6 negara berbeda. Dari keenam negara tersebut, 4 di antaranya sukses ia torehkan prestasi, mencakup 14 gelar<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang terbagi atas 9 gelar juara liga domestik dan 5 gelar juara Piala Domestik. Uniknya torehan gelar tersebut merata didapatnya di keempat negara, yaitu Belanda, Belgia, Jerman dan Austria.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belanda menjadi negara pertama tempat Happel melatih. ADO Den Haag sukses dibawanya juara Piala Belanda musim 1967\/1968. Lalu ia pindah ke Feyenoord Rotterdam. Gelar juara Liga Belanda diraih bersama klub itu musim 1970-1971.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara masa kepelatihan di Belanda tersebut, Happel pernah sebentar melatih di Amerika Serikat. Sebenarnya Happel melatih ADO Den Haag yang diundang untuk berkompetisi di <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">United Soccer Association<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan yang bersalin nama menjadi San Francisco Golden Gate Gales. Setelah dari Belanda, Klub Spanyol Sevilla sempat pula dilatih Happel namun hanya semusim saja ia disana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belgia juga menjadi tempat Happel melatih klub. Club Brugge sukses dibawa\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">at-trick<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juara liga Belgia medio 1975\/1976, 1976\/1977, dan 1977\/1978. Lalu di antara rentetan h<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">at-trick <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tersebut, <i>double winners <\/i><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dengan Piala Belgia didapat Happel pada musim 1976\/1977.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/01\/jika-kakak-beradik-duel-di-tim-nasional-bagian-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jika Kakak Beradik \u2018Duel\u2019 di Tim Nasional (Bagian 2)<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu gelar Piala Belgia didapat lagi saat ia melatih Standard Liege musim 1980\/1981. Hanya kedua klub itu yang dibawa Happel berprestasi di Belgia. Sementara karier kepelatihannya di klub Belgia lain Harelbeke tidak berlangsung lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jerman sempat pula dijelajahi Happel saat melatih Hamburger SV. Gelar juara Liga Jerman secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">back to back<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> didapatkannya pada musim 1981\/1982 dan 1982\/1983.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Koleksi gelar Happel di Jerman bertambah saat Hamburger SV menjuarai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">DFB Pokal<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> atau Piala Jerman pada musim 1986\/1987.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jerman menjadi negara ketiga yang kompetisi liganya sukses dijuarai Happel<\/span><b>.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Hamburger SV juga menjadi satu-satunya klub Jerman yang pernah dilatih Happel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selepas dari Jerman, Austria pun menjadi tempat berikutnya Happel menjadi pelatih. Swarovski Tirol dibawa juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">back to back<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> gelar juara Liga Austria pada musim 1988\/1989 dan 1989\/1990. Dengan catatan tersebut, Happel sukses juara liga domestik di 4 negara yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia salah satu pelatih benua Eropa pertama yang sanggup melakukannya. Lalu ia masih menambah gelar lewat juara Piala Austria yang menjadikan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">double winners<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> bersama juara liga pada musim 1988\/1989.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ketika Sampdoria adalah Raksasa Serie A\u2026<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Babak ketiga: Petualangan singkat di 2 tim nasional\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain melatih klub, Ernst Happel pernah pula melatih tim nasional. Hanya saja waktu yang dihabiskan Happel melatih tim nasional tergolong pendek. Namun dengan waktu yang pendek tersebut, ada 2 tim nasional yang sempat dilatihnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama tim nasional Belanda dan terakhir tim nasional negara kelahirannya Austria. Masing-masing tim nasional tersebut hanya kurang dari 1 tahun dibesutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Happel melatih tim nasional Belanda tahun 1977. Ia memimpin Belanda menuju Piala Dunia 1978. Bersama Belanda, Happel melangkah masuk ke babak final. Namun perjalanan di final terganjal oleh tuan rumah Argentina lewat perpanjangan waktu dengan skor 1-3.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan bersama Belanda sendiri ia memimpin pada 12 pertandingan dengan 8 kemenangan, 2 kali hasil seri dan 2 kekalahan termasuk kekalahan di final.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekalahan yang banyak dipengaruhi faktor non-teknis mulai dari pensiunnya Johan Cruyff, protes berlebihan pemain tuan rumah bahkan sebelum pertandingan final dimulai dan adanya kisruh internal tim nasional Belanda di sepanjang pergelaran Piala Dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Happel tak menjadi pelatih asing terakhir yang melatih tim nasional Belanda. Setelah Piala Dunia tersebut, Happel kembali lagi melatih klub.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu baru tahun 1992, Happel kembali melatih tim nasional. Kali ini tanah kelahiran yang ia pimpin. Sayang di tahun itu pula ia mengakhiri karier kepelatihanya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/25\/hikayat-roberto-baggio-dan-21-pelatihnya-bagian-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hikayat Roberto Baggio dan 21 Pelatihnya (Bagian 1)<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Happel meninggal di tanah kelahirannya Austria. Hal itu terjadi hanya beberapa bulan setelah ia menerima jabatan sebagai pelatih Austria. Happel sendiri sempat memimpin Austria dalam 9 pertandingan dengan 2 kemenangan, 3 kali imbang dan 4 kekalahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk penghormatan, empat hari setelah kematian Happel, terjadi pertandingan Austria melawan Jerman. Sepanjang pertandingan, topi Happel berada di bangku cadangan pada pertandingan yang berakhir imbang 0-0.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu di tahun yang sama, stadion terbesar Austria Praterstadion, diubah namanya menjadi stadion Ernst Happel (Ernst Happel-Stadion).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 7 tahun setelah kematian Happel, sebuah jalan dekat De Kuip, stadion Feyenoord Rotterdam, dinamai dengan nama Ernst Happel, dan tentu saja kenangan kenangan Happel abadi sebagai pelatih pertama yang juara Piala Champions di dua klub berbeda liga domestik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Happel sekaligus juga salah satu pelatih pertama yang bisa juara liga di 4 negara Eropa yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/25\/hikayat-roberto-baggio-dan-21-pelatihnya-bagian-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hikayat Roberto Baggio dan 21 Pelatihnya (Bagian 2)<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/26\/rb-leipzig-klub-kecil-mimpi-besar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">RB Leipzig, Klub Kecil dengan Mimpi Besar<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/21\/casillas-sebuah-nama-sebuah-cerita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Iker Casillas: Sebuah Nama, Sebuah Cerita<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><em><strong>*Penulis merupakan seorang penikmat berita sepak bola dari medium dalam jaringan. Bisa disapa di akun twitter\u00a0<a href=\"https:\/\/twitter.com\/hilmi_masdar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@hilmi_masdar<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<p><em>Odion Ighalo pertama kali bermain di Liga Inggris pada 2014 saat dia bergabung dengan Watford dari Udinese. Mari melihat kembali ke tahun 2016 saat penyerang yang saat ini memperkuat Manchester United menceritakan perjalanannya ke sepak bola Inggris.<\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJtc3NIQ0p1eCIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ernst Happel merupakan salah satu pelatih dengan catatan yang unik. Ia termasuk sering melaju ke final turnamen antarklub Eropa. Baik itu Piala Champions dan Piala UEFA. Ia juga pernah membawa klub-klub yang ditanganinya menjadi juara liga. Tercatat pula ia pernah menjadi juara di 4 kompetisi domestik di 4 negara Eropa yang berbeda Selain itu, Happel juga pernah yang menangani tim nasional Belanda pada Piala Dunia 1978, dan tim nasional kelahirannya yaitu Austria juga dibesut di akhir karier kepelatihannya. Pria asal Austria ini lebih dikenang saat menjadi pelatih. Padahal semasa bermain Happel pun penampilannya juga baik. Bersama Rapid Wina, Happel 6 kali menjadi juara Liga Austria dan sekali juara Piala Austria. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Tiga Babak Kepelatihan Ernst Happel&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":46979,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[3350,4136,152,569,122,598],"class_list":["post-46977","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-austria","tag-ernst-happel","tag-jerman","tag-pelatih","tag-slider","tag-suara-pembaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tiga Babak Kepelatihan Ernst Happel | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ernst Happel merupakan salah satu pelatih dengan catatan yang unik. Ia termasuk sering melaju ke final turnamen antarklub Eropa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tiga Babak Kepelatihan Ernst Happel | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ernst Happel merupakan salah satu pelatih dengan catatan yang unik. Ia termasuk sering melaju ke final turnamen antarklub Eropa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-22T16:02:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-72015864.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/22\\\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/22\\\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Tiga Babak Kepelatihan Ernst Happel\",\"datePublished\":\"2020-04-22T16:02:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/22\\\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\\\/\"},\"wordCount\":1387,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/22\\\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/04\\\/GettyImages-72015864.jpg\",\"keywords\":[\"Austria\",\"Ernst Happel\",\"Jerman\",\"Pelatih\",\"Slider\",\"Suara Pembaca\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/22\\\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/22\\\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\\\/\",\"name\":\"Tiga Babak Kepelatihan Ernst Happel | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/22\\\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/22\\\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/04\\\/GettyImages-72015864.jpg\",\"datePublished\":\"2020-04-22T16:02:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Ernst Happel merupakan salah satu pelatih dengan catatan yang unik. Ia termasuk sering melaju ke final turnamen antarklub Eropa.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/22\\\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/22\\\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/04\\\/GettyImages-72015864.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/04\\\/GettyImages-72015864.jpg\",\"width\":1024,\"height\":768},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tiga Babak Kepelatihan Ernst Happel | Football Tribe Indonesia","description":"Ernst Happel merupakan salah satu pelatih dengan catatan yang unik. Ia termasuk sering melaju ke final turnamen antarklub Eropa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tiga Babak Kepelatihan Ernst Happel | Football Tribe Indonesia","og_description":"Ernst Happel merupakan salah satu pelatih dengan catatan yang unik. Ia termasuk sering melaju ke final turnamen antarklub Eropa.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-04-22T16:02:06+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":768,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-72015864.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Tiga Babak Kepelatihan Ernst Happel","datePublished":"2020-04-22T16:02:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/"},"wordCount":1387,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-72015864.jpg","keywords":["Austria","Ernst Happel","Jerman","Pelatih","Slider","Suara Pembaca"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/","name":"Tiga Babak Kepelatihan Ernst Happel | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-72015864.jpg","datePublished":"2020-04-22T16:02:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Ernst Happel merupakan salah satu pelatih dengan catatan yang unik. Ia termasuk sering melaju ke final turnamen antarklub Eropa.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/22\/tiga-babak-kepelatihan-ernst-happel\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-72015864.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-72015864.jpg","width":1024,"height":768},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46977"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46980,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46977\/revisions\/46980"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}