{"id":46865,"date":"2020-03-27T11:12:34","date_gmt":"2020-03-27T04:12:34","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=46865"},"modified":"2020-03-27T11:20:25","modified_gmt":"2020-03-27T04:20:25","slug":"ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/","title":{"rendered":"Ketika Sampdoria adalah Raksasa Serie A&#8230;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/sampdoria\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Sampdoria<\/strong><\/a> merupakan tim dari kota Genoa. Klub ini berakar dari dua klub yaitu Sampierdarenese dan Andrea Doria. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua klub sama-sama lahir sama sebelum abad 20 dimulai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampierdarenese lahir pada 1891 namun baru membuka bagian sepak bola pada 1899. Sementara Andrea Doria berdiri pada 1895 yang langsung mengkhususkan diri pada sepak bola.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perjalanannya, Sampierdarenese dan Andrea Doria sempat bergabung dan membentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">La Dominante Genova<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> setelah musim 1926\/1927.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semusim berikutnya mereka memakai nama Liguria. Namun musim mereka buruk karena degradasi. Sampierdarenese dan Andrea Doria kemballi berpisah.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/26\/lekas-terbang-tinggi-super-elja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lekas Terbang Tinggi Super Elja!<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 1937 Sampierdarenese bergabung dengan Corniglianese dan Rivarolese lalu membentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Associazione Liguria Calcio<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berakhirnya Perang Dunia II, baru Sampierdarenese dan Andrea Doria bergabung dan membentuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Unione Calcio Sampdoria<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampdoria menapaki masa keemasan setelah dibeli pengusaha minyak Paolo Mantovani pada 1979 saat masih di Serie B.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlahan Sampdoria meraih prestasi gemilang. Coppa Italia pertama diraih tahun 1985. Gelar kedua dan ketiga diraih secara beruntun pada 1988 dan 1989.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat prestasi di Coppa Italia tersebut, Sampdoria merasakan persaingan Piala Winners. Musim 1988\/1989 Sampdoria melaju ke final namun takluk dari Barcelona di partai puncak.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/25\/hikayat-roberto-baggio-dan-21-pelatihnya-bagian-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hikayat Roberto Baggio dan 21 Pelatihnya (Bagian 1)<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru semusim berikutnya Sampdoria menjuarai Piala Winners setelah mengalahkan Anderlecht di laga final.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncak lain prestasi Sampdoria terjadi musim berikutnya. <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/serie-a\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Serie A<\/strong><\/a> memasuki musim 1990\/1991,\u00a0<em>Il Samp<\/em> diperkuat beberapa pemain yang cukup familiar bagi penggemar Serie A dekade 1990-an.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di posisi penjaga gawang ada Gianluca Pagliuca dengan Giulio Nuciari sebagai deputi. Lini pertahanan dikomandoi Pietro Vierchowod bersama Moreno Mannini, Luca Pellegrini, Marco Lanna, dan Giovanni Dall&#8217;Igna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sektor tengah berisi Ivano Bonetti, Giuseppe Dossena, Toninho Cerezo, Attilio Lombardo, Fausto Pari, Sre\u010dko Katanec, Giovanni Invernizzi, dan Alexei Mikhailichenko.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara para <em>strikers<\/em> terdiri dari Gianluca Vialli, Roberto Mancini, Marco Branca, dan Umberto Calcagno. Dengan komposisi tersebut, Vujadin Bo\u0161kov meracik tim yang kemudian sukses menjuarai Serie A musim 1990\/1991.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/25\/hikayat-roberto-baggio-dan-21-pelatihnya-bagian-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hikayat Roberto Baggio dan 21 Pelatihnya (Bagian 2)<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musim tersebut memang berlangsung luar biasa untuk Sampdoria. Mereka memainkan total 34 laga kandang dan tandang melawan 17 klub lain di Serie A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengawali musim dengan kurang meyakinkan, Sampdoria tak tergeser dari puncak klasemen setelah pekan ke 25. Mereka mengemas 20 kemenangan, 11 hasil seri dan hanya 3 kali kalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai 51 poin yang diraih Sampdoria tak sanggup dikejar <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/ac-milan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>AC Milan<\/strong><\/a> di posisi kedua dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/internazionale\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Inter<\/strong><\/a> di posisi ketiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak Sampdoria dengan kedua tim tim di bawahnya berselisih hingga 5 poin dengan AC Milan dan Inter yang sama-sama mengemas 46 poin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duo klub Milan itu mengalami penurunan performa terutama di akhir kompetisi. Sementara Sampdoria setelah kekalahan ketiga di paruh pertama, sukses mencatatkan 18 laga beruntun tidak terkalahkan hingga akhir musim.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/19\/alphonso-davies-mimpi-seorang-pemuda-dari-kampung-pengungsian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Alphonso Davies, Mimpi Seorang Pemuda dari Kampung Pengungsian<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka pun hanya kebobolan 8 gol pada laga tandang. Sedikit catatan bahwa ketika itu poin perhitungan belum seperti sekarang. Kemenangan masih bernilai 2 poin bukan 3 angka. Hasil seri bernilai 1 poin dan kalah 0 poin masih sama seperti sekarang.<\/span><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu catatan dari statistik, Vialli yang belum identik dengan kepala plontos, sukses menjadi pencetak gol terbanyak Serie A dengan 19 gol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rekan duetnya, Mancini, yang penampilannya nyaris tanpa perubahan hingga kini, mengemas dua digit dengan 12 gol dicetak. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir separuh gol Sampdoria yang berjumlah 57 dicetak oleh keduanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah kemasukan gol Sampdoria hanya kalah dari AC Milan yang memang ketika itu memiliki barisan bek tangguh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surplus 33 gol yang dimiliki Sampdoria menjadi yang tertinggi dengan catatan 57 gol dicetak berbanding 24 kemasukan. Giuseppe Dossena menjadi satu-satunya pemain yang tampil di semua laga Serie A untuk <em>Il Samp<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/19\/sepak-bola-desa-satu-olahraga-aneka-cerita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sepak Bola Desa, Satu Olahraga Aneka Cerita<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Raihan juara Serie A Sampdoria ketika itu sedikit banyak tidak terduga. Sampdoria sebelumnya tak pernah mencapai lebih tinggi dari posisi 4.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">AC Milan dan Inter yang mengakhiri musim di peringkat 2 dan 3 sukses dikalahkan secara kandang dan tandang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Napoli sang juara bertahan pun bernasib sama, kalah kandang dan tandang atas Sampdoria. <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/juventus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Juventus<\/strong><\/a> juga tak sanggup mengalahkan Sampdoria.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekalahan pertama diderita dari rival sekota Genoa, namun bisa dibalas di pertemuan kedua. Hanya Torino satu-satunya klub yang tak sempat dikalahkan Sampdoria musim itu. Kekalahan lain diderita dari Lecce namun bisa dikalahkan balik di pertemuan kedua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat hal tersebut, perjalanan Sampdoria memang luar biasa. Sampdoria sendiri diperkuat empat pemain tim nasional Italia pada Piala Dunia 1990 yaitu Vialli, Mancini, Vierchowod dan Pagliuca, namun hanya Vialli yang sering tampil di lapangan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/persita-napas-baru-sepak-bola-kota-industri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Persita, Napas Baru Sepak Bola Kota Industri<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar Sampdoria tak lebih diunggulkan dibanding klub lain untuk menjuarai Serie A. Juventus memiliki Roberto Baggio yang baru bergabung dari Fiorentina. AC Milan memiliki trio Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Frank Rijkaard yang pernah juara Piala Eropa dengan Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Inter diperkuat Andreas Brehme, Lothar Matthaeus, dan Juergen Klinsmann dari sang juara dunia Jerman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu masih ada Napoli dengan Diego Maradona yang pernah menjadi juara dunia dengan Argentina. Saingan sekota, Genoa yang kemudian menempati peringkat 4, memiliki duet Carlos Aguilera dan Tom\u00e1\u0161 Skuhrav\u00fd yang kemudian sama-sama mencetak 15 gol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu Rudi Voeller, juga juara dunia dengan Jerman, masih bermain di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/as-roma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>AS Roma<\/strong><\/a>. Serie A ketika itu belum dibanjiri pemain asing karena pembatasan hanya 3 pemain impor. Maka wajar pemain asing yang masuk memang berkualitas.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seksisme di Sepak Bola, Perkara yang Tiada Habisnya<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gelar tersebut masih menjadi gelar satu-satunya yang bisa diraih Sampdoria sampai sekarang. Setelah itu perlahan Sampdoria menurun, terlebih setelah kematian Paolo Mantovani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa pemain lalu datang dan pergi. Namun penurunan Sampdoria tak tercegah. Memang mereka tidak langsung jatuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semusim setelah <em>scudetto<\/em> diraih, Sampdoria melaju ke final Piala Champions sebelum tumbang oleh Barcelona.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka juga masih sekali lagi menjuarai Coppa Italia tahun 1994, juga masuk ke semi-final Piala Winners 1994\/1995.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi kurang dari 10 tahun setelah <em>scudetto<\/em> diraih, Sampdoria turun ke Serie B pada musim 1998\/1999.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/14\/tentang-beragam-kampanye-jakmania\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tentang Beragam Kampanye Jakmania<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelahnya, klub yang bermarkas di Luigi Ferraris ini menjalani musim yang naik turun. Mereka kembali ke Serie A bahkan bermain di Zona Eropa. Peringkat 4 di Serie A pun sempat diraihnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampdoria juga pernah turun lagi ke Serie B hanya untuk kembali ke Serie A. Meskipun demikian Sampdoria memiliki catatan tersendiri di Serie A. Mereka klub terakhir dengan status juara baru Serie A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Takdir Serie A setelah Perang Dunia II, hanya ada 6 klub baru dengan status juara baru. Selebihnya Serie A seperti biasa dikuasai wajah lama seperti Juventus, AC Milan dan Inter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selingan juara hanya terjadi dua musim saat Serie A dijuarai AS Roma dan SS Lazio.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Barisan Timnas Legendaris yang Kini \u2018Hilang\u2019 dari Muka Bumi<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/04\/leverkusen-menjadi-neverkusen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ketika Leverkusen Menjadi Neverkusen<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/26\/deportivo-dulu-perkasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Deportivo La Coruna: Dulu Perkasa, Sekarang Nyaris Terjun ke Divisi Tiga<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><em><strong>*Penulis merupakan seorang penikmat berita sepak bola dari medium dalam jaringan. Bisa disapa di akun twitter\u00a0<a href=\"https:\/\/twitter.com\/hilmi_masdar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@hilmi_masdar<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJScWdZZDVEcyIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sampdoria merupakan tim dari kota Genoa. Klub ini berakar dari dua klub yaitu Sampierdarenese dan Andrea Doria. Kedua klub sama-sama lahir sama sebelum abad 20 dimulai. Sampierdarenese lahir pada 1891 namun baru membuka bagian sepak bola pada 1899. Sementara Andrea Doria berdiri pada 1895 yang langsung mengkhususkan diri pada sepak bola.\u00a0 Dalam perjalanannya, Sampierdarenese dan Andrea Doria sempat bergabung dan membentuk La Dominante Genova setelah musim 1926\/1927. Semusim berikutnya mereka memakai nama Liguria. Namun musim mereka buruk karena degradasi. Sampierdarenese dan Andrea Doria kemballi berpisah. Tahun 1937 Sampierdarenese bergabung dengan Corniglianese dan Rivarolese lalu membentuk Associazione Liguria Calcio. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, baru Sampierdarenese dan Andrea Doria bergabung dan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Ketika Sampdoria adalah Raksasa Serie A&#8230;&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":46866,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[109,934,131,122,598],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketika Sampdoria adalah Raksasa Serie A... | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sampdoria merupakan tim dari kota Genoa. Klub ini berakar dari dua klub yaitu Sampierdarenese dan Andrea Doria. Kedua klub sama-sama lahir sama sebelum\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Sampdoria adalah Raksasa Serie A... | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sampdoria merupakan tim dari kota Genoa. Klub ini berakar dari dua klub yaitu Sampierdarenese dan Andrea Doria. Kedua klub sama-sama lahir sama sebelum\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-03-27T04:12:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-03-27T04:20:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/Maradona-Sampdoria.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/\",\"name\":\"Ketika Sampdoria adalah Raksasa Serie A... | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/Maradona-Sampdoria.jpg\",\"datePublished\":\"2020-03-27T04:12:34+00:00\",\"dateModified\":\"2020-03-27T04:20:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sampdoria merupakan tim dari kota Genoa. Klub ini berakar dari dua klub yaitu Sampierdarenese dan Andrea Doria. Kedua klub sama-sama lahir sama sebelum\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/Maradona-Sampdoria.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/Maradona-Sampdoria.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Sampdoria adalah Raksasa Serie A... | Football Tribe Indonesia","description":"Sampdoria merupakan tim dari kota Genoa. Klub ini berakar dari dua klub yaitu Sampierdarenese dan Andrea Doria. Kedua klub sama-sama lahir sama sebelum","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Sampdoria adalah Raksasa Serie A... | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sampdoria merupakan tim dari kota Genoa. Klub ini berakar dari dua klub yaitu Sampierdarenese dan Andrea Doria. Kedua klub sama-sama lahir sama sebelum","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-03-27T04:12:34+00:00","article_modified_time":"2020-03-27T04:20:25+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/Maradona-Sampdoria.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/","name":"Ketika Sampdoria adalah Raksasa Serie A... | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/Maradona-Sampdoria.jpg","datePublished":"2020-03-27T04:12:34+00:00","dateModified":"2020-03-27T04:20:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sampdoria merupakan tim dari kota Genoa. Klub ini berakar dari dua klub yaitu Sampierdarenese dan Andrea Doria. Kedua klub sama-sama lahir sama sebelum","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/27\/ketika-sampdoria-adalah-raksasa-serie-a\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/Maradona-Sampdoria.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/Maradona-Sampdoria.jpg","width":1200,"height":674},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46865"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46865"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46865\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46871,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46865\/revisions\/46871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}