{"id":46938,"date":"2020-04-09T19:00:29","date_gmt":"2020-04-09T12:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=46938"},"modified":"2020-04-09T19:00:29","modified_gmt":"2020-04-09T12:00:29","slug":"mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/","title":{"rendered":"Mengenang White Hart Lane dari Ingatan Arsenal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">White Hart Lane adalah bekas markas milik <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/tottenham-hotspur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Tottenham Hotspur<\/strong><\/a>. Stadion ini menjadi saksi perjalanan klub sejak 1899.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Selama lebih dari satu abad, tercatat 2.533 pertandingan kompetitif telah dimainkan Spurs di sana. Banyaknya jumlah pertandingan tersebut tentu saja meninggalkan berbagai kenangan yang membuat White Hart Lane punya arti dan tempat tersendiri di hati mereka, yang merasa terasosiasi dengan klub ini. Tidak terkecuali bagi sang musuh utama, Arsenal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, sebagai rival dari wilayah yang sama, London Utara, Arsenal juga punya memori indah di stadion ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan sekadar dalam bentuk kemenangan, tapi hasil yang jauh lebih spesial dari itu. Di White Hart Lane, tidak hanya satu, tapi dua kali Arsenal berhasil meraih gelar juara.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">9 Kisah The Invincible di Sepak Bola Eropa<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Momen pertama terjadi di musim 1970\/1971. Di musim ini, Arsenal yang bersaing dengan Leeds United harus memastikan gelar juara hingga pertandingan ke-42 atau terakhir (ketika itu Divisi Utama Liga Inggris diisi oleh 22 tim).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Spurs adalah lawan yang harus dihadapi <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Arsenal<\/strong><\/a> di pertandingan penentuan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu dijelaskan terlebih dahulu, Divisi Utama Liga Inggris ketika itu masih memberlakukan aturan dua poin untuk setiap kemenangan dan rataan gol (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">goal average<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dalam menentukan juara jika dua tim memiliki poin yang sama. Rataan gol adalah hasil dari jumlah mencetak gol dibagi dengan jumlah kebobolan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di akhir musim Leeds mengumpulkan 64 poin dan memiliki rataan gol 2.40 (hasil dari mencetak 72 gol dan 30 kebobolan).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Arsenal yang belum memainkan pertandingan terakhirnya telah mengumpulkan 63 poin dan memiliki rataan gol lebih baik, yaitu 2.41 (hasil dari mencetak 70 gol dan kebobolan 29).<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/25\/madu-racun-arsenal-fan-tv\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Madu dan Racun Arsenal Fan TV<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini membuat Arsenal punya dua opsi untuk menjadi juara: menang atau meraih hasil seri tanpa gol (0-0).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 3 Mei 1971, pertandingan antara Spurs melawan Arsenal pun berlangsung. Hingga menjelang akhir pertandingan skor masih bertahan imbang 0-0. Sampai kemudian di menit ke-88, lewat sundulan Ray Kennedy, Arsenal mencuri keunggulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui hitung-hitungan di atas, para pemain Spurs terus mencoba mencetak gol di waktu tersisa demi menggagalkan peluang Arsenal meraih juara. Mereka juga tentu tidak ingin sang rival berpesta di rumahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, nasib berpihak kepada Arsenal. Kevin Howley yang bertindak sebagai wasit akhirnya meniup peluit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">full time. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Dipimpin oleh sang pelatih, Bertie Mee, para pendukung Arsenal ikut masuk ke lapangan merayakan juara. Ini merupakan gelar pertama tim mereka sejak 1953.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/01\/1-oktober-hari-pertama-wenger\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">1 Oktober 1996: Hari Pertama Arsene Wenger di Arsenal<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai tambahan, di musim ini Arsenal juga berhasil meraih Piala FA saat lima hari berselang mengalahkan Liverpool di Wembley dengan skor 2-1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, raihan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">double winners <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Arsenal di musim ini juga sekaligus mematahkan rekor Spurs sebagai satu-satunya tim Inggris saat itu yang bisa meraih gelar ganda<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di abad 20.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Spurs meraih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">double winners <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di musim 1960\/1961, setelah Preston North End melakukannya di musim 1888\/1889 dan Aston Villa di musim 1896\/1897).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan kecil yang melengkapi kedigdayaan Arsenal atas Tottenham di musim tersebut.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/15\/david-luiz-nyeleneh-dan-penuh-kejutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">David Luiz, Nyeleneh dan Penuh Kejutan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Momen kedua Arsenal berhasil meraih juara di White Hart Lane terjadi di musim 2003\/2004 yang merupakan musim sempurna bagi Arsenal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti kita tahu, di musim itu Arsenal berhasil meraih gelar juara Liga Inggris tanpa sekali pun mengalami kekalahan, dan memastikan gelar juara di White Hart Lane semakin menyempurnakan kesempurnaan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Momen diawali dari kekalahan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/chelsea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Chelsea<\/strong><\/a> atas Newcastle dengan skor 2-1 pada 25 April 2004. Hasil tersebut membuat Chelsea yang merupakan pesaing terdekat Arsenal mengumpulkan 72 poin dengan sisa tiga pertandingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Arsenal telah mengumpulkan 81 poin dan menyisakan lima laga. Oleh karenanya, secara matematis Arsenal hanya membutuhkan satu poin lagi untuk memastikan gelar juara.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/14\/kunci-arsenal-bursa-transfer-musim-panas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tiga Sosok Kunci Arsenal di Bursa Transfer Musim Panas<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di hari yang sama, jadwal mempertemukan Arsenal dengan Tottenham di kandangnya. Mendapat kabar mengenai kekalahan Chelsea (pertandingan Newcastle-Chelsea digelar di waktu <em>kick off<\/em> lebih dulu) membuat Arsenal bisa menentukan skenario idaman versi mereka, memastikan gelar di kandang musuh bebuyutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemungkinan skenario ini juga yang membuat khawatir pihak keamanan akan terjadinya keributan. Oleh karenanya, sebelum pertandingan dimulai mereka meminta kepada pemain Arsenal untuk tidak melakukan selebrasi di akhir pertandingan, jika memang berhasil meraih gelar juara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski awalnya tidak terima, namun para pemain Arsenal akhirnya menyetujui permintaan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertandingan pun dimulai. Arsenal langsung unggul di menit ke-3 lewat gol Patrick Vieira. Robert Pires kemudian menggandakan keunggulan di menit ke-35. Skor 2-0 bertahan di babak pertama.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/01\/bernd-leno-der-retter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bernd Leno Sang \u2018Der Retter\u2019<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di babak kedua, kondisi yang nyaman membuat Arsenal menjadi lengah. Hasilnya, Tottenham pun berhasil menyamakan kedudukan. Pertama lewat tendangan jarak jauh Jamie Redknapp di menit ke-62 dan disusul tendangan penalti Robbie Keane di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">injury time.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gol tersebut disambut meriah pendukung Tottenham. Publik White Hart Lane pun bersorak meriah. Termasuk para pemain Spurs sendiri yang merayakannya dengan cukup gila.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya ingat Taricco (salah satu pemain Spurs) meloncat kegirangan hingga mengalami kram merayakan gol penyeimbang tersebut. Saya kemudian menghampirinya dan bertanya, &#8216;Apa kamu bercanda? Kamu sadar kalau kami hanya butuh satu poin untuk menjadi juara di sini?&#8217; Ia hanya menjawab \u201cYeah\u201d sembari terus berselebrasi,\u201d kenang <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/thierry-henry\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Thierry Henry<\/strong><\/a> mengenai momen tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkah para pemain Spurs dalam merayakan gol penyama kedudukan inilah yang \u201cmemaksa\u201d para pemain Arsenal untuk melanggar kesepakatan di awal.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/04\/pembuktian-unai-emery\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">St. Totteringham\u2019s Day dan Pembuktian Unai Emery<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika peluit akhir pertandingan berbunyi, gantian mereka yang berselebrasi. Tidak seperti Spurs yang merayakan hasil seri, Arsenal tentu saja merayakan keberhasilan mereka mengunci gelar juara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Henry yang kadung emosi karena ulah Taricco tadi memimpin kawan-kawannya menuju tribun di mana para pendukung Arsenal berada. Meski sempat ditahan oleh Jamie Redknapp (kapten Spurs dalam pertandingan tersebut) dan pihak keamanan, tapi para pemain Arsenal tidak lagi mempedulikan permintaan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka berlarian di White Hart Lane layaknya sedang bermain di halaman rumah sendiri. Dengan sebuah piala replika mainan, para pemain Arsenal secara bergantian mengangkatnya ke udara sambil terus bernyanyi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cchampione\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil ini pun resmi menambah koleksi gelar juara Arsenal di White Hart Lane menjadi dua kali. Menyamai total gelar liga yang berhasil diraih <em>The Lilywhotes<\/em> sejak klub tersebut berdiri.<\/span><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, White Hart Lane sudah tidak ada. Stadion ini dirobohkan pada bulan Mei 2017. Di atas tanah bersejarah itu, saat ini berdiri Tottenham Hotspur Stadium sebagai rumah baru Tottenham.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kondisi yang telah berpindah ke stadion baru, pendukung Spurs pun rasanya patut bersyukur memori buruk di rumah lama mungkin bisa sedikit dilupakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekaligus juga berharap semoga ke depannya sang tetangga tidak lagi menodai rumah mereka.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/29\/spurs-racikan-mourinho\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Spurs Racikan Mourinho: Mudah Dibobol, Susah Dikalahkan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/22\/pembelian-terbaik-pochettino\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Pembelian Terbaik Tottenham di Era Mauricio Pochettino<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/03\/tottenham-klub-para-kapten\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tottenham Hotspur, Klub Para Kapten<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>*Penulis adalah seorang pendukung Arsenal, baru saja menyelesaikan studi dari jurusan sejarah Universitas Padjadjaran. Bisa disapa di akun twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/gifariramzani\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@gifariramzani<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<p><em>Bek Spurs Toby Alderweireld membicarakan bagaimana dia menjaga kebugaran selama karantina, dan bagaimana para pemain saling berhubungan dengan satu sama lain.<\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJkWDl3cHB2UiIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>White Hart Lane adalah bekas markas milik Tottenham Hotspur. Stadion ini menjadi saksi perjalanan klub sejak 1899. Selama lebih dari satu abad, tercatat 2.533 pertandingan kompetitif telah dimainkan Spurs di sana. Banyaknya jumlah pertandingan tersebut tentu saja meninggalkan berbagai kenangan yang membuat White Hart Lane punya arti dan tempat tersendiri di hati mereka, yang merasa terasosiasi dengan klub ini. Tidak terkecuali bagi sang musuh utama, Arsenal. Ya, sebagai rival dari wilayah yang sama, London Utara, Arsenal juga punya memori indah di stadion ini. Bukan sekadar dalam bentuk kemenangan, tapi hasil yang jauh lebih spesial dari itu. Di White Hart Lane, tidak hanya satu, tapi dua kali Arsenal berhasil meraih gelar &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mengenang White Hart Lane dari Ingatan Arsenal&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":46940,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[120,381,2660,2646,122,598,117],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenang White Hart Lane dari Ingatan Arsenal | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"White Hart Lane adalah bekas markas milik Tottenham Hotspur. Stadion ini menjadi saksi perjalanan klub sejak 1899.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenang White Hart Lane dari Ingatan Arsenal | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"White Hart Lane adalah bekas markas milik Tottenham Hotspur. Stadion ini menjadi saksi perjalanan klub sejak 1899.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-09T12:00:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-461393877.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"676\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/\",\"name\":\"Mengenang White Hart Lane dari Ingatan Arsenal | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-461393877.jpg\",\"datePublished\":\"2020-04-09T12:00:29+00:00\",\"dateModified\":\"2020-04-09T12:00:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"White Hart Lane adalah bekas markas milik Tottenham Hotspur. Stadion ini menjadi saksi perjalanan klub sejak 1899.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-461393877.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-461393877.jpg\",\"width\":1024,\"height\":676},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenang White Hart Lane dari Ingatan Arsenal | Football Tribe Indonesia","description":"White Hart Lane adalah bekas markas milik Tottenham Hotspur. Stadion ini menjadi saksi perjalanan klub sejak 1899.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenang White Hart Lane dari Ingatan Arsenal | Football Tribe Indonesia","og_description":"White Hart Lane adalah bekas markas milik Tottenham Hotspur. Stadion ini menjadi saksi perjalanan klub sejak 1899.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-04-09T12:00:29+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":676,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-461393877.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/","name":"Mengenang White Hart Lane dari Ingatan Arsenal | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-461393877.jpg","datePublished":"2020-04-09T12:00:29+00:00","dateModified":"2020-04-09T12:00:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"White Hart Lane adalah bekas markas milik Tottenham Hotspur. Stadion ini menjadi saksi perjalanan klub sejak 1899.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/04\/09\/mengenang-white-hart-lane-dari-ingatan-arsenal\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-461393877.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/04\/GettyImages-461393877.jpg","width":1024,"height":676},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46938"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46938"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46938\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46941,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46938\/revisions\/46941"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}