{"id":46968,"date":"2020-04-16T11:07:42","date_gmt":"2020-04-16T04:07:42","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=46968"},"modified":"2020-04-16T11:07:42","modified_gmt":"2020-04-16T04:07:42","slug":"5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/","title":{"rendered":"5 Final Timnas Indonesia di Piala AFF dan Deja Vu yang Menyebalkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari 12 edisi <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/piala-aff\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Piala AFF<\/strong><\/a> yang pernah diselenggarakan, Indonesia sukses melaju ke final di 5 edisi. Tiga final pertama terjadi secara beruntun tahun 2000, 2002 dan 2004\/2005.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan lain, pada dua final pertama yang diikuti tahun 2000 dan 2002, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/timnas-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>timnas Indonesia<\/strong><\/a> melaju saat partai final masih memakai sistem pertandingan tunggal di negara tuan rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian pada 3 final terakhir yang diikuti tahun 2004\/2005, 2010, dan 2016, Indonesia masuk ke final dengan format kandang dan tandang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, 5 kekalahan pada final Piala AFF tersebut diiringi<\/span> <em>deja vu <\/em><span style=\"font-weight: 400;\">yang kebanyakan agak menyebalkan sepanjang dan antara turnamen berlangsung.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/22\/shin-tae-yong-akrab-usia-muda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Shin Tae-yong Akrab dengan Timnas Usia Muda, tapi\u2026<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Final tahun 2000<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dua edisi pertama Piala AFF tahun 1996 dan 1998, Indonesia hanya sanggup sampai ke semi-final, dan baru pertama kalinya Indonesia berhasil melaju ke final tahun 2000 ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Turnamen ini berlangsung di Thailand. Partai final mempertemukan Indonesia melawan tuan rumah. Sebelumnya Indonesia telah bertemu Thailand di babak grup karena menempati satu grup yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu Indonesia dan Thailand sama-sama lolos dari babak grup terus melaju hingga kembali bertemu pada partai final, dan yang terjadi pada final tersebut adalah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">deja vu<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> pada pertandingan sebelumnya di babak grup.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/08\/epatu-bola-pertama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bepe, Supriadi, dan Sepatu Bola Pertamanya<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia, yang sebelumnya telah tumbang oleh Thailand dengan skor 1-4 pada babak grup, kembali tumbang kedua kalinya. Skornya pun skor identik 1-4.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gendut Doni Christiawan bersama Worrawoot Srimaka menjadi pencetak gol terbanyak bersama dengan torehan 5 gol. Secara kebetulan, kelima gol Worrawoot bersarang hanya di gawang Indonesia, lewat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada babak grup dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hat-trick<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di final.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di turnamen ini juga terjadi pergantian pelatih Indonesia dari Nandar Iskandar ke asistennya Dananjaya, setelah kekalahan Indonesia pada babak grup atas Thailand. Nandar Iskandar-Dananjaya menjadi satu-satunya pelatih lokal yang bisa membawa Indonesia masuk ke Piala AFF.<\/span><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Final tahun 2002<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Piala AFF tahun 2002 berlangsung untuk pertama kalinya dengan 2 negara yaitu Singapura dan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Turnamen ini juga yang terakhir tidak memakai babak kualifikasi menuju babak utama grup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Partai final kemudian dilakukan di Indonesia. Final tersebut mengulang partai puncak tahun 2000, yang mempertemukan Indonesia dengan Thailand.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga babak perpanjangan waktu habis, Indonesia menahan Thailand dengan skor 2-2. Pertandingan pun dilanjutkan dengan adu penalti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama adu penalti pada final tersebut menjadi <em>deja vu<\/em><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> atas final SEA Games 1997, ketika SEA Games masih diikuti tim senior. Di tempat dengan lawan dan skor adu penalti yang sama, Indonesia takluk 2-4 dari Thailand.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/18\/rekor-rekor-bambang-pamungkas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rekor-rekor Bambang Pamungkas Sepanjang Kariernya<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir sama dengan final SEA Games 1997, dua penendang penalti Indonesia juga gagal menyarangkan bola dalam adu penalti tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bambang Pamungkas menjadi top skor turnamen dengan 8 gol dan tandemnya, Zainal Arif menjadi menjadi terbanyak kedua bersama L\u00ea Hu\u1ef3nh \u0110\u1ee9c dengan 6 gol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ivan Kolev mengawali tren pelatih asing timnas Indonesia di Piala AFF. Setelahnya belum ada lagi pelatih lokal yang sanggup membawa Indonesia melaju ke Piala AFF, meski beberapa kali dipercaya melatih.<\/span><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Final tahun 2004\/2005<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Piala AFF tahun 2004\/2005 memakai format baru. Pertama kali pula diadakan babak kualifikasi untuk dua posisi di babak grup, menemani 6 negara yang lolos otomatis ke babak utama grup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertandingan sejak semi-final dan final dilakukan dengan format kandang dan tandang. Untuk babak grup berlangsung tetap berlangsung di dua negara, Vietnam dan Malaysia pada akhir tahun 2004. Kemudian babak semi-final dan final dilakukan awal tahun 2005.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara beruntun, Indonesia 3 kali masuk ke final Piala AFF. Kali ini Indonesia bertanding melawan Singapura, yang dibela beberapa pemain naturalisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya Indonesia kalah 2 kali di kedua final tersebut dengan skor 1-3 dan 1-2 (kalah agregat 2-5). Kekalahan yang diwarnai insiden Boaz Solossa mengalami cedera parah parah di pertemuan pertama laga final.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/10\/indonesia-masih-ke-dua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Indonesia Masih Jadi yang ke-Dua di Asia Tenggara<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di akhir turnamen Ilham Jaya Kesuma menjadi pencetak gol terbanyak dengan 7 gol. Kemudian Kurniawan Dwi Yulianto dan Elie Aiboy juga turut mendapat lampur sorot atas penampilannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Deja vu<\/em> turnamen ini terjadi di top skor turnamen yang diisi pemain dari negara sama yang juga kalah di 2 kali final Piala AFF edisi sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peter White, pelatih yang sebelumnya membawa Thailand mengalahkan Indonesia di 2 kali final Piala AFF, menjadi pelatih Indonesia. Ia sekaligus menjadi pelatih pertama yang pernah masuk ke 3 final Piala AFF.<\/span><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Final tahun 2010<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Turnamen kali ini tak memiliki banyak perbedaan format dengan edisi 2004\/2005. Pembeda hanya berupa ditiadakan perebutan peringkat ketiga telah berlangsung sejak Piala AFF edisi 2007.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia kembali masuk ke final setelah absen pada edisi 2007 dan 2008, <em>deja vu <\/em><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seperti sebelum Piala AFF tahun 2000 namun hanya sekali semi-final pada edisi 2008.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya saja kali ini, Malaysia menjadi lawan pada partai puncak Piala AFF tahun 2010. Indonesia telah bertemu dan mengalahkan Malaysia dengan skor 5-1 di babak grup. Namun keadaan berbalik di 2 kali penyelenggaraan partai final.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertemuan pertama yang berlangsung di Malaysia, Malaysia mengalahkan Indonesia 3-0. Lalu pada pertemuan kedua, Indonesia yang berganti menang 2-1 atas Malaysia.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/10\/evan-dimas-selalu-cetak-gol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tiga Edisi Beruntun, Evan Dimas Selalu Cetak Gol di SEA Games<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya secara agregat, Malaysia unggul 4-2 dari Indonesia sehingga menjadi juara Piala AFF. Firman Utina menjadi pemain terbaik sepanjang turnamen Piala AFF.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu untuk pertama kali juga pada turnamen ini, Indonesia menggunakan pemain naturalisasi, Cristian Gonzales dan pemain Indonesia dengan latar belakang sejak muda di Eropa, Irfan Bachdim. Sementara Muhammad Ridwan, Arif Suyono, dan Bambang Pamungkas turut pula memberi andil dalam permainan tim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alfred Riedl yang sebelumnya pernah membawa Vietnam masuk final Piala AFF edisi 1998, diangkat menjadi pelatih Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Final tahun 2016<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seakan deja vu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Piala AFF tahun 2000 dan 2010, Indonesia ke final Piala AFF tahun 2016 setelah absen di final pada 2 edisi beruntun. Bahkan lebih parah karena Indonesia tak lolos ke semi-final pada edisi 2012 dan 2014 tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Myanmar dan Filipina yang kali ini bertindak sebagai tuan rumah babak grup. Final Piala AFF tahun 2016 mempertemukan kembali Indonesia dengan Thailand.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertemuan pertama berlangsung di Indonesia dengan kemenangan untuk tuan rumah atas Thailand dengan skor 2-1. Pada pertemuan kedua, ganti tuan rumah Thailand yang mengalahkan Indonesia dengan skor 2-0.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Deja vu<\/em> final tahun 2010 berlanjut, Indonesia gagal juara Piala AFF karena kalah secara agregat skor 2-3 dari Thailand.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/29\/kisah-heroik-indonesia-sea-games\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kisah-kisah Heroik Timnas Indonesia Sepanjang SEA Games<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, 3 dari 5 kekalahan Indonesia di final Piala AFF terjadi atas Thailand. Kapten tim Indonesia Boaz Solossa, Kurnia Meiga, Rizky Pora dan Stefano Lilipaly, pemain naturalisasi dengan latar belakang Eropa, masuk ke tim terbaik Piala AFF tahun 2016.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teerasil Dangda menjadi top skor turnamen dengan 6 gol. Menyusul di urutan kedua, Sarawut Masuk, Siroch Chatthong dan Boaz Solossa dengan sama-sama mencetak 3 gol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><i>Deja vu <\/i>pelatih dalam diri Alfred Riedl. Ia untuk ketiga kalinya menjadi pelatih Indonesia pada turnamen Piala AFF setelah edisi 2010 dan 2014. Ia juga menjadi salah satu pelatih yang 3 kali masuk final Piala AFF dan sayangnya kalah di 3 kesempatan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/20\/awayday-yang-istimewa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ke Malaysia, Away Day yang Istimewa<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/18\/suporter-jalankan-saja-tugas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Suporter, Jalankan Saja Tugas Kalian!<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/08\/aksi-boikot-suporter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aksi Boikot Suporter: Perlu atau Tidak?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><em><strong>*Penulis merupakan seorang penikmat berita sepak bola dari medium dalam jaringan. Bisa disapa di akun twitter\u00a0<a href=\"https:\/\/twitter.com\/hilmi_masdar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@hilmi_masdar<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<p><em>Lautaro Mart\u00ednez bikin hari Simone Serafino menjadi indah saat laga Inter melawan Parma pada Februari 2019. Meminta jersey pemain Argentina tersebut saat sedang pemanasan, penggemar super itu memprediksi bahwa penyerang Nerazzurri itu bakal cetak gol. Martinez melakukan hal tersebut setelah masuk dari bangku cadangan untuk mencetak gol kemenangan dan menghadiahkan Simone dengan jersey-nya.<\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJtUnp2OGF3eiIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari 12 edisi Piala AFF yang pernah diselenggarakan, Indonesia sukses melaju ke final di 5 edisi. Tiga final pertama terjadi secara beruntun tahun 2000, 2002 dan 2004\/2005. Catatan lain, pada dua final pertama yang diikuti tahun 2000 dan 2002, timnas Indonesia melaju saat partai final masih memakai sistem pertandingan tunggal di negara tuan rumah. Kemudian pada 3 final terakhir yang diikuti tahun 2004\/2005, 2010, dan 2016, Indonesia masuk ke final dengan format kandang dan tandang. Uniknya, 5 kekalahan pada final Piala AFF tersebut diiringi deja vu yang kebanyakan agak menyebalkan sepanjang dan antara turnamen berlangsung.<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":40776,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[752,123,172,122,598,299],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Final Timnas Indonesia di Piala AFF dan Deja Vu yang Menyebalkan | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dari 12 edisi Piala AFF yang pernah diselenggarakan, Indonesia sukses melaju ke final di 5 edisi. Tiga final pertama terjadi secara beruntun tahun 2000\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Final Timnas Indonesia di Piala AFF dan Deja Vu yang Menyebalkan | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dari 12 edisi Piala AFF yang pernah diselenggarakan, Indonesia sukses melaju ke final di 5 edisi. Tiga final pertama terjadi secara beruntun tahun 2000\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-16T04:07:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/12\/AFF-Cup-2018.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"393\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/\",\"name\":\"5 Final Timnas Indonesia di Piala AFF dan Deja Vu yang Menyebalkan | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/12\/AFF-Cup-2018.jpg\",\"datePublished\":\"2020-04-16T04:07:42+00:00\",\"dateModified\":\"2020-04-16T04:07:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Dari 12 edisi Piala AFF yang pernah diselenggarakan, Indonesia sukses melaju ke final di 5 edisi. Tiga final pertama terjadi secara beruntun tahun 2000\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/12\/AFF-Cup-2018.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/12\/AFF-Cup-2018.jpg\",\"width\":700,\"height\":393},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Final Timnas Indonesia di Piala AFF dan Deja Vu yang Menyebalkan | Football Tribe Indonesia","description":"Dari 12 edisi Piala AFF yang pernah diselenggarakan, Indonesia sukses melaju ke final di 5 edisi. Tiga final pertama terjadi secara beruntun tahun 2000","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Final Timnas Indonesia di Piala AFF dan Deja Vu yang Menyebalkan | Football Tribe Indonesia","og_description":"Dari 12 edisi Piala AFF yang pernah diselenggarakan, Indonesia sukses melaju ke final di 5 edisi. Tiga final pertama terjadi secara beruntun tahun 2000","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-04-16T04:07:42+00:00","og_image":[{"width":700,"height":393,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/12\/AFF-Cup-2018.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/","name":"5 Final Timnas Indonesia di Piala AFF dan Deja Vu yang Menyebalkan | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/12\/AFF-Cup-2018.jpg","datePublished":"2020-04-16T04:07:42+00:00","dateModified":"2020-04-16T04:07:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Dari 12 edisi Piala AFF yang pernah diselenggarakan, Indonesia sukses melaju ke final di 5 edisi. Tiga final pertama terjadi secara beruntun tahun 2000","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/16\/5-final-timnas-indonesia-di-piala-aff-dan-deja-vu-yang-menyebalkan\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/12\/AFF-Cup-2018.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/12\/AFF-Cup-2018.jpg","width":700,"height":393},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46968"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46968"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46968\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46970,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46968\/revisions\/46970"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}