{"id":46950,"date":"2020-04-14T13:36:58","date_gmt":"2020-04-14T06:36:58","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=46950"},"modified":"2020-12-24T13:28:43","modified_gmt":"2020-12-24T06:28:43","slug":"mengenang-radomir-antic","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/","title":{"rendered":"Mengenang Radomir Antic dan Tiga Raksasa LaLiga"},"content":{"rendered":"<p>Publik mungkin jarang mendengar namanya, padahal mantan bek internasional Yugoslavia ini punya rekam jejak yang unik di dunia sepak bola. Radomir Antic yang tutup usia pada 6 April 2020 lalu adalah satu-satunya pelatih yang pernah menangani tiga raksasa LaLiga: Real Madrid, Atletico Madrid, dan Barcelona dalam <em>curriculum vitae<\/em>-nya.<\/p>\n<p>Pria asal Serbia ini memang hanya bermain selama dua musim di LaLiga bersama Real Zaragoza, namun sosok berusia 71 tahun yang meninggal dalam perjuangan melawan pankreatitis ini menjadi sosok yang dikagumi banyak kalangan di Negeri Matador tersebut selama tiga dekade karier kepelatihannya.<\/p>\n<p>Mengawali karier di tim lokal Sloboda Uzice, Radomir Antic pernah membela dua klub raksasa Partizan Belgrade (Serbia) dan Fenerbahce (Turki) sebelum bergabung dengan <i>Los Ma\u00f1os <\/i>di musim 1978\/79. Sebagai seorang bek raihan tujuh gol dalam 58 laga bersama Zaragoza terbilang cukup fantasis. Dua tahun setelah berkarier di Spanyol ia hijrah ke Inggris dan membela Luton Town sebelum pensiun di akhir musim 1983\/1984.<\/p>\n<p>Bersama <em>The Hatters <\/em>Antic berhasil memboyong gelar Divisi Dua Liga Inggris di musim 1981\/82, ia bahkan berhasil menyelamatkan klub dari ancaman degradasi di musim 1982\/83 dengan mencetak gol tandang tunggal di partai terakhir melawan Manchester City.<\/p>\n<p>Karier kepelatihan Radomir Antic lah yang membuatnya dicintai seantero Spanyol. Di akhir hayatnya pun Antic memilih tinggal di Madrid ketimbang kembali ke Serbia yang sudah merdeka sejak runtuhnya Republik Federal Sosialis Yugoslavia. Tak hanya tiga rakasasa LaLiga yang pernah dibesutnya, total ada enam klub asal Spanyol yang ditangani pria yang hanya pernah sekali membela timnas Yugoslavia di ajang internasional tersebut.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/31\/jika-yugoslavia-masih-ada\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seandainya Yugoslavia masih ada\u2026<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p>Selain Real Madrid, Atletico Madrid, dan juga Barcelona pelatih yang akrab disapa Raddy ini juga pernah menangani Real Zaragoza, Real Oviedo dan Celta Vigo. Selain itu timnas Serbia dan dua klub asal Tiongkok, Shandong Luneng dan Hebei Zhongji (kini Hebei China Fortune), juga pernah merasakan tangan dinginnya.<\/p>\n<p>Total sudah 409 pertandingan yang ia jalani di kompetisi kasta tertinggi Spanyol tersebut dan nama Radomir Antic masuk ke dalam jajaran pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak di LaLiga hingga saat ini. Ia berhasil menggondol satu gelar LaLiga dan Copa del Rey bersama Atletico Madrid di musim 1995\/96.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Kembali ke La Romareda, Awal Karier Kepelatihan Raddy<\/strong><\/p>\n<p>Sebelum pensiun sebagai pemain Radomic Antic telah memikirkan matang-matang langkahnya setelah gantung sepatu. Ketika masih berseragam Luton Town ia menyempatkan diri untuk menyelesaikan pendidikan kepelatihan di Vi\u0161a trenerska \u0161kola di Belgrade. Ia bahkan tak segan menyebut mantan manajernya di Luton, David Pleat, sebagai salah satu idola dan kerap mengadopsi taktik dan gaya bermainnya.<\/p>\n<p>Usai gantung sepatu Antic pun kembali ke Partizan sebagai asisten manajer selama dua musim sejak 1985\/86. Di bawah kepemimpinan pelatih Nenad Bjekovic <em>Crno-beli <\/em>berhasil memenangkan gelar Liga Serbia 1985\/86 dan 1986\/87. Sayang ketika hendak menjalani musim ketiganya bersama Partizan Antic berselisih paham dengan pelatih baru, Fahrudin Jusufi, sehingga ia dimutasi menjadi pelatih tim U-16 Partizan.<\/p>\n<p>Di awal musim 1988\/1989 berkat saran senior sekaligus mantan pelatih Antic, Vujadin Boskov, Real Zaragoza mendatangkannya sebagai pelatih kepala. Boskov sendiri pernah menangani Zaragoza, Real Madrid, dan juga Sporting Gijon selama periode tahun 80-an. Antic sendiri berhasil membawa <i>Los Ma\u00f1os <\/i>duduk di sepuluh besar LaLiga dalam dua musim berturut-turut.<\/p>\n<p>Menariknya skuad Real Zaragoza saat itu diisi beberapa nama pemain bintang. Mulai dari duo produk akademi Real Madrid, gelandang Juan Se\u00f1or and penyerang Miguel Pardeza, hingga kiper nyentrik Jos\u00e9 Luis Chilavert yang didatangkan dari klub top Argentina, San Lorenzo.<\/p>\n<p>Karir kepelatihannya bersama Real Zaragoza cukup impresif, sehingga membuat Real Madrid mengontraknya di akhir musim 1990\/91 menggantikan legenda klub \u00a0Alfredo Di St\u00e9fano. Di musim 1991\/92 Antic melaluinya dengan cukup baik, namun meski berhasil membawa <em>Los Blancos<\/em> memuncaki klasemen selama setengah musim. Namun, ia dilepas oleh Real Madrid, yang di akhir musim gagal menjadi juara.<\/p>\n<p>Reputasi Antic semakin bagus, setelah melakukan pekerjaan yang baik bersama Real Madrid, ia segera dikontrak oleh Real Oviedo dan berhasil membawa mereka lolos dari jerat degradasi, yang dianggap sebagai pencapaian luar biasa. Menariknya <em>Los Azules\u00a0<\/em>merupakan tim yang dihadapi Antic saat debutnya kala membesut Real Madrid pada 24 Maret 1991 dalam laga yang berakhir seri 1-1 meski Oviedo bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-68.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/01\/ode-real-oviedo-bukan-klub-biasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ode Real Oviedo: (Bukan) Klub Sepak Bola Biasa<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p>Antic sendiri melatih Real Oviedo hingga akhir musim 1994\/95 sebelum kembali ke kota Madrid. Namun kepindahannya kali ini bukan ke stadion Santiago Bernab\u00e9u melainkan ke stadion Vicente Calderon yang sudah menjadi puing-puing sejak 2019 lalu.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Menemukan rumah di Vicente Calderon<\/strong><\/p>\n<p>Atl\u00e9ti memang telah memenangi 10 gelar LaLiga dan 10 gelar Copa del Rey, tetapi hanya bersama Antic mereka berhasil menjuarai kedua gelar tersebut dalam musim yang sama. Dan stadion Vicente Calderon menjadi saksi bisu kehebatan pria Serbia tersebut menangani <em>Los Colchoneros<\/em>, terlebih Radomir Antic melakukannya dalam tiga periode berbeda dari 1995-2000.<\/p>\n<p>Sejatinya sebelum memutuskan merapat ke Vicente Calderon Antic sempat melakukan negosiasi dengan Valencia. Namun gerak cepat presiden Atletico Madrid, Jes\u00fas Gil, berhasil mendatangkan pelatih asal Serbia tersebut bersama beberapa talenta muda seperti Jos\u00e9 Luis Caminero, Kiko Narv\u00e1ez and Diego Simeone, yang membuat mereka tak terhentikan di dua kompetisi nasional.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/23\/akhir-masa-stadion-vicente-calderon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dan Lampu Stadion Pun Padam di Stadion Vicente Calderon<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p>Antic memulai masa indah bersama Atletico dengan meraih empat kemenangan beruntut di LaLiga musim 1995\/96. Hanya butuh satu setengah bulan untuk mendapatkan trofi pertamanya, Atletico Madrid dan Antic berhasil menaklukan Barcelona yang saat itu dibesut Johan Cruyff\u00a0 di final Copa del Rey yang dilangsungkan di Zaragoza.<\/p>\n<p>Menutup musim dengan gelar LaLiga perjalanan romantis Radomir Antic dengan Atl\u00e9ti (jilid pertama) berlanjut hingga akhir musim 1997\/98. Pasalnya Jes\u00fas Gil yang menjadi malaikat penolong karier Antic di Vicente Calderon memalingkan mukanya pada pelatih asal Serbia tersebut usai Atletico ditundukkan Lazio di semi-final Piala UEFA 1997\/98. Gil berdalih akan mendatangkan pelatih baru untuk musim berikutnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Singkat cerita stadion Vicente Calderon menemukan tuan rumah baru dalam diri Arrigo Sacchi. Sayang Sacchi tak mampu bertahan lama di Atletico dan digantikan <em>caretaker<\/em> Carlos S\u00e1nchez Aguiar setelah 22 pertandingan saja. Namun bak menjilat ludah sendiri Gil pun kembali memanggil Antic untuk menangani tim sejak <em>jornada 28<\/em> hingga akhir musim.<\/p>\n<p>Sayangnya di akhir musim 1998\/99 Antic kembali digantikan oleh pria Italia lainnya, Claudio Ranieri, yang bersama Valencia mengalahkan Atletico di final Copa del Rey 1999. Meski tak butuh waktu lama bagi Antic kembali ke rumahnya, Vicente Calderon, usai Ranieri mengikuti jejak Sacchi yang ditendang di pertengahan musim.<\/p>\n<p>Sayang cerita Antic bersama Atletico berakhir sedikit tragis, ia meninggalkan tim yang saat itu harus terdegradasi secara matematis meski LaLiga masih menyisakan satu laga lagi. <em>Los Colchoneros\u00a0<\/em>di laga pamungkas LaLiga akhirnya dipimpin oleh Fernando Zambrano yang juga gagal memberikan trofi penghibur lara usai ditaklukan Espanyol 1-2 di final Copa del Rey 2000.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Kembali ke Real Oviedo di musim panas 2000 ia harus kembali melihat tim yang ditanganinya meluncur jatuh ke jurang degradasi. Dipecat pada 6 Juli 2001 ini menjadi degradasi pertama klub sejak 13 tahun terakhir. Bagi Radomir Antic sendiri itu juga menjadi degradasi keduanya secara berturut-turut.<\/p>\n<p>Sempat cuti dari pinggir lapangan, di akhir Januari 2003 Antic bergabung dengan Barcelona yang kala itu baru saja memecat Louis van Gaal. Dia berhasil membawa <em>Blaugrana<\/em> yang saat itu hanya mendapat 23 poin dari 20 pertandingan dan duduk di posisi ke-15 menuju posisi keenam di akhir musim.<\/p>\n<p>Sayang Antic harus kehilangan jabatannya di akhir musim dan digantikan pelatih Belanda lainnya, Frank Rijkaard, di musim 2003\/2004. Sebenarnya Antic bisa saja kembali menukangi Barcelona sayang pergantian presiden klub dari Joan Gaspart ke Joan Laporta tak menguntungkannya. Padahal Antic saat itu menjadi pelatih yang pertama kali menurunkan Victor Valdes dan Andres Iniesta di tim utama.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/26\/andres-iniesta-dan-bangkitnya-j-league\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Andres Iniesta dan Bangkitnya Popularitas J.League di Mata Dunia<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p>Antic menutup karier di Negeri Matador bersama Celta Vigo, datang di akhir Januari 2004 ia hanya memainkan sembilan pertandingan LaLiga sebelum akhirnya memilih untuk cuti lebih lama sebelum turun gunung di 2008 menangani timnas Serbia hingga mengantar <em>\u041erlovi\u00a0<\/em>menuju Piala Dunia Afsel 2010.<\/p>\n<p>Antic juga meninggalkan warisan luar biasa bagi dunia sepak bola, yakni melahirkan pelatih-pelatih luar biasa. Diego Simeone, Luis Enrique, Frank de Boer, Eduardo Berizzo, Michel, dan Phillip Cocu adalah beberapa nama pelatih yang pernah dilatih oleh Antic semasa bermain. Pengalaman yang mereka dapatkan ketika dilatih Antic pun sedikit banyak mungkin dipakai ketika menjalani karier kepelatihannya.<\/p>\n<p>Pencapaian terbaik Antic yaitu ia selalu dicintai kemana pun ia pergi. la melatih tim di semua penjuru Spanyol dan berhasil menjadi sosok yang dihormati oleh semua klub tersebut. Paco Buyo, salah satu mantan anak didiknya, mengeluarkan pernyataan beberapa jam setelah Antic meninggal: <em>&#8220;Ketika Anda meninggalkan warisan seperti ini, tak heran apabila semua orang di Atl\u00e9tico Madrid, Barcelona, dan Real Madrid memiliki kenangan indah tentang Anda.&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Selamat jalan, Radomir Antic.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Publik mungkin jarang mendengar namanya, padahal mantan bek internasional Yugoslavia ini punya rekam jejak yang unik di dunia sepak bola. Radomir Antic yang tutup usia pada 6 April 2020 lalu adalah satu-satunya pelatih yang pernah menangani tiga raksasa LaLiga: Real Madrid, Atletico Madrid, dan Barcelona dalam curriculum vitae-nya. Pria asal Serbia ini memang hanya bermain selama dua musim di LaLiga bersama Real Zaragoza, namun sosok berusia 71 tahun yang meninggal dalam perjuangan melawan pankreatitis ini menjadi sosok yang dikagumi banyak kalangan di Negeri Matador tersebut selama tiga dekade karier kepelatihannya. Mengawali karier di tim lokal Sloboda Uzice, Radomir Antic pernah membela dua klub raksasa Partizan Belgrade (Serbia) dan Fenerbahce (Turki) &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mengenang Radomir Antic dan Tiga Raksasa LaLiga&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":48831,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3003],"tags":[181,180,3849,4134,179,480,2706],"class_list":["post-46950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita","tag-atletico-madrid","tag-barcelona","tag-laliga","tag-radomir-antic","tag-real-madrid","tag-serbia","tag-yugoslavia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenang Radomir Antic dan Tiga Raksasa LaLiga | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Publik mungkin jarang mendengar namanya, padahal mantan bek internasional Yugoslavia ini punya rekam jejak yang unik di dunia sepak bola. Radomir Antic\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenang Radomir Antic dan Tiga Raksasa LaLiga | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Publik mungkin jarang mendengar namanya, padahal mantan bek internasional Yugoslavia ini punya rekam jejak yang unik di dunia sepak bola. Radomir Antic\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-14T06:36:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-12-24T06:28:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-102034967.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"719\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/14\\\/mengenang-radomir-antic\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/14\\\/mengenang-radomir-antic\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Mengenang Radomir Antic dan Tiga Raksasa LaLiga\",\"datePublished\":\"2020-04-14T06:36:58+00:00\",\"dateModified\":\"2020-12-24T06:28:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/14\\\/mengenang-radomir-antic\\\/\"},\"wordCount\":1396,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/14\\\/mengenang-radomir-antic\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/04\\\/GettyImages-102034967.jpg\",\"keywords\":[\"Atletico Madrid\",\"Barcelona\",\"LaLiga\",\"Radomir Antic\",\"Real Madrid\",\"Serbia\",\"Yugoslavia\"],\"articleSection\":[\"Cerita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/14\\\/mengenang-radomir-antic\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/14\\\/mengenang-radomir-antic\\\/\",\"name\":\"Mengenang Radomir Antic dan Tiga Raksasa LaLiga | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/14\\\/mengenang-radomir-antic\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/14\\\/mengenang-radomir-antic\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/04\\\/GettyImages-102034967.jpg\",\"datePublished\":\"2020-04-14T06:36:58+00:00\",\"dateModified\":\"2020-12-24T06:28:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Publik mungkin jarang mendengar namanya, padahal mantan bek internasional Yugoslavia ini punya rekam jejak yang unik di dunia sepak bola. Radomir Antic\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/14\\\/mengenang-radomir-antic\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/04\\\/14\\\/mengenang-radomir-antic\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/04\\\/GettyImages-102034967.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2020\\\/04\\\/GettyImages-102034967.jpg\",\"width\":1024,\"height\":719},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenang Radomir Antic dan Tiga Raksasa LaLiga | Football Tribe Indonesia","description":"Publik mungkin jarang mendengar namanya, padahal mantan bek internasional Yugoslavia ini punya rekam jejak yang unik di dunia sepak bola. Radomir Antic","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenang Radomir Antic dan Tiga Raksasa LaLiga | Football Tribe Indonesia","og_description":"Publik mungkin jarang mendengar namanya, padahal mantan bek internasional Yugoslavia ini punya rekam jejak yang unik di dunia sepak bola. Radomir Antic","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-04-14T06:36:58+00:00","article_modified_time":"2020-12-24T06:28:43+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":719,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-102034967.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Mengenang Radomir Antic dan Tiga Raksasa LaLiga","datePublished":"2020-04-14T06:36:58+00:00","dateModified":"2020-12-24T06:28:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/"},"wordCount":1396,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-102034967.jpg","keywords":["Atletico Madrid","Barcelona","LaLiga","Radomir Antic","Real Madrid","Serbia","Yugoslavia"],"articleSection":["Cerita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/","name":"Mengenang Radomir Antic dan Tiga Raksasa LaLiga | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-102034967.jpg","datePublished":"2020-04-14T06:36:58+00:00","dateModified":"2020-12-24T06:28:43+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Publik mungkin jarang mendengar namanya, padahal mantan bek internasional Yugoslavia ini punya rekam jejak yang unik di dunia sepak bola. Radomir Antic","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/14\/mengenang-radomir-antic\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-102034967.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-102034967.jpg","width":1024,"height":719},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46950"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48832,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46950\/revisions\/48832"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}