{"id":46768,"date":"2020-03-18T16:11:37","date_gmt":"2020-03-18T09:11:37","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=46768"},"modified":"2020-03-18T16:15:59","modified_gmt":"2020-03-18T09:15:59","slug":"seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/","title":{"rendered":"Seksisme di Sepak Bola, Perkara yang Tiada Habisnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seksisme di sepak bola menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan saat ini. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satunya tertuang dalam pembahasan acara <em>Sexism in Football <\/em>sekitar lima bulan lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diskusi itu diselenggarakan oleh suatu komunitas suporter perempuan dari <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/pss-sleman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>PSS<\/strong><\/a>, yaitu Ladies Curva Sud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam diskusi tersebut telah dijelaskan mendalam mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sexism in football<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dibahas oleh pembicara Pipin Jamson dari Dosen Fisipol UGM, Irfan dari Fans Kultur Sepakbola, dan salah satu perwakilan dari Ladies Curva Sud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya, diskusi ini berjalan menarik karena dihadiri oleh peserta dari beberapa elemen suporter, mahasiswa, dan masyarakat umum.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/20\/kesetaraan-gender-dalam-sepak-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mewujudkan Kesetaraan Gender dalam Sepak Bola<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini penulis akan menjelaskan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sexism in football<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara umum, dikarenakan belum lama ini ada salah satu presenter televisi sepak bola nasional yang &#8220;berulah&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia mengeluarkan ucapan yang tidak pantas dikatakan pada khalayak umum, apalagi dilihat dan didengar oleh ribuan penonton pada saat itu.<\/span><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Apa itu seksisme<\/b><b>?<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sexism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau seksisme merupakan suatu paham atau sistem kepercayaan yang mempercayai adanya fenomena yang masih menganggap jenis kelamin tertentu (laki-laki) lebih unggul dari jenis kelamin lainnya (perempuan).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Cobuild English Dictionary<\/em> (1997) menyebut seksisme terlihat dari bentuk bahasa yang dipakai oleh laki-laki dalam berkomunikasi atau dari monolog seorang laki-laki tentang perempuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu juga mengandaikan perempuan dengan binatang yang jelek, atau dengan benda-benda yang secara pragmatis dan metaforis mengandung nilai-nilai negatif tentang perempuan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/27\/perempuan-di-tempat-nobar-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tentang Keamanan dan Kenyamanan Perempuan di Tempat Nobar<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah seksisme dikenal secara luas saat terjadi Gerakan Pembebasan Perempuan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Women\u2019s Liberation Movement<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) pada tahun 1960.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika itu, para penganut teori feminis menyebutkan bahwa tekanan terhadap perempuan telah menyebar dan terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat, sehingga mereka mulai bersuara lebih lantang tentang paham seksisme daripada paham <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">male chauvinism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembela paham <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">male chauvinism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> biasanya adalah laki-laki yang meyakini bahwa mereka lebih hebat daripada perempuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paham seksisme merujuk pada perilaku kolektif yang merefleksikan masyarakat sebagai suatu keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/12\/keresahan-piala-dunia-wanita-2019\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Keresahan di Balik Gemerlapnya Piala Dunia Wanita 2019<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seksisme berisi serangkaian asumsi dan tindakan yang digunakan laki-laki untuk menguasai perempuan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Paham ini lahir dari sebuah masyarakat yang patriarkial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, sikap seksis seolah dianggap wajar. Bahkan banyak perempuan pun justru mengamini asumsi seksisme ini sekalipun itu menyudutkan.<\/span><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian menurut Watson, seksisme dapat digolongkan menjadi:<\/span><\/p>\n<h3><strong><i>Old Fashioned<\/i> <i>Sexism<\/i><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asumsi yang berkembang di sini adalah asumsi kuno mengenai perempuan atau laki-laki yang sudah ada sejak zaman dulu, contohnya bahwa laki-laki lebih pintar dari perempuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemimpin juga harus laki-laki, dan 70 perempuan itu tidak perlu sekolah tinggi karena pada akhirnya akan berakhir di dapur.<\/span><\/p>\n<h3><strong><i>Modern<\/i> <i>Sexism<\/i><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Modern sexism<\/em> muncul dari anggapan bahwa perempuan dan laki-laki sudah setara dan sejajar dalam masyarakat. Oleh karenanya, muncul pandangan bahwa seksisme bukan lagi masalah dan hal-hal yang dilakukan untuk memudahkan perempuan tidak lagi diperlukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seksisme modern mengabarkan fakta bahwa masih ada kasus diskriminasi gender misalkan dalam hal gaji, atau jumlah perempuan yang menjadi wakil di wilayah politik.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/13\/mimpi-garuda-pertiwi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mimpi Garuda Pertiwi Berlaga di Piala Dunia<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<h3><strong><i>Ambivalent<\/i> <i>Sexism<\/i><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua tipe seksisme ini, yakni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hostile<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">benevolent<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hostile<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> didasari oleh rasa benci terhadap jenis kelamin tertentu sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">benevolent<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">sexism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menganggap bahwa perempuan memiliki moral yang lebih baik dari kaum laki-laki karena itu harus dilindungi dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Kemudian, apa itu <\/b><b><i>Sexism In Football<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sexism In Football<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau seksisme dalam sepak bola merupakan suatu paham atau sistem kepercayaan mengusung seksisme di sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seksisme dalam sepak bola sendiri sudah ada sejak zaman dahulu, namun beberapa waktu yang lalu menjadi viral atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trending topic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kembali ketika ada pemain dari tim <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/liga-1-putri-2019\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Liga 1 Putri<\/strong><\/a> yang mengalami perlakuan seksis dari suporter tim lawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu belum lama ini ada salah satu komentator yang mengatakan suatu candaan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang tidak seharusnya dikatakan di layar televisi.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/06\/para-perempuan-dalam-sepak-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Para Perempuan di Tengah Dominasi Pria dalam Sepak Bola<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seksisme dalam sepak bola ini tentunya tidak hanya dialami oleh pemain, namun dialami juga oleh suporter ketika sedang mendukung tim kebanggaannya di stadion.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun ada stigma buruk dari\u00a0 masyarakat, bahwa perempuan yang menjadi suporter bola itu kurang sesuai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah kesan maskulin terkait tawuran antarsuporter atau kesan negatif akibat ulah suporter yang bertindak kurang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Identitas gender tersebut selalu dibawa dan tidak terbantahkan, hal itu sering ditemui di lingkungan sosial sehari-hari yang tanpa sadar akan memunculkan perilaku seksisme yang dianggap \u201cbiasa\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seakan kesenjangan dan batasan sosial antara kaum laki-laki dan perempuan yang menjadi suporter sepak bola adalah hal yang wajar.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/23\/louisa-necib-female-zidane\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Louisa Necib: \u2018Female Zidane\u2019 yang Pensiun Demi Cintanya untuk Sang Suami<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Puput Putri (dalam Onriza Putra, 2019) menjelaskan bahwa salah satu bentuk seksisme dalam sepak bola adalah mengeksploitasi suporter perempuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Indonesia cenderung melabeli stigma buruk atas keberadaan suporter perempuan di tribun penonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengidentifikasian label-label feminim seperti <em>ladies<\/em>, <em>women<\/em>, <em>girls<\/em>, nona, <em>angels<\/em>, dan lain-lain amat ditonjolkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini berbeda dengan suporter laki-laki yang biasanya cuma disebut suporter saja tanpa embel-embel maskulin.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/15\/suporter-wanita-iran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Perempuan di Arab Saudi Sudah Bisa Menonton Sepak Bola, Perempuan di Iran Kapan?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebutan bidadari tribun atau selebriti tribun justru memberi kesan kehadiran suporter, terutama di stadion, perempuan begitu istimewa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal perempuan memiliki hak yang sama untuk menyaksikan pertandingan sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eksploitasi terhadap suporter perempuan juga dilakukan oleh media. Sebagai contoh, sering kali terlihat kameramen televisi memfokuskan kameranya kepada suporter perempuan yang ada di tribun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa disadari, perilaku seperti ini sering dianggap biasa saja oleh sebagian besar masyarakat Indonesia bahkan, oleh perempuan sekalipun.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/11\/28\/perempuan-di-tempat-nobar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Urgensi Rasa Aman dan Nyaman bagi Perempuan di Tempat Nobar<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/07\/perempuan-dan-sepak-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Saya Seorang Perempuan dan Saya Mencintai Sepak Bola<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/26\/balada-kaum-wanita-dan-sepak-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Balada Kaum Wanita dan Sepak Bola<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><em><strong>*Penulis bisa disapa di akun twitter\u00a0<a href=\"https:\/\/twitter.com\/fajaragusta_\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@fajaragusta_ \u00a0<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJlY2hiMzNZMCIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seksisme di sepak bola menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan saat ini. Salah satunya tertuang dalam pembahasan acara Sexism in Football sekitar lima bulan lalu. Diskusi itu diselenggarakan oleh suatu komunitas suporter perempuan dari PSS, yaitu Ladies Curva Sud. Di dalam diskusi tersebut telah dijelaskan mendalam mengenai sexism in football yang dibahas oleh pembicara Pipin Jamson dari Dosen Fisipol UGM, Irfan dari Fans Kultur Sepakbola, dan salah satu perwakilan dari Ladies Curva Sud. Tentunya, diskusi ini berjalan menarik karena dihadiri oleh peserta dari beberapa elemen suporter, mahasiswa, dan masyarakat umum. Di sini penulis akan menjelaskan sexism in football secara umum, dikarenakan belum lama ini ada salah satu presenter televisi sepak &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Seksisme di Sepak Bola, Perkara yang Tiada Habisnya&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":46769,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[1076,3714,3792,1291,122,598,3715,3284,719],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Seksisme di Sepak Bola, Perkara yang Tiada Habisnya | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Seksisme di sepak bola menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan saat ini? Salah satunya tertuang dalam pembahasan acara Sexism in Football\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Seksisme di Sepak Bola, Perkara yang Tiada Habisnya | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seksisme di sepak bola menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan saat ini? Salah satunya tertuang dalam pembahasan acara Sexism in Football\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-03-18T09:11:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-03-18T09:15:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/20191108_203247.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"662\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/\",\"name\":\"Seksisme di Sepak Bola, Perkara yang Tiada Habisnya | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/20191108_203247.jpg\",\"datePublished\":\"2020-03-18T09:11:37+00:00\",\"dateModified\":\"2020-03-18T09:15:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Seksisme di sepak bola menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan saat ini? Salah satunya tertuang dalam pembahasan acara Sexism in Football\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/20191108_203247.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/20191108_203247.jpg\",\"width\":1080,\"height\":662},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Seksisme di Sepak Bola, Perkara yang Tiada Habisnya | Football Tribe Indonesia","description":"Seksisme di sepak bola menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan saat ini? Salah satunya tertuang dalam pembahasan acara Sexism in Football","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Seksisme di Sepak Bola, Perkara yang Tiada Habisnya | Football Tribe Indonesia","og_description":"Seksisme di sepak bola menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan saat ini? Salah satunya tertuang dalam pembahasan acara Sexism in Football","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-03-18T09:11:37+00:00","article_modified_time":"2020-03-18T09:15:59+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":662,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/20191108_203247.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/","name":"Seksisme di Sepak Bola, Perkara yang Tiada Habisnya | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/20191108_203247.jpg","datePublished":"2020-03-18T09:11:37+00:00","dateModified":"2020-03-18T09:15:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Seksisme di sepak bola menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan saat ini? Salah satunya tertuang dalam pembahasan acara Sexism in Football","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/03\/18\/seksisme-di-sepak-bola-perkara-yang-tiada-habisnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/20191108_203247.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/03\/20191108_203247.jpg","width":1080,"height":662},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46768"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46768"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46775,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46768\/revisions\/46775"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}